wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

CPD Ethics Medicolegal and Patient Safety

Total questions: 30

Worksheet time: 23mins

Name
Class
Date
1.

Pernyataan dibawah ini yang benar tentang definisi dari, “ Insiden Keselamatan Pasien” adalah :

a)

Setiap kejadian yang disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pasien

b)

Setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pasien

c)

Setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang tidak dapat dicegah pada pasien

d)

Setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada semua staff Rumah Sakit.

e)

Setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pengunjung Rumah Sakit.

2.

Enam sasaran keselamatan pasien diantaranya adalah, “ Identifikasi Pasien Dengan Benar”. Berdasarkan hal tersebut diatas Rumah Sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk memperbaiki/meningkatkan ketelitian identifikasi pasien.


Manakah pernyataan dibawah ini yang benar tentang kalimat diatas :

a)

Pasien diidentifikasi menggunakan lima identifikasi pasien, tidak boleh menggunakan nomor kamar atau lokasi pasien

b)

Pasien diidentifikasi menggunakan empat identifikasi pasien, tidak boleh menggunakan nomor kamar atau lokasi pasien

c)

Pasien diidentifikasi menggunakan satu identifikasi pasien, tidak boleh menggunakan nomor kamar atau lokasi pasien

d)

Pasien diidentifikasi menggunakan dua identifikasi pasien, tidak boleh menggunakan nomor kamar atau lokasi pasien

e)

Pasien diidentifikasi menggunakan nomor kamar atau lokasi pasien

3.

Yang merupakan tujuan penerapan keselamatan pasien menurut Depkes RI, 2008 adalah, kecuali

a)

Mengembangkan system pelaporan di setiap penyedia pelayanan kesehatan

b)

Terciptanya budaya keselamatan pasien di Rumah sakit

c)

Meningkatkan akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat

d)

Menurunnya kejadian tidak diharapkan (KTD) di Rumah sakit

e)

Terlaksananya program program pencegahan sehingga tidak terjadi penanggulangan KTD

4.

Berikut ini adalah yang termasuk dalam pengertian Patient safety, kecuali

a)

Asesmen resiko

b)

Identifikasi

c)

Peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi

d)

Pelaporan dan analisis insiden

e)

Kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko

5.

Merupakan suatu kejadian akibat melaksanakan suatu tindakan (commission) atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil (omission), yang dapat mencederai pasien, tetapi cidera serius tidak terjadi, karena keberuntungan adalah

a)

Kondisi potensial cedera

b)

Kejadian nyaris cedera

c)

Kejadian tidak diharapkan

d)

Kejadian sentinel

e)

Kejadian tidak cedera

6.

Yang termasuk WHO Patient Safety Challenge yang pertama adalah

a)

Clean Care is Safer Care

b)

Safe Surgery Safe Life

c)

Medication Without Harm

d)

Correct identification

e)

Prevention of nosocomial infection

7.

Yang termasuk dalam standar keselamatan pasien ( Patient Safety ) yang dikeluarkan oleh Joint Commision on Accreditation of Health Organization adalah, kecuali

a)

Hak pasien

b)

Kesadaran akan nilai keselamatan pasien

c)

Mendidik pasien dan keluarga

d)

Keselamatan pasien dalam kesinambungan pelayanan

e)

Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien

8.

Pada saat kapan petugas harus melakukan identifikasi pasien

a)

Sebelum pemberian obat, darah dan pengambilan darah

b)

Setelah memberikan pengobatan.

c)

Setelah memberikan tindakan.

d)

Sebelum melakukan edukasi pada pasien.

e)

Sebelum melakukan pembayaran biaya perobatan selama dirumah sakit.

9.

Apa yang harus dilakukan oleh petugas pada saat pemasangan gelang identitas pasien :

a)

Menjelaskan manfaat gelang pasien dan bahaya untuk pasien yang menolak, melepas, menutupi gelang.

b)

Menjelaskan keuntungan pemasangan gelang pasien dan bahaya untuk pasien yang menolak, melepas, menutupi gelang.

c)

Menjelaskan kerugian pemasangan gelang pasien dan bahaya untuk pasien yang menolak, melepas, menutupi gelang

d)

Menjelaskan hukuman terhadap pasien yang menolak, melepas, menutupi gelang

e)

Menjelaskan manfaat gelang pasien dan memberikan hukuman untuk pasien yang menolak, melepas, menutupi gelang.

