wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UH NOVEL & KRITIK/ESAI SASTRA

Total questions: 15

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Cermati paragraf berikut!


“Maaf Bu, seminggu yang lalu ketika Thu sedang keluar kelas sebentar, saya buka buka buku paket Ibu, maksud saya ingin menyontek jawaban soal latihan, tidak sengaja saya melihat tulisan di halaman belakang buku tersebut.” Ujar Teja sambil terisak-isak memberi keterangan dengan lugunya. Wajahnya ia tutup dengan kain sarung bututnya penuh rasa bersalah.


Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah …..

a)

Cerpen menceritakan kehidupan guru di pedesaan dengan segala permasalahannya.

b)

Cerita ini sebenarnya menarik. Namun dalam kenyataan, mungkinkah seorang murid berani membuka-buka buku milik guru, apalagi dengan tujuan menyontek. Bagian ini jelas menunjukkan kurang logisnya jalinan cerita yang disajikan.

c)

Bahasa yang digunakan pengarang sangat sederhana. Dengan menggunakan bahasa sehari-hari cerpen mudah diikuti jalinan cenitanya.

d)

Tokoh Teja diceritakan dalam cerpen ini sebagai seorang siswa yang berani, kurang jujur, tetapi sangat menyayangi gurunya. Ia sangat sedih ketika mengetahui bahwa gurunya akan pindah.

e)

A. Kisah kehidupan di desa memang sangat menarik untuk disimak, apalagi cerita yang diangkat cerpen ini menceritakan konflik batin seorang guru yang berasal dan kota, namun ditugaskan di desa.

2.

Cermatilah kutipan novel berikut


“Dia bibi saya, Bu” jelas Teja seperti mengerti kebingungan Ratna.

“Ibu saya menjadi TKW di Arab Saudi sejak saya berusia dua tahun. Sampai sekarang ibu saya tidak pernah pulang, kirimannya pun sudah terhenti sejak enam tahun yang lalu. Ayah tidak pernah berhasil mencari tahu keberadaan ibu.” Jelas Teja. Kemudian dengan suara yang semakin bergetar Teja melanjutkan pembicaraannya.

“Mungkin ibu tidak betah tinggal dan mengajar di sini. Padahal, kami suka belajar dengan ibu, walaupun susah tetapi kami ingin bisa. Tolong Bu, beri kesempatan pada kami untuk bisa belajar dengan Ibu lebih lama lagi!” ucap Teja sambil meneteskan air mata tak kuasa menahan perasaannya.

“Maafkan ibu juga Ja, tapi …”

“Tapi Ibu merasa terkekang di sini. Di sini Ibu tidak bisa mewujudkan cita-cita Ibu, begitu kan?” serobot Teja lagi.

Ratna tak mengira muridnya punya keberanian untuk berbicara seperti itu.


Kalimat esai yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah …..

a)

Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan guru yang ditempatkan di pedesaan, cerita ini mampu menampilkan konflik batin sang guru. Bahasa yang digunakan lugas dan jelas.

b)

Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan di desa cerita ini mengisahkan seorang guru yang ditugaskan di desa. Ia hidup di tengah masyarakat desa yang hidup serba kekurangan.

c)

Tema cerita ini terlalu biasa yaitu tentang kehidupan di desa yang serba kekurangan. Tentunya dapat dipahami jika di desa serba kekurangan karena tempatnya jauh.

d)

Orang desa memang banyak yang menjadi TKW karena kehidupan di desa serba kekurangan. Jadi hal ini tidak menarik untuk dijadikan bahan cerita.

e)

Sosok Teja adalah seorang siswa yang begitu menyayangi gurunya. Karena gurunya mengajar penuh kasih seperti ibunya. Ia sangat kecewa ketika ia mengetahui bahwa gurunya berniat untuk pindah.

3.

Bacalah dengan saksama kutipan cerpen Jadi Santri karya Djamil Suherman berikut!

Begitulah maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampung. Tiap kali kalau kebetulan aku lewat di muka rumah mereka, dari celah-celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, aku yang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu. Lagi pula ayahku (pentholan Serikat Islamnya Tjokro aminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu).

Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah …

a)

. Latar yang tidak jelas membuat cerpen tersebut tidak menarik si pembaca dan tidak bermakna

b)

Novel sulit dipahami karena bahasanya berbelit-belit dan mementingkan keindahan.

c)

Cerpen itu kurang menarik karena menggunaka “akuan” yang jarang ditemukan dalam cerita lain.

d)

Penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh.

e)

Cerpen tersebut sulit dipahami karena memakai kata progresif dan banyak kata asing lainnya.

