NEW
Font size
WorksheetsPAS Bahasa Indonesia Kelas 10 IPA/IPS
Total questions: 40
Worksheet time: 3hrs 20mins
Bacalah Teks berikut ini!
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang
memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu
tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si
Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas
tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian …
Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.
Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.
Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.
Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.
Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan
tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan
pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa
Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Arti istilah ‘Kasih Uang Habis Perkara’ dalam teks tersebut adalah ….
Setiap perkara dikenai biaya
Setiap perkara dapat ditindaklanjuti dengan uang
Setiap perkara dapat diselesaikan dengan uang
Setiap perkara tidak dapat diuangkan
Setiap perkara tidak dapat diselesaikan
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang
memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu
tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si
Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas
tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Makna tersirat pada teks anekdot di atas adalah...
Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang Hukum Pidana.
Mengkritik Bapak dosen sedang memberikan kuliah hukum pidana.
Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik.
Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap.
Menyindir Ali yang bertanya kepanjangan KUHP.
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang
memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu
tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si
Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas
tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Yang bukan termasuk partisipan dalam teks anekdot di atas adalah ...
Ali
Ahmad
Mahasiswa
Saudara Ahmad
Dosen
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang
memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu
tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si
Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas
tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Teks anekdot berjudul KUHP terdapat kritikan dalam kalimat ...
Apa kepanjangan KUHP, Pak?
Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!
Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan
Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen menggelengkan kepala
Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas
Bacalah teks anekdot berikut ini
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha
menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Pada anekdot tersebut, kalimat yang menunjukkan koda adalah …
Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya
Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya
Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi
Bacalah teks berikut!
Cuma Takut Tiga Roda
(1) Suatu hari, saat Abdurahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius yang dilakukan seusai menghadiri sebuah rapat di istana Negara.
(2) Pembicaraan bertopik isu terhangat.
(3) Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu sedang melanda kota Jakarta.
(4) Gusdur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.
(5)“Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta, Pak?” tanya seorang menterinya.
(6) “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini.
(7) Padahal kan, nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.”
Krisis yang terdapat pada teks anekdot ditunjukan dengan nomor....
1 dan 2
2 dan 3
5 dan 6
3 dan 4
6 dan 7
Bacalah kutipan teks anekdot ini !
Malik : “Tuan Abdul, saya sudah cari kemana-mana. tetapi saya tidak menemukan kambing yang punya taduk sejengkal manusia.”
Abdul : “Bagaimana kalau kita membuat sayembara, cepat buat pengumuman keseluruh negeri bahwa kita membutuhkan seekor kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia untuk disembelih.
Abstraksi yang tepat untuk kutipan teks anekdot di atas adalah…
Pada suatu hari Tuan Malik mencari kambing yang sudah seminggu menghilang.
Tuan Abdul membuat sayembara perihal pencarian kambing.
Akhirnya kambing itu ditemukan.
Tuan malik tidak mencari kambing yang punya tanduk sejangkal manusia.
Kemudian Tuan malik dan tuan Abdul bersepakat membuat sayembara untuk mencari kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia.
Kita dapat memahami teks anekdot dan dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk...
Menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi di dunia nyata
Mempertahankan bangsa agar berpegang tegus terhadap Pancasila
Sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis
Menyampaikan kritik terhadap persoalan-persoalan pada bidang-bidang layanan tersebut
Memperoleh ilmu pengetahuan melalui pendidikan
Yang termasuk kedalam sifat-sifat anekdot secara umum adalah....
Aneh
Membosankan
Khayalan
Nyata
Nyaman
Berikut isi teks anekdot, kecuali…
Sindiran secara tersurat ataupun tersirat
sindiran dan kritikan
cerita singkat dan lucu
menyampaikan kritik melalui sindiran
Menyindir karena benci
Susunlah anekdot berikut sesuai dengan strukturnya!
1. Bu guru pun tersenyum.
2. Siapa yang bisa membuat perempamaan bagi penegak hukum di negeri kita?
3. Bu guru di depan kelas.
4. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek.
5. Tidak lalu kemudian seorang anak menjawab dengan lantang.
6. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
7. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil BU, kalau kasus besar tidak pernah muat.