10.

Salah – lokasi, Salah – prosedur, Salah pasien pada operasi, adalah sesuatu yang mengkhawatirkan dan tidak jarang terjadi di Rumah Sakit, penyebabnya adalah :

a)

Komunikasi yang efektif antara anggota tim bedah.

b)

Kurang/ tidak melibatkan pasien di dalam penandaan lokasi (Site Marking).

c)

Budaya yang mendukung komunikasi terbuka antara anggota tim bedah.

d)

Penelaahan ulang catatan medis yang adekuat.

e)

Kurang/tidak melibatkan perawat dalam penandaan lokasi (Site Marking).

11.

Manakah pernyataan dibawah ini yang paling tepat tentang tujuan ” Patient Safety “

a)

Menurunnya kejadian potensi hal cedera dirumah sakit.

b)

Menurunnya kejadian tidak diharapakan dirumah sakit.

c)

Meningkatnya kejadian tidak diharapakan dirumah sakit.

d)

Menurunnya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat.

e)

Terkendalanya program-program sehingga terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit terganggu.

12.

Langkah keselamatan pasien menurut PERMENKES tentang keselamatan pasien Nomor 11 tahun 2017 adalah :

a)

Bangun kesadaran akan Langkah keselamatan pasien menurut PERMENKES tentang keselamatan pasien Nomor 11 tahun 2017 adalah :nilai keselamatan pasien, pimpin dan dukung staf anda, integritas aktivitas pengelola resiko, tidak mengembangkan system pelaporan, libatkan dan berkomunikasi dengan pasien, belajar dan berbagi pengalaman tentang KP, cegah cedera melalui implementasi system KP.

b)

Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien, pimpin dan dukung staf anda, itegritas aktivitas pengelola resiko, kembangkan system pelaporan, libatkan dan berkomunikasi dengan pasien, belajar dan bernagi pengalaman tentang KP, cegah cedera melalui implementasi system KP

c)

Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien, pimpin dan dukung staf anda, itegritas aktivitas pengelola resiko, kembangkan system pelaporan, tidak melibatkan dan tidak berkomunikasi dengan pasien, belajar dan bernagi pengalaman tentang KP, cegah cedera melalui implementasi system KP

d)

Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien, pimpin dan dukung staf anda, integritas aktivitas pengelola resiko, kembangkan system pelaporan, libatkan dan berkomunikasi dengan pasien, belajar dan bernagi pengalaman tentang KP, cegah cedera melalui implementasi budaya menghukum.

e)

Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien, pimpin dan dukung staf anda, itegritas aktivitas pengelola resiko, kembangkan system pelaporan, libatkan dan berkomunikasi dengan pimpinan Rumah Sakit, belajar dan bernagi pengalaman tentang KP, cegah cedera melalui implementasi system KP

13.

Rumah Sakit harus memastikan bahwa setiap tenaga dokter kompeten dalam memberikan asuhan yang aman dan efektif, salah satu cara adalah mengumpulkan kredensial untuk setiap dokter yang meliputi :

a)

Bukti Kompetensi terbaru, STR, SIP yang masih berlaku.

b)

Bukti Kompetensi yang kadaluarsa, STR, SIP yang masih berlaku.

c)

Bukti Kompetensi terbaru, STR, SIP yang habis masih berlakunya.

d)

Bukti Curriculum Vittae yang terbaru

e)

Bukti penugasan klinis oleh direktur Rumah Sakit

14.

Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien bagian dari tujuh langkah menuju keselamatan pasien di Rumah Sakit dengan menciptakan kepemimpinan dan budaya yang terbuka dan adil. Langkah penerapan di tingkat Rumah Sakit dengan membuat kebijakan yang menjabarkan apa yang harus dilakukan staff segera setelah terjadi insiden, diantaranya yaitu :

a)

Menghindarkan budaya menyalahkan (Blamming Culture) dan menumbuh – kembangkan budaya keselamatan atau budaya menyalahkan (Safety Culture or Blamming Culture)

b)

Menghindarkan budaya menyalahkan (Blamming Culture) dan menumbuh – kembangkan budaya keselamatan atau budaya tanpa menyalahkan (Safety Culture or No Blamming Culture)

c)

Menghindarkan budaya menyalahkan (Blamming Culture) dan tidak mengembangkan budaya keselamatan atau budaya tanpa menyalahkan (Safety Culture or No Blamming Culture)

d)

Menerapkan budaya menyalahkan (Blamming Culture) dan menumbuh – kembangkan budaya keselamatan atau budaya tanpa menyalahkan (Safety Culture or No Blamming Culture)

e)

Membiasakan budaya menyalahkan (Blamming Culture) dan menumbuh – kembangkan budaya keselamatan atau budaya tanpa menyalahkan (Safety Culture or No Blamming Culture)

15.

Sesuai dengan peraturan PERMENKES Nomor 11 Tahun 2017, tentang keselamatan pasien Rumah Sakit disebutkan bahwa terdapat 6 sasaran keselamatan pasien yang wajib diupayakan untuk dipenuhi :

a)

Kewaspadaan terhadap keamanan obat beresiko tinggi atau high alert.

b)

Ketidak tepatan identifikasi pasien.

c)

Tidak mampu berkomunikasi dengan pasien secara efektif.

d)

Melakukan cuci tangan selama melayani pasien.

e)

Melakukan penghindaran resiko jatuh untuk semua pasien yang ada di Rumah Sakit.

16.

Manakah pernyataan dibawah ini yang paling tepat tentang tujuan manajemen resiko klinis di Rumah Sakit,

a)

Adalah : mengelola / memastikan agar ketidakpastian / ancaman (threat) tidak menghalangi usaha dari tujuan organisasi RS.

b)

Adalah : mengelola / memastikan agar ketidakpastian / ancaman (threat) menghalangi usaha dari tujuan organisasi RS.

c)

Adalah : mengelola / memastikan agar ketidakpastian / ancaman (threat) tidak mendukung usaha dari tujuan organisasi RS.

d)

Adalah : mengelola / memastikan agar ketidakpastian / ancaman (threat) membiarkan menghalangi usaha dari tujuan organisasi RS

e)

Adalah : mengelola / memastikan agar kepastian / ancaman (threat) tidak menghalangi usaha dari tujuan organisasi RS.

17.

Tujuan dilakukan pelaporan Insiden Keselamatan Pasien adalah untuk menurunkan Insiden Keselamatan Pasien yang terkait dengan KTD, KNC dan Kejadian Sentinel serta meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Sistem pelaporan mengharuskan semua orang dalam organisasi untuk peduli terhadap bahaya/potensi bahaya yang dapat terjadi pada pasien. Pelaporan akan menjadi awal proses pembelajaran untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali.


Bagaimana prosedur pelaporan insiden di Rumah sakit :

a)

Insiden yang dilaporkan adalah kejadian yang belum terjadi, potensial terjadi ataupun yang nyaris terjadi.

b)

Insiden yang dilaporkan adalah kejadian yang sudah terjadi, potensial terjadi ataupun yang nyaris terjadi.

c)

Insiden yang dilaporkan adalah kejadian yang tidak pernah terjadi, potensial terjadi ataupun yang nyaris terjadi.

d)

Laporan insiden hanya dapat dibuat oleh staf yang pertama kali menemukan kejadian atau terlibat dalam kejadian.

e)

Laporan insiden dapat dibuat oleh pimpinan unit yang pertama kali menemukan kejadian atau terlibat dalam kejadian.

18.

