Worksheetsseleksi donor
Total questions: 30
Worksheet time: 23mins
Kegiatan seleksi donor dilakukan pada urutan setelah………..pada kegiatan rantai transfusi
skrening IMLTD
pengolahan komponen darah
recruitmen donor
uji pre transfuse
Beberapa informasi yang harus diberikan pada pendonor saat seleksi donor adalah, kecuali
Informasi tentang kerahasiaan data pendonor ataupun hasil pemeriksaan terhadap darah pendonor
Informasi tentang penyakit infeksi yang ditularkan melalui darah
Informasi tentang pemeriksaan
Informasi biaya yang harus ditanggung saat membutuhkan darah
dalam kegiatan seleksi donor, informasi yang diberikan petugas tentang penyumbangan darah terhadap pendonor adalah …
alasan diharuskannya pemeriksaan medis, kesehatan dan riwayat kesehatan pada pendonor
pemeriksaan darah yang disumbangkan terhadap golongan darah dan adanya tanda infeksius.
risiko yang potensial akibat donor darah
arti dari penolakan sementara dan permanen
informasi tentang pemeriksaan yang harus diberikan pada pendonor saat seleksi donor adalah
informasi bahwa darah lengkap yang disumbangkan dapat diolah menjadi komponen darah
keuntungan komponen darah untuk pasien
proses penyumbangan darah
arti dari penolakan sementara dan permanen
Merupakan informasi tambahan yang harus diberikan pada donor apheresis…..
informasi bahwa darah lengkap yang disumbangkan dapat diolah menjadi komponen darah
keuntungan komponen darah untuk pasien
proses penyumbangan darah
Tambahan waktu yang diperlukan
Kriteria seleksi donor bagi pendonor yang pertama kali berdasar usia adalah…
17 th
20 th
25 th
22th
Pada donor apheresis persyaratan kriteria berat badan yang dipersyaratkan adalah :
55 kg
44 Kg
30 Kg
25 Kg
Pendonor dikatakan dengan perhatian khusus berdasarkan usia adalah :
≥ 75 th
≥ 60 th
≥ 55 th
≥ 60 th
kegiatan seleksi donor berdasarkan kriteria denyut nadi yang diperbolehkan adalah adalah
antara 50 sd 100 kali permenit
20 sd 40 kali permenit
40 sd 60kali permenit
60 sd 80 kali permenit.
………….merupakan kadar hemoglobin yang diperbolehkan seseorang untuk menjadi pendonor .
12 sd 14 mg/dl
12 sd 17 mg/dl
10 sd 14 mg dl
10 sd 17 mg dl
kondisi dibawah ini yang dari hasil pemeriksaan dari penampilan donor memungkinkan seseorang untuk jadi pendonor.
anemia
ikterik / jaundice
sianosis
disfagia
masa penolakan sementara seseorang yang menderita flu agar bisa menjadi pendonor kembali adalah :
2 minggu setelah gejala menghilang
1 bulan jika sudah benar benar sembuh
4 hari setelah dinyatakan sembuh
2 hari setelah demam menghilang
kondisi dibawah ini seseorang dinyatakan ditolak sementara sebagai pendonor
epilepsy
pentakit kardiovaskuler
keganasan
penyakit autoimun
kondisi dibawah ini seseoarang dinyatakan ditolak permanen sebagai sebagai pendonor adalah
penyalah gunaan narkoba
flu
hepatitis c
anemia
di bawah ini merupakan urutan seleksi donor yang tepat
mengisi kuisioner……registrasi……pemeriksaan donor….pemeriksaan hb dan gol darah
pemeriksaan donor……registrasi…… mengisi kusioner….pemeriksaan hb dan gol darah
registrasi……pemeriksaan donor….pemeriksaan hb dan gol darah….mngisi kuisioner
pemeriksaan donor….pemeriksaan hb dan gol darah…mengisi kuisioner…registrasi
Tindakan petugas yang potensial meningkatkan penularan penyakit, kecuali…
Cuci tangan yang kurang benar
penggunaan sarung tangan tidak benar
penutupan kembali jarum secara tidak aman
pembuangan peralatan tajam secara tidak aman
praktek kebersihan ruangan yang sudah memadai
Cara penularan infeksi penyebaran melalui kontak secara langsung maupun tidak langsung yang benar adalah…
tidak langsung orang ke orang, contoh pada penderita Herpes simplex
tidak langsung, contoh berhubungan seksual pada penderita Sifilis dan Hepatitis B
langsung, fecal oral pada penderita Hepatitis A
langsung, contoh berhubungan seksual pada penderita HIV
langsung, melalui barang yang terkontaminasi
Bagaimana cara pencegahan terbaik untuk menghindari terjangkitnya infeksi HIV..
