wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PAS Bahasa Indonesia Kelas 10 IPA/IPS

Total questions: 40

Worksheet time: 3hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah Teks berikut ini!


Seorang dosen Fakultas Hukum sedang

memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu

tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si

Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas

tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.

Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian …

a)

Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.

b)

Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.

c)

Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.

d)

Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.

e)

Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.

2.

Perhatikan teks di bawah ini !

Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan

tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan

pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa

Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.

Arti istilah ‘Kasih Uang Habis Perkara’ dalam teks tersebut adalah ….

a)

Setiap perkara dikenai biaya

b)

Setiap perkara dapat ditindaklanjuti dengan uang

c)

Setiap perkara dapat diselesaikan dengan uang

d)

Setiap perkara tidak dapat diuangkan

e)

Setiap perkara tidak dapat diselesaikan

3.

Perhatikan teks di bawah ini !

Seorang dosen Fakultas Hukum sedang

memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu

tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si

Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas

tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.

Makna tersirat pada teks anekdot di atas adalah...

a)

Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang Hukum Pidana.

b)

Mengkritik Bapak dosen sedang memberikan kuliah hukum pidana.

c)

Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik.

d)

Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap.

e)

Menyindir Ali yang bertanya kepanjangan KUHP.

4.

Perhatikan teks di bawah ini !

Seorang dosen Fakultas Hukum sedang

memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu

tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si

Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas

tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.

Yang bukan termasuk partisipan dalam teks anekdot di atas adalah ...

a)

Ali

b)

Ahmad

c)

Mahasiswa

d)

Saudara Ahmad

e)

Dosen

5.

Perhatikan teks di bawah ini !

Seorang dosen Fakultas Hukum sedang

memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu

tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si

Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas

tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.

Teks anekdot berjudul KUHP terdapat kritikan dalam kalimat ...

a)

Apa kepanjangan KUHP, Pak?

b)

Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!

c)

Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan

d)

Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen menggelengkan kepala

e)

Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas

6.

Bacalah teks anekdot berikut ini

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha

menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

Pada anekdot tersebut, kalimat yang menunjukkan koda adalah …

a)

Tiba-tiba seorang anak berkomentar.

b)

Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

c)

Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya

d)

Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya

e)

Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi

7.

Bacalah teks berikut!

Cuma Takut Tiga Roda

(1) Suatu hari, saat Abdurahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius yang dilakukan seusai menghadiri sebuah rapat di istana Negara.

(2) Pembicaraan bertopik isu terhangat.

(3) Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu sedang melanda kota Jakarta.

(4) Gusdur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.

(5)“Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta, Pak?” tanya seorang menterinya.

(6) “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini.

(7) Padahal kan, nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.”

Krisis yang terdapat pada teks anekdot ditunjukan dengan nomor....

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

5 dan 6

d)

3 dan 4

e)

6 dan 7

8.

Bacalah kutipan teks anekdot ini !

Malik : “Tuan Abdul, saya sudah cari kemana-mana. tetapi saya tidak menemukan kambing yang punya taduk sejengkal manusia.”

Abdul : “Bagaimana kalau kita membuat sayembara, cepat buat pengumuman keseluruh negeri bahwa kita membutuhkan seekor kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia untuk disembelih.

Abstraksi yang tepat untuk kutipan teks anekdot di atas adalah…

a)

Pada suatu hari Tuan Malik mencari kambing yang sudah seminggu menghilang.

b)

Tuan Abdul membuat sayembara perihal pencarian kambing.

c)

Akhirnya kambing itu ditemukan.

d)

Tuan malik tidak mencari kambing yang punya tanduk sejangkal manusia.

e)

Kemudian Tuan malik dan tuan Abdul bersepakat membuat sayembara untuk mencari kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia.

9.

Kita dapat memahami teks anekdot dan dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk...

a)

Menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi di dunia nyata

b)

Mempertahankan bangsa agar berpegang tegus terhadap Pancasila

c)

Sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis

d)

Menyampaikan kritik terhadap persoalan-persoalan pada bidang-bidang layanan tersebut

e)

Memperoleh ilmu pengetahuan melalui pendidikan

10.

Yang termasuk kedalam sifat-sifat anekdot secara umum adalah....

a)

Aneh

b)

Membosankan

c)

Khayalan

d)

Nyata

e)

Nyaman

11.

Berikut isi teks anekdot, kecuali…

a)

Sindiran secara tersurat ataupun tersirat

b)

sindiran dan kritikan

c)

cerita singkat dan lucu

d)

menyampaikan kritik melalui sindiran

e)

Menyindir karena benci

12.

Susunlah anekdot berikut sesuai dengan strukturnya!

1. Bu guru pun tersenyum.

2. Siapa yang bisa membuat perempamaan bagi penegak hukum di negeri kita?

3. Bu guru di depan kelas.

4. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek.