Manakah pernyataan dibawah ini yang tepat tentang pengertian budaya keselamatan pasien :

a)

Budaya keselamatan pasien merupakan penanaman persepsi (meliputi norma, standar profesi, kebijakan, komunikasi dan tanggung jawab dalam keselamatan pasien) antar anggota organisasi/ tim ditujukan untuk melindungi petugas dari kesalahan tata laksana maupun cidera akibat tindakan

b)

Budaya keselamatan pasien merupakan penanaman persepsi (meliputi norma, standar profesi, kebijakan, komunikasi dan tanggung jawab dalam keselamatan pasien) antar anggota organisasi/ tim ditujukan untuk melindungi pasien dari kesalahan tata laksana maupun cidera akibat tindakan

c)

Budaya keselamatan pasien merupakan penanaman persepsi (meliputi norma, standar profesi, kebijakan, komunikasi dan tanggung jawab dalam keselamatan pasien) antar anggota organisasi/ tim ditujukan untuk melindungi pemilik Rumah Sakit dari kesalahan tata laksana maupun cidera akibat tindakan

d)

Budaya keselamatan pasien merupakan penanaman persepsi (meliputi norma, standar profesi, kebijakan, komunikasi dan tanggung jawab dalam keselamatan pasien) antar anggota organisasi/ tim ditujukan untuk melindungi anggota keluarga dari kesalahan tata laksana maupun cidera akibat tindakan

e)

Budaya keselamatan pasien merupakan penanaman persepsi (meliputi norma, standar profesi, kebijakan, komunikasi dan tanggung jawab dalam keselamatan pasien) antar anggota organisasi/ tim ditujukan untuk melindungi pegawai Rumah Sakit dari kesalahan tata laksana maupun cidera akibat tindakan

19.

Faktor- faktor yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien dibawah ini adalah :

a)

Teamwork yang handal

b)

Manajemen Rumah Sakit pasif.

c)

Bekerja dibawah tekanan.

d)

Pembagian pekerjaan yang tidak jelas.

e)

Tidak ada kolaborasi sesama team.

20.

Tujuan pengukuran budaya keselamatan pasien :

a)

Mengidentifikasi kekuatan suatu area/unit untuk pengembangan program KP.

b)

Meningkatkan kesadaran pemilik RS mengenai keselamatan pasien.

c)

Memberikan penilaian tentang kondisi budaya keselamatan pasien saat itu.

d)

Meniadakan perbandingan baik internal maupun eksternal.

e)

Tidak mengapresiasi inisiatif dan intervensi KP yang sudah dilakukan

21.

Patient Safety Practice pada prosedur anesthesia mencakup semua manajemen pasien di periode preoperatif

a)

Konsultasi preoperatif, penatalaksanaan intraoperatif, penatalaksanaan postoperatif

b)

Konsultasi intraoperatif, penatalaksanaan intraoperatif, penatalaksanaan postoperatif

c)

Konsultasi postoperatif, penatalaksanaan intraoperatif, penatalaksanaan postoperatif

d)

Konsultasi preoperatif, penatalaksanaan kegawat daruratan, penatalaksanaan postoperatif

e)

Konsultasi preoperatif, penatalaksanaan gangguan jalan nafas, penatalaksanaan postoperative

22.

Prosedur tindakan anestesi memerlukan Quality Indicator. Proses Quality Indicator bertujuan untuk mengetahui apakah sudah memenuhi prosedur anestesia aman. Proses Quality Indicator meliputi :

a)

Check list preoperatif dan timeout

b)

Persiapan durante operatif

c)

Pemantauan pasien pulang.

d)

Monitoring pasien selama dirawat diruangan.

e)

Informasi kepada pasien perihal biaya perawatan selama berada di Rumah Sakit.

23.

Karakteristik suatu system pelaporan yang berhasil, harus mempunyai karakteritik sebagai berikut :

a)

Pelaporannya aman bagi individu yang melaporkan.

b)

Pelaporan akan mendapat suatu respons yang tidak membangun.

c)

Analisa suatu laporan diperlukan sumber finansial yang tidak mencukupi dan tanpa pendapat para pakar.

d)

Sistem pelaporan tidak mampu menyebarkan informasi2 mengenai hazard dan rekomendasi2 untuk perubahan.

e)

Pelaporannya tidak aman bagi individu yang melaporkan.

24.

