NEW
Font size
WorksheetsUUD RI 1945
Total questions: 46
Worksheet time: 23mins
Indonesia berbentuk republik pasal...
1 ayat 1
1 ayat 2
1 ayat 3
2 ayat 1
2 ayat 2
kedaulatan berada ditangan rakyat, pasal...
1 ayat 2
1 ayat 1
1 ayat 3
2 ayat 1
2 ayat 2
negara Indonesia adalah negara hukum, pasal...
1 ayat 1
1 ayat 2
1 ayat 3
2 ayat 1
2 ayat 2
MPR terdiri atas anggota DPR dan DPD yang dipilih melalui pemilihan umum, pasal...
2 ayat 1
2 ayat 2
2 ayat 3
3 ayat 1
3 ayat 2
MPR sidang sekali dalam lima tahu di ibu kota negara, pasal...
2 ayat 2
2 ayat 1
2 ayat 3
3 ayat 1
3 ayat 2
Segala putusan MPR ditetapkan melalui suara terbanyak, pasal...
3 ayat 1
2 ayat 3
2 ayat 2
3 ayat 2
3 ayat 3
MPR berwenang mengubah dan menetapkan UUD, pasal...
3 ayat 1
3 ayat 2
3 ayat 3
2ayat 1
2 ayat 2
MPR melntik Presiden dan /atau wakil presiden, pasal...
3 ayat 2
3 ayat 1
2 ayat 2
2 ayat 1
3 ayat 3
Presiden RI memegang kekuasaan pemerintah menurut UUD, pasal...
4 ayat 1
4 ayat 2
5 ayat 1
5 ayat 2
6 ayat 1
Dalam melakukan kewajibannya presiden dibantu oleh satu wakil presiden, pasal...
4 ayat 2
4 ayat 1
5 ayat 1
5 ayat 2
6 ayat 2
Presiden berhak mengajukan rancangan UU kepada DPR, pasal...
5 ayat 2
5 ayat 1
4 ayat 1
6 ayat 1
6 ayat 2
Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan UU sebagaimana mestinya, pasal...
5 ayat 2
5 ayat 1
6 ayat 1
4 ayat 2
6 ayat 2
presiden dan wakil presiden asli orang Indonesia sejak kelahirannya, pasal...
6 ayat 1
6 ayat 2
6A ayat 1
6A ayat 2
6A ayat 3
Syarat-syarat untuk menjadi presiden dan wakil presiden diatur lebih lanjut dengan undang-undang, pasal...
6 ayat 2
6 ayat 1
6A ayat 2
6A ayat 1
6A ayat 3
Presiden dan wakil presiden dipilih satu pasangan, pasal...
6A ayat 1
6A ayat 2
6A ayat 3
6A ayat 4
6 A ayat 5
pasangan calon presiden diusulkan oleh partai politik, pasal...
6A ayat 2
6A ayat 1
6A ayat 3
6A ayat 4
6A ayat 5
pasangan presiden dan wakil presiden mendapat suara lebih dari 50% dari jumlah suara pemilihan umum, pasal...
6A ayat 3
6A ayat 4
6A ayat 1
6A ayat 2
6A ayat 5
dalam hal tidak ada pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih, pasangan dengan suara terbanyak dilantik, pasal...
6A ayat 4
6A ayat 5
6A ayat 3
6A ayat 1
6A ayat 2
tata cara pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden lebih lanjut diatur dalam undang-undang, pasal...
6A ayat 1
6A ayat 2
6A ayat 3
6A ayat 4
6A ayat 5
Presiden dan wakil presiden menjabat selama 5 tahun dan selanjutnya dapat dipilih kembali, pasal...
7
7A
7B
7B ayat 1
7B ayat 2
Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul Dewan Perwakilan Rakyat, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. Pasal...
7A
7B ayat 1
7B ayat 2
7B ayat 3
7B ayat 3
Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dengan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. Pasal...
