wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Teks Anekdot x Hikayat 3.5 4.5 x 3.6 4.6

Total questions: 10

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Dosen yang juga Menjadi Pejabat

Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.

Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu

duduk, tidak pernah mau berdiri.”

Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.”

Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.”

Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”

Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.”

Udin : “Loh, apa hubungannya.”

Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”


Dari sisi partisipan, apa alasan teks anekdot di atas bertema politik …

a)

Seorang dosen ilmu poliltik

b)

Seorang dosen pejabat

c)

Seorang dosen tidak kuat berdiri

d)

Seorang mahasiswa yang sedang kuliah

e)

Seorang mahasiswa berbincang tentang seorang dosen yang juga pejabat

2.

Dosen yang juga Menjadi Pejabat

Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.

Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu

duduk, tidak pernah mau berdiri.”

Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.”

Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.”

Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”

Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.”

Udin : “Loh, apa hubungannya.”

Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”


Aspek humor kursi yang setara dengan anekdot di atas adalah …

a)

Kursi kayu jati di teras rumah diambil oleh tetangga.

b)

Seorang peserta didik ingin datang pada pagi hari untuk mendapatkan posisi kursi di awal tahun.

c)

Pendidikan terbatas dan tanpa pengalaman mengakibatkan bencana.

d)

Orang tua peserta didik membeli kursi di sekolah negeri agar anaknya dapat bersekolah di sekolah tersebut

e)

Seorang anggota DPR tidak ingin kursinya diambil karena menjabat juga sebagai pemimpin perusahaan.

3.

Dosen yang juga Menjadi Pejabat

Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.

Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu

duduk, tidak pernah mau berdiri.”

Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.”

Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.”

Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”

Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.”

Udin : “Loh, apa hubungannya.”

Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”

Makna tersirat yang serupa dengan makna tersirat anekdot di atas adalah ...

a)

Kursi yang diambil pejabat lain

b)

Jabatan ganda pada seseorang

c)

Dosen yang tidak ingin berdiri

d)

Kursi dosen takut diduduki orang lain di kelas

e)

Cara mengajar yang selalu duduk

4.

Teks 1

Jamal : “Saya punya tebakan, Mal!”

Luqman : “Tentang apa?.”

Jamal : “Tentang SIM, Kenapa SIM seharusnya tidak perlu diperpanjang?.”

Luqman : “Ya jangan lah nanti kamu ditilang polisi.”

Jamal : “Soalnya kalau terlalu panjang nanti tidak muat masuk dompet?”

Luqman : “…”

Teks 2

Alkisah, terdapat seorang pengemis tua yang sedang meminta-minta kepada anak muda. “Nak, minta sedekahnya Nak,” pinta si pengemis tersebut.

Si anak muda lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis tua sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pinta pemuda tersebut.

Bapak pengemis tua tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini Nak kembaliannya silakan diambil.”

“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pemuda tersebut keheranan.

“Oh, tidak apa-apa Nak. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”


Alasan teks 1 disebut teks humor bukan teks anekdot adalah …

a)

teks di atas tidak ada kritik yang kuat

b)

teks di atas kritik terhadap polisi

c)

teks di atas tebak-tebakan

d)

humor yang di sampaikan tidak terstruktur

e)

humor yang di sampaikan antar teman.

5.

Teks 1

Jamal : “Saya punya tebakan, Mal!”

Luqman : “Tentang apa?.”

Jamal : “Tentang SIM, Kenapa SIM seharusnya tidak perlu diperpanjang?.”

Luqman : “Ya jangan lah nanti kamu ditilang polisi.”

Jamal : “Soalnya kalau terlalu panjang nanti tidak muat masuk dompet?”

Luqman : “…”

Teks 2

Alkisah, terdapat seorang pengemis tua yang sedang meminta-minta kepada anak muda. “Nak, minta sedekahnya Nak,” pinta si pengemis tersebut.

Si anak muda lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis tua sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pinta pemuda tersebut.

Bapak pengemis tua tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini Nak kembaliannya silakan diambil.”

“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pemuda tersebut keheranan.

“Oh, tidak apa-apa Nak. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”


Alasan teks 2 disebut teks anekdot bukan teks humoradalah …

a)

teks di atas tidak ada kritik yang kuat dari pemuda ke pengemis

b)

teks di atas terdapat kritik terhadap pengemis kepada pemuda

c)

teks di atas cerita nasihat

d)

humor yang di sampaikan berupa sedekah

e)

humor yang di sampaikan kembalian

6.