Manakah pernyataan dibawah ini yang paling tepat tentang kejadian sentinel ( Sentinel Event );

a)

Suatu Kejadian Tidak Diharapkan – KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera yang serius, biasanya dipakai untuk kejadian yang sangat tidak diharapkan atau tidak dapat diterima seperti operasi pada bagian tubuh yang salah

b)

Suatu Kejadian nyaris cedera – KNC yang potensial mengakibatkan kematian atau cedera yang serius, biasanya dipakai untuk kejadian yang sangat tidak diharapkan atau tidak dapat diterima seperti operasi pada bagian tubuh yang salah

c)

Suatu Kejadian Potensial Cedera – KPC yang potensial mengakibatkan kematian atau cedera yang serius, biasanya dipakai untuk kejadian yang tidak diharapkan atau tidak dapat diterima seperti operasi pada bagian tubuh yang salah

d)

Suatu Kejadian Tidak Cedera – KTC yang tidak potensial mengakibatkan kematian atau cedera yang serius, biasanya dipakai untuk kejadian yang tidak cedera.

e)

Suatu Kejadian Tidak Cedera dan Potensial Cedera – KTD dan KPC yang tidak potensial mengakibatkan kematian atau cedera yang serius, biasanya dipakai untuk kejadian yang tidak cedera

25.

Keterampilan non-teknis anestesia didefinisikan sebagai keterampilan sumber daya kognitif, sosial dan pribadi yang melengkapi keterampilan teknis dan berkontribusi terhadap kinerja tugas yang aman dan efisien. Kerangka kerja keterampilan non-teknis anestesi (selanjutnya disingkat ANTS ) memiliki 4 kategori, sebutkan satu dari 4 kategori tersebut :

a)

Kerjasama individu

b)

Kesadaran situasi (Situation awareness)

c)

Pengambilan keputusan yang ragu-ragu

d)

Tim yang tidak solid

e)

Tidak mempunyai rencana pekerjaan

26.

Jika terjadi insiden dengan severity mayor (Cedera luas / berat mis. Cacad, lumpuh Kehilangan fungsi motorik/sensorik/psikologis atau intelektual (irreversibel), tidak berhubungan dengan penyakit dan probability possible (1-3 tahun/ kali), maka termasuk dalam grading risiko :

a)

Low

b)

Moderate

c)

High

d)

Extreme

e)

Urgent

27.

Jika terjadi kejadian Insiden maka harus dilakukan pelaporan :

a)

Harus dilaporkan dalam waktu 2 x 24 jam

b)

Melaporkan ke pimpinan Rumah Sakit

c)

Dilakukan pengambilan keputusan atas laporan yang masuk, rekomendasi dan solusi

d)

Melaporkan ke Kementrian Kesehatan di Jakarta.

e)

Melaporkan ke dinas kesehatan setempat

28.

Jika terjadi insiden keselamatan pasien, maka tim keselamatan pasien rumah sakit akan melakukan grading terhadap insiden yang terjadi, dengan pembagian grading sebagai berikut (pilih yang paling benar):

a)

Grade biru : Investigasi sederhana oleh Atasan langsung waktu maksimal 2 minggu.

b)

Grade hijau : Investigasi sederhana oleh Atasan langsung, waktu maksimal 3 minggu

c)

Grade kuning : Investigasi komprehensif/ Analisis akar masalah/ RCA oleh Tim KP di RS, waktu maksimal 45 hari

d)

Grade merah : Investigasi komprehensif/ Analisis akar masalah / RCA oleh Tim KP di RS, waktu maksimal 60 hari.

e)

Grade hijau : Investigasi sederhana oleh team keselamatan pasien, waktu maksimal 4 minggu

29.

Time out dilakukan saat :

a)

Sebelum pasien masuk kamar operasi

b)

Sebelum insisi dilakukan.

c)

Sebelum induksi anestesi.

d)

Sebelum ekstubasi anestesi.

e)

Pada saat ada masalah selama operasi

30.

Keterampilan Non-Teknis Anestesi merupakan keterampilan yang wajib dikuasai oleh dokter anestesi dan dapat mengurangi kesabaran, meningkatkan penemuan kesalahan dan response efektif saat menemui masalah. Keterampilan seorang dokter anestesi dinilai melalui (pilih jawaban yang paling tepat) :

a)

Wawancara

b)

Wawancara dan Survei

c)

Wawancara, Survei dan Investigasi Insiden

d)

Wawancara, survei, Investigasi Insiden dan Pengamatan langsung selama tugas rutin atau dalam keadaan darurat

e)

Pengamatan langsung selama tugas rutin atau dalam keadaan darurat