7B ayat 1
7B ayat 2
7B ayat 3
7B ayat 4
7B ayat 5
Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal...
7B ayat 1
7B ayat 2
7B ayat 3
7B ayat 4
7B ayat 5
Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah Konstitusi hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
7B ayat 3
7B ayat 2
7B ayat 1
7B ayat 4
7B ayat 5
Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa, mengadili, dan memutus dengan seadil-adilnya terhadap pendapat Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lama sembilan puluh hari setelah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat itu diterima oleh Mahkamah Konstitusi, Pasal...
7B ayat 4
7B ayat 3
7B ayat 5
7B ayat 6
7B ayat 7
Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau terbukti bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat menyelenggarakan sidang paripurna untuk meneruskan usul pemberhentian Presiden dan/atau WakilPresiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pasal...
7B ayat 5
7B ayat 6
7B ayat 7
7B ayat 4
7B ayat 1
Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib menyelenggarakan sidang untuk memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lambat tiga puluh hari sejak Majelis Permusyawaratan Rakyat menerima usul tersebut. Pasal...
7B ayat 5
7B ayat 6
7B ayat 7
7B ayat 4
7B ayat 3
Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden harus diambil dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir, setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan menyampaikan penjelasan dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat, pasal...
7B ayat 7
7B ayat 6
7B ayat 5
7B ayat 4
7B ayat 2
Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal...
7C
7B ayat 2
8 ayat 1
8 ayat 2
7B ayat 6
Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa jabatannya. Pasal...
8 ayat 1
8 ayat 2
8 ayat 3
9 ayat 1
9 ayat 2
Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden. Pasal...
8 ayat 2
8 ayat 1
8 ayat 3
7C
9 ayat 1
Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, pelaksana tugas kepresidenan adalah Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pertahanan secara bersama-sama. Selambat-jambatnya tiga puluh hari setelah itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh Partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan ke dalam pemilihan umum sebelumnya, sampai habis masa jabatannya. pasal...
8 ayat 3
8 ayat 1
8 ayat 2
9 ayat 1
9 ayat 2
Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut :Sumpah Presiden (Wakil Presiden):
Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-balknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.
Janji Presiden (Wakil Presiden):
Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-balknya dan seadil-adllnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa. Pasal...
8 ayat 1
10
9 ayat 2
9 ayat 1
8 ayat 2
Jika Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat tidak dapat mengadakan sidang, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan disaksikan oleh pimpinan Mahkamah Agung. Pasal...
9 ayat 2
9 ayat 1
10
8 ayat 2
8 ayat 3
Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Pasal...
10
11 ayat 1
11 ayat 2
11 ayat 3
12
Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain. Pasal...
11 ayat 1
11 ayat 2
11 ayat 3
12
13 ayat 1
Presiden dalam membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara, dan/atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang harus dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal...
11 ayat 2
11 ayat 1
11 ayat 3
12
13 ayat 2
Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional diatur dengan undang-undang.
11 ayat 2
11 ayat 1
11 ayat 3
12
13 ayat 1
Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya ditetapkan dengan undang-undang. Pasal...
12
11 ayat 3
11 ayat 2
13 ayat 2
13 ayat 1
Presiden mengangkat duta dan konsul. Pasal...
13 ayat 1
13 ayat 2
13 ayat 3
14 ayat 1
14 ayat 2
Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal...
13 ayat 2
13 ayat 1
12
14 ayat 1
14 ayat 2
Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal...
13 ayat 3
13 ayat 2
13 ayat 1
12
14 ayat 1
Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung. Pasal...
14 ayat 1
14 ayat 2
15
16
17 ayat 1
Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal...
14 ayat 1
14 ayat 2
15
16
17 ayat 2
Presiden memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur dengan undang-undang. Pasal...
14 ayat 2
15
16
17 ayat 1
17 ayat 2
Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, yang selanjutnya diatur dalam undang-undang. Pasal...
14 ayat 1
14 ayat 2
15
16
17 ayat 1