1-2-3-4-5-6
2-4-5-3-6-1
2-4-3-5-1-6
6-5-4-3-2-1
3-2-1-4-5-6
Urutan struktur teks anekdot yang benar adalah…
Abstraksi – orientasi – krisis – reaksi – koda
abstraksi – krisis – reaksi – orientasi – koda
abstraksi – orientasi – krisis – koda – reaksi
abstraksi – koda – krisis – reaksi – orientasi
abstraksi – orientasi – reaksi – krisis – koda
Perhatikan penggalan teks anekdot berikut ini!
Di kantin sebuah universitas, terdapat dua orang mahasiswa yang sedang berbincang-bincang….
Penggalan teks anekdot di atas termasuk pada bagian….
Abstraksi
orientasi
Krisis
Reaksi
koda
Cermati teks anekdot berbentuk dialog berikut!
Tono : “Bukan itu sebabnya Din, sebab dia juga
seorang pejabat.”
Udin : “ Loh apa hubungannya?”
Tono : “ Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya
diduduki orang lain.”
Udin :” “???”
Kata kursi pada dialog di atas memiliki makna….
Dudukan
Keinginan
Pegawai
Jabatan
Tempat duduk
Cermati teks anekdot berikut.
Darman kaget melihat orang yang ada di situ. Semuanya dia kenal, para ahli kenegaraan sedang “Blusukan”. Lebih kaget lagi ketika melihat tulisan di dinding “Hanyutkanlah mereka yang tak ikhlas!” Darman pingsan!
Kata kerja aksi pada teks tersebut adalah….
Kaget
Kenal
Ahli
Melihat
Pingsan
Bacalah teks anekdot berikut ini!
Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas. “Tahukah Anda, bahwa anda telah melakukan pelanggaran?” “Tidak tahu. Apa gerangan yang telah saya perbuat?” jawab Azam “Anda
telah membuang sampah sembarangan.” tegas petugas itu. Dengan sigap Azam menjawab “oh maap terjatuh” lalu diambilnya sampah itu serta langsung menyimpannya lagi ke dalam saku celananya”
Sindiran yang terdapat pada penggalan teks anekdot tersebut adalah…
orang yang tidak tertib membuang sampah.
orang yang tidak mengerti aturan
sindiran petugas kepada Azam
sikap azam yang membandel
orang-orang yang tidak sopan terhadap petugas
Bacalah teks anekdot berikut ini!
Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas. “Tahukah Anda, bahwa anda telah melakukan pelanggaran?” “Tidak tahu. Apa gerangan yang telah saya perbuat?” jawab Azam “Anda
telah membuang sampah sembarangan.” tegas petugas itu. Dengan sigap Azam menjawab “oh maap terjatuh” lalu diambilnya sampah itu serta langsung menyimpannya lagi ke dalam saku celananya”
Kalimat koda yang tepat untuk penggalan teks anekdot tersebut adalah…
“Mari saya tunjukan tempat pembuangan sampah!”
Petugas itu hanya terbelalak keheranan, lalu pergi meninggalkan Azam
Lalu, petugas menatap marah pada Azam.
Azam lalu pergi menjauhi petugas.
Kemudian azam dan petugas saling memalingkan wajah.
Bacalah teks anekdot berikut ini!
Contohnya saja orang utan yang ada di Kalimantan. Kini mereka kehilangan habitat mereka. Hal ini karena hutan dijadikan sebagai perkebunan sawit yang luasnya hingga berhektar-hektar. Andai saja orang utan bisa ngomong, tentu saja mereka akan menuntut
HAM Kepada KOMNAS HAM (hak asasi monyet).
Kalimat yang menunjukan unsur humor berdasarkan teks anekdot di atas adalah….
Kini mereka kehilangan habitat mereka.
Hal ini karena hutan dijadikan perkebunan sawit.
Perkebunan sawit luasnya berhektar-hektar
andaikan orang utan bisa ngomong
tentu saja mereka akan menuntut kepada KOMNAS HAM (Hak asasi monyet)
Bacalah teks anekdot berikut ini!