4.

Bacalah dengan cermat paragraf esai sastra berikut!

Karya rekaan atau karya sastra merupakan analisis dan pengamatan pengarang terhadap realitas sosial suatu masyarakat. Suatu realitas kondisi masyarakat dengan permasalahan yang begitu kompleks dan tak pernah usai. Suka duka kehidupan dan cara manusia mengatasinya di kemas pengarang dengan sentuhan imajinasi. ….


Kalimat yang sesuai untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah …

a)

Hal inilah yang dapat menjadikan sebuah karya sastra lebih bermakna sehingga dapat pula menjadi renungan bagi pembaca.

b)

Memang karya rekaan itu merupakan cermin rekaman kehidupan manusia.

c)

Karya rekaan atau karya sastra dapat dijadikan sebagai sarana untuk mencari

hiburan sekaligus pengetahuan tentang kehidupan.

d)

Karya sastra merupakan hasil imajinasi pengarangnya.

e)

Memang, karya rekaan atau karya sastra merupakan paduan antara realitas kehidupan dan imajinasi pengarangnya.

5.

Bacalah dengan cermat kutipan esai berikut!

Kita perlu mengembangkan apa yang disebut sebagai sastra kontekstual. Dalam jenis sastra ini, para sastrawan sadar benar bahwa dia mencipta untuk kelompok konsumen tertentu. Dia tidak berpretensi bahwa karya sastranya akan dinikmati seluruh umat manusia, karena dia sadar bahwa seorang superman dapat terbang keluar dari kenyataan konteks sejarah. Dia tidak kecewa kalau dia tidak berhasil memenangkan hadiah Nobel.

Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah ….

a)

penulis sastra kontekstual bukanlah sperman

b)

sastra kontekstual saat ini perlu dikembangkan

c)

sastra kontekstual memiliki konsumen tertentu

d)

penulis tidak kecewa bila tidak mendapat hadiah

e)

sastra

kontekstual adalah jenis sastra tertentu

6.

Bacalah dengan cermat!

Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya, Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daun-daun yang kemudian mereka membungkus dengan sobekan sarung Pak Balam. Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera, dan setelah air mendidih, air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. Setelah air agak dingin, wak Katok meminumkannya kepada Pak Balam sedikit demi sedikit.

Harimau-Harimau, karya Muchtar Lubis


Masalah yang diungkapkan dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

pengobatan

b)

pengorbanan

c)

kesetiakawanan

d)

penderitaan

e)

. kebudayaan

7.

Bacalah dengan cermat!

Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya, Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daun-daun yang kemudian mereka membungkus dengan sobekan sarung Pak Balam. Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera, dan setelah air mendidih, air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. Setelah air agak dingin, wak Katok meminumkannya kepada Pak Balam sedikit demi sedikit.

Nilai sosial yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

membuat ramuan obat tradisional

b)

membaca mantra-mantra dalam melakukan pengobatan

c)

menuangkan ramuan obat ke dalam mangkok batok kelapa

d)

memberikan pertolongan kepada orang yang sedang sakit

e)

melakukan pengobatan dengan cara tradisional

8.

Cermati penggalan resensi novel di bawah ini untuk mengerjakan !

Novel Perahu Kertas karya Dewi lestari, yang akrab dipanggil Dee,memberikan banyak pandangan hidup untuk menerima kenyataan dan pengorbanan. Di tangan Dee, cerita cinta menjadi sangat bermakna, tanpa tendensi. Dee dengan tulus menceritakan cinta yang apa adanya. Alur yang progresif dan sedikit flash back menjadikan enak dibaca.Beberapa kata sangat menusuk pembaca. Pembaca menjadi larut dalam novel itu. Ceritanya benar-benar natural, tetapi unik. Pembaca akan rugi jika membaca Perahu Kertas hanya setengah-setengah.

Kalimat resensi berupa keunggulan novel yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah...

a)

Dee adalah nama lain dari Dewi Lestari.

b)

Dewi Lestari dalam novelnya Perahu Kertas mengungkapkan cerita cinta yang sebenarnya.

c)

Novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari melarutkan pembaca dalam memahami cerita yang natural dan unik.

d)

Pembaca harus membaca secara keseluruhan

e)

A. Dewi Lestari memberikan pandangan hidup.

9.

Cermati kutipan berikut!

Hasan kembali lagi kepada sikap seperti semula. Melengkung lagi pinggangnya. Tapi tangannya berkepal. Dan giginya berderik-derik. "Ya, Si Anwar dan Ruslilah yang telah menyesatkan daku! Mereka yang membikin aku bentrokan dengan ayahku sendiri! Mereka yang terkutuk! Mereka yang harus kuhancurkan!"

