Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LASKAR PELANGI

Total questions: 30

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Suasana pada penggalam cerita pendek tersebut digambarkan pada kalimat...

a)

Langit mulai gelap di atas kepalaku, lampu-lampu mulai dihidupkan ketika aku memutuskan keluar apartemen dan berdiri di pinggri jalan.

b)

Aku bahkan tidak punya rencana apa-apa.

c)

Aku sama sekali tidak punya gambaran hendak melakukan apa atau mau pergi ke mana.

d)

Aku hanya menginginkan keluar dari apartemen.

e)

Mungkin saja ini yang terbaik daripada aku duduk diam

2.

(1) Layang-layang Adi tiba-tiba menukik dari atas menyambar layang-layang Badu. (2) Akibatnya, ada bagian kertas layang-layang Badu yang robek. (3) Dan... ketika diadu kembali, layangan Badu pun putus. (4) Badu memandang layang-layangnya seolah-olah tidak percaya. (5) Perasaan sedih dan malu menjadi satu. (6) Akhirnya Badu mengakui kekalahannya.


Watak tokoh Badu pada kutipan novel tersebut adalah ...

a)

pemalu

b)

berjiwa besar

c)

sombong

d)

angkuh

e)

mudah menyerah

3.

Perhatikan kutipan cerita berikut!

Pertandingan catur antarkelas di sekolah kami berakhir dengan Yudi sebagai juara pertama, Burhan juara kedua, dan aku juara ketiga. Sambil menimang-nimang pialanya, Yudi tertawa riang.

Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerita di atas adalah . . . .

a)

orang pertama pelaku sampingan

b)

orang kedua pelaku sampingan

c)

orang pertama pelaku utama

d)

orang kedua pelaku utama

e)

orang kedua pelaku utama

4.

Bacalah kutipan novel berikut !

Ketika tembakan pertama di gang jaksa memecah kesunyian pagi.guru isa sedang berjalan pagi menuju ke sekolahnya di Tanah Abang.selintas masuk dalam pikirannya rasa was-was tentang keselamatan istri dan anaknya.”ah, Fatimah akan berhati-hati,pikirnya kemudian telah akau suruh dia jangan keluar rumah “……

Kutipan cerita tersebut menggunakan konflik…

a)

fisik

b)

batin

c)

sosial

d)

ide

e)

lahir

5.

Bukti nilai moral yang terkandung dalam novel tersebut adalah…

a)

Sardi sedang gelisah ditempat duduknya

b)

Minuman keras diambil dari motornya

c)

Sardi sadar lalu membuang minuman keras itu

d)

Sardi beberapa kali memasang topi

e)

Sardi beberapa kali melepaskan topi

6.

“ Sialan”, geramnya sambil memandang bangku si Gino dengan ganasnya. Dia pasti sengaja menaruh bangkai tikus itu di sana. Tidak mungkin sang tikus sengaja mati di situ.

Teman-temannya memang senang mengolok-olokan joko. Mentang-mentang dia cuma anak seorang pesuruh sekolah. Sudah puluhan tahun ibunya bekerja sebagai pembantu di sekolah. Untuk membantu ibunya, Joko harus membersihkan kelas setiap pagi satu jam sebelum pintu gerbang sekolah dibuka.


Dari Jendela SMP

Mira W


Latar tempat penggalan novel tersebut adalah..

a)

di sekolah

b)

di rumah

c)

di kelas

d)

di meja

e)

di halaman

7.

Muka orang tua itu merah, diurutinya kumisnya yang putih seperti sikat pengapur dinding itu dan marah, katanya, “ Engkau jangan bicara seperti itu dengan aku, engkau harus hormat kepadaku. Biarpun engkau sudah besar, tetapi aku tetap bapakmu”


Dari Ave Maria ke Jalan Menuju Roma,Idrus


Pesan pada cuplikan novel tersebut adalah…

a)

Orang tua yang kita hormati seperlunya saja

b)

Jika kita sudah tua boleh saja tdak ingat orang tua

c)

Kita harus tetap menghormati ornag tua sampai kapanpun

d)

Kita harus saling menyayangi sesama anggota keluarga

e)

Biarpun sudah besar, bapak tetaplah bapak

8.