Contohnya saja orang utan yang ada di Kalimantan. Kini mereka kehilangan habitat mereka. Hal ini karena hutan dijadikan sebagai perkebunan sawit yang luasnya hingga berhektar-hektar. Andai saja orang utan bisa ngomong, tentu saja mereka akan menuntut
HAM Kepada KOMNAS HAM (hak asasi monyet).
Kritik yang disampaikan pada teks anekdot tersebut adalah….
orang utan seharusnya memiliki Komnas ham (hak asasi monyet)
Masyarakat Indonesia seharusnya berpartisispasi dalam penyelamatan orang utan.
orang utan di Kalimantan kehilangan habitatnya
Para petinggi negara harusnya menyelamatkan habitat orang utan.
Perkebunan sawit janganlah dibuka berhektar-hektar .
hikayat merupakan salah satu bentuk karya sastra….
Prosa Fiksi lama
Prosa fiksi baru
imajinatif
Nonimajinatif
Melayu
Berikut ini merupakan karakteristik hikayat, kecuali…
Anonim
Istana sentris
Arkais
logis
Statis
Bacalah teks hikayat berikut ini!
“Ayam panggang sepuluh ekor! Wah sedapnya! Tiba-tiba Buyung melaung dari arah timur.
Serta-merta meleleh air liurnya. Seleranya terbuka. Dengan pantas ia mengambil ayam yang paling besar lalu makan dengan gelojoh.
Teks hikayat di atas memiliki karakteristik….
Alurnya Statis
Menggunakan kata arkais
Istana Sentris
Mengandung nilai moral
Mengandung kesaktian
Bacalah teks hikayat berikut ini!
Tiba-tiba nasi itu berkumpul dan mengejar Kendi. Kawah menyerkup Kepala Kendi dan nasi-nasi itu menggigit tubuh Kendi. Kendi menjerit meminta tolong.
Penggalan teks hikayat di atas memiliki karakteristik…
Statis
Pralogis
Arkais
Leluri
Dinamis
Bacalah teks hikayat ini!
Tersebutlah tiga orang sahabat, Kendi, Buyung dan Awang yang sedang mengembara. Mereka membawa bekalan makanan, seperti beras, daging, susu dan buah-buahan. Apabila penat berjalan mereka berhenti dan memasak makanan. Jika bertemu kampung, mereka singgah membeli makanan untuk dibuat bekal dalam perjalanan…
Penggalan di atas termasuk ... dalam struktur teks hikayat
orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Penyelesaian
Cermatilah teks hikayat berikut ini!
Sebelum berangkat awang mengambil pinggan nasi yang telah bersih, sebutir nasipun tidak berbaki dalam pinggan itu. “pinggan ini akan mengingatkan aku supaya jangan sombong dan tamak. Makan biarlah berpada-pada dan tidak mubazir”. Kata Awang lalu beredar meninggalkan tempat ini.
Penggalan di atas termasuk….. dalam struktur teks hikayat
orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Penyelesaian
Struktur teks hikayat yang tepat adalah….
orientasi- komplikasi- koda- reaksi
Orientasi-komplikasi – penyelesaian -resolusi
Orientasi- komplikasi-resolusi- koda
Komplikasi-resolusi-koda- orientasi
resolusi-koda-komplikasi-resolusi
Cermati teks hikayat berikut ini!
Tersebut cerita seorang raja yang terlalu besar kerajaannya. Saeful Muluk namanya, Ajam saukat nama
kerajaannya. Adapun raja ini telah berkawin dengan Putri Sukanda Rum. Tetapi oleh karena permaisurinya tidak beranak, ia berkawin dengan putri Sukanda
bayang-bayang. Hatta berapa lamanya putri Sukanda Bayang-bayang pun beranak kembar yang diberi nama Makdam dan Makdim.
Teks hikayat di atas memiliki karakteristik….
Alurnya Statis
Menggunakan kata arkais
Istana Sentris
Mengandung kemustahilan
Mengandung kesaktian
Cermati teks hikayat berikut ini!
Tersebut cerita seorangraja yang terlalu besar kerajaannya. Saeful Muluk namanya, Ajam saukat nama kerajaannya. Adapun raja ini telah berkawin dengan Putri Sukanda
Rum. Tetapi oleh karena permaisurinya tidak beranak, ia berkawin dengan putri Sukanda bayang-bayang. Hatta berapa lamanya putri Sukanda Bayang-bayang pun
beranak kembar yang diberi nama Makdam dan Makdim.
