wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

CERITA PENDEK

Total questions: 45

Worksheet time: 33mins

Name
Class
Date
1.

Sifat tokoh ibu Samosir dalam cerita tersebut adalah ....

a)

tegas

b)

tidak patuh

c)

jujur

d)

acuh tak acuh

2.

Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...

a)

a. Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca

b)

b. Berbagai kerumitan bermunculan

c)

c. Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi

d)

d. konflik mencapai sebuah penyelesaian

3.

Tema yang tepat untuk cerita tersebut adalah ....

a)

kedisiplinan

b)

persaudaraan

c)

ingkar janji

d)

tanggung jawab

4.

Sifat tokoh Beni dalam cerita tersebut adalah ....

a)

rajin dan peduli

b)

jujur dan pandai

c)

rajin dan angkuh

d)

pintar dan peduli

5.

Amanat yang terkandung dalam cerita tersebut adalah ....

a)

jangan takut menghadapi rintangan yang menghadang

b)

kita harus mengetahui sebab terjadinya suatu peristiwa

c)

perhatikan lingkungan sekitarmu agar tidak mudah tertipu

d)

kita harus bersahabat dengan lingkungan sekitar

6.

Latar tempat cerita tersebut adalah ....

a)

pohon

b)

sarang

c)

kandang

d)

rumah

7.

Mengapa rubah mengajukan persyaratan kepada kancil?

a)

rubah meragukan janji kancil untuk mengembalikan makanannya

b)

rubah ingin menakuti gajah dengan mendatangkan banyak kancil

c)

kancil memaksa makanan rubah secara paksa

d)

kancil meminta dengan memelas sehingga rubah kasihan

8.

Bagian dari plot yang menceritakan masalah dalam cerita sudah sangat gawat dengan konflik telah memuncak adalah....

a)

Orientasi

b)

Resolusi

c)

Klimaks

d)

Konflik

9.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2) Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3) Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4) Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

10.

Maksud pernyataan yang bercetak miring adalah ....

a)

Ibu Samosir tidak ingin Samosir tahu bahwa ia seekor ikan.

b)

Ibu Samosir ingin suaminya memberi tahu masa lalu Samosir.

c)

Ibu Samosir tidak ingin suaminya mengetahui identitasnya.

d)

Ibu Samosir ingin Samosir tahu bahwa ia seekor ikan.

11.

Bacalah teks cerpen berikut!

(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.

Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

12.

Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. (1) "Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” (2) Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,” jawabnya dengan suara terbata-bata. (3) ”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. (4)

Bukti latar tempat pada kutipan cerita tersebut ditandai nomor ...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

1 dan 2

13.

Di sinilah ayah dulu mengajariku berenang, mengajariku bunyi gemeletar punggung buaya lapar dan kecipak anak-anak ikan kemuring. Disini juga ayah mendidikku membedakan suara katak daun dan suara keciap ular manau, yang meniru suara katak untuk melahapnya. Sering aku dan ayah menyusupi celah-celah nifah, menyelam di bawah gemersik pelepahnya, saling menguji ketahanan dengan tidak bernafas. Lamunanku buyar ketika telapak kakiku yang mencelup air dikerumuni ikan nari dan batu tempat aku duduk tidak tersinari lantaran matahari hampir tenggelam.


Tema kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

kasih sayang seorang ayah

b)

kehidupan di laut

c)

berenang bersama

d)

air sungai yang dingin

14.

tetapi rasa gundah gulanaku kali ini bukan lagi karena mengenang Bang Rizani. Aku telah melepas kepergiannya dengan segala kesucian hati dan kejernihan asa. Aku tidak mungkin membohongi naluri keperempuananku. Sepuluh tahun menyendiri bukan waktu yang sekejap. Aku merasa bagaikan sepotong pualam yang tidak boleh tergores sedikit pun supaya selalu berharga di mata banyak orang.


Nilai moral yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dalam kutipan tersebut adalah ...

a)

Seorang istrinya selalu mengenang suaminya yang telah meninggal.

b)

Seorang istri yang setia sampai mati terhadap suaminya

c)

Seseorang wanita ibarat sepotong pualam yang sewaktu-waktu dapat pecah.

d)

Seorang wanita yang telah ditinggal mati suaminya dapat menjaga diri

15.

