NEW
Font size
WorksheetsINVESTASI DAN DEPRESIASI
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Pengertian depresiasi adalah sebagai berikut :
Alokasi jumlah suatu pasiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi
Alokasi jumlah suatu liabilitas yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi
Alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi
Alokasi jumlah suatu kas yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi
Yang dimaksud dengan masa manfaat adalah
Periode peminjaman yang diharapkan dari suatu aset tetap dan ditelaah ulang secara periodik
Periode penggunaan yang diharapkan dari suatu aset tetap dan ditelaah ulang secara periodik
Periode pembayaran yang diharapkan dari suatu aset tetap dan ditelaah ulang secara periodik
Periode perbaikan yang diharapkan dari suatu aset tetap dan ditelaah ulang secara periodik
Berikut ini merupakan faktor penyebab depresiasi, kecuali :
Kerusakan fisik akibat pemakaian
Penjualan
Properti menjadi usang karena perkembangan teknologi
Penemuan fasilitas baru yang lebih memadai
Alokasi sistematis dari nilai aset tidak berwujud yang dapat didepresiasi selama masa manfaat aset tersebut, disebut :
Deplesi
Devaluasi
Asimilasi
Amortisasi
Berikut ini merupakan latar belakang perlunya penghitungan depresiasi, kecuali
Untuk memungkinkan adanya biaya penyusutan yang dibebankan pada biaya produksi atau jasa yang dihasilkan dari Penggunaan aset-aset
Untuk menyediakan dana pengembalian modal yang telah di investasikan
Untuk menyediakan dana pinjaman bagi aktiva tersebut
Sebagai dasar pengurangan pembayaran pajak-pajak pendapatan usaha yang harus dibayarkan
Apabila depresiasi tidak diperhitungkan, kemungkinan akan terjadi hal seperti di bawah ini, kecuali
Masa pakai aset yang tidak tepat
Nilai pajak yang tidak tepat
Nilai bisnis yang tidak tepat
Nilai pinjaman yang tidak tepat
Pada neraca, akumulasi penyusutan termasuk pada bagian
Aset
Kewajiban
Ekuitas
Modal
Jumlah kas yang dibayarkan, atau nilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh asset pada saat perolehan, disebut dengan :
NIlai residu
Biaya perolehan
Umur Ekonomis
BIaya penyusutan
Jumlah yang diperkirakan akan diperoleh entitas saat ini dari pelepasan aset, setelah dikurangi biaya pelepasan asset, jika asset tersebut telah mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya, disebut dengan :
Biaya perolehan
Nilai Ekonomis
Nilai residu
BIaya residu
Masa atau umur yang diperhitungkan bahwa suatu Aset Tetap akan dapat memberikan manfaat ekonom, disebut dengan :
Umur Ekonomis
Manfaat Ekonomis
Nilai Ekonomis
Jumlah ekonomis
Penyusutan di PT KAI menggunakan metoda
Double Declining Balance
Straight Lines
Sum of Years Digit
Units of Production
Berikut ini merupakan contoh aset prasarana pokok, kecuali
Jalan rel
Terowongan
Gedung Stasiun
Jembatan timbang
Berikut ini merupakan contoh aset tetap fasilitas, kecuali
Gedung stasiun
Lori
Perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
Kategori investasi yang ditujukan untuk menciptakan bisnis baru, baik yang terkait dengan bidang perkeretaapian maupun non-perkeretaapian (non-core business), disebut dengan :
Investasi bisnis eksisting
Investasi pengembangan bisnis strategis
Investasi bisnis baru
Investasi akuisisi
Kategori investasi yang ditujukan untuk mempertahankan/ memperbaiki/ mengoptimalkan kapasitas bisnis yang sedang berjalan/ beroperasi mencakup Sarana, Prasarana dan Fasilitas, disebut dengan :
Investasi bisnis eksisting
Investasi bisnis baru
Investasi pengembangan strategis
Investasi akuisisi
Berikut ini merupakan contoh investasi bisnis eksisting, kecuali :
Replacement
Renewal
Remunerasi
Repowering
Berikut ini merupakan contoh investasi pengembangan bisnis strategis, kecuali :
Pembangunan Angkutan Bandara
Pembangunan Angkutan Perkotaan Jabodetabek
Pengembangan Angkutan Sumsel
Penambahan kapasitas angkut
Proses screening dan evaluasi kelayakan investasi bisnis eksisting dilakukan di unit :
PP
PS
PEI
KCF
Kantor Pusat dan Daerah perlu melakukan koordinasi yang efektif dalam hal pengelolaan investasi, dengan tujuan sebagai berikut, kecuali :
Pelaksanaan pekerjaan masing-masing unit organisasi terkait lebih terarah dan jelas
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap
Pekerjaan dilakukan lebih efisiensi dan efektif
Proses dan waktu penyelesaian pekerjaan lebih cepat; dan/atau
Berikut ini merupakan contoh aset tetap tidak berwujud, kecuali :
Goodwill
Hak paten
Mesin bengkel
Peraturan Dinas
MARR merupakan akronim dari
Margin Acceptable Rate of Return
Minimum Average Rate of Return
Minimum Acceptable Rate of Return
Margin Average Rate of Return
Alasan dilakukan analisis sensitivitas adalah untuk mengantisipasi adanya perubahan-perubahan sebagai berikut, kecuali
Penurunan Produktivitas
Adanya cost overrun
Mundurnya jadwal pelaksanaan proyek
Kurangnya dukungan pemasok
Berikut ini alasan dilakukan analisis sensitivitas, kecuali
Angka – angka yang digunakan dalam perhitungan merupakan estimasi sehingga output perhitungan bersifat relatif
Mengidentifikasi parameter yang sensitive
Melakukan penyesuaian proses produksi
Kondisi nyata sering berubah sehingga diperlukan antisipasi terhadap setiap perubahan yang terjadi
Tujuan analisis sensitivitas adalah sebagai berikut kecuali :
Memperbaiki design daripada proyek, sehingga dapat meningkatkan NPV
Memperbaiki cara pelaksanaan proyek yang sedang dilaksanakan
Mengurangi resiko kerugian dengan menunjukkan beberapa tindakan pencegahan yang harus diambil
Mengurangi lamanya proses pengambilan keputusan investasi
Berikut ini manfaat analisis sensitivitas, kecuali
Mengurangi harga jual
Sumber informasi perencanaan
Mengarahkan usaha manajemen
Membantu dalam pengambilan keputusan
