NEW
Font size
WorksheetsKritik Tari
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 40mins
Secara Etimologi, istilah kritik berasal dari kata Yunani “kritikos” yang berarti
Pengacara
Jaksa
Hakim
Algojo
Polisi
Kritik tari adalah
Suatu penilaian karya tari yang diungkapkan dengan jujur dan teratur
Suatu kajian tentang penilaian karya tari yang diungkapkan secara deskriptif
Suatu penilaian (penghargaan) terhadap suatu nilai seni dan budaya
Suatu kajian tentang keunggulan karya tari yang diungkapkan dengan kritis dan sistematis
Suatu penilaian karya tari yang diungkapkan dengan tersurat (tertulis)
Objek Kritik tari hanya terbatas pada
Tari upacara
Tari ritual
Tari hiburan
Tari pergaulan
Tari tontonan
"Gerakan telapak tangan terbuka ke depan seolah suatu harapan yang diciptakan oleh koreografer seperti alur cerita, yaitu masih adalah jalan untuk mencapai keutuhan persahabatn dalam kebajikan? Ada gerak represantional seperti merokok menggambarkan pergaulan yang menyimpang relevan dengan penggambaran cerita dua orang pemuda dalam kehidupan yang negatif."
Kutipan paragraf interpretasi tersebut menggunakan teori pendekatan
Hermeneutika
Kontekstual
Semiotika
Formalisme
Ekspresivisme
"Sisi menarik dari karya ini terletak pada nilai-nilai yang terkadung. Formasi sembilan penari perempuan yang penuh dengan simbol dan filosofi Jawa. Bedhaya Sang Amurwabumi adalah tarian yang mengekspresikan kehendak seorang raja. Penciptaan tari Bedhaya Sang Amurwabumi menandai kedatangan raja baru dan memperingati warisan ayahnya. Karya tari Bedhaya Sang Amurwabumi ini merupakan legitimasi Sri Sultan Hamengku Buwana X kepada swargi (almarhum Sri Sultan Hamengku Buwana IX), yang mempunyai konsep filosofis, yakni setia kepada janji, berwatak tabah, kokoh, toleran, selalu berbuat baik dan social."
Kutipan paragraf evaluasi tersebut menggunakan teori paradigma penilaian
Formalisme
Ekspresivisme
Instrumentalisme
Hermeneutika
Semiotika
Fungsi tari pertunjukan yang tepat salah satunya yaitu
Untuk sarana acara upacara adat desa
Untuk media hiburan pergaulan masyarakat
Untuk ekspresi cita rasa estetis koreografernya
Untuk pelestarian karya tari turun temurun
Untuk penampilan pementasan karya tari semata
Sumber keindahan karya tari berasal dari
Koreografer dan penari
Koreografer dan penonton
Penari dan penonton
Apresiator dan kritikus
Seniman dan pengamat
Keindahan garapan karya tari dapat terlihat dari
Bentuk dan isi
Tema dan gaya
Kualitas dan kuantitas
Artistik dan estetik
IPTEKS
Kritik tari yang menonjolkan aspek pemberitaan disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Jenis kritik tari yang diterapkan dalam proses pembelajaran disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Kritik yang mengarah ke "Critical Judgement" terhadap karya tari secara luas, mendalam dan sistematis disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik aktivis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Jenis kritik yang berkembang dari wacana, diskusi, perbincangan dan bahan perkuliahan yang membahas realitas karya tari yang bersifat kontemporer disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Sasaran pembaca kritik jurnalistik yaitu
Pembaca surat kabar
Peserta didik
Masyarakat kampus
Komunitas Seni
Netizen warganet
Sasaran pembaca kritik pendagogis yaitu
Pembaca majalah
Peserta didik
Msyarakat kampus
Komunitas seni
Netizen warganet
Sasaran pembaca kritik akademis yaitu
Pembaca majalah
Peserta didik
Masyarakat kampus
Komunitas seni
Netizen warganet
Sasaran pembaca kritik populer yaitu
Pembaca majalah
Peserta didik
Masyarakat kampus
Komunitas seni
Netizen warganet
Sasaran pembaca kritik populer yaitu
Pembaca majalah
Peserta didik
Masyarakat kampus
Komunitas seni
Netizen warganet
