NEW
Font size
WorksheetsSejarah Indonesia Kelas X
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Keadaan alam kala Plestosen ditandai oleh beberapa peristiwa yang memiliki pengaruh besar bagi kehidupan manusia. Peristiwa seperti meluasnya es ke muka bumi, perubahan iklim, munculnya daratan baru, naik-turunnya air laut serta letusan gunung api merupakan tantangan alam yang harus dihadapi. Gambaran manusia purba dalam menghadapi tantangan pada masa ini adalah
Kemampuan yang masih sangat terbatas dalam mempertahankan hidup, serta mencari makan dengan alat yang sangat sederhana
Kemampuan yang sudah baik dalam mempertahankan hidup, serta mencari makan dengan alat yang sudah modern
Kemampuan yang sudah baik dalam mempertahankan hidup, serta mencari makan dengan alat yang masih sederhana
Kemampuan yang masih sangat terbatas dalam mempertahankan hidup, serta mencari makan dengan alat yang modern
Kemampuan masih sangat terbatas dalam mempertahankan hidup, serta mencari makan dengan alat terbuat dari logam
Dapat dikatakan bahwa penelitian paleoantropologi dimulai oleh Eugene Dubois yang awalnya memulai penyelidikan di gua-gua Sumatra Barat, kemudian berpindah ke Jawa. Alasan Eugene Dubois memilih Indonesia menjadi tempat penelitiannya adalah
Indonesia kaya akan flora dan fauna.
Manusia purba hidup di daerah tropis
Di Indonesia banyak ditemukan peninggalan pra-sejarah
Terdapat sungai-sungai besar
Indonesia merupakan daerah kepulauan
Ciri dari manusia purba jenis Phithecanthropus adalah ....
Volume otak 1000-2000 cc
Tubuh tegap dengan tinggi sama dengan manusia sekarang
Volume otak 750-1300 cc.
Kulit otak sudah berkembang lebih lanjut
Tulang atap tengkorak masih melebar
Penelitian terhadap tradisi Paleolitikum di Indonesia dimulai pada tahun 1935, ketika Von Koenigswald menemukan alat-alat batu di Punung, di dasar kali Baksoko. Kemudian Movius menyatakan bahwa penemuan tersebut sebagai salah satu corak perkembangan kapak perimbas di Asia Timur. Tradisi kapak perimbas yang ditemukan di Punung ini kemudian dikenal dengan budaya
Dongson
Pacitan
Dravida
Arya
Indianisasi
Salah satu penggerak kehidupan pada manusia purba adalah adanya alat-alat dan api. Alat-alat tersebut terbuat dari batu, kayu, tulang dan tanduk yang makin sempurna bentuk dan fungsinya. Corak kehidupan yang dimaksud adalah
berburu dan meramu
perundagian
bercocok tanam
berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sedang
bercocok tanam dan meramu
1. Cermati pernyataan berikut!
(1) Sistem barter sudah diturunkan oleh nenek moyangnya.
(2) Manusia pada masa itu sudah mengenal distribusi barang.
(3) Manusia pada masa itu belum mengenal sistem mata uang.
(4) Sistem barter dianggap memiliki kekuatan magis.
(5) Sistem barter memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Alasan manusia purba menggunakan sistem barter pada masa perundagian ditunjukkan oleh nomor ...
(1), (2) dan (3)
(1), (4) dan (5)
(1), (3) dan (5)
(2), (3) dan (5)
(2), (3) dan (4)
Sumber prasejarah berupa benda-benda peninggalan (aktivitas) manusia, seperti kapak genggam, kapak perimbas, cincin, dan manik-manik disebut
Fosil
Artefak
Ifsefak
Ekofak
Feature
Pendirian bangunan megalitik seperti dolmen, peti kubur, sarkofagus, waruga, memiliki maksud utama sebagai pengharapan kesejahteraan bagi yang masih hidup serta kesempurnaan bagi si mati. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa telah berkembang sistem kepercayaan, yaitu
Monoteisme
Dinamisme
Totemisme
Animisme
Politeisme
Temuan pertama Eugene Dubois yang merupakan fosil tengkorak di Trinil Jawa Timur pada tahun 1819 adalah
Megantropus paleojavanikus
Homo sapiens
Pithecantropus erectus
Homo wajakensis
Pithecantropus soloensis
Dalam konsepsi kepercayaan mengenai animisme, manusia yang meninggal dibekali bermacam-macam barang keperluan sehari-hari. Misalnya perhiasan, periuk dan lain-lain yang dikubur secara bersamaan. Hal tersebut bertujuan
Agar roh yang meninggal bisa bahagia dan nyaman di alam nirwanaseperti ketika masih hidup
Agar perjalanan yang meninggal ke dunia arwah dan kehidupan selanjutnya akan terjamin dengan sebaik-baiknya
Agar keluarga yang ditinggalkan mengikhlaskan perjalanan yang meninggal ke alam yang baru karena telah dibekali barang-barang keperluannya.
Yang meninggal hanya pindah tempat saja, dan kehidupan masih seperti sebelumnya.
Roh yang meninggal tidak akan lenyap karena roh memiliki alamnya sendiri
Pada tahun 1950 untuk pertama kalinya ditemukan cap-cap tangan di dinding gua tepatnya di Leang Pattae, Sulawesi Selatan. Tokoh penemu cap-cap tangan tersebut adalah
C. H .M. Heeren-Palm
C. J. H. Franssen
J. Roder
Soejono dan Mulvaney
K. W. Galis
Sebuah batu tegak yang berfungsi untuk memperingati orang yang telah mati, yang dianggap sebagai media penghormatan dan menampung kedatangan roh, serta menjadi lambang orang-orang yang dihormati adalah
Dolmen
Sarkofagus
Waruga
Menhir
Punden Berundak
Menurut para ahli purbakala bahwa manusia purba di Indonesia pada umumnya diklasifikasikan menjadi manusia purba Homo Erectus dan Homo Sapiens. Manusia purba Homo Erectus dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan, yakni jenis Arkaik, Tipik dan Progresif. Jenis Arkaik contohnya adalah Megrantropus Paleojavanicus, jenis Tipik contohnya adalah Pitecantropus Erectus dan jenis Progresif contohnya adalah
Homo Florensiensis
Siantropus Pekinensis
Homo Neandertalensis
Homo Soloensis
Pitecantropus Robustus
Sangiran merupakan situs yang terdapat beragam fosil manusia puba, fosil fauna, fosil tumbuhan, artefak dan lapisan tanah yang terendapkan secara alamiah tidak kurang dari 2 juta tahun silam. Atas beragam kelebihan tersebut UNESCO menetapkan situs Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia no. 593 pada tahun 1996 dengan nama The Sangiran Early Man Site. Adapun alasan utama pemberian ketetapan tersebut adalah
Terjadinya evolusi kebudayaan manusia purba dengan penemuan alat batu
Penemuan fosil Homo Erectus (Sangiran 17) yang membuktikan evolusi manusia
Adanya fosil binatang-binatang purba yang menggambarkan adanya ekosistem hutan
Menggambarkan adanya perubahan lingkungan dari hutan, daratan, rawa-rawa menjadi lautan
Situs sangiran pada masa praaksara merupakan bekas lautan yang mengalami sedimentasi
Menurut Teori Nusantara, asal usul nenek moyang bangsa Indonesia dari....
Yunan
Afrika
Indonesia
Taiwan
Cina Selatan
Masa Praaksara atau pra sejarah adalah...
masa ketika manusia belum mengenal kebudayaan
masa dimana manusia belum mengenal tulisan
masa manusia puba hidup
masa ketika manusia menggunakan alat dari batu sebagai perkakas hidupnya
masa manusia mulai mengenal kesenian dan kepercayaan
Di bawah ini yang bukan ciri masa berburu dan mengumpulkan makanan adalah ...
hidup berkelompok
hidup berpindah-pindah (nomaden)
menggunakan alat dari batu yang masih kasar
mengenal kebudayaan megalitik
menganut prinsip primus interpares dalam menentukan pemimpin
Klasifikasi yang benar tentang suku-suku bangsa di Indonesia berdasarkan nenek moyangnya adalah
Proto : Dayak-Batak
Deutero : Minang-Jawa
Melanesia : Papua-Arafuru
Proto : Bugis-Toraja
Deutero : Bali-Madura
Melanesia : NTT-NTB
Proto: Nias-Melayu
Deutero : Aceh-Anak Dalam
Melanesia : Halmahera-Papua
Proto : Sasak-Sunda
Deutero : Jawa-Toraja
Melanesia : Siak-Lampung
Proto : Papua-Jawa
Deutero : Jawa-Toraja
Melanesia : Bali-Madura
Kebudayaan masyarakat praaksara yang tinggal di dalam gua disebut....
Abris Sous Roche
Dongson
Pacitan
Kjokkenmoddinger
Megalitikum
Kebudayaan masyarakat praaksara yang tinggal di tepi pantai disebut....