Tangan Hasan yang kurus kering itu berkepal ­kepal dan meninju-ninju pahanya sendiri. Cemas ia. Maka terbayang-bayanglah lagi wajah Anwar dengan pandangan matanya memandang istrinya. Terbayang lagi khayal tentang hubungan istrinya di belakang punggungnya, kalau ia sedang di kantor. ”Etc .. Etc, Si Anwar! Chih!"

Panas terasa dalam dadanya rasa terbakar api neraka. Berputar-putar segera dalam kepalanya. Serasa mau lari ia! Entah ke mana! Serasa mau menjerit-jerit pula! Entah untuk apa! Terasa olehnya air matanya mencekik lehernya. Tapi dengan sekuat tenaga ia mau menenangkan hatinya. Beberapa kali ia menarik napas panjang.

Tak tahan lagi ia. Air matanya yang selama ini ditekan-tekannya, tidak dengan diinsyafinya lagi sudah berderai-derai di atas pipinya, berjatuhan di atas pangkuannya.

(Atheis, Achdiat Karts Miharja)


Konflik yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...

a)

Perasaan marah dan dendam Hasan pada Anwar dan Rusli.

b)

Penyesalan Hasan atas perbuatannya pada Anwar.

c)

Rasa berdosa Hasan kepada orang tuanya.

d)

Perasaan bersalah Hasan pada istrinya.

e)

Rasa takut Hasan bertemu dengan Rusli.

10.

Cermati kutipan berikut!

Hasan kembali lagi kepada sikap seperti semula. Melengkung lagi pinggangnya. Tapi tangannya berkepal. Dan giginya berderik-derik. "Ya, Si Anwar dan Ruslilah yang telah menyesatkan daku! Mereka yang membikin aku bentrokan dengan ayahku sendiri! Mereka yang terkutuk! Mereka yang harus kuhancurkan!"

Tangan Hasan yang kurus kering itu berkepal ­kepal dan meninju-ninju pahanya sendiri. Cemas ia. Maka terbayang-bayanglah lagi wajah Anwar dengan pandangan matanya memandang istrinya. Terbayang lagi khayal tentang hubungan istrinya di belakang punggungnya, kalau ia sedang di kantor. ”Etc .. Etc, Si Anwar! Chih!"

Panas terasa dalam dadanya rasa terbakar api neraka. Berputar-putar segera dalam kepalanya. Serasa mau lari ia! Entah ke mana! Serasa mau menjerit-jerit pula! Entah untuk apa! Terasa olehnya air matanya mencekik lehernya. Tapi dengan sekuat tenaga ia mau menenangkan hatinya. Beberapa kali ia menarik napas panjang.

Tak tahan lagi ia. Air matanya yang selama ini ditekan-tekannya, tidak dengan diinsyafinya lagi sudah berderai-derai di atas pipinya, berjatuhan di atas pangkuannya.

(Atheis, Achdiat Karts Miharja)


Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam kutipan novel di atas adalah.....

a)

Orang pertama tokoh utama

b)

Orang pertama sebagai pencerita

c)

Orang kedua sampingan

d)

Orang ketiga pengamat

e)

Orang ketiga serba tahu

11.

Cermati kutipan Tajuk Rencana di bawah ini!

Untuk kedepannya harap dipetimbangkan matang-matang tindakan yang lebih pas, yang lebih. Baik, lebih berkualitas, lebih cerdas dan lebih membuahka hasil ketimbang hanya melaksanakan aksi demonstrasi yan justru merugikan masyarakat yang seharusnya dilindungi dari kebuasan pemerintah. Untuk selanjutnya diharapkan berhati-hati dalam mengambil tindakan jangan sampai niat tulus yang mulia untuk melindungi hak-hak rakyat justru disalah artikan oleh masyarakat dan justru memberi keuntungan bagi pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. [.....]

Opini yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah....

a)

Pastikan tindakan yang diambil benar-benar memberi manfaat dan mencapai tujuan yang diinginkan.

b)

Jangan bertindak gegabah semaunya sendiri agar tidak merugikan orang lain

c)

Para demonstrasi selalu berunjuk rasa seenaknya sendiri.

d)

Bertindaklah sesuai dengan hukum yang berlaku di negeri ini dan tidak bertindak anarkis.

e)

Masyarakat hendaknya bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku di negeri ini dan tiak main hakim sendiri.

12.

Cermati kutipan berikut!.

