WorksheetsGathering prb
Total questions: 11
Worksheet time: 4mins
Berdasarkan Permenkes no 28 tahun 2014 dan Permenkes no 99 tahun 2016, disebutkan bahwa penyakit kronis yang sudah stabil:
wajib dilakukan rujuk balik oleh dokter spesialis dengan diberikan resep obat rujuk balik
wajib dilakukan rujuk balik oleh dokter spesialis dengan menyertakan SRB beserta resep obat sesuai ketentuan
mengembalikan peserta ke FKTP terdaftar dengan memberika catatan kontrol ke rumah sakit pada surat rujuk balik
memberikan obat kronis 7 hari masuk kedalam INA CBGs rawat jalan, dan 23 hari yang ditagihkan sebagai obat kronis di IFRS
Identifikasi alur rekrutmen peserta PRB di FKRTL adalah sebagai berikut, kecuali:
Secara langsung
Secara manual dengan penjaringan peserta potensi PRB oleh FKRTL
Teridentifikasi melalui aplikasi vclaim
Teridentifikasi pada aplikasi apotek online
Dalam upaya optimalisasi PRB maka FKTRL yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib melakukan hal-hal dibawah ini, kecuali:
Menyeyediakan lokasi kerja untuk PIC PRB yang berdekatan denga IFRS
FKRTL agar memeastikan pasien yang dirujuk balik sesuai ketentuan 3B
Menyediakan media informasi (standing banner, liflet, dll) tentang alur PRB di FKRTL
memastikan ketersediaan obat pada apotek rujuk balik
Yang dimaksud dalam konsep 3B dalam optimalisasi PRB, adalah sebagai berikut, kecuali:
Benar peseserta potensi PRB
Benar Diagnosa PRB
Benar Stabil
Benar Resep Obat PRB
Tujuan PRB adalah sebagai berikut, kecuali:
Optimalisasi dokter layanan primer sebagai gate keeper sekaligus manager kesehatan peserta
transfer of knowladge dari dokter spesialis ke dokter layanan primer
menigkatkan efektifitas pelayanan kesehatan bagi peserta penderita penyakit kronis
meningkatkan efisiensi bagi rumah sakit dalam pemberian obat kronis bagi peserta
Tn.X adalah peserta JKN yang rutin berobat di RS.A pada poli penyakit dalam dengan diagnosis hipertensi tanpa komplikasi. saat ini TD pasien adalah 130/90 mmHg dan rutin mendapatkan obat amlodipin 5mg selama 1 bulan. Apa yang harus dilakukan oleh FKTRL kpd pasien tersebut?
peserta teridentifikasi potensi prb saat cetak sep - melakukan pelayanan di poliklinik - peserta dinyatakan stabil oleh DPJP - DPJP menulis resep dengan menambahkan note PRB - peserta diarahkan ke PIC PRB untuk dilakukan input data pada aplikasi vclaim dan mendapat SRB - PIC PRB memberikan copy resep dan SRB kepada peserta - peserta kembali ke FKTP dengan membawa SRB dan copy resep
peserta teridentifikasi potensi prb saat cetak sep - peserta diarahkan ke PIC PRB untuk dilakukan input data pada aplikasi vclaim dan mendapat SRB - melakukan pelayanan di poliklinik - peserta dinyatakan stabil oleh DPJP - DPJP menulis resep dengan menambahkan note PRB - Peserta ke IFRS untuk mendapatkan obat selama 1 bulan - peserta kembali ke FKTP dengan membawa SRB dan copy resep
peserta teridentifikasi potensi prb saat cetak sep - melakukan pelayanan di poliklinik - peserta dinyatakan stabil oleh DPJP - DPJP menulis resep - peserta mengambil obat 7 hari di IFRS - peserta diberikan surat rujuk balik oleh dokter spesialis untuk kembali ke FKTP
peserta teridentifikasi potensi prb saat cetak sep - melakukan pelayanan di poliklinik - peserta diarahkan ke PIC PRB untuk dilakukan input data pada aplikasi vclaim dan mendapat SRB - PIC PRB memberikan copy resep dan SRB kepada peserta - peserta kembali ke FKTP dengan membawa SRB
Dalam rangka optimalisai PRB, hal yang seharusnya dilakukan FKTP adalah sebagai berikut, kecuali:
FKTP melakukan verifikasi eligibilitas peserta PRB
Dokter FKTP menerima SRB, melakukan pemeriksaan, perawatan, pemberian tindakan, obat dan BMHP kepada peserta PRB. dan dapat menyesuaikan dosis pemberian obat PRB sesuai ketentuan yang berlaku namun tidak dapat mengganti obat utama yang diresepkan Dokter spesialis
FKTP dapat merujuk pasien PRB ke RS minimal setelah 3 bulan sejak dinyatakan stabil
FKTP dapat merujuk pasien PRB ke RS minimal setelah 23 hari 3 bulan sejak dinyatakan stabil
Peresepan onat kepada peserta PRB di FKTP dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut, kecuali:
pada kunjungan pertama diberikan sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan 23 hari
pada kunjungan selanjutnya diberikan selama minimal 3 bulan berturut-turut, diberikan untuk 30 hari untuk tiap bulannya
pada kunjungan pertama diberikan sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan 30 hari
dokter FKTP dapat menyesuaikan dosis pemberian obat PRB mengacu pada ketentuan FORNAS
Dibawah ini adalah 9 penyakit yang masuk kedalam PRB, kecuali:
DM
SLE
PPOK
Gatritis
Diantara tujuan PRB berbasis MTM adalah dibawah ini, kecuali:
Memastikan ketersediaan obat di apotek PRB
Optimalisasi penggunaan obat untuk meningkatkan ketercapaian pengobatan pasien
Meningkatkan kerjasama antara apoteker, dokter, dan profesional kesehatan lain
Meningkatkan komunikasi antara pasien dan tim kesehatan
Diagnosis PRB yang secara otomatis menjadi peserta prolanis adalah diabetes mellitus dan hipertensi. sebutkan salah satu pemeriksaan penunjang prolanis yang anda ketahui
GDS
GDPP
HbA1C
Asam Urat
