NEW
Font size
WorksheetsTry Out PAS Sejarah Indonesia XI
Total questions: 25
Worksheet time: 12mins
Salah satu faktor yang dapat menyatukan dan mengikat organisasi-organisasi pergerakan nasional adalah
Adanya kesadaran tentang arti pentingya berpolitik
Adanya tujuan yang sama, yaitu ingin mencapai kemerdekaan
Adanya diskriminasi yang dilakukan oleh Bela
Waktu berdirinya yang hampir bersamaan
Karena pemerintah Kolonial Hindia Belanda semakin lemah
Corak pergerakan nasional yang menolak kerja sama dengan pemerintah kolonial biasa disebut kelompok
Kooperatif
Radikal
Nonkooperatif
Moderat
Sosialis kanan
Tujuan pergerakan nasional di Indonesia adalah untuk
Mencapai kemerdekaan tanah air dari penindasan penjajah
Menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu berorganisasi
Mencapai kemerdekaan tiap-tiap darah
Merebut kekuasaan di bidang politik
Mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan
Kesadaran akan nasib bangsanya mendorong lahirnya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 dengan pelopornya adalah para mahasiswa
RHS di Jakarta
MOSVIA di Jakarta
NIAS di Surabaya
STOVIA di Jakarta
OSVIA di Surabaya
Lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 inisiasi oleh...
dr. Wahidin Sudirohusodo
Ki Hajar Dewantara
Ir. Soekarno
K.H. Ahmad Dahlan
Douwes Dekker
Setelah perhimpunan Indonesia berhaluan politik maka tujuan Perhimpunan Indonesia adalah menjadikan Indonesia
Berparlemen
berbentuk uni
berbentuk serikat
merdeka dengan pemerintahan sendiri
menjadi daerah persemakmuran
Sarekat Islam merupakan gerakan nasionalis demokratis dan ekonomis serta berasaskan Islam dengan haluan
Kooperatif
Moderat
Low profil
Nonkooperatif
Radikal
Sejak tahun 1923, majalah yang diterbitkan oleh Indonesiche Vereeniging berubah dari...
Hindia Magazine menjadi Balai Pustaka
Indonesia merdeka menjadi Hindia Magazine
Hindia Putra menjadi Indonesia Merdeka
Indonesiche Foreing menjadi Hindia School
Poste Indonesische menjad Boemiputera
SI dalam perkembangannya pecah menjadi dua kelompok, yakni SI Putih dan SI Merah. SI Putih adalah
Kelompok religus
Kelompok ekonomis
Kelompok ekonomis-liberalis
Kelompok nasionalis-religius
Kelompok ekonomis-dogmatis
Ki Hajar Dewantara bukan saja seorang ahli pendidikan nasional Indonesia, tetapi juga seorang kritikus yang tulisannya sangat tajam. Hal tersebut terbukti dari tulisannya yang berjudul
Max Havelaar
Gema Tanah Air
Indonesia Menggugat
Habis Gelap Terbitlah Terang
Als Ik Een Nederlander Was
Indische Partij merupakan organisasi pergerakan kebangsaan yang bertujuan...
Memajukan kebudayaan Jawa, Madura, dan Bali
Menyatukan seluruh warga negara Indonesia yang berada di negeri Belanda
Mengusahakan kemajuan yang selaras bagi bangsa dan tanah air
Menggalang persatuan semua orang Indonesia untuk berjuang demi kemerdekaan RI
Mengusahakan kerja sama antara orang Indonesia yang satu agama
Dengan taktik “blok-within” yang dilakukan Sarekat Islam (SI), terpecah menjadi dua, yaitu SI Merah dan SI Putih. Tokoh-tokoh yang termasuk dalam SI Putih, antara lain adalah
Abdul Muis, Alimin, dan Muso
Adul Muis, Agus Salim, Cokroaminoto
Semaun, Darsono, dan Tan Malaka
Cokroaminoto, Semaun, dan Darsono
Cokroaminoto, Agus Salim, Surjopranoto
Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi munculnya kebangkitan nasional di Indonesia, salah satunya adalah
Akibat pelaksanaan politik Gubernur Jenderal de Jong
Pengaruh terbitnya buku Max Havelaar
Kemenangan Jepang atas Cina tahun 1905
Penderitaan bangsa Indonesia
Munculnya golongan terpelajar
Latar belakang berdirinya Budi Utomo adalah
Terjadinya persaingan dengan pedagang China
Terbukanya kesempatan bagi bumiputera untuk berpolitik praktis
Terbukanya peluang bagi pribumi untuk menjabat pegawai pada birokrasi kolonial
Berdirinya gerakan modernis Islam peratama di Jawa
Dilancarkannya gerakan penggalangan beasiswa bagi pelajar-pelajar Jawa oleh Dr. Wahidin Soedirohoesodo
Di bawah ini adalah organisasi yang pertama kali secara terang-terangan menyatakan diri sebagai partai politik
Partai Sarekat Islam Indonesia
Indische Partij
Perhimpunan Indonesia
Partai Nasional Indonesia
Partai Indonesia
Cita-cita Indische Partij yang menumbuhkan semangat nasionalisme Indonesia. Salah satunya adalah
Meresapkan cita-cita kesatuan nasional
Memberantas kebencian antarsuku/agama
Memperbesar pengaruh pro-Hindia dalam pemerintahan
Pendidikan harus ditujukan untuk kepentingan ekonomi Hindia
Berusaha untuk memperoleh persamaan hak bagi semua orang Hindia
Salah satu faktor yang dapat menyatukan dan mengikat organisasi-organisasi pergerakan nasional adalah
Adanya kesadaran tentang arti pentingya berpolitik
Adanya tujuan yang sama, yaitu ingin mencapai kemerdekaan
Adanya diskriminasi yang dilakukan oleh Belanda
Waktu berdirinya yang hampir bersamaan
Karena pemerintah Kolonial Hindia Belanda semakin lemah
Penderitaan yang dialami rakyat akibat penjajahan menyebabkan
Menggugah semangat penjajah
Menyulitkan persatuan bangsa
Melahirkan politik balas budi penjajah
Memengaruhi timbulnya pergerakan nasional
Memperlambat laju pergerakan nasional
Faktor utama yang menyebabkan pesatnya perkembangan sarekat islam pada masa-masa awal kemunculannya adalah karena
Adanya pengakuan pemerintah kolonial belanda terhadap sentral Sarekat Islam
Sentiment yang kuat dari orang-orang pribumi terhadap pedagang Cina
Sifat keanggotaan Sarekat Islam yang lebih nasional
Masuknya gagasan sosialisme ke dalam organisasi tersebut
Organisasi tersebut dipimpin oleh tokoh-tokoh yang kharismatik
Para pemimpin Indische Partij sering dikenal dengan sebutan tiga serangkai yaitu
Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker , Setiabudi
Ki Hajar Dewantara, Setiabudi, Cokroaminoto
Ki Hajar Dewantara, Cipto Mangunkusumo, Douwes Dekker
H. Agus Salim, Abdul Muis, Samaoen
Setiabudi, Hatta, Soekarno
Pada saat Soekarno ditangkap dan dipenjarakan di Sukamiskin (Bandung) sebagai akibat gerakan organisasi PNI yang radikal dan non-kooperatif dengan pemerintah kolonial, di depan pengadilan ia melakukan pidato pembelaan dirