WorksheetsManajemen Berbasis Sekolah
Total questions: 36
Worksheet time: 6mins
Menurut para birokrat salah satu alasan mengapa Manajemen Berbasis Sekolah perlu diterapkan di Indonesia adalah
Untuk meningkatkan fleksibilitas dalam hal pengelolaan
Perlunya reformasi dalam dunia pendidikan di Indonesia
Adanya pengelolaan melalui satu pintu yaitu sekolah
Efesiensi manajemen pendidikan dan upaya peningkatan mutu
Pelaksanaan Ulangan Umum dan Ujian Nasional di suatu sekolah baik Negeri maupun swasta merupakan tanggung jawab dari
Kepala sekolah
Guru
Yayasan
Pemerintah
Pada pemerintahan sentralisasi umumnya pengambilan keputusan terkonsentrasi pada tingkat
Bawahan dalam suatu organisasib.
Atasan dalam suatu organisasi
Diantara individu yang ada dalam organisasi
Unit yang ada dalam suatu organisasi
Prinsip penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan menurut pasal 4 (ayat1) UU Sisdiknas 2003 secara lengkap berbunyi
Berkeadilan,menjaga hak azasi manusia, nilai agama, menjaga kemajemukan bangsa dan tidak bersikap
Berkeadilan, menjaga hak azasi manusia, nilai agama, kultur dan kemajemukan bangsa
Demokrasi, berkeadilan, menjaga kemajemukan bangsa, tidak diskriminatif dan memberi kesempatan yang sama bagi warga negara
Demokrasi berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjujung hak azasi manusia, nilai agama, kultur dan kemajemukan bangsa
Peningkatan ilmu dan teknologi dapat dilakukan melalui pengembangan berbagai program pendidikan, hal ini sesuai dengan fungsi pendidikan sebagai upaya untuk
Memasyarakatkan kemajuan bidang teknologi
Meningkatkan solideritas bangsa
Mempertinggi peradaban manusia
Menggali budaya bangsa
Salah satu Model Pendidikan yang dapat mengakomodasi berbagai kepentingan dan aspirasi masyarakat adalah model
Kurikulum Berbasis Kompetensi
Multiple Inteligence
Manajemen Berbasis Sekolah
Ki Hajar Dewantoro
Peraturan pemerintah No. 18 Tahun 2007 tentang Proram Sertifikasi guru merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bersifat
Sementara
Sentralistik
Disentralistik
Dekonsentrasi
Bila suatu sekolah mempunyai visi "menjadikan siswa unggul di bidang masing-masing" maka untuk mencapai masa kegiatan utama yang dilakukan
Selalu menerapkan pendidikan berbasis ke berbagai kecerdasan jasmani
Mengirim siswa yang berbakat ke berbagai kompetisi di tingkat sekolah
Mengadakan kegiatan unggul untuk mengetahui bakat sebagai..
Mengadakan berbagai kegiatan untuk mengembangkan keunggulan siswa sesuai dengan hobinya
Hal-hal yang harus diperhatikan sekolah ketika membuat rencana tahunan adalah kecuali
Mempertimbangkan data dari hasil evaluasi diri
Menyusun draf rencana tahunan sekolah bersama semua staf
Mempertimbangkan pengalaman sekolah lain yang berhasil
Mempertimbangkan kontek lingkungan dan aspirasi masyarakat
Program yang dianjurkan pemerintah agar setiap sekolah dapat menjadi sekolah efektif adalah dengan menerapkan
Program unggulan
Manajemen Berbasis Sekolah
Life Skill
Kurikulum berbasis kompetensi
Kepala sekolah yang senantiasa memberi arahan, mengendalikan, dan memotivasi stafnya agar menjalankan tugas sehari-hari dengan baik, menandakan bahwa kepala sekolah tersebut telah menjalankan fungsinya sebagai
Pemimpin
Manager
Organisator
Perencana
Penerapan KBK menuntut seorang guru untuk dapat merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sesuai kondisi dan kebutuhan peserta didik serta melakukan evaluasi pembelajaran yang objektif. Tugas ini merupakan salah satu peran guru kecuali
