NEW
Font size
WorksheetsPAS GEO GANJIL 2 SMA YWKA PALEMBANG (PG)
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Sejak REPELITA II tahun 1978 pembangunan nasional di lakukan melalui system regionalisasi atau perwilayahan dengan kota-kota utama sebagai pusat pertumbuhan. Wilayah pembangunan utama C berpusat di :
Medan
Semarang
Jakarta
Surabaya
Bandung
Desa yang sudah mampu mengembangkan potensi-potensi sumbe daya secara optimal dan daya interaksinya dengan wilayah luar sudah tinggi dinamakan desa :
Transisi
Swakarsa
Tradisional
Swasembada
Swadaya
Jenis desa yang dikelompokkan menurut perkembangannya , yaitu …
Desa kecil, desa sedang, desa besar
Desa swadaya , desa swakarsa , desa swasembada
Desa agrans, desa nelayan, desa industry
Desa agrans, desa industri, desa perdagangan
Desa kecil, desa tumbuh, desa maju
Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi antar dua wilayah atau lebih, menurut Edward Ulman diantaranya adalah :
Adanya wilayah yang saling berketergantungan
Adanya wilayah yang saling melengkapi
Adanya kesulitan pemindahan dalam ruang
Adanya wilayah yang saling mengurangi
Adanya kesempatan untuk berakomodasi
Keadaan yang dapat melemahkan pola interaksi antar wilayah sebagai akibat adanya alternaif pengganti suatu sumber daya yang di butuhkan oleh suatu daerah. Batasan tersebut merupakan :
Regional Complementarity
Intervening Opportunity
Spacial Transfer Ability
The Breaking Point Theory
Teori grafik
Pengaruh positif yang akan timbul jika terjadi interaksi antara kota dan desa di antaranya adalah :
Rangsangan bagi penduduk desa usia muda untuk ber urbanisasi
Wilayah hunian masyarakat desa menempati daerah kumuh
Terbukanya hubungan yang menggairahkan perekonomian desa
Lahan desa akan di miliki masyarakat kota
Adanya penetrasi budaya yang tidak sesuai dengan tradisi desa
Jika suatu masyarakat bertukar barang dengan hasil pekerjaan orang lain, maka sebenarnya telah terjadi interaksi. Berikut merupakan sarana dalam interaksi sosial, kecuali :
Adanya jalur transportasi desa-kota
Adanya jaringan telekomunikasi antar kota
Adanya jalan bebas hambatan
Adanya industri pengolahan limbah
Pelayanan kesehatan melalui puskesmas
Pertumbuhan pemukiman di berbagai perkotaan membawa dampak bagi kehidupan sosial-ekonomi penduduk. Dampak negatif pertumbuhan pemukiman tersebut aalah sebagai berikut, kecuali :
Terjadinya pengelompokan pemukiman berdasarkan kelas sosial
Berkembangnya pemukiman kumuh karena sebahagian penduduk tidak membeli tanah dengan harga yang mahal
Terjadinya perubahan gaya hidup (Life Style) yang serasi antara masyarakat kota dengan masyarakat pendatang (Urbanis)
Potensi konflik sosial meningkat antara penduduk asli dengan penduduk pendatang
Hilangnya daerah-daerah pertanian yang subur menimbulkan sebahagian petani kehilangan pekerjaan
Menurut perkembangannya , desa terdiri atas desa swadaya , desa swakarsa , dan desa swasembada. Yang termasuk ciri desa swadaya adalah ….
Tidak terisolasi
Terdapat home industry
Mata pencaharian penduduk heterogen
Tingkat perekonomian sudah maju
Adat istiadat masih kuat
Salah satu dampak negatif pemukiman terhadap lingkungan fisik, yaitu :
Meningkatnya limbah domestik
Memperlancar proses infiltrasi air ke dalam tanah
Menghambat proses erosi
Terjadinya penurunan suhu udara akibat pemanasan global
Terjadinya konflik pemanfaatan lahan
Dampak negatif dari interaksi desa-kota adalah, kecuali :
Timbulnya perkampungan kumuh di kota
Desa kekurangan tenaga kerja yang produktif
Pola perkampungan di desa berubah
Meningkatnya tingkat kriminalitas di kota
Jumlah pengangguran makin bertambah di kota
Kota di Indonesia yang tumbuh karena dukungan kegiatan pertambangan adalah :
Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan
Pangkal pinang, Timika, Martapura, Soroako, Ombilin dan Dumai
Yogyakarta dan Surakarta
Siantar, Lampung, Jambi dan Bogor
Kuala lumpur, Rangoon dan Dilli
Para urbanis bersedia meninggalkan tempat asalnya karena sering tergiur oleh bayangan semu di tempat tujuan, yaitu :
Fasilitas pendidikan yang lebih baik
Kesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih mudah
Variasi jenis hiburan yang lengkap
Fasilitas komunikasi yang lebih lancar
Kelengkapan fasilitas pemukiman yang lebih memadai
Pola desa tersebar tidak teratur di jumpai di daerah dengan kondisi :
Dataran tinggi dengan lereng terjal
Toporafi miring terutama pada lereng gunung api
Kesuburan tanah tidak merata dan topografi kasar
Dataran rendah yang subur
Dataran rendah di sepanjang pantai
Berikut di bawah ini meupakan faktor-faktor yang mempengaruhi potensi desa, kecuali :
Keadaan lingkungan geografis
Jumlah penduduk
Pola desa
Jenis dan tingkat kesuburan tanah
Luas tanah
Pola persebaran desa-desa di daerah pegunungan pada umumnya adalah :
Memusat
Bergerombol
Terpencar-pencar
Memanjang
Menurut dan bergerombol
Bentuk pemekaran kota yang berasal dari perkembangan bebagai macam kegiatan disebut menggunakan pola ….
Konsentris
Sektoral
Pusat kegiatan ganda
Linier
Random
Kota adalah suatu tempat tinggal manusia yang merupakan manifestasi dari perencanaan dan perancangan yang dipenuhi oleh berbagi unsur seperti bangunan, jalan dan ruang terbuka hijau, adalah pengertian dari…
Burkhad Hofmeister
Prof. R. Bintaro
P. J. M. Nas
John Brickerhoff Jackson
Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 4
Yang bukan merupakan ciri-ciri kota ialah…
Mobilitas penduduk yang cepat
Adanya spesialisasi pekerjaan warganya
Frekuensi kontak social rendah
Tempat pemukiman yang permanent
kepadatan penduduk yang tinggi
Upaya-upaya pemerintah dalam mengatasi masalah urbanisasi ialah, kecuali….
Mempelajari, meneliti, dan melaksanakan pengembangan wilayah di kota-kota besar
Mengembangkan industri kecil atau industri rumah tangga di berbagai daerah pedesaan
Adanya pelarangan terhadap orang-orang desa yang mau bepergian ke kota.
Melancarkan program Keluarga Berencana (KB)
Menghidupkan daerah pedesaan dengan berbagai kegiatan pembangunan
