Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KD STRUKTUR TEKS CERITA SEJARAH

Total questions: 10

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Novel sejarah dapat dikategorikan sebagai novel ulang (rekon), yaitu ....

a)

rekon pribadi

b)

rekon faktual

c)

rekon imajinatif

d)

rekon eksperimen

e)

rekon laporan

2.

Pernyataan yang mengacu pada pengertian novel sejarah yaitu nomor ....

a)

(1), (2), (5)

b)

(1), (3), (4)

c)

(2), (4), (5)

d)

(2), (3), (4)

e)

(3), (4), (5)

3.

Secara umum teks novel sejarah memiliki struktur teks yang sama dengan struktur fiksi lainnya. Struktur teks tersebut memiliki fungsi membangun terbentuknya sebuah teks cerita yang baik, diantaranya adalah ...

a)

orientasi, alur cerita, komplikasi, klimaks, dan resolusi, coda

b)

orientasi, pengungkapan peristiwa, menuju konflik, puncak konflik, resolusi, coda.

c)

orientasi, komplikasi, rangkaian peristiwa, resolusi, evaluasi, coda

d)

orientasi, pengungkapan peristiwa, penyebab konflik, puncak konflik, resolusi, koda.

e)

orientasi, pengenalan situasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, koda

4.

Cermati judul-judul novel berikut!

(1) Remy Sylado, Novel pangeran Diponegoro Menggagas Ratu Adil

(2) S.H. Mintardja, Kemelut di Majapahit

(3) Pramudya Ananta Toer, Rumah Kaca

(4) Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk

(5) Andrea Hierata, Laskar Pelangi

Judul-judul novel yang berlatar belakang sejarah terdapat pada nomor ... .

a)

(1) dan (3)

b)

(2) dan (4)

c)

(3) dan (4)

d)

(3) dan (5)

e)

(4) dan (5)

5.

Salah satu ciri kebahasaan novel sejarah adalah menggunakan kata kerja mental (menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan). Kalimat-kalimat berikut yang menggunakan kata kerja mental adalah ... .

a)

Raja kertarajasa membacakan keputusan itu dengan lantang

b)

Senopati Gajah Engon mengarahkan senjatanya kepada musuh di depannya.

c)

Dyah Wiyat menitikkan air matanya menahan sedih hatinya.

d)

Para prajurit membersihkan gedung bekas asrama.

e)

Gajah mada mengharapkan semua anak buahnya setia kepadanya.

6.

Perhatikan kutipan teks berikut dengan seksama!

(1) Yang mencuri perhatian kali ini bukan hanya soal desas-desus itu. (2) Sepeninggal Kalagemet Sri Jayanegara dengan segera muncul pertanyaan, siapa yang akan naik tahta menggantikannya. (3) Dua pewaris yang masing-masing berwajah cantik itu memang bersih tetapi apa yang terlihat tidak sesederhana yang tampak. (4) Pancaksara bahkan melihat persaingan amat tajam bakal terjadi, terutama riuhnya barisan orang-orang di belakang Kudamerta dan barisan orang-orang di belakang Cakradara? (5) Karena beristrikan ratu pewaris tahta tidak ubahnya ikut numpang mewarisi tahta itu sendiri.


Kutipan teks novel sejarah tersebut merupakan struktur ... .

a)

orientasi

b)

menuju konflik

c)

puncak konflik

d)

resolusi

e)

koda

7.

Perhatikan kutipan teks berikut dengan seksama!

(1) Yang mencuri perhatian kali ini bukan hanya soal desas-desus itu. (2) Sepeninggal Kalagemet Sri Jayanegara dengan segera muncul pertanyaan, siapa yang akan naik tahta menggantikannya. (3) Dua pewaris yang masing-masing berwajah cantik itu memang bersih tetapi apa yang terlihat tidak sesederhana yang tampak. (4) Pancaksara bahkan melihat persaingan amat tajam bakal terjadi, terutama riuhnya barisan orang-orang di belakang Kudamerta dan barisan orang-orang di belakang Cakradara? (5) Karena beristrikan ratu pewaris tahta tidak ubahnya ikut numpang mewarisi tahta itu sendiri.