5. Tidak lalu kemudian seorang anak menjawab dengan lantang.

6. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.

7. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil BU, kalau kasus besar tidak pernah muat.

a)

1-2-3-4-5-6

b)

2-4-5-3-6-1

c)

2-4-3-5-1-6

d)

6-5-4-3-2-1

e)

3-2-1-4-5-6

13.

Urutan struktur teks anekdot yang benar adalah…

a)

Abstraksi – orientasi – krisis – reaksi – koda

b)

abstraksi – krisis – reaksi – orientasi – koda

c)

abstraksi – orientasi – krisis – koda – reaksi

d)

abstraksi – koda – krisis – reaksi – orientasi

e)

abstraksi – orientasi – reaksi – krisis – koda

14.

Perhatikan penggalan teks anekdot berikut ini!

Di kantin sebuah universitas, terdapat dua orang mahasiswa yang sedang berbincang-bincang….

Penggalan teks anekdot di atas termasuk pada bagian….

a)

Abstraksi

b)

orientasi

c)

Krisis

d)

Reaksi

e)

koda

15.

Cermati teks anekdot berbentuk dialog berikut!

Tono : “Bukan itu sebabnya Din, sebab dia juga

seorang pejabat.”

Udin : “ Loh apa hubungannya?”

Tono : “ Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya

diduduki orang lain.”

Udin :” “???”

Kata kursi pada dialog di atas memiliki makna….

a)

Dudukan

b)

Keinginan

c)

Pegawai

d)

Jabatan

e)

Tempat duduk

16.

Cermati teks anekdot berikut.

Darman kaget melihat orang yang ada di situ. Semuanya dia kenal, para ahli kenegaraan sedang “Blusukan”. Lebih kaget lagi ketika melihat tulisan di dinding “Hanyutkanlah mereka yang tak ikhlas!” Darman pingsan!

Kata kerja aksi pada teks tersebut adalah….

a)

Kaget

b)

Kenal

c)

Ahli

d)

Melihat

e)

Pingsan

17.

Bacalah teks anekdot berikut ini!

Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas. “Tahukah Anda, bahwa anda telah melakukan pelanggaran?” “Tidak tahu. Apa gerangan yang telah saya perbuat?” jawab Azam “Anda

telah membuang sampah sembarangan.” tegas petugas itu. Dengan sigap Azam menjawab “oh maap terjatuh” lalu diambilnya sampah itu serta langsung menyimpannya lagi ke dalam saku celananya”

Sindiran yang terdapat pada penggalan teks anekdot tersebut adalah…

a)

orang yang tidak tertib membuang sampah.

b)

orang yang tidak mengerti aturan

c)

sindiran petugas kepada Azam

d)

sikap azam yang membandel

e)

orang-orang yang tidak sopan terhadap petugas

18.

Bacalah teks anekdot berikut ini!

Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas. “Tahukah Anda, bahwa anda telah melakukan pelanggaran?” “Tidak tahu. Apa gerangan yang telah saya perbuat?” jawab Azam “Anda

telah membuang sampah sembarangan.” tegas petugas itu. Dengan sigap Azam menjawab “oh maap terjatuh” lalu diambilnya sampah itu serta langsung menyimpannya lagi ke dalam saku celananya”

Kalimat koda yang tepat untuk penggalan teks anekdot tersebut adalah…

a)

“Mari saya tunjukan tempat pembuangan sampah!”

b)

Petugas itu hanya terbelalak keheranan, lalu pergi meninggalkan Azam

c)

Lalu, petugas menatap marah pada Azam.

d)

Azam lalu pergi menjauhi petugas.

e)

Kemudian azam dan petugas saling memalingkan wajah.

19.

Bacalah teks anekdot berikut ini!

Contohnya saja orang utan yang ada di Kalimantan. Kini mereka kehilangan habitat mereka. Hal ini karena hutan dijadikan sebagai perkebunan sawit yang luasnya hingga berhektar-hektar. Andai saja orang utan bisa ngomong, tentu saja mereka akan menuntut

HAM Kepada KOMNAS HAM (hak asasi monyet).

Kalimat yang menunjukan unsur humor berdasarkan teks anekdot di atas adalah….

a)

Kini mereka kehilangan habitat mereka.

b)

Hal ini karena hutan dijadikan perkebunan sawit.

c)

Perkebunan sawit luasnya berhektar-hektar

d)

andaikan orang utan bisa ngomong

e)

tentu saja mereka akan menuntut kepada KOMNAS HAM (Hak asasi monyet)

20.

Bacalah teks anekdot berikut ini!