Ketika dengan malu-malu Bejo menemuinya, dengan lagak bijak, Paman Bablas berkhotbah, ”Bejo? Jadi Pilot? Jadilah pedagang. Kalau sudah berhasil seperti aku, heh dapat menjadi politikus. Setiap saat bisa menyogok dan mendirikan maskapai penerbangan sendiri, kalau perlu, kelas bohong-bohongan”.

Mungkin karena wajah Bejo kocak, Paman Bablas tidak sampai hati untuk menolak. Maka, semua biaya pendidikan Bejo di akademi pilot ditanggung oleh Paman Bablas. Kendati otak Bejo sama sekali tidak cemerlang, akhirnya lulus, dan resmi mempunyai hak untuk menjadi pilot.

Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan tersebut adalah...

a)

Isi cerita hidup dan sajiannya sangat lucu sehingga membuat pembaca tidak bosan dan akan menyelesaikan membaca cerita sampai akhir.

b)

Isi cerita sangat berani mengungkapkan kebenaran fakta dalam kehidupan . Namun nama ”Bejo” sebaiknya diganti agar tidak menyiratkan suku tertentu.

c)

Tokoh ”Bejo” dalam cerita mewakili salah satu tokoh yang ditemukan dalam kehidupan yang memiliki prilaku seperti ”Bejo”, pemberani, tebal muka, dan ambisius

d)

Keberanian seorang Bejo dapat ditemukan dalam kehidupan nyata. Namun keberaniannya tidak memikirkan dampak yang ditimbulkannya.

e)

Kisah ini sangat menarik untuk dibaca sebagai bacaan ringan yang hanya bernilai hiburan dan ceritanya hanya khayalan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

13.

Cermati paragraf esai berikut!

Saat ini banyak orang yang tidak memperhatikan aturan dalam menciptakan pantun yang digunakan dalam forum-forum pertemuan sebagai pembuka dan penutup pembicaraan. Padahal, pantun, di samping memperhatikan tujuan isinya ( untuk nasihat, sindiran, keagamaan, atau jenaka), harus pula memperhatikan aturan pembentukannya, misalnya jumlah suku kata, kata, baris dalam satu bait, rima, serta sampiran dan isi. Pantun yang tidak memperhatikan hal yang demikian belumlah dapat dikatakan pantun yang memiliki nilai-nilai. ...


Kalimat simpulan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ...

a)

Sangat mudah menciptakan pantun karena siapa pun dapat menciptakan dan menggunakannya dalam forum tertentu.

b)

Ternyata pantun yang tergolong puisi lama sekarang sudah mulai digunakan dalam forum-forum pertemuan.

c)

Oleh sebab itu, pantun perlu dilestarikan kembali sebagai hal yang berguna untuk pembuka dan penutup acara.

d)

Jadi, sebuah pantun yang bernilai adalah yang memperhatikan tujuan, isi dan aturan-aturan penulisannya.

e)

Dengan demikian, pantun lebih menonjolkan bunyi-bunyi sehingga membacakannya menggunakan irama.

14.

Cermati cerpen berikut!

Sejak pagi dia sudah menunggu di rumah dan akhirnya jemputan datang. Supir ngebut.... Menyalip sekian banyak kendaraan di sana-sini karena katanya dia sangat tergesa-gesa. Dia baru tahu bahwa hari itu mendadak dia harus menjemput bosnya.

Majas yang tepat untuk melengkapi kutipan tersebut adalah ....

a)

Akan tetapi, tetap hati-hati

b)

Mereka khawatir terlambat.

c)

Dia seorang supir yang pemberani.

d)

Dia tampak sangat terburu-buru.

e)

Mobil lari secepat kilat.

15.

Cermati penjelasan dalam paragraf berikut!

Sepak terjang tokoh Tan Peng Liang berani, cerdas dan kadang-kadang seperti jagoan dalam film-film koboi. Banyak tokoh yang terlibat berkaitan satu dengan yang lain. Lukisan tentang kebiadaban tentara Jepang dalam mempermalukan perempuan Indonesia yang dijadikan jugun lanfu dapat membuat pembaca geram. Sebagai bahan bacaan dan hiburan novel ”Ca Bau Khan”, enak dibaca.

Kalimat resensi berupa keunggulan novel yang sesuai dengan isi penjelasan adalah ...

a)

Keunikan novel terletak pada banyaknya tokoh yang dihadirkan oleh pengarang.

b)

Novel ini menarik karena pendeskripsian tokoh dan peristiwanya terasa hidup.

c)

Pengarang selalu mengangkat cerita tempo dulu menjadi sebuah cerita menarik.

d)

Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam cerita memiliki keteladanan.

e)

Tokoh-tokoh dalam cerita menggunakan karakter orang-orang dahulu.