Halaman rumah yang gelap tadi itu terang benderang karena api yang besar itu. Ketiga rumah itu sudah menyala-nyala, menerangi kebun kelapa itu sampai ke daun-daunnya. Dalam pada itu, suara orang berteriak-teriak dan tong-tong yang dipukul orang amat gegap gempita bunyinya. Di sebelah timur rumah itu, dua orang berkelahi dengan hebat, tinju-meninju, dorong-mendorong, serta kadang-kadang bunyi bedil pun terdengar pula. Walaupun daerah terang benderang karena api, di tempat mereka berkelahi itu agak gelap juga, kadang-kadang terlindungi dari rumah yang terbakar itu oleh semak belukar.


Latar waktu kutipan novel tersebut adalah …

a)

Saat terang benderang

b)

Pada malam hari

c)

Saat perkelahian

d)

Di balik semak belukar

e)

Saat siang

9.

Gulungan ombak yang datang dari tengah lautan, setelah sampai di tepi pantai bergulung kembali ke tengah lautan. Takjubnya aku tidak dapat dielakkan karena permainan ombak itu merupakan suatu permainan masa. Bukankah begitu perjalanan zaman tersebut?


Amanat kutipan novel tersebut adalah…

a)

Gulungan ombak dating dari tengah lautan silih berganti

b)

Kehidupan itu akan berubah-ubah sesuai zamannya

c)

Ombak bergulung-gulung ke tengah lautan tak terelakkan

d)

Takjubnya aku tidak dapat dielakkan oleh gulungan ombak

e)

Ombak yang tenang setelah bergulung

10.

Perhatikanlah petikan novel berikut ini.

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah ke mana.”


― Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin


Amanat yang terdapat dalam petikan novel tersebut ialah….

a)

Cintailah diri sendiri sebelum Anda mencintai orang lain

b)

Belajarlah ikhlas sewaktu mengalami kegagalan

c)

Hargailah seseorang sebelum orang itu tak lagi bersama kita

d)

Kebencian itu penyakit batin yang harus dilenyapkan

e)

Belajar melepas yang bukan milik kita

11.

Saya sepakat melepaskan tanah saya yang akan menjadi pabrik itu karena di pabrik itu tidak hanya dibutuhkan kantor, ruang meja, halaman, dan seterusnya, pasti juga harus ada mesjid. Tapi bahkan para pekerja tidak diberi jam istirahat untuk bersembahyang, karena itu saya menuntut … .


Unsur intrinsik novel yang paling dominan pada penggalan novel di atas adalah ….

a)

latar

b)

tema

c)

alur

d)

tokoh

e)

penokohan

12.

“Alangkah tercengangnya Haji Saleh, karena di Neraka itu banyak teman-temannya di dunia terpanggang hangus, merintih kesakitan. Dan tambah tak mengerti lagi dengan keadaan dirinya, karena semua orang yang dilihatnya di neraka itu tak kurang ibadahnya dari dia sendiri. Bahkan ada salah seorang yang telah sampai 14 kali ke Mekkah dan bergelar Syekh pula.

Amanat penggalan cepen di atas adalah ...

a)

Jangan cepat bangga terhadap perbuatan baik yang kita lakukan karena belum tentu baik di hadapan Tuhan.

b)

Orang yang melakukan kesalahan selama hidup di dunia pasti akan mendapat siksa di akhirat.

c)

Beribadah haji ke Mekkah merupakan rukun wajib bagi umat Islam yang memiliki harta cukup.

d)

Beribadah haji ke Mekkah merupakan rukun wajib bagi umat Islam yang memiliki harta cukup.

13.

Atas dasar semua bukti yang ada dan pengakuan Noura, akhirnya mau tidak mau Dewan Hakim memutuskan diriku tidak bersalah dan bebas dari dakwaan apa pun. Takbir dan hamdalah bergemuruh di ruang pengadilan itu dilantunkan oleh semua orang yang membela dan bersimpati padaku. Seketika aku sujud syukur kepada Allah Swt. Aisha memelukku dengan tangis bahagia tiada terkira.