Kalimat bermakna lampau dalam kutipan di atas adalah ... .

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

8.

Cermati kutipan teks novel berikut!

(1) “Ditemukan mayat lagi, Kakang Gajah,” Gajah Enggon melaporkan. Gajah Mada memandangi wajah samar-samar di depannya. “Mayat siapa?”

(2) “Prajurit bernama Klabang Gendis mati dengan anak panah menancap tepat di tenggorokannya. (3) Tak ada jejak perkelahian apa pun, sasaran menjadi korban tanpa menyadari arah bidikan anak panah tertuju kepadanya.”

(4) Gajah Mada merasa tak nyaman memperoleh laporan itu. (5) Orang yang mampu melepas anak panah dengan sasaran sulit pastilah orang yang sangat menguasai sifat gendewa dan anak panahnya. (6) Orang yang mampu melakukan hal khusus semacam itu amat terbatas dan umumnya ada di barisan pasukan Bhayangkara. (7) Adakah prajurit bhayangkara yang terlibat?

(8) “Dan kami temukan mayat kedua.”Gagak Bongol menambahkan.

(9) “Pelaku pembunuhan menggunakan anak itu mati dipatuk ular.


Struktur teks kutipan di atas adalah ... .

a)

orientasi

b)

pengenalan tokoh

c)

puncak konflik

d)

resolusi

e)

koda

9.

Cermati kutipan teks novel berikut!

(1) “Ditemukan mayat lagi, Kakang Gajah,” Gajah Enggon melaporkan. Gajah Mada memandangi wajah samar-samar di depannya. “Mayat siapa?”

(2) “Prajurit bernama Klabang Gendis mati dengan anak panah menancap tepat di tenggorokannya. (3) Tak ada jejak perkelahian apa pun, sasaran menjadi korban tanpa menyadari arah bidikan anak panah tertuju kepadanya.”

(4) Gajah Mada merasa tak nyaman memperoleh laporan itu. (5) Orang yang mampu melepas anak panah dengan sasaran sulit pastilah orang yang sangat menguasai sifat gendewa dan anak panahnya. (6) Orang yang mampu melakukan hal khusus semacam itu amat terbatas dan umumnya ada di barisan pasukan Bhayangkara. (7) Adakah prajurit bhayangkara yang terlibat?

(8) “Dan kami temukan mayat kedua.”Gagak Bongol menambahkan.

(9) “Pelaku pembunuhan menggunakan anak itu mati dipatuk ular.


Kalimat langsung terdapat pada nomor ... .


a)

(1), (2), (8)

b)

(3), (5), (9)

c)

(2), (5), (6)

d)

(6), (7), (8)

e)

(7), (8), (9)

10.

Cermati kutipan teks berikut

Setelah Raden Wijaya berhasil menjadi raja Majapahit pertama bergelar Kertarajasa Jayawardhana, beliau tidak melupakan jasa-jasa para senopati (perwira) yang setia dan banyak membantunya semenjak dahulu itu membagi-bagikan pangkat kepada mereka. Ronggolawe diangkat menjadi adipati di Tuban dan yang lain-lain pun diberi pangkat pula. Dan junjungan ini dengan para pembantunya, sejak perjuangan pertama sampai Raden Wijaya menjadi raja, amatlah erat dan baik.

Akan tetapi, guncangan pertama yang mempengaruhi hubungan ini adalah ketika Sang Prabu telah menikah dengan empat putri mendiang Raja Kertanegara, telah menikah lagi dengan seorang putri dari Melayu. Sebelum putri dari Tanah Melayu ini menjadi istrinya yang kelima, Sang Prabu Kertarajasa Jayawardhana telah mengawini semua putri mendiang Raja Kertanegara. Hal ini dilakukannya karena beliau tidak menghendaki adanya dalam dan perbuatan kekuasaan kelak. (Kemelut Majapahit, S.H. Mintardja)

Struktur teks kutipan novel paragraf pertama di atas adalah ... .

a)

pengungkapan peristiwa

b)

pengenalan situasi cerita

c)

menuju konflik

d)

puncak konflik

e)

resolusi