Baik hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambil membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meskipun mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka. Kuda pincang yang ia tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Namun, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannya pupuk.


Sudut pandang dalam cerita tersebut adalah ....

a)

Orang pertama tokoh utama

b)

Orang pertama sebagai pengamat

c)

Orang kedua

d)

Orang ketiga serba tahu

16.

Lampu di beranda depan rumah sudah dipasang ibu, Zulbahri juga bercerita, kadang-kadang lambat-lambat, kadang-kadang cepat-cepat. Angin mendesir-desirkan daun-daun jarak. Bulan makin terang. Zulbahri berhenti bicara. Dari kantongnya dikeluarkan sehelai kertas, diberikan kepada ayah. Air teh yang disediakan ibu, tidak disinggung-singgungnya. Ia berdiri dengan merunduk, lalu meninggalkan kami.


latar waktu dalam kutipan cerita tersebut adalah....

a)

sore hari

b)

siang hari

c)

pagi hari

d)

malam hari

17.

(1) "Ini sekalian untuk periksa Puput ke dokter. Biaya dokter mahal. Ayo terima saja. Aku sedih dengar Puput sakit..." jelas katropal. (2) Setelah mendapatkan uang. Nani segera membawa Puput ke dokter. Dia ingin anak semata wayangnya segera sembuh. (3) Dokter menyarankan Puput dibawa ke rumah sakit. Tanpa kata-kata Nani meninggalkan ruang praktek dokter. kepala Nani tiba-tiba Berdenyut-denyut. tidak pernah terbayangkan oleh Nani jika suatu hari ia harus berurusan dengan rumah sakit. Berurusan dengan rumah sakit seperti berurusan dengan polisi pasti berbelit dan selalu berhubungan dengan . Hal terakhir ini yang membuat kepala Nani terus berdenyut nyeri.(4) Menggendong Puput membuat Nani makin tidak berdaya.


Konflik yang dialami tokoh Nani dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

memeriksa anak semata wayang ke dokter

b)

sakit kepala membuat semakin tidak berdaya

c)

berurusan dengan polisi yang pasti berbelit-belit

d)

keengganan tokoh berurusan dengan rumah sakit

18.

(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajar memang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.

Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….

 

a)

A.    (1)

b)

B.     (2)

c)

C.     (3)

d)

D.    (4)

e)

E.     (5)

19.

“Hanafi, mudah-mudahan Tuhan mengampuni dosamu. Sebagai ibu yang engkau durhakai dengan lillaahitaala sudah rela mengampuni akan dikau.” Hanafi tergeletak tertawa seolah mencemooh pula,” Hai ibu, mengucap ibu dengan tulusnya barangkali ibu akan mendapatkan ilham, lalu dapat berkata dengan benar. Pada hematku ibulah juga yang banyak bersalah atas diriku.” Nilai moral yang sesuai teks tersebut adalah ….

a)

A.    Anak durhaka yang tidak perlu dicontoh

b)

B.     Anak baik dan sopan santun

c)

C.     Ibu yang durhaka

d)

D.    Anak buruk hati

e)

E.     Anak yang pamer

20.

Astaga, siapa orang-orang ini? Tampang mereka seperti orang-orang kriminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu urusan mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang aku tahu sebagai supir taksi. Nilai moral yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

A.    Kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.

b)

B.     Ketakutan yang timbul akibat pengalaman masa lalu.

c)

C.     Jangan berprasangka buruk hanya karena melihat penampilannya

d)

D.    Ketidakpercayaan terhadap orang-orang di sekitarya

e)

E.     Ketakutan melihat orang jahat

21.

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang miskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampung yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.

 

Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

A.    Sosial

b)

B.     Politik

c)

C.     Agama

d)

D.    Ekonomi

e)

E.     Pendidikan

22.

1) Kalau ada pertandingan dini hari, aku dan Ayah bahu-membahu untuk membangunkan. 2) Kami berdua beranak batanggang, atau tidak tidur sampai dini hari, duduk terpaku di depan TV Grundig 14 inci yang berkerai kayu tripleks, ditemani bergal-gelas kopi.