Ayat Ayat Cita karya Habiburrahman El Shirazy


Jenis tahapan alur penggalan novel tersebut adalah ....

a)

pengenalan situasi cerita

b)

 pengungkapan peristiwa

c)

penyelesaian (ending)

d)

puncak konflik (klimaks)

e)

penanjakan konflik

14.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…

a)

Mentari meredup

b)

Mentari di sebelah barat

c)

Ketika kerumunan tidak bersama

d)

Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu

e)

Mentari berpendar

15.

Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. (1) "Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” (2) Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia,” jawabnya dengan suara terbata-bata. (3) ”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. (4) Tak pernah kusangka akan jadi seperti ini. "(5)


Bukti latar tempat pada kutipan cerita tersebut ditandai nomor ...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

16.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" (2) Tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (3) Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (4) Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (5) Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

17.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).


Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…

a)

1 dan 2

b)

1 dan 3

c)

2 dan 3

d)

3 dan 4

e)

4 dan 5

18.

Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.


Bukti bahwa watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui ….

a)

Tingkah laku tokoh kamu

b)

Tingkah laku tokoh aku

c)

Dialog tokoh kamu

d)

Dialog tokoh aku

e)

Penggambaran langsung

19.

(1) Betapa gembiranya Ardi. (2) Saat pulang sekolah ia mendapat tawaran dari pamannya Abdurrahman untuk sekolah di Jakarta. (3) Bagaimanapun di Jakarta harus berjuang . (4) Jakarta adalah kota besar, yang selama ini ia impikan untuk bisa melihat dan tinggal. (5) Ia tak akan melepas kesempatan itu.


Latar waktu pada kutipan tersebut ditunjukan pada nomor...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

20.

Cermati kutipan cerpen berikut !


Karena ia tetap diam dan kelihatannya gelisah ketika mendengar bunyi seruling kapal dari arah pelabuhan, maka saya pun memaklumi. Rupanya ia ingin cepat kembali ke kapalnya. Kami sama-sama berdiri dan menjabat tangan perpisahan. Lalu saya tepuk-tepuk bahunya, dan dalam bahasa Inggris saya katakan' padanya basa-basi sebagai orang timur, "mampirlah ke rumahku Loudwing", kata saya sambil membuang tisu ke lantai, "bila kapal kamu suatu ketika nanti singgah di Indonesia, jangan lupa mampir ke Jakarta, ya. Di sana nanti kamu akan dapat melihat bahwa negeri kami tidak seperti yang kalian sangka. Di Jakarta nanti kamu akan menemui sebuah tugu yang puncaknya ada emas 30 kilogram. Bahkan, di sana ada juga stadion yang terbesar di Asia Tenggara, ada masjid yang terbesar di Asia Tenggara". Dia mengangguk sambil tersenyum.


(Harga Diri , Muchwardi Muchtar)


Maksud kumpulan kata basa-basi sebagai orang timur pada kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Orang timur suka sekali berbasa-basi.

b)

Orang Asia yang suka berbasa-basi.

c)

Orang dari bagian timur yang suka sekali berbasa-basi.

d)

Orang Asia Tenggara yang suka mengobrol.

e)

Keramahan orang yang berasal dari Asia.

21.

Cermati kutipan berikut!


(1) Sungguh aku kasihan pada lelaki, betapa besar beban yang harus ditanggungnya bahkan sejak ia masih berada dalam kandungan. (2) Begitu mengetahui anak mereka laki- laki lewat kecanggihan teknologi, orang tua sibuk menggantungkan impian dan harapan setinggi Jangit untuk si anak. (3) "Anak kita laki-laki, dia pasti bisajadi dokter ahli bedah yang hebat dewasa nanti," ucap si ayah. (4) "Anak kita laki-laki, lebih baik ia jadi pengacara atau hakim saja, supaya dia bisa membela hak-hak kaum tertindas," Ibunya tak mau kalah. (5) "Kalau begitu, lebih baik dia jadi polisi atau tentara saja, lebih gagah rasanya, daripada jadi hakim yang kerjanya cuma duduk dan memukul palu. (6) Atau atlet? Dia bisa jadi atlet yang hebat dan menjadi kebanggaan negara saat ia main di Olimpiade Intemasional."


Kalimat bermajas dalam kutipan tersebut terdapat pada. nomor ...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

22.

Cermati kutipan berikut!