(1) Maka kata Bayan, “Adalah seekor bayan tiga ekor anaknya; berdiam ia pada suatu lubang kayu. (2) Pohon kayu tersebut terdapat cerpelai yang mempunyai anak. (3) Hatta sebermula adapun anak Bayan itu bersahabat dengan anak cerpelai. (4) Maka kata Bayan kepada anaknya, “Jangan apalah hai anakku, engkau bersahabat dengan anak cerpelai itu, karena ia binatang yang tiada teguh setianya. (5) Beberapa pula dikatakan oleh ibu˗bapanya, tiada juga diturut oleh anak Bayan itu. (6) Maka kata bayan pada anaknya, “Engkau ini adalah seperti hikayat anak kera bersahabat dengan anak saudagar. (7) Oleh karena itu, anak bayan malu dan jahat karena tidak menuruti kata Bapak Bayan.

(Hikayat Bayan Budiman dengan perubahan)


Keterikatan peristiwa dalam kutipan hikayat tersebut dengan kehidupan saat ini adalah …

a)

Perbedaan pendapat antara orang tua dan anak

b)

Seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya

c)

Lingkungan akan membawa pengaruh buruk pada anak

d)

Orang tua takut kehilangan anak-anaknya

e)

Seorang anak yang tidak mematuhi nasihat orang tua

7.

(1) Maka kata Bayan, “Adalah seekor bayan tiga ekor anaknya; berdiam ia pada suatu lubang kayu. (2) Pohon kayu tersebut terdapat cerpelai yang mempunyai anak. (3) Hatta sebermula adapun anak Bayan itu bersahabat dengan anak cerpelai. (4) Maka kata Bayan kepada anaknya, “Jangan apalah hai anakku, engkau bersahabat dengan anak cerpelai itu, karena ia binatang yang tiada teguh setianya. (5) Beberapa pula dikatakan oleh ibu˗bapanya, tiada juga diturut oleh anak Bayan itu. (6) Maka kata bayan pada anaknya, “Engkau ini adalah seperti hikayat anak kera bersahabat dengan anak saudagar. (7) Oleh karena itu, anak bayan malu dan jahat karena tidak menuruti kata Bapak Bayan.

(Hikayat Bayan Budiman dengan perubahan)


Kalimat yang menggunakan bahasa Indonesia ragam modern, yaitu nomor …

a)

(1) dan (4)

b)

(1) dan (5)

c)

(2) dan (6)

d)

(2) dan (7)

e)

(3) dan (7)

8.

Bacalah teks di bawah dengan saksama!

(1) Maka kata Bayan, “Adalah seekor bayan tiga ekor anaknya; berdiam ia pada suatu lubang kayu. (2) Pohon kayu tersebut terdapat cerpelai yang mempunyai anak. (3) Hatta sebermula adapun anak Bayan itu bersahabat dengan anak cerpelai. (4) Maka kata Bayan kepada anaknya, “Jangan apalah hai anakku, engkau bersahabat dengan anak cerpelai itu, karena ia binatang yang tiada teguh setianya. (5) Beberapa pula dikatakan oleh ibu˗bapanya, tiada juga diturut oleh anak Bayan itu. (6) Maka kata bayan pada anaknya, “Engkau ini adalah seperti hikayat anak kera bersahabat dengan anak saudagar. (7) Oleh karena itu, anak bayan malu dan jahat karena tidak menuruti kata Bapak Bayan.

(Hikayat Bayan Budiman dengan perubahan)


Nilai moral yang serupa pada kalimat nomor (4) pada kehidupan sehari-hari adalah ...

a)

Seorang ayah memaksakan jurusan kepada anaknya, tetapi anaknya tidak setuju karena tidak sesuai dengan pilihan, minat, dan bakat anak tersebut.

b)

Seorang ayah berkata pada anaknya bertemanlah dengan pemuda masjid kelak kamu akan tetap saleh.

c)

Seorang ayah mendaftarkan anaknya ke bimbingan belajar, tetapi anaknya jarang datang.

d)

seorang ayah memberi nasihat agar tidak berkumpul dengan teman perokok, tetapi anaknya abai terhadap hal tersebut.

e)

Seorang ayah bersama anaknya saling berbeda pendapat saat obrolan sepak bola.

9.

Hatta, maka pada suatu hari baginda sedang ramai dihadapi oleh segala raja-raja, menteri, hulubalang, rakyat sekalian di penghadapannya. Maka si Miskin itu pun sampailah ke penghadapan itu.

(Hikayat Si Miskin)

Kata arkais hulubalang berarti adalah …

a)

Penasihat

b)

Kepala Laskar

c)

Pegawai

d)

Kepala Negara

e)

Rakyat

10.

Bacalah teks di bawah dengan saksama!

Hatta, maka pada suatu hari baginda sedang ramai dihadapi oleh segala raja-raja, menteri, hulubalang, rakyat sekalian di penghadapannya. Maka si Miskin itu pun sampailah ke penghadapan itu.

(Hikayat Si Miskin)


Frasa si Miskin termasuk majas …

a)

Personifikasi

b)

Hiperbola

c)

Retoris

d)

Antonomasia

e)

Metafora