Unsur Intrinsik yang mendominasi penggalan hikayat tersebut adalah….
amanat
alur
Latar
Tokoh
Sudut pandang
Bacalah teks berikut ini!
Makdam dan Makdim bertanyakan nasib Jaya lengkara pada seorang Kadi. Kadi meramalkan Jaya Lengkara akan akan menjadi raja besar dari segala raja-raja. Mendengar
ramalan demikian Makdam dan Makdim menjadi sakit hatinya. Mereka berdusta kepada ayahanda dengan mengatakan jikalau Jaya Lengkara ada dalam negeri,
negeri akan binasa, beras dan padi jadi mahal. Raja termakan fitnah ini dan membuang Jaya Lengkara dengan bundanya dari negeri.
Berikut ini adalah karakter Makdam dan Makdim yang sesuai dengan teks di atas…
pendusta dan ingin jadi raja
pendusta dan memfitnah jaya lengkara
termakan fitnah dan pemarah
pendusta dan peramal
Menyakiti hati raja
Bacalah teks berikut ini!
Makdam dan Makdim bertanyakan nasib Jaya lengkara pada seorang Kadi. Kadi meramalkan Jaya Lengkara akan akan menjadi raja besar dari segala raja-raja. Mendengar
ramalan demikian Makdam dan Makdim menjadi sakit hatinya. Mereka berdusta kepada ayahanda dengan mengatakan jikalau Jaya Lengkara ada dalam negeri,
negeri akan binasa, beras dan padi jadi mahal. Raja termakan fitnah ini dan membuang Jaya Lengkara dengan bundanya dari negeri.
Siapakah Tokoh protagonis dari teks hikayat di atas?
Raja
Permaisuri
Makdam dan Makdim
Jaya Lengkara
Seorang Kadi
Amatilah teks berikut ini!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut
tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Amatilah teks berikut ini!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut
tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....
kekacauan penduduk akibat hasutan
ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
kekejaman raja terhadap rakyatnya
keadilan seorang raja kepada rakyatnya
Amatilah teks berikut ini!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut
tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....
diam, dan tuan
daripadanya dan merebut
raja dan tamasya
rimba dan akal
hamba dan buraksa
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena
kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
pemberani
baik budi
sombong
setia
kasar
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di
tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.
Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ….
sosial
moral
budaya
agama
pendidikan
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata Permaisuri, “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini
peroleh anak.” Maka kata Nata, “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakanda di dalam dunia ini, kalau-kalau kita berdua
dikehendaki oleh sang yang sukma, kembali ke kayangan kita.” “Maka kata Permaisuri, Kakang Aji marilah sata memuja pada segala Dewa-Dewa memohonkan
kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewata mulia raja akan kita akan anak ini.”
Nilai agama yang terkandung dalam penggalan naskah sastra Melayu klasik tersebut adalah ….
ingin dianugerahi seorang anak yang cantik atau ganteng
memuja pada dewa-dewa agar dianugerahi seorang anak
berkomunikasi secara sopan terhadap suami atau istri
berdoa kepada Tuhan agar diberikan kebahagiaan
akan kembali ke kayangar jika dianugerahi seorang anak
(1) bersifat imajinasi
(2) mengisahkan tentang kerajaan
(3) nama penciptanya tidak diketahui
(4) bersifat menyindir
(5) bersifat menghibur
Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?
(1), (3), (5)
(2), (4), (5)
(1), (2), (3)
(1), (4), (5)
(2), (3), (4)
Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....
cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya
kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya
kesaktian dan keunggulan ceritanya
kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya
kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya
Dibawah ini merupakan perbedaan antara hikayat dan cerpen, kecuali….
Hikayat anonim sementara cerpen nama pengarang dapat diketahui.
hikayat temanya statis tetapi cerpen temanya dinamis.
hikayat latarnya istana sentris sedangkan cerpen menggunakan kehidupan masa kini.
Hikayat tokohnya dewa, dewi, raja sedangkan cerpen manusia modern.
Hikayat ceritanya masuk akal sedangkan cerpen selalu mustahil.