(1) Sungguh aku kasihan pada lelaki, betapa besar beban yang harus ditanggungnya bahkan sejak ia masih berada dalam kandungan. (2) Begitu mengetahui anak mereka laki- laki lewat kecanggihan teknologi, orang tua sibuk menggantungkan impian dan harapan setinggi Jangit untuk si anak. (3) "Anak kita laki-laki, dia pasti bisajadi dokter ahli bedah yang hebat dewasa nanti," ucap si ayah. (4) "Anak kita laki-laki, lebih baik ia jadi pengacara atau hakim saja, supaya dia bisa membela hak-hak kaum tertindas," Ibunya tak mau kalah. (5) "Kalau begitu, lebih baik dia jadi polisi atau tentara saja, lebih gagah rasanya, daripada jadi hakim yang kerjanya cuma duduk dan memukul palu. (6) Atau atlet? Dia bisa jadi atlet yang hebat dan menjadi kebanggaan negara saat ia main di Olimpiade Intemasional."


Nilai budaya yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah...

a)

Profesi seseorang dapat menentukan derajatnya dalam kehidupan di masyarakat.

b)

Orang tua bersemangat menjadikan anaknya tumbuh dewasa.

c)

Membela kaum tertindas merupakan pekerjaan pengacara.

d)

Orang tua selalu mengharapkan kelahiran seorang anak laki-laki.

e)

Seorang laki-laki sangat cocok untuk menjadi atlet nasional.

23.

Cermati kutipan novel berikut


Saat mengambil buku di lemari pakaian, ia tidak sengaja melihat sepucuk surat yang sengaja ia sembunyikan di tumpukan terbawah baju. Itulah benda yang ia bawa saat pergi dari Parepare selain pakaian yang dikenakan. Sepucuk surat yang jadi muasal seluruh masalah. Ia menatap surat itu. la benci sekali kenapa tangannya refleks mengambil surat itu. Ia benci sekali kenapa ia tidak kuasa menghentikannya. Hei, tangannya malah mernbuka lipatan kertas itu. Apa yang ia harapkan? Lancang sekali mata dan tangannya. la kira kali ini ia lebih tangguh saat membacanya kembali? Atau ia malah berharap isi surat itu telah berubah jadi sebaliknya? Omong kosong! Semua kesibukan ini, pengalaman baru, tidak pemah mampu mengusir pergi kenangan itu, Jika itu sebuah benteng maka benteng itu rapuh, rontok seketika. Jika itu sebuah tameng, maka tameng itu juga tipis dan ringkih, hancur seketika. Lihatlah ia justru lumat lagi seluruh isi surat itu. Menghujam dalam hatinya seperti sakit sekali. Sama seperti yang ia rasakan saat pertama kali membacanya hanya bisa menatap kosong.


(Rindu, Tere Live)


Konflik yang dihadapi tokoh pada kutipan novel tersebut adalah ...

a)

Tokoh tidak mampu mengusir kenangan yang menyakitkan.

b)

Tokoh benci terhadap orang yang lancang terhadap dirinya.

c)

Tidak ada pakaian yang dimiliki oleh tokoh saat ini.

d)

Keinginantokoh ..untuk membaca surat berkali-kali.

e)

Tokoh tidak mampu menyembunyikan rahasia hatinya.

24.

Cermati kutipan novel berikut


Saat mengambil buku di lemari pakaian, ia tidak sengaja melihat sepucuk surat yang sengaja ia sembunyikan di tumpukan terbawah baju. Itulah benda yang ia bawa saat pergi dari Parepare selain pakaian yang dikenakan. Sepucuk surat yang jadi muasal seluruh rnasalah. Ia menatap surat itu. la benci sekali kenapa tangannya refleks mengambil surat itu. Ia benci sekali kenapa ia tidak kuasa menghentikannya. Hei, tangannya malah mernbuka lipatan kertas itu. Apa yang ia harapkan? Lancang sekali mata dan tangannya. la kira kali ini ia lebih tangguh saat membacanya kembali? Atau ia malah berharap isi surat itu telah berubah jadi sebaliknya? Omong kosong! Semua kesibukan ini, pengalaman baru, tidak pemah mampu mengusir pergi kenangan itu, Jika itu sebuah benteng maka benteng itu rapuh, rontok seketika. Jika itu sebuah tameng, maka tameng itu juga tipis dan ringkih, hancur seketika. Lihatlah ia justru lumat lagi seluruh isi surat itu. Menghujam dalam hatinya seperti sakit sekali. Sama seperti yang ia rasakan saat pertama kali membacanya hanya bisa menatap kosong.