Abris Sous Roche
Dongson
Pacitan
Kjokkenmoddinger
Megalitikum
Masyarakat berburu selalu berpindah-pindah dengan alasan ....
masyarakat saat itu sering mendapatkan ancaman dari bintang buas, sehingga rasa takut membuat mereka menghindar dan mencari daerah yang lebih aman
tempat yang mereka singgahi tidak membuat mereka betah karena sering terjadi bencana alam
makanan yang tersedia di tempat tersebut sudah habis, sehingga mereka harus mencari daerah lain yang masih menyediakan makanan
sering terjadinya peperangan antar kelompok masyarakat memperebutkan wilayah, rasa takut dengan kelompok masyarakat lain membuat mereka mencari daerah aman
adanya keyakinan atau kepercayaan yang melarang mereka untuk tinggal di daerah tersebut, sehingga harus pindah ke tempat lain
Gambar berikut yang merupakan punden berundak adalah...
Kebudayaan Ngandong berkembang di daerah Ngandong dekat Ngawi JawaTimur. Adapun alat-alat yang ditemukan berupa kapak genggam dan alat-alat kecil yang disebut alat serpih atau...
flake
pebble court
hance court
weizenbeil
kleinbeil
Perhatikan ciri-ciri berikut :
a. mulai mengenal api
b. mengenal kepercayaan
c. baru mengenal kesenian
ciri tersebut terjadi masa ....
Paleolitikum
Mesolitikum
Neolitikum
Megalitikum
Archaikum
Teknik pembuatan benda perunggu yang dilakukan dengan menggunakan 2 cetakan yang diberi lubang pada bagian atas, didalam lubang tersebut diberi logam yang sudah mencair, apabila sudah dingin maka selesailah pengerjaannya adalah tehnik
Cetakan Lilin
A Cire Perdue
Pendinginan
Eksperimen
Bivalve
Perhatikan pernyataan di bawah ini !
(1) Dahi dapat dikatakan tidak ada
(2) Volume otak kurang lebih 900cc
(3) Tulang kening sangat menonjol ke muka
(4) Berjalan tegak
(5) Masih memiliki ekor
(6) Lengan berfungsi untuk menyangga tubuh
Berdasarkan data-data di atas yang merupakan ciri-ciri biologis dari manusia jenis Pithechantropus Erectus ditunjukkan pada nomor...
1-2-3-4
2-4-5-6
1-3-5-6
2-4-5-6
3-4-5-6
Berdasarkan peta tersebut maka jalur migrasi bangsa Deutro Melayu dari Yunan melalui
Yunan, taiwan, sulawesi utara, jawa, nusa tenggara
Semenanjung melayu, sumatra, jawa, kalsel dan sulsel
Taiwan, Philipna, Kalimantan, Sumatra dan Jawa
Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi
Papua, Nusatenggara, Sulawesi, Maluku dan Philipina
Kjokkenmodinger berarti sampah dapur, yakni situs kehidupan manusia purba yang berupa tumpukan fosil yang berupa sampah kulit kerang. Keberadaan situs menunjukkan adanya manusia purba yang menggantungkan hidup pada lingkungan
Gunung
Hutan
Pantai
Kota
Sungai
Paleolitikum adalah jaman batu periode tua. Alat-alat batu yang dihasilkan pada masa ini adalah
Kapak Lonjong dan Kapak Persegi
Kapak Sumatera dan Kapak Batu
Kapak Pendek dan Alat Serpih
Flakes dan Mikrolith
Kapak Perimbas dan Chopper
Menurut penelitian Van Stein Calenfels tentang kehidupan Abris Sous Roche di goa Sampung membuktikan bahwa pendukung utama kebudayaan itu adalah ras Melanesia. Hal ini diketahui dari penelitian fosil yang ditemukan pada situs itu. Abris Sous Roche berarti
tepi sungai sebagai tempat tinggal
goa sebagai tempat tinggal
kebudayaan tulang dari dalam goa
batu sebagai manifestasi spiritual
lukisan pada didnding goa.
Gambar produksi jaman logam tersebut secara urut dari sebelah kiri adalah
Bejana Perunggu, Nekara, Moko
Moko, Nekara, Bejana Perunggu
Bejana Perunggu, Moko, Nekara
Candrasa, Bejana Perunggu, Moko
Moko, Nekara, Kapak Corong
Perhatikan pernyataan berikut:
1. Mereka masih hidup mengembara. Tempat tinggal sementara di gua-gua. Ada pula kelompok yang tinggal di daerah pantai
2. Mencari makanan berupa binatang buruan dan tumbuh-tumbuhan liar di tepi sungai atau danau. Mereka mencari kerang sebagai makanannya.
3. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil untuk memudahkan pergerakan dalam mengikuti binatang buruan atau mengumpulkan makanan.
Pola Kehidupan tersebut identik dengan...
Producing
Gathering
Nomaden
Sejenten
Perhatikan pernyataan berikut:
1. Mereka dapat menyimpan sisa-sisa makanan dengan lebih baik dan aman
2. Mereka memiliki waktu yang lebih banyak untuk berkumpul dengan keluarga, sekaligus menghasilkan kebudayaan yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupannya
3. Mereka mulai mengenal sistem kepercayaan
pola hunian manusia masa pra aksara yang sesuai dengan pernyataan di atas adalah
Palaeolitikum
Mesolitikum
Neolitikum
Megalitikum
Benda tersebut banyak ditemukan di Pacitan dan Ngandong, representasi benda tersebut adalah
Kapak Genggam
Kapak Perimbas
Kapak Lonjong
Flakes
Kjokkenmoddinger merupakan istilah dari bahasa Denmark, kjokken berarti dapur dan modding dapat diartikan sampah (kjokkenmoddinger = sampah dapur). Dalam kaitannya dengan budaya manusia, kjokkenmoddinger merupakan tumpukan timbunan kulit siput dan kerang yang menggunung di sepanjang pantai Sumatra Timur antara Langsa di Aceh sampai Medan. Informasi yang dapat diperoleh dari penjelasan tersebut adalah.....
Tinggal di tepi pantai.
Bukit batu karang
Sisa-sisa makanan
Tulang belulang sisa makanan
Bukti nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari mongol menurut JL Moens adalah....
Membawa kebudayaan neolitikum dengan perahu bercadik
Masyarakat indonesia mempunyai ciri fisik yg sama
Kapak persegi dan lonjong berasal dari kebudayaan mongol
Adanya serangan bangsa mongol ke daerah selatan
Suku dibawah ini merupakan suku bangsa proto melayu (melayu tua) ialah....
Suku nias, suku jawa dan suku batak
Suku nias, suku toraja dan suku dayak
Suku jawa, suku dayak dan suku baduy
Suku nias, suku dayak dan suku baduy
Fosil manusia purba yang pertama ditemukan adalah...
Meganthropus Paleojavanicus
Pithecanthropus Erectus
Pithecanthropus Mojokertensis
Homo Wajakensis
Homo Soloensis
Gambar apakah ini ?
Menhir
Dolmen
Sarkofagus
Punden Berundak
Arca
Teori yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Taiwan adalah teori...
Out of Africa
Out of Taiwan
Nusantara
Out of Yunan
Out of China
Kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong merupakan kevudayaan masa....
berburu dan mengumpulkan makanan
bercocok tanam
mesolitikum
Neolitikum
Megalitikum
1. Berikut ini merupakan kebudayaan zaman batu, kecuali...
Paleolitikum
Mesolitikum
Neolitikum
Proto Melayu
Pada masa mesolitikum, kebudayaan Kjokkenmoddinger banyak ditemukan. Hal ini menunjukkan adanya ...
Bukti bahwa manusia purba yang mengkonsumsi kerang dan siput
Tempat tinggal di goa-goa
Manusia purba melakukan perburuan hewan di hutan
Telah ditemukannya api dan cara memasak makanan
Perhatikan data di bawah ini!
1.) Zaman Logam
2.) Zaman Mesolithikum
3.) Zaman Paleolithikum
4.) Zaman Megalithikum
5.) Zaman Neolithikum
Dari data di atas, yang termasuk pembagian pra-aksara Indonesia berdasarkan geologi sesuai urutannya adalah...
1, 2, 3, 4, dan 5
5, 4, 3, 2, dan 1
3, 2, 5, 4, dan 1
4, 5, 1, 2, dan 3
2, 3, 4, 5, dan 1
Masyarakat Nusantara pada masa sebelum mengenal huruf telah mengenal ilmu perbintangan, yang berfungsi untuk . . . .
Keperluan pelayaran di lautan
Kepentingan upacara terhadap arwah leluhur
Menghitung waktu yang tepat bagi irigasi sawah
Menentukan waktu yang tepat untuk bercocok tanam
Memperkirakan waktu yang tepat untuk singgah di pulau bar