3) Di Stadion Ullevi Gothenburg, tim berambut pirang ini meledakkan gawang Belanda hanya dalam 5 menit pertama melalui tandukan Larsen: 1 – 0. 4) Aku mengepalkan tangan tinggi-tinggi di udara, “Yes!” teriakku. 5) Aku lirik Ayah, beliau menggeleng-geleng sambil mendeham.

Bukti latar tempat dalam kutipan novel tersebut ditunjukkan kalimat ….

a)

A.    1)

b)

B.     2)

c)

C.     3)

d)

D.    4)

e)

E.     5)

23.

. . . . “Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!” “Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!” Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .” “Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang. Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian…..

a)

A.    Orientasi

b)

B.     Resolusi

c)

C.     Komplikasi

d)

D.    Koda

e)

E.     Klimaks

24.

"Di akhirat, Tuhan Allah memeriksa orang-orang yang sudah berpulang. Para malaikat bertugas di samping-Nya. Di tangan mereka tergenggam daftar dosa dan pahala manusia. Begitu banyaknya orang yang diperiksa."

Nilai yang dominan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Agama

b)

Budaya

c)

Moral

d)

Sosial

25.

Saya tidak setuju, saya punya pendapat lain. Tapi apa artinya bantahan seorang suami. Kalau adik/istri saya atau kakaknya, atau bapak-ibunya yang membantah, mungkin akan diturutinya. Tapi kalau dari saya, jangan harap.

Nilai yang dominan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Agama

b)

Budaya

c)

Moral

d)

Sosial

26.

Di warung kopi, sore itu, sahabatmu mendengar tukang kebun itu bercerita ...

Nilai yang dominan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Agama

b)

Budaya

c)

Moral

d)

Sosial

27.

Padahal saya sama sekali tidak bermaksud menerima suap itu. Saya hanya memerlukan waktu untuk menolak.

Nilai yang dominan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Agama

b)

Budaya

c)

Moral

d)

Sosial

28.

Sementara Bu Suly membuka jendela facebook, meng-upload foto siswanya yang sedang mengarang dengan update status, Senin yang indah!

Nilai yang dominan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Agama

b)

Budaya

c)

Moral

d)

Sosial

29.

"Siapa yang akan peduli. Masyarakat sedang senang-senangnya melihat pemakan suap digebuk.

Kalau bisa mereka mau langsung ditembak mati tanpa diadili lagi."

Berdasarkan kutipan di atas, penerapan yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah ...

a)

Langsung tembak mati ketika melihat orang lain melakukan korupsi

b)

Berupaya untuk tidak melakukan tindakan korup

c)

Senang melihat pemakan suap digebuk

d)

Peduli kepada masyarakat yang sedang senang

30.

Bu Suly, hari ini sedang malas mengajar. Bagi Bu Suly, Senin adalah hari yang dirundung kemalasan. Bila kondisinya semacam ini, yang ia lakukan adalah memberi tugas siswa ...

Berdasarkan kutipan di atas, penerapan yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah ...

a)

Tidak mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh guru yang malas

b)

Jadilah seorang guru yang profesional dan berakhlak mulia

c)

Jangan memberi nama anak dengan nama Suly karena akan malas mengajar

d)

Sebagai guru, jangan memberikan tugas kepada siswa

31.

Kutipan yang menggambarkan perilaku antikorupsi adalah ...

a)

Dia minta agar di dalam lomba lukis internasional, peserta yang mewakili daerahnya dimenangkan.

b)

“Kalau wakil kami menang, Bapak boleh menuliskan angka berapa pun di atas cek kontan ini ..."

c)

Dia mengulurkan uang itu. Kalau pada waktu itu ada wartawan yang menjepret, saya sudah pasti akan diseret oleh KPK, lalu diberi seragam koruptor

d)

Aku tidak mau Abang memaksa diri menerima suap hanya untuk menyenangkan hatiku. Jangan.

32.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.

Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...

a)

Harusnya orang makan daging

b)

Pentingnya menepati janji

c)

Harus menghormati orang lain

d)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

e)

Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

33.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

34.

Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

b)

Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

c)

Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

d)

Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

e)

Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.

35.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

disebarluaskan secara lisan

b)

statis

c)

kesaktian

d)

anonim

e)

istana sentris

36.

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorangpun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.