(Rindu, Tere Live)


Keterkaitan isi kutipan novel terse but dengan kehidupan sehari-hari adalah ...

a)

Merapikan buku berdekatan dengan turnpukan baju.

b)

Merasakan sakit hati saat kita membaca surat.

c)

Ketidakmampuan melupakan hal buruk dalam kehidupan.

d)

Melupakan masalah dengan bekerja di tempat lain.

e)

Pengalaman baru akan menghapus kenangan lama.

25.

Cermati kutipan novel berikut.


(1) Sambil makan malam di dapur umum, aku diskusikan kecemasanku kepada Sahibul menara. (2) Kecuali Raja, tampaknya kami semua merasakan hal yang sama. (3) Kami meringis tegang membayangkan ujian maraton sebulan penuh. (4) Atang mencoba menghibur menyemangati dirinya sendiri dan kami semua. (5) Seperti kata Kiai Rais, "Mari kita kerahkan semua kemampuan kita." Setelah itu kita bertawakal." (6) "Kita perbanyak juga ibadah karena ilmu yang sedang kita pelajari itu kan nur. Cahaya. (7) Dan nur hanya bisa ada di tempat yang bersih dan terang," timpal Dulmajid.


(Negeri 5 Menara, A. Fuadi)


Bukti nilai moral saling memberi semangat, berusaha, dan berdoa dalam kutipan novel tersebut terdapat pada kalimat bemomor ....

a)

(1) dan (3)

b)

(2) dan (6)

c)

(3) dan (6)

d)

(4) dan (5)

e)

(6) dan (7)

26.

Cermati kutipan novel berikut.


(1) Sambil makan malam di dapur umum, aku diskusikan kecemasanku kepada Sahibul menara. (2) Kecuali Raja, tampaknya kami semua merasakan hal yang sama. (3) Kami meringis tegang membayangkan ujian maraton sebulan penuh. (4) Atang mencoba menghibur menyemangati dirinya sendiri dan kami semua. (5) Seperti kata Kiai Rais, "Mari kita kerahkan semua kemampuan kita." Setelah itu kita bertawakal." (6) "Kita perbanyak juga ibadah karena ilmu yang sedang kita pelajari itu kan nur. Cahaya. (7) Dan nur hanya bisa ada di tempat yang bersih dan terang," timpal Dulmajid.


(Negeri 5 Menara, A. Fuadi)


Bukti latar suasana kecemasan dalam kutipan novel tersebut terdapat pada kalimat bemomor ....

a)

(1) dan (2)

b)

(1) dan (3)

c)

(2) dan (4)

d)

(3) dan (6)

e)

(6) dan (7)

27.

Cermati kutipan novel berikut.


Pak Jaman dihormati oleh warga di kampung. Mereka menganggapnya seperti pahlawan karena telah berani ikut mengangkat senjata melawan Belanda. Warga kampung juga mengetahui bahwa Pak Jaman seorang yang saleh dan beragama.


Tak cukup itu saja, Pak Jaman tak segan-segan membantu para tetangganya yang mengalami kesulitan. Sering didapati ia memberikan bantuan dalam bentuk barang, uang, ataupun tenaga. Ketika tetangganya kesulitan dan membutuhkan bantuan. WaJar kalau kemudian semua warga kampung menyukai dan menghormati beliau dengan perangainya yang baik.


