NEW
Font size
WorksheetsDEMOKRASI LIBERAL
Total questions: 10
Worksheet time: 4mins
Kesuksesan Kabinet Ali Sastroamidjojo dapat dilihat dalam hal
Dapat menyelesaikan masalah konfrontasi dengan Malaysia
Dapat meredam pemberontakan di seluruh wilayah RI
Berhasil menyelesaikan masalah Irian Barat
Dapat menyiapkan pemilu dan menyelenggarakan KAA
Pemilu tahun 1955 merupakan pemilu yang pertama di Indonesia yang dilaksankan pada masa kabinet
Burhanuddin Harahap
Ali Sastroamidjoyo I
Wilopo
Natsir
Jatuh bangunnya kabinet yang terjadi pada masa Demokrasi liberal disebabkan oleh
Kabinet tidak memiliki program yang pasti
Munculnya mosi tidak percaya terhadap kabinet yang berkuasa
Ketidakberhasilan kabinet menciptakan stabilitas nasional
Kabinet tidak dapat merangkul tokoh-tokoh masyarakat
Kabinet yang tidak berdasarkan atas dukungan dari parlemen, tetapi lebih berdasarkan keahlian disebutkan
Zaken Kabinet
Kabinet Hatta
Kabinet 100 menteri
Kabinet Sementara
Konstituante tidak dapat menyelesaikan tugasnya menetapkan UUD baru maka presiden soekarno mengajurkan untuk kembali kepada
UUDS 1950
UUD RIS
UUD 1945
uud 1959
Tahun 1950-1959 merupakan masa memanasnya partai-partai politik pada pemerintahan Indonesia. Pada masa ini terjadi pergantian kabinet. Partai pengusung dari Kabinet Natsir (6 September 1950 - 21 Maret 1951) adalah partai.....
NU dan Masyumi
Masyumi dan PNI
Masyumi dan PKI
NU dan PNI
PKI dan PNI
Foto tersebut adalah upacara pelantikan salah satu Kabinet yang dalam masa tugasnya akahirnya bisa menyelesaikan semua programnya dan melaksanakan Pemilu pertama tahun 1955. Tokoh perdana mentri yang dimaksud adalah dari Kabinet....
Natsir
Sukiman
Burhanudin Harahap
Wilopo
Djuanda
Kebijakan ekonomi RI untuk mengangkat pengusaha pribumi dilaksanakan dengan memberikan lisensi impor bagi pribumi, namun lisensi tersebut akhirnya dijual pada para pengusaha Cina, sehingga bermunculan perusahaan cina dengan lisensi pribumi, atau yang dikenal dengan
Program Ali Baba
Program Benteng
Gunting Sjafrudin
Program Asaat
Repelita
Untuk mengatasi krisis kewibawaan pemerintah akibat penerapan demokrasi liberal di Indonesia, pada tanggal 21 pebruari 1957 presiden Soekarno menawarkan konsespsinya dihadapan para tokoh politik dan militer, diantara konsepsi tersebut adalah tentang kabinet kaki empat, yaitu kabinet yang terdiri dari 4 partai yaitu
Masyumi, NU,PNI, Parkindo
Masyumi,NU,PKI, PNI
Masyumi, NU, PDI,PKI
Masyumi, Muhammadiyah, PDI, PKI
NU,PNI,PDI,PKI
akhir dari demokrasi liberal ditandai dengan dikeluarkanya
supersemar
maklumat presiden no 1 thn 1959
dekrit presiden 5 Juli 1959
mosi wakil presiden
terjadinya G 30 S