Guru kelas
Staf sekolah
Manager
Profesional
Perintisan MBS salah satunya dilatarbelakangi oleh adanya krisis ekonomi pada tahun 1997-1998. Pada saat itu Pemerintah menyelenggarakan suatu proyek untuk mempertahankan kualitas pendidikan dasar. Proyek tersebut dinamakan
Program Wajib Belajar Sembilan Tahun diseluruh indonesia
Program kecakapan hidup yang dibutuhkan masyarakat
Jaringan Pengaman Sosial beasiswa
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Kebijakan pembangunan pendidikan yg berhubungan dng upaya peningkatan pengelolaan pendidikan dapat dicapai dengan
Terwujudnya organisasi sekolah di setiap kabupaten
Meningkatkan angka partisipasi siswa dlm pendidikan
Diterapkannya manajemen berbasis sekolah/masyarakat
Mengurangi jumlah buta aksara
Tujuan dibuatnya standar pelayanan minimal persekolahan adalah
Sebagai standar pelayanan minimal dalam menyelenggarakn Manajemen Berbasis Sekolah
Patokan penyelenggaraan pendidikan di tingkat dasar dan menengah agar dapat mencapai kompetensi yg sama
Standar kompetensi yang harus dimiliki dan dikuasai oleh lulusan pendidikan tingkat dasar dan menengah
Patokan pelayanan minimal yang wajib dilakukan oleh kebupaten dan kota dalam penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah
Manajemen Berbasis Sekolah perlu diterapkan di sekolah karena
Memberi arahan pada sekolah untuk mengembangkan keunggulannya
Mempunyai standar kompetensi guru yang lebih jelas
Memerlukan standar pelayanan minimal
Menjadi model pendidikan yang mudah diterapkan
Dalam UU No. 20 Thn 2003 tentang standar Pendidikan Nasaional dikatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah bertanggungjawab menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat 4 UUD 45 dibahas pada pasal
46 ayat 1 dan 2
47 ayat 1 dan 2
48 ayat 1
49 ayat 1,2,3 dan 4
Pendanaan Pendidikan berbasis sekolah menuntut setiap sekolah utk memberikan layanan pendidikan pada siswa berdasarkan prinsip kecukupan, hal ini dapat dilakukan dengan cara
Memberi bantuan biaya pendidikan berdasarkan kondisi sosial ekonomi siswa
Menghitung satuan biaya peranak untuk setiap bentuk satuan pendidikan
Menghitung penerimaan sekolah dari pemerintah kemudian dibagi berdasarkan jenjang dan jenis sekolah
Biaya minimal ditetapkan berdasarkan syarat pendirian sekolah dan tuntutan kurikulum
Pelaksanaan MBS khususnya yang berhubungan dengan efektifitas profesionalisme guru dan tenaga kependidikan, telah berjalan dengan lancar dan baik. Sehubungan dengan hal tersebut maka yang harus direorientasi oleh pemerintah adalah mengenai
Pengawasan
Lembaga pelatihan guru dan tenaga kependidikan
Peraturan kebijakan pengadaan sarana dan prasarana
Monitoring dan evaluasi MBS
MBS adalah salah satu bentuk otonomi pendidikan pada satuan pendidikan dimana kepala sekolah dan guru dibantu komite sekolah dlm mengelola pendidikan. Definisi ini merupakan pendapat yang disampaikan oleh
Mellen,Ogawa dan Kranz
Neal
Taylor
Depdiknas
Salah satu tujuan MBS berupa peningkatan akuntabilitas sekolah dan komitmen semua berarti bahwa
Sekolah bertanggungjawab atas semua yang dilakukan secara adminitrasi
Sekolah bertanggungjawab terhadap teknis edukatif tentang program pembelajaran
Dewan pendidikan dan komite sekolah bertanggungjawab atas pelaksanaan pembelajaran
Sekolah bertanggungjawab ata peningkatan mutu dan relevansi mutu sekolah ..