Watak tokoh Hang Jebat dalam penggalan hikayat tersebut adalah ….

a)

Pemberani

b)

Sombong

c)

Baik budi

d)

kasar

37.

5. Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

a. tubuhnya digerogoti penyakit

b)

b. buruknya pelayanan rumah sakit

c)

c. susahnya menjadi orang miskin

d)

d. banyak bangsal yang kosong

38.

6. Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.

“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah

a)

a. orang pertama pelaku utama

b)

b. orang ketiga pelaku sampingan

c)

c. orang ketiga pelaku utama

d)

d. orang pertama dan ketiga

39.

7. (1) Kompilkasi (2) Orientasi (3) Abstrak (4)Evaluasi (5)Koda (6)Resolusi

Urut-urutan struktur teks cerpen yang benar adalah

a)

a. 1,2,3,4,5,6

b)

b. 2,6,5,4,3,1

c)

c. 3,2,1,4,6,5

d)

d. 4,5,6,3,2,1

40.

18. Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bamboo itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. [ … .] Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan teks cerpenl tersebut adalah …..

a)

A. Bapak memotret senja itu

b)

B. Bapak tertidur Karen alelah

c)

C. Bapak selalu menikmatinya.

d)

D. Bapak dan ibu duduk berdua

41.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor.…

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

42.

Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.

Bukti bahwa watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui….

a)

tingkah laku tokoh kamu

b)

tingkah laku tokoh aku

c)

dialog tokoh kamu

d)

dialog tokoh aku

43.

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.

(M. Zuhri, "Kandang Merpati")

Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah....

a)

tokoh

b)

latar waktu

c)

latar tempat

d)

penokohan

44.

Bacalah teks cerpen ini dengan saksama!

Yang paling aku nikmati ketika naik Garuda adalah membayangkan diriku sebagai dewa yang ke mana-mana berkendaraan burung perkasa itu. Tapi ada hal lain, yang paling aku khawatirkan adalah kalau di ketinggian sekian puluh kilometer mendadak mesinnya mati dan kami rame-rame nyangsang di hutan atau nyemplung di laut.

Jadi, supaya merasa tenang, begitu menginjak anak tangga paling bawah aku buru-buru berdoa seingatku saja mengikhlaskan seluruhnya: tubuh, nyawa, dan kenangan yang ada dalam benakku.

Yang paling aku benci ketika naik Garuda adalah kalau kebetulan di dekat jendela sebelahku duduk seorang lelaki tua, sendirian saja, yang begitu duduk langsung ngorok. Tawaran permen, minuman, dan roti oleh pramugari (yang susah-susah kerja melalui seleksi) sama sekali tak dipedulikannya. Mungkin tak dirasakannya juga ketika Garudaku menembus cuaca buruk atau disedot udara kosong. Mungkin ia juga tidak berdoa ketika penumpang lain ndremimil setelah mengeluarkan kitab saku yang isinya doa.

Dan yang bikin aku kapok adalah ketika lelaki tua di sampingku itu tidak lagi terdengar ngorok, dan ketika Garudaku sudah mendarat dan ketika kami berebut bangkit mengambil barang bawaan ia tetap tak beranjak dari tempat duduknya. Tampaknya ia sudah bebas dari ikatan dunia, tak mempedulikan kami lagi.

Sejak itu aku benar-benar kapok naik Garuda.

"Tapi Bapak mau naik apa, hayo?" tanya orang kantor yang suka membelikan tiket.

(Naik Garuda, Sapardi Djoko Damono)

Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam cerpen tersebut adalah....

a)

sudut pandang orang pertama pelaku utama

b)

sudut pandang orang pertama pelaku sampingan

c)

sudut pandang orang ketiga serba tahu

d)

sudut pandang orang ketiga pengamat

e)

sudut pandang orang kedua

45.

"Kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam-putih, Pak. Diah itu telah banyak menanggung beban hidup, sudah selayaknya kita ikut mendampingi dan membantunya, bukan malah menambah bebannya."

Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Ketegasan dalam mendidik

b)

Sebagai manusia harus saling tolong menolong

c)

Guru harus bersikap profesional dalam mendidik muridnya

d)

Seorang pendidik harus bisa membantu siswanya dalam mengatasi permasalahan hidup