Kritik tari yang bertujuan untuk memberikan informasi peristiwa kesenian disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Kritik tari yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan pengalaman artistik-estetis peserta didik disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Jenis kritik yang bertujuan untuk penghakiman terhadap kualitas karya tari disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik aktivis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Jenis kritik yang bertujuan untuk memberikan pemahaman baru mengenai realitas karya tari kontemporer disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Jenis kritik yang berisi opini penulis mengenai pertunjukan seni tari disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Jenis kritik yang berisi respons kritis terhadap proses dan hasil penciptaan karya tari peserta didik disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Jenis kritik yang berisi pengkajian nilai seni tari secara luas, mendalam dan sistematis berdasarkan metode pendekatan yang relevan (misalnya: tinjauan sejarah), disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik aktivis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Jenis kritik yang berisi tanggapan dari penilaian yang mengutamakan fakta visual terhadap karya tari kontemporer disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Kritik tari yang berfokus pada penarikan kesimpulan terhadap kulitas dan kelemahan karya tari berdasarkan opini pribadi dan beresiko tidak akurat karena tidak didasari oleh analisis yang sistematis disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Kritik tari yang berfokus pada penarikan kesimpulan terhadap kualitas karya tari didasari oleh standar nilai yang telah disepakati disetiap cabang seni (tari), disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
Kritik tari yang berfokus pada penarikan kesimpulan terhadap hasil penilitian atau berdasarkan standar penilaian yang telah dibuat, desepakati dan dibakukan terlebih dahulu, sehingga hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan secara akademik disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik aktivis
Kritik akademis
Kritik populer
Kritik tari yang berfokus pada penarikan kesimpulan berdasarkan metode pendekatan yang relevan dengan karya tari yang dikritisi, namun metode tersebut belum dapat dipecahkan melalui teori-teori seni (tari), disebut
Kritik jurnalistik
Kritik pendagogis
Kritik akademis
Kritik ilmiah
Kritik populer
1.Interpretasi
2.Deskripsi
3.Analisis
4.Evaluasi
Sistematika penulisan kritik tari yang tepat yaitu
1, 2, 3, 4
2, 3, 1, 4
3, 1, 2, 4
2, 1, 3, 4
1, 3, 2, 4
Dalam urutan penulisan kritik tari yang berisi tentang uraian mengenai hasil pengamatan seseorang terhadap komponen komposisi tari, sehingga dapat memberikan gambaran kepada pembaca mengenai kronologi tari serta genre dan style tari, disebut
Deskripsi
Analisis
Interpretasi
Evaluasi
Paradigma
Dalam urutan penulisan kritik tari yang berisi tentang persoalan pertunjukan tari (mutu pembaharuan, pilihan gerak, mutu komposisi tari, mutu penari, kesesuaian komposisi tari dengan situasi pentasnya, hubungan antar komponen tari), disebut
Deskripsi
Analisis
Interpretasi
Evaluasi
Paradigma
Dalam urutan penulisan kritik tari yang berisi tentang ulasan suatu fenomena tari, dengan cara mencari dan mengungkapkan makna-makna dibalik apa yang tersurat dan tersirat di dalam tari, disebut
Deskripsi
Analisis
Interpretasi
Evaluasi
Paradigma
Dalam urutan penulisan kritik tari yang berisi tentang kegiatan kritikus dalam menetapkan kualitas tari dan menetapkan ranking setelah dibandingkan dengan tari lain yang sejenis, disebut
Deskripsi
Analisis
Interpretasi
Evaluasi
Paradigma
Dalam artikel kritik tari, ciri-ciri paragraf yang berisi deskripsi yaitu
Terdapat kronologi tari
Terdapat mutu pembaharuan
Terdapat makna tari
Terdapat ranking tari
Terdapat tulisan
Pada artikel kritik tari, paragraf yang berisi tentang persoalan pertunjukan tari termasuk ke dalam sistematika
Deskripsi
Analisis
Interpretasi
Evaluasi
Paradigma
Di bawah ini, yang termasuk paragraf yang berisi Interpretasi dalam sistematika penulisan kritik tari yaitu
Terdapat kronologi tari
Terdapat mutu pembaharuan
Terdapat makna tari
Terdapat ranking tari
Terdapat tulisan