Contohnya saja orang utan yang ada di Kalimantan. Kini mereka kehilangan habitat mereka. Hal ini karena hutan dijadikan sebagai perkebunan sawit yang luasnya hingga berhektar-hektar. Andai saja orang utan bisa ngomong, tentu saja mereka akan menuntut

HAM Kepada KOMNAS HAM (hak asasi monyet).

Kritik yang disampaikan pada teks anekdot tersebut adalah….

a)

orang utan seharusnya memiliki Komnas ham (hak asasi monyet)

b)

Masyarakat Indonesia seharusnya berpartisispasi dalam penyelamatan orang utan.

c)

orang utan di Kalimantan kehilangan habitatnya

d)

Para petinggi negara harusnya menyelamatkan habitat orang utan.

e)

Perkebunan sawit janganlah dibuka berhektar-hektar .

21.

hikayat merupakan salah satu bentuk karya sastra….

a)

Prosa Fiksi lama

b)

Prosa fiksi baru

c)

imajinatif

d)

Nonimajinatif

e)

Melayu

22.

Berikut ini merupakan karakteristik hikayat, kecuali…

a)

Anonim

b)

Istana sentris

c)

Arkais

d)

logis

e)

Statis

23.

Bacalah teks hikayat berikut ini!

“Ayam panggang sepuluh ekor! Wah sedapnya! Tiba-tiba Buyung melaung dari arah timur.

Serta-merta meleleh air liurnya. Seleranya terbuka. Dengan pantas ia mengambil ayam yang paling besar lalu makan dengan gelojoh.

Teks hikayat di atas memiliki karakteristik….

a)

Alurnya Statis

b)

Menggunakan kata arkais

c)

Istana Sentris

d)

Mengandung nilai moral

e)

Mengandung kesaktian

24.

Bacalah teks hikayat berikut ini!

Tiba-tiba nasi itu berkumpul dan mengejar Kendi. Kawah menyerkup Kepala Kendi dan nasi-nasi itu menggigit tubuh Kendi. Kendi menjerit meminta tolong.

Penggalan teks hikayat di atas memiliki karakteristik…

a)

Statis

b)

Pralogis

c)

Arkais

d)

Leluri

e)

Dinamis

25.

Bacalah teks hikayat ini!

Tersebutlah tiga orang sahabat, Kendi, Buyung dan Awang yang sedang mengembara. Mereka membawa bekalan makanan, seperti beras, daging, susu dan buah-buahan. Apabila penat berjalan mereka berhenti dan memasak makanan. Jika bertemu kampung, mereka singgah membeli makanan untuk dibuat bekal dalam perjalanan…

Penggalan di atas termasuk ... dalam struktur teks hikayat

a)

orientasi

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

Koda

e)

Penyelesaian

26.

Cermatilah teks hikayat berikut ini!

Sebelum berangkat awang mengambil pinggan nasi yang telah bersih, sebutir nasipun tidak berbaki dalam pinggan itu. “pinggan ini akan mengingatkan aku supaya jangan sombong dan tamak. Makan biarlah berpada-pada dan tidak mubazir”. Kata Awang lalu beredar meninggalkan tempat ini.

Penggalan di atas termasuk….. dalam struktur teks hikayat

a)

orientasi

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

Koda

e)

Penyelesaian

27.

Struktur teks hikayat yang tepat adalah….

a)

orientasi- komplikasi- koda- reaksi

b)

Orientasi-komplikasi – penyelesaian -resolusi

c)

Orientasi- komplikasi-resolusi- koda

d)

Komplikasi-resolusi-koda- orientasi

e)

resolusi-koda-komplikasi-resolusi

28.

Cermati teks hikayat berikut ini!

Tersebut cerita seorang raja yang terlalu besar kerajaannya. Saeful Muluk namanya, Ajam saukat nama

kerajaannya. Adapun raja ini telah berkawin dengan Putri Sukanda Rum. Tetapi oleh karena permaisurinya tidak beranak, ia berkawin dengan putri Sukanda

bayang-bayang. Hatta berapa lamanya putri Sukanda Bayang-bayang pun beranak kembar yang diberi nama Makdam dan Makdim.

Teks hikayat di atas memiliki karakteristik….

a)

Alurnya Statis

b)

Menggunakan kata arkais

c)

Istana Sentris

d)

Mengandung kemustahilan

e)

Mengandung kesaktian

29.

Cermati teks hikayat berikut ini!

Tersebut cerita seorangraja yang terlalu besar kerajaannya. Saeful Muluk namanya, Ajam saukat nama kerajaannya. Adapun raja ini telah berkawin dengan Putri Sukanda

Rum. Tetapi oleh karena permaisurinya tidak beranak, ia berkawin dengan putri Sukanda bayang-bayang. Hatta berapa lamanya putri Sukanda Bayang-bayang pun

beranak kembar yang diberi nama Makdam dan Makdim.

