NEW
Font size
WorksheetsMentoring Spesialis FKTP Kabupaten Merauke
Total questions: 16
Worksheet time: 16mins
Dibawah ini merupakan pernyataan yang benar mengenai kelainan fraksi lipid yang utama, kecuali :
Kenaikan Kadar kolesterol total
Kenaikan Kadar Trigliserida
Kenaikan Kadar Kolesterol HDL
Kenaikan Kadar Kolesterol LDL
Dislipidemia merupakan faktor risiko terjadinya aterosklerosis sehingga dapat menyebabkan :
stroke, Diabetes Mellitus, Peripheral Arterial Disease (PAD), Sindroma Koroner Akut (SKA)
stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK), Peripheral Arterial Disease (PAD), Sindroma Koroner Akut (SKA)
stroke, Diabetes Mellitus, Peripheral Arterial Disease (PAD), Hipertensi
stroke, Jantung, Peripheral Arterial Disease (PAD), Sindroma Koroner Akut (SKA)
Pemeriksaan laboratorium memegang peranan penting dalam menegakkan diagnosa. Pemeriksaan yang dilakukan adalah sebagai berikut, kecuali:
Kadar kolesterol Total
Gula Darah Puasa
Kadar Kolesterol HDL
Kadar Trigliserida Plasma
Dislipidemia adalah :
Kelainan kadar Glukosa dalam tubuh yang dtandai dengan Kenaikan Gula darah
kondisi kegawatdaruratan karena berhentinya aktivitas jantung paru secara mendadak yang mengakibatkan kegagalan sistem sirkulasi
Kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam darah
Penurunan aliran darah dalam lipid yang berlangsung sepintas (tidak menetap atau tidak permanen)
Dibawah ini merupakan pernyataan yang benar mengenai Pemeriksaan fisik dan Penunjang sederhana (objective)
Pemeriksaan tanda-tanda vital
Pemeriksaan antropometri lingkar pinggang
Pemeriksaan antropometri lingkar perut
Pemeriksaan antropometri Indeks Massa Tubuh (IMT)
Terapi aktivitas fisik dan Terapi Nutrisi Medis termasuk dalam kriteria terapi :
Terapi Non Farmakologis
Terapi farmakologis
Terapi Farmaklinis
Terapi Gizi Klinis
Dibawah ini merupakan pernyataan yang benar mengenai anjuran bagi Pasien dengan kadar kolesterol LDL tinggi, kecuali:
mengurangi asupan lemak total
meningkatkan asupan lemak tak jenuh rantai tunggal
mengurangi asupan lemak tak jenuh rantai ganda
mengurangi asupan lemak jenuh
Bagi pasien dengan Trigliserida tinggi, asupan yang perlu dikurangi adalah :
Karbohidrat, alkohol, lemak, Protein
Karbohidrat, alkohol dan protein
Protein, vitamin, lemak dan mineral
Karbohidrat, alkohol dan lemak
Ada 9 Jenis Program Rujuk balik, 5 diantaranya yaitu :
Diabetes Mellitus, Hipertensi, Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
Diabetes Mellitus, Hipertensi, Jantung, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), TB Paru
Diabetes Mellitus, Hipertensi, Schizophrenia, Stroke, Malaria
Diabetes Mellitus, Hipertensi, Schizophrenia, Malaria, Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
Yang Bukan merupakan obat program rujuk balik yaitu :
Furosemid
Fenofibrat
Fenobarbital
Glibenklamide
Dislipidemia yang terjadi akibat suatu penyakit lain misalnya hipotiroidisme, sindroma nefrotik, diabetes melitus, dan sindroma metabolik termasuk dalam klasifikasi dislipidemia :
Dislipidimea Primer
Dislipidemia Sekunder
Dislipidemia Tersier
Dislipidemia Utama
Pengurangan pembentukan kolesterol di liver dengan menghambat secara kompetitif kerja dari enzim HMG-CoA reduktase merupakan mekanisme kerja dari :
Asam Fibrat
Statin
Asam Nikotinik
Ezetimibe
Dibawah ini merupakan Keadaan dimana evaluasi dan pemantauan status lipid diperlukan dalam frekuensi lebih sering, kecuali :
Kendali glukosa darah yang memburuk
Adanya penggunaan obat lain yang ditenggarai mengganggu kadar lipid
Adanya pengurangan berat badan
Progresivitas dari penyakit aterotrombosis
Panduan alur dari ATP III (alur 1) atau bisa dengan menggunakan panduan ACC/AHA 2013 (alur 2) merupakan langkah praktis pengelolaan dislipidemia :
Identifikasi masalah pada pasien
Melakukan penghitungan risiko kardiovaskular, klasifikasi kelompok risiko dan pilihan terapi
Pemberian edukasi
Pemantauan dan evaluasi
Golongan Obat Hipolipidemik asam nikotinat memiliki efek terhdap lipid yaitu :
LDL ↓ 18-55 % ; HDL ↑ 5-15 % ; TG ↓ 7-30 %
LDL ↓ 15-30 % ; HDL ↑ 3-5 % ;TG tidak berubah
LDL ↓ 5-25 % ; HDL ↑ 15-35 % ; TG ↓ 20-50 %
LDL ↓ 5%–20% (may be increased in patients with high TG) HDL ↑ 10%– 20% TG ↓ 20%–50%
Efek samping dari golongan obat Fibrat yaitu :
Miopati, peningkatan emzim hati
Gangguan pencernaan, konstipasi, penurunan absorbsi obat lain
Flushing, hiperglikemia, hiperuricemia, gangguan pencernaan, hepatotoksitas
Dispepsia, batu empedu, miopati
