NEW
Font size
WorksheetsQuiz Biografi
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Makna tersirat pada gambar anekdot di atas adalah...
Orang utan yang bersedih karena keluarganya punah
Manusia yang tidak bisa melindungi keberadaan orang utan
Kita harus hidup rukun dan berdampingan dengan orang utan
Orang utan yang butuh tempat untuk hidup
Indonesia merupakan tempat penangkarang orang utan
Saat sesi Tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen.”apa kepanjangan KUHP pak?” pak dosen tiba menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, pak...!”
Majas yang sesuai dengan kutipan di atas adalah…
Ironi
Innuendo
Sarkasme
Sinisme
Satire
“Benar sekali. Seiring meningkatnya taraf sekolah kita, kita juga harus mempersiapkan hal-hal untuk meningkatkan kapabilitas kita, baik itu dari staf pengajar maupun dari siswa-siswinya. Kira-kira menurut kalian apa saja yang harus kita persiapkan?”, sang guru melemparkan pertanyaan ke murid-muridnya.
“Kemampuan bahasa Inggris, Bu. Karena kalau sekolah kita menjadi SBI, maka bahasa pengantar sehari-harinya menjadi bahasa Inggris, Bu.”, sahut salah seorang murid.
“Ya, benar sekali. Ada lagi yang menambahkan?”
“Harus nyiapin uang lebih banyak, Bu.”, celetuk Sofa dari baris belakang.Karena kalau sekolah kita jadi SBI bukan cuma tarafnya yang internasional, tapi ‘tarifnya’ juga internasional.”
Makna dari kutipan anekdot di atas adalah…
Bersekolah di SBI (sekolah berstandar internasional) memerlukan biaya yang lebih besar
SBI hanya diperuntukan bagi segolongan orang saja
Program SBI hanya akan menyulitkan anak-anak Indonesia untuk meraih kedudukan
Sekolah harus menyiapkan kesiapan guru dan siswanya untuk menghadapi program SBI
SBI bisa menjadi salah satu jalan untuk membuat sekolah menjadi lebih baik karena menjadikan siswanya pandai bahasa inggris
Kalimat berikut ini yang termasuk ke dalam majas sinisme adalah…
Aku tidak mau satu kelompok dengan si gajah bengkak itu!
Apakah orang tuamu tidak pernah mengajarkan sopan santun kepada orang lain?
Teganya kau menghianati diriku, memangnya selama ini siapa yang telah membantu dirimu dalam banyak hal?
Padahal soal ini mudah sekali, tapi kau bahkan tidak bisa mengerjakan satu soalpun dengan benar
Pagi sekali dirimu datang sampai kaki ku hampir berakar
Berikut ini yang termasuk ke dalam majas sarkasme adalah…
Jangan dekat-dekat denganku, bisa-bisa aku tertular kebodohanmu
Kau tak perlu khawatir tidak diterima di universitas yang kau tuju. Lagian, kau hanya ditolak oleh satu unversitas, bukan ditolak oleh seluruh alam semesta
Ayolah, jangan kau terus menangisinya. Laki-laki bodoh itu tak pantas ditangisi oleh gadis jelitas sepertimu.
Sarapan apa kau pagi tadi? Kelakuanmu aneh sekali hari ini.
Apakah aku harus membenturkan kepalamu ke tembok, agar kau menyadari kesalahan yang kau buat itu?
Majas yang tepat untuk gambar di atas adalah…
Sinisme
Innuendo
Ironi
Sarkasme
Satire
Majas yang sesuai untuk gambar di atas adalah…
Innuendo
Sarkasme
Sinisme
Ironi
satire
Alkisah, terdapat seorang pengemis tua yang sedang meminta-minta kepada anak muda. “Nak, minta sedekahnya Nak,” pinta si pengemis tersebut.
Si anak muda lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis tua sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pinta pemuda tersebut.
Bapak pengemis tua tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini Nak kembaliannya silakan diambil.”
“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pemuda tersebut keheranan.
“Oh, tidak apa-apa Nak. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
Pesan yang disampaikan dalam anekdot tersebut adalah…
Jangan meminta kembalian kepada pengemis
Berikan uang pas kepada pengemis
Biasakan untuk memberikan sebagian uang jajan kita kepada pengemis
Jadilah pengemis yang memiliki harga diri
Berbuat kebaikan tidak boleh setengah-setengah
Ada apa Pak, kenapa saya disemprit?” tanya Bonar Penasaran. “Lampu bapak kenapa tidak nyala? Inikan malam hari, bahaya jika lampu bapak tidak nyala”, jawab Pak Polisi. Mendengar hal tersebut, Bonar langsung merasa heran. “Loh, inikan Jalan Sudirman Pak, Bapak tidak lihat ada banyak lampu jalan dimana-mana”, Bonar tidak mau kalah.
Bonar jelas merasa tidak terima dengan pernyataan Pak Polisi. Tanpa basa-basi Pak Polisi menarik penutup kecil ban motor Bonar. Tentu saja hal ini membuat ban motor Bonar menjadi kempes. “Kenapa bapak kempesin ban motor saya?” tanya Bonar panik. “Ya tidak perlu panik Pak Bonar, di sinikan banyak angin, tinggal gunakan angina yang ada di sekitar sini buat ban bapak.” Jawab Pak Polisi.
Makna yang terkandung dalam penggalan teks di atas adalah…
Jangan membantah polisi ketika melakukan kesalahan
Mintalah surat penilangan jika Anda kena tilang polisi di jalan, jangan sekali-kali memberikan uang damai
Biasakan untuk selalu taat pada aturan
Berhati-hatilah di jalan karena kita tidak tau polisi akan bertugas
Selalu nyalakan lampu kendaraan untuk keselamatan
Makna tersirat pada gambar anekdot di atas adalah...
Orang utan yang bersedih karena keluarganya punah
Manusia yang tidak bisa melindungi keberadaan orang utan
Kita harus hidup rukun dan berdampingan dengan orang utan
Orang utan yang butuh tempat untuk hidup
Indonesia merupakan tempat penangkarang orang utan