Di bawah ini, termasuk paragraf yang berisi evaluasi dalam sistematika penulisan kritik tari, kecuali
Penetapan kualitas tari
Penetapan ranking tari
Penetapan keunggulan tari
Penetapan kekurangan tari
Penetapan makna tari
Pendekatan interpretasi yang berisi tentang pengertian-pengertian di balik apa yang tersurat dari dalam tari melalui unsur komponen tari disebut
Hermeneutika
Kontekstual
Semiotika
Ekspresivisme
Instrumentalisme
Pendekatan interpretasi semiotika berisi tentang
Makna tersurat
Sosio budaya
Simbol-nilai tari
Unsur estetika tari
Latar belakang tari
Pendekatan interpretasi kontekstual berisi tentang segala hal yang melatarbelakangi penciptaan tari dan eksistensi tari, diantarantaranya kecuali
Sosio budaya
Peristiwa politik
Masalah sosial
Potensi pariwisata
Reaksi emosi penonton
Paradigma penilaian evaluasi dengan dasar penilaian menggunakan unsur-unsur estetika yang ditampilkan dalam karya seni disebut
Formalisme
Ekspresivisme
Instrumentalisme
Hermeneutika
Semiotika
Amati gambar tersebut, berdasarkan penampilan tarinya termasuk ke dalam jenis tari
Upacara
Ritual
Hiburan
Pergaulan
Pertunjukan
Di bawah ini, yang termasuk isi dari paradigma penilaian evaluasi ekspresivisme yaitu
Unsur estetika tari
Membangkitkan emosi penonton
Alasan koreografer mencipta
Latar belakang karya tari
Makna suatu karya tari
Di bawah ini, yang bukan berkaitan dengan isi dari paradigma penilaian evaluasi instrumentalisme yaitu
Sosial
Budaya
Politik
Sejarah
Estetika
"Gedung Teater Sastra, Universitas Negeri Jakarta menjadi tempat pertunjukan karya tari, pada hari Selasa, 9 Januari 2007 bagi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Tari dalam rangka ujian akhir mata kuliah koreografi tiga. Salah satu tari yang tampil berjudul "I Love You All" karya Wibrodus Wolo Odie yang akrab disapa Odie."
Kutipan paragraf artikel kritik tari tersebut berdasarkan sistematika penulisan kritik tari termasuk ke dalam urutan
Informasi
Deskripsi
Analisis
Interpretasi
Evaluasi
"Di bagian akhir, satu persatu seluruh penari mundur beksan meninggalkan panggung masih dengan diiringi kolaborasi gending gamelan jawa dan orkestra mengakhiri pertunjukan Tari Bedhaya Sang Amurwabumi."
Kutipan paragraf artikel kritik tari tersebut berdasarkan sistematika penulisan kritik tari termasuk ke dalam urutan
Informasi
Deskripsi
Analisis
Interpretasi
Evaluasi
"Dahulu yang boleh membawakan tari Bedhaya hanya para sentana dalem (anak cucu raja), namun sekarang setelah mengalami perkembangan, dapat pula ditarikan oleh siapapun yang berminat dan mampu melakukannya. Hal ini dapat dilihat dengan adanya keterbukaan dari pihak keraton yang bersedia menerima pihak-pihak luar keraton yang ingin belajar dan mendalami tari Bedhaya. Pada saat memeragakan tari Bedhaya biasanya penari dituntut harus masih gadis, berpuasa dan dalam keadaan suci (tidak sedang datang bulan). Sekarang ketentuan tersebut tidak seketat itu meskipun masih juga dilakukan apabila tarian tersebut untuk penobatan raja dan dilakukan di dalam keraton."
Kutipan paragraf artikel kritik tari tersebut berdasarkan sistematika penulisan kritik tari termasuk ke dalam urutan
Informasi
Deskripsi
Analisis
Interpretasi
Evaluasi
"Dari Tari Bedhaya Sang Amurwabumi ada tiga hal yang menarik untuk dibicarakan yaitu tema, koreografi, serta rias dan busana. ...."
Kutipan paragraf artikel kritik tari tersebut berdasarkan sistematika penulisan kritik tari termasuk ke dalam urutan
Informasi
Deskripsi
Analisis
Interpretasi
Evaluasi
"Ketidaksempurnaan tari ini terletak pada pemilihan kostum yang seragam, sehingga karakter tidak dapat tampak jelas dan terkesan apa adanya, namun demikian penampilan tari ini merupakan pertunjukan yang penuh dengan dinamika dan dapat memainkan emosi penonton. Penonton dapat merasakan perasaan dalam persahabatan, seperti yang ingin digambarkan oleh koreografer"
Kutipan paragraf artikel kritik tari tersebut berdasarkan sistematika penulisan kritik tari termasuk ke dalam urutan
Informasi
Deskripsi
Analisis
Interpretasi
Evaluasi
