NEW
Font size
WorksheetsMentoring FKTP
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Diagnosis hipertensi ditegakkan bila :
TDS ≥140 mmHg dan/atau TDD ≥90 mmHg pada pengukuran berulang di klinik
TDS < 120 mmHg dan TDD <80 mmHg
TDS 120-129 mmHg dan/atau TDD 80-84 mmHg
TDS 130-139 mmHG dan/atau TDD 85-89 mmHg
TDS > 140 mmHg dan/atau TDD > 90 mmHg cukup dengan sekali pengukuran di klinik
Standar baku utama dalam menegakkan diagnosis Hipertensi adalah sbb :
Harus menggunakan spigmomanometer air raksa
Hasil Pengukuran tekanan darah di klinik dan penilaian tekanan darah pasien mandiri HBPM atau ABPM
Hasil pengukuran tekanan darah pasien secara mandiri menggunakan spigmomanomer yang telah divalidasi
Hasil pengukuran mandiri pasien tidak berlaku, kecuali yang melakukannya di klinik oleh petugas kesehatan yang terlatih.
Harus menggunakan HBPM dan atau ABPM di klinik tertentu.
Syarat pengukuran tekanan darah adalah sbb, kecuali :
Pasien harus tenang, tidak dalam keadaan cemas atau gelisah maupun kesakitan.
Pasien dianjurkan beristirahat 5 menit sebelum pemeriksaan.
Spigmomanometer dipilih yang aneroid, digital atau yang menggunakan air raksa.
Posisi pasien: duduk, berdiri, atau berbaring (sesuai kondisi klinik)
Untuk pasien baru, ukur tekanan darah pada kedua lengan.
Yang bukan merupakan Indikasi merujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL) adalah sbb :
Pasien dengan kecurigaan hipertensi sekunder.
Pasien muda (<40 tahun) dengan hipertensi derajat 2 keatas (sudah disingkirkan kemungkinan hipertensi skunder).
Pasien dengan hipertensi mendadak dengan riwayat TD normal.
Pasien hipertensi ringan.
Kondisi klinis lain dimana dokter perujuk merasa evaluasi spesialistik diperlukan.
Target Tekanan darah di klinik Pada kelompok usia 18-65 tahun adalah sbb kecuali :
Hipertensi, target TDS (mmHg) adalah < 130 jika dapat ditoleransi tetapi tidak < 120, target TDD 70 – 79 mmHg
Hipertensi + DM, target TDS (mmHg) adalah < 130 jika dapat ditoleransi tetapi tidak < 120, target TDD 70 – 79 mmHg
Hipertensi + PGK, target TDS (mmHg) adalah < 140 - 130 jika dapat ditoleransi, target TDD 70 – 79 mmHg
Hipertensi + PJK, target TDS (mmHg) adalah < 130 jika dapat ditoleransi tetapi tidak < 120, target TDD 70 – 79 mmHg
Hipertensi + Stroke/TIA , target TDS (mmHg) adalah < 150 - 130 , target TDD 70 – 79 mmHg
Konsep insulin Basal dan Prandial :
Pada individu normal, insulin disekresikan oleh sel beta pada kondisi basal (puasa) untuk mengendalikan glukosa darah sepanjang hari.
Pada individu normal, Insulin juga disekresikan pada saat makan untuk mengendalikan glukosa darah sepanjang hari.
Pada penderita diabetes kekurangan insulin basal menyebabkan hipoglikemi basal.
Pada penderita diabetes, kekurangan insulin post prandial menyebabkan hipoglikemi post prandial.
Pada penyandang diabetes substitusi insulin basal bertujuan mengendalikan kadar glukosa darah basal, substitusi insulin prandial bertujuan mengendalikan kadar glukosa darah post prandial.
Diagnosis Diabetes Mellitus dapat ditegakkan dengan cara :
Adanya keluhan klasik DM berupa : polyuria, polydipsia, polyphagia, poligami dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
Keluhan lain dapat berupa : lemah badan, batuk lama, keringat malam hari, mata kuning dan kencing berwarna pekat.
Bila ditemukan keluhan point b ditambah dengan kadar gula darah sewaktu > 200 mg/dl
Bila ditemukan gejala klasik DM disertai dengan kadar gula darah sewaktu > 200 mg/dl
Dengan pemeriksaan TTGO dengan beban 175 g glukosa.
Yang dimaksud dengan Pemeriksaan penyaring DM adalah sbb :
Ditujukan pada mereka yang tidak mempunyai risiko DM namun tidak menunjukkan adanya gejala DM.
Ditujukan pada mereka yang ingin mengetahui status DM nenek moyangnya.
Ditujukan pada mereka yang mempunyai risiko DM namun tidak menunjukkan adanya gejala DM.
Ditujukan pada mereka yang sering bersin, sesak nafas dan alergi makanan dan udara.
Semua pernyataan diatas salah.
Diagnosa DM dapat ditegakkan dengan cara :
Gejala klasik DM + glukosa plasma sewaktu < 200 mg/dl.
Gejala klasik DM + glukosa plasma sewaktu > 200 mg/dl.
Gejala klasil DM + glukosa plasma puasa < 126 mg/dl
Gejala klasik DM + glukosa plasma puasa < 100 mg/dl
Tanpa gejala klasik DM + glukosa plasma puasa < 126 mg/dl
Pernyataan yang sesuai dengan tujuan penatalaksanaan terapi DM adalah :
Jangka pendek : hilangnya keluhan dan tanda DM, mempertahankan rasa nyaman dan tercapainya target pengendalian glukosa darah.
Jangka pendek : tercegah dan terhambatnya progresivitas penyulit mikroangiopati, makroangiopati dan neuropati.
Dapat dicapai dengan pengendalian mandiri dengan obat obatan, obat alternative, mengurangi konsumsi karbohidrat, menggunakan pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat, mengurangi aktifitas fisik seperti kegiatan olahraga dan banyak beristirahat.
Dapat meningkatkan angka mortalitas , morbiditas dan kenyamanan hidup para penderita DM
Pernyataan diatas benar semua.