Unsur Intrinsik yang mendominasi penggalan hikayat tersebut adalah….

a)

amanat

b)

alur

c)

Latar

d)

Tokoh

e)

Sudut pandang

30.

Bacalah teks berikut ini!

Makdam dan Makdim bertanyakan nasib Jaya lengkara pada seorang Kadi. Kadi meramalkan Jaya Lengkara akan akan menjadi raja besar dari segala raja-raja. Mendengar

ramalan demikian Makdam dan Makdim menjadi sakit hatinya. Mereka berdusta kepada ayahanda dengan mengatakan jikalau Jaya Lengkara ada dalam negeri,

negeri akan binasa, beras dan padi jadi mahal. Raja termakan fitnah ini dan membuang Jaya Lengkara dengan bundanya dari negeri.

Berikut ini adalah karakter Makdam dan Makdim yang sesuai dengan teks di atas…

a)

pendusta dan ingin jadi raja

b)

pendusta dan memfitnah jaya lengkara

c)

termakan fitnah dan pemarah

d)

pendusta dan peramal

e)

Menyakiti hati raja

31.

Bacalah teks berikut ini!

Makdam dan Makdim bertanyakan nasib Jaya lengkara pada seorang Kadi. Kadi meramalkan Jaya Lengkara akan akan menjadi raja besar dari segala raja-raja. Mendengar

ramalan demikian Makdam dan Makdim menjadi sakit hatinya. Mereka berdusta kepada ayahanda dengan mengatakan jikalau Jaya Lengkara ada dalam negeri,

negeri akan binasa, beras dan padi jadi mahal. Raja termakan fitnah ini dan membuang Jaya Lengkara dengan bundanya dari negeri.

Siapakah Tokoh protagonis dari teks hikayat di atas?

a)

Raja

b)

Permaisuri

c)

Makdam dan Makdim

d)

Jaya Lengkara

e)

Seorang Kadi

32.

Amatilah teks berikut ini!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut

tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …

a)

Basmilah jika melihat kejahatan

b)

Jangan menyombongkan diri

c)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

d)

Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan

e)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan

33.

Amatilah teks berikut ini!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut

tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....

a)

kekacauan penduduk akibat hasutan

b)

ketidakpedulian raja kepada rakyatnya

c)

kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya

d)

kekejaman raja terhadap rakyatnya

e)

keadilan seorang raja kepada rakyatnya

34.

Amatilah teks berikut ini!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut

tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....

a)

diam, dan tuan

b)

daripadanya dan merebut

c)

raja dan tamasya

d)

rimba dan akal

e)

hamba dan buraksa

35.

Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena

kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.

Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….

a)

pemberani

b)

baik budi

c)

sombong

d)

setia

e)

kasar

36.

Bacalah penggalan hikayat berikut!

Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di

tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.

Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ….

a)

sosial

b)

moral

c)

budaya

d)

agama

e)

pendidikan

37.

Bacalah kutipan hikayat berikut!

Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata Permaisuri, “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini

peroleh anak.” Maka kata Nata, “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakanda di dalam dunia ini, kalau-kalau kita berdua

dikehendaki oleh sang yang sukma, kembali ke kayangan kita.” “Maka kata Permaisuri, Kakang Aji marilah sata memuja pada segala Dewa-Dewa memohonkan

kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewata mulia raja akan kita akan anak ini.”

Nilai agama yang terkandung dalam penggalan naskah sastra Melayu klasik tersebut adalah ….

a)

ingin dianugerahi seorang anak yang cantik atau ganteng

b)

memuja pada dewa-dewa agar dianugerahi seorang anak

c)

berkomunikasi secara sopan terhadap suami atau istri

d)

berdoa kepada Tuhan agar diberikan kebahagiaan

e)

akan kembali ke kayangar jika dianugerahi seorang anak

38.

(1) bersifat imajinasi

(2) mengisahkan tentang kerajaan

(3) nama penciptanya tidak diketahui

(4) bersifat menyindir

(5) bersifat menghibur

Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?

a)

(1), (3), (5)

b)

(2), (4), (5)

c)

(1), (2), (3)

d)

(1), (4), (5)

e)

(2), (3), (4)

39.

Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....

a)

cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya

b)

kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya

c)

kesaktian dan keunggulan ceritanya

d)

kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya

e)

kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya

40.

Dibawah ini merupakan perbedaan antara hikayat dan cerpen, kecuali….

a)

Hikayat anonim sementara cerpen nama pengarang dapat diketahui.

b)

hikayat temanya statis tetapi cerpen temanya dinamis.

c)

hikayat latarnya istana sentris sedangkan cerpen menggunakan kehidupan masa kini.

d)

Hikayat tokohnya dewa, dewi, raja sedangkan cerpen manusia modern.

e)

Hikayat ceritanya masuk akal sedangkan cerpen selalu mustahil.