menghindari pemakain peralatan makan minum secara bersama
menghindari berdiskusi dan bercakap bersama
menghindari pemakaian handuk bersama
menghindari berpelukan
tidak menggunakan jarum suntik secara bersama sama
Yang tidak termasuk prinsip utama prosedur “safety and patient safety” pada bidang pelayanan darah yaitu
Cuci tangan untuk mencegah infeksi silang
Pemakaian alat pelindung jika diperlukan
Menjaga higiene sanitasi individu
Higiene sanitasi ruangan
Sterilisasi peralatan mengalami kematian
Kegiatan pokok terhadap pencegahan infeksi di bidang pelayanan darah adalah
Cuci tangan setelah tindakan guna mencegah infeksi silang
Pemakaian alat pelindung diantaranya pemakaian sarung tangan guna mencegah kontak dengan darah serta cairan infeksius yang lain
Pengelolaan limbah dan sanitasi ruangan setiap tahun
Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai jika diperlukan
Pengelolaan jarum dan alat tajam tidak perlu dipisahkan dengan alat kesehatan lain untuk mencegah perlukaan
Teknik mencuci tangan dengan benar adalah…
Cuci tangan higenik / rutin, tidak mengurangi kotoran dan flora yang ada ditangan dengan menggunakan sabun atau deterjen
Cuci tangan aseptik, sebelum tindakan aseptik pada pasien , dengan menggunakan air mengalir
Cuci tangan bedah, sebelum dan setelah melakukan tindakan bedah, dengan antiseptik dan sikat steril
Cuci tangan aseptik, setelah tindakan aseptik pada pasien, dengan menggunakan antiseptik
Cuci tangan bedah, setelah melakukan tindakan bedah, dengan antiseptik dan sikat steril
Alat pelindung tubuh digunakan untuk melindungi kulit dan selaput lendir petugas dari risiko pajanan darah, semua jenis cairan tubuh, yang tidak termasuk adalah
Sarung tangan
Pelindung wajah /masker/kaca mata
Topi
Gaun pelindung (Baju kerja/ celemek)
Sepatu pelindung
Pemilihan alat pelindung sesuai dengan jenis pajanan tingkat resiko rendah yaitu
Sarung tangan
Gaun pelindung atau celemek
Kacamata pelindung
Masker
Penutup kepala
Contoh jenis pajanan resiko sedang adalah..
Tindakan bedah mayor
Penanganan spesimen di laboratorium
Persalinan pervaginam
Bedah digestive
Bedah mulut
Sarung tangan, celemek, kacamata pelindung, masker, sepatu pelindung dan penutup kepala merupakan jenis pelindung untuk tindakan resiko tinggi yaitu…
Insersi IUD
Penangan spesimen di laboratorium hematologi
Operasi Sectio Caesaria dengan ibu riwayat HBsAg
Tindakan pemasangan kateter intra vena pada pasien
Tindakan pembersihan ceceran darah
Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai uituk jenis sterilisasi yang benar adalah
Dekontaminasi, pembersihan, uap tekanan rendah kemudian dikeringankan
Dekontaminasi, pembersihan dengan bahan kimia, uap tekanan tinggi
Dekontaminasi, pembersihan dengan bahan kimia, uap tekanan rendah lalu simpan
Dekontaminasi, pembersihan bahan kimia, uap tekanan tinggi, keringkan, simpan
Dekontaminasi, pembersihan bahan kimia, uap tekanan tinggi, rebus, simpan
Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai untuk jenis disinfeksi tingkat tinggi adalah…
Dekontaminasi, pembersihan bahan kimia, uap tekanan tinggi, keringankan
Dekontaminasi, pembersihan bahan kimia, uap, rebus, keringkan, simpan
Dekontaminasi, pembersihan dengan bahan kimia, uap tekanan rendah, simpan
Dekontaminasi, pembersihan bahan kimia, uap tekanan tinggi, rebus, simpan
Dekontaminasi, pembersihan bahan kimia, uap tekanan rendah, rebus, simpan
Bahan disinfektan adalah suatu larutan kimia yang digunakan membunuh mikroorganisme pada benda mati, dan tidak digunakan untuk kulit dan jaringan mukosa, contoh larutan…
Alkohol 60-90%
Yodium ( yod + alkohol) 3%
Yodophor (Betadine) 1:2500
klorin 0,5% atau 0,05%
Chlorhexidine (Hibiscrub) 40%
Prosedur Dekontaminasi pada tumpahan darah yang tidak benar adalah..
Pakai Pakai sarung tangan rumah tangga, masker, kacamata / pelindung wajah
Serap darah /cairan tubuh sebanyak-banyaknya dengan kertas / koran bekas/ tisu
Buang kertas penyerap bersama sampah medis dalam kantong tidak kedap cairan
Tuangi bekas tumpahan darah dengan Na.hipoklorit 0,5% biarkan 10 menit, bersihkan
Bilas dengan lap basah yang bersih hingga klorin terangkat, buka sarung tangan, cuci
. Contoh limbah cair adalah..
Jarum suntik
Darah atau cairan tubuh
Tabung darah
Sediaan apusan darah
Perban atau kasa steril