Input dan proses pendidikan merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan menentukan output pendidikan. Salah satu input pendidikan yang mempengaruhi proses pendidikan adalah
Tenaga pengajar
Biaya pendidikan
Kurikulum
Teknologi
Bila mutu suatu lembaga pendidikan ditentukan berdasarkan keinginan/kebutuhan dan syarat-syarat yang dikehendaki oleh pelanggan, artinya sekolah tersebut menganut konsep mutu
Absolut
Relatif
Stakeholder
Konsumen Absolut
Al Azhar termasuk sekolah favorit yang banyak diminati terutama oleh masyarakat golongan menengah keatas, namun saat ini sudah banyak bermunculan sekolah yang setingkat dan mutunya pun lebih baik. Pengertian mutu disini disebut
TQM
Mutu menurut konsumen
Relatif
Absolut
Bila kurikulum suatu sekolah dikembangkan untuk membantu siswa agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupannya, artinya sekolah tersebut telah memiliki fungsi
Sosial
Spiritual
Ekonomi
Politik
Bila suatu sekolah menjadi berhasil karena mendapat banyak dukungan dari sekelompok orang atau anggota kelompok, sekolah tersebut dikatakan telah menggunakan pendekatan
Goal-attainment approach
Konstituen strategi
Sistem
Persaingan nilai
Manajemen Berbasis Sekolah adalah model pengelolaan sekolah yang memiliki pokok-pokok pikiran utama, salah satunya adalah
Pengambilan keputusan dalam hal pengelolaan sekolah adalah kepala sekolah
Keputusan diambil secara kolektif antara kepala sekolah dan guru
Sumber dana dapat diusulkan dan dikelola oleh kepala sekolah
Sumber dana diusulkan dan dikelola oleh sekolah sesuai perencanaan masing-masing sekolah
Berikut adalah salah satu fungsi manajemen berbasis sekolah
Ketenagaan
Perencanaan
Keuangan
Pengembangan
Landasan hukum pendirian MBS sebagai suatu pendekatan dalam pengelolaan sistem pendidikan di Indonesia adalah
UU Dasar Tahun 1945
UU No. 19 Tahun 2005
UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Secara profesional guru bertanggungjawab dalam menentukan materi, metode dan evaluasi pembelajaran yang sesuai, meskipun demikian dalam kontek MBS, guru dianjurkan untuk menerapkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
Pembelajaran kontektual
Siswa belajar aktif
Individual
Interaktif
Menurut UU No. 2 thn 1989, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Dalam hal ini masyarakat juga bertanggungjawab dalam
Menentukan kurikulum sekolah
Mengelola pendidikan
Biaya penyelenggaraan pendidikan
Keberhasilan proses pendidikan
Seorang kepala sekolah perlu melakukan diskusi dan tukar pendapat dengan stafnya tentang masalah yang dihadapi dan upaya peningkatan mutu sekolah. Dalama rangka MBS kegiatan ini merupakan implementasi dari kegiatan
Perencanaan
Pelaksanaan
Perumusan visi dan misi sekolah
Evaluasi diri
Upaya peningkatkan mutu dan relevansi pendidikan di Indonesia masih sulit dilakukan, salah satunya karena faktor input sekolah-sekolah masih rendah. Untuk kewujudkan sekolah efektif masalah tersebut dapat diatasi dengan
Memberi bantuan dana secukupnya kesekolah-sekolah
Memberikan training/pelatihan kepada personal sekola
Membuat Standar Pelayanan Minimal
Melengkapi sarana dan prasarana sekolah
Menurut standar Pelayanan Minimal di tingkat sekolah menengah pertama, faktor yang harus diperhatikan dalam hal anak didik adalah kecuali
Sebagai siswa
Pakaian siswa
Biaya sekolah siswa
Unit kegiatan siswa
Hambatan yang sangat dirasakan sekolah dalam melaksanakan dan menerapkan MBS adalah
Belum adanya kesiapan personal sekolah dalam melaksanakan MBS
Tingginya dana yang dibutuhkan sekolah untuk pengelolaan MBS
Belum ada kesiapan pemerintah pusat untuk melaksanakan MBS
MBS dianggap tidak sesuai dengan sistem persekolahan di Indonesia
Pelatihan yang harus diikuti kepala sekolah untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengambil keputusan adalah
Training kemampuan profesional tenaga pendidikan
Training kelompok kerja pengembangan dan pendampingan MBS
Workshop manajemen MBS
Workshop tentang standar pendidikan Nasional