Ringkasan yang tepat sesuai kutipan novel tersebut adalah ...

a)

Seorang yang saleh dan beragama pasti disukai banyak orang. Beliau layak digelari pahlawan karena ikut mengangkat senjata ketika perang melawan Belanda.

b)

Pak Jaman yang dihormati orang di kampung termasuk orang-orang Belanda sehingga ia layak dijadikan pahlawan. Beliau juga selalu membantu para tetangga yang membutuhkan bantuannya, baik dalam bentuk barang, uang, ataupun tenaga.

c)

Sosok pahlawann yang berani mengangkat senjata melawan Belanda adalah Pak Jaman. Dia juga dipandang orang saleh karena beragama dan berperangai baik serta suka membantu orang yang membutuhkan perlolongannya

d)

Pak Jaman dihormati orang Belanda karena ia orang saleh sehingga dia dianggap sebagai pahlawan di kampungnya. Di samping itu, beliau juga tidak segan untuk selalu membantu tetangganya yang mengalami kesulitan.

e)

Pak Jaman orang yang saleh dan beragama, beliau juga berani angkat senjata ketika melawan Belanda sehingga ia dihormati dan dianggap sehagai pahlawan di kampungnya. Beliau juga disukai karena berperangai baik dan suka membantu orang yang membutuhkannya.

28.

(1) Sudah tiga hari aku mogok bicara dan memeram diri. Semua ketukan pintu aku balas dengan kalimat pendek, "Sedang tidur". (2) Dalam hati aku berharap Amak berubah pikiran melihat kondisi anak bujangnya yang terus mengurung diri ini. (3) Amak memang berusaha menjinakkan perasaanku dengan mengajak bicara dari balik pintu. Suaranya cemas dan sedih. (4) Tapi, tiga hari berlalu, tidak ada tanda-tanda keinginan keras Amak goyah (5) Tidak ada tawaran yang berbeda tentang sekolah, yang ada hanya imbauan untuk tidak mengunci diri.


Pembuktian watak tokoh Amak yang kukuh pada pendiriannya terdapat pada kalimat

bernomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

29.

(1) Sudah tiga hari aku mogok bicara dan memeram diri. Semua ketukan pintu aku balas dengan kalimat pendek, "Sedang tidur". (2) Dalam hati aku berharap Amak berubah pikiran melihat kondisi anak bujangnya yang terus mengurung diri ini. (3) Amak memang berusaha menjinakkan perasaanku dengan mengajak bicara dari balik pintu. Suaranya cemas dan sedih. (4) Tapi, tiga hari berlalu, tidak ada tanda-tanda keinginan keras Amak goyah (5) Tidak ada tawaran yang berbeda tentang sekolah, yang ada hanya imbauan untuk tidak mengunci diri.


Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ...

a)

Hargailah perhatian dan kasih orang tua terhadap kita

b)

Janganlah bersikap keras kepala terhadap orang tua

c)

Tetaplah pada pendirian kita sekalipun terhadap orang tua

d)

Berpikirlah logis dalam memandang persoalan

e)

Selesaikanlah segala perselisihan dengan lapang dada.

30.

Cermati kutipan berikut!


Buat seorang janda yang sudah terlalu tua untuk itu, apalah yang dikehendaki lagi selain atap untuk berteduh dan makan serta pakaian yang cukup. Lagi pula anak tunggalnya yang tinggal di Surabaya dan menurut kabar, hidup berkecukupan, tidak mau lagi berhubungan dengannya. Tarikan dan pelukan istri dan anak-anaknya rupanya begitu erat melengket hingga mampu melupakan ibunya sama sekali. Tidak apa, hiburnya. Di rurnah keluarga Mulyono ini, dia merasa mendapat semuanya. Tetapi waktu dia mulai merasa semakin

renta, tidak sekuat sebelumnya, Mbok Jah merasa dirinya menjadi beban keluarga itu. Dia merasa menjadi buruh tumpangan gratis. Dan harga dirinya memberontak terhadap keadaan itu. [....]


Kalimat prediksi kesedihan yang tepat untuk melengkapi cerpen tersebut adalah...

a)

Mbok Jah berusaha mengenang masa-masa indah di masa lalu ketika anaknya masih kecil. ·

b)

Dengan berat hati, Mbok Jah lalu pulang ke kampungnya, walaupun akan menanggung kesepian di sana.

c)

Keluarga Mulyono menganggap Mbok Jah bukan orang lain lagi karena sudah puluhan tahun ia bersama mereka.

d)

Rumah keluarga Mulyono penuh kehangatan dibandingkan dengan keluarga di kampung yang hidup seadanya.

e)

Mulyono sudah dianggapnya seperti anak sendiri karena sebelurn dia menikah pun Mbok Jah yang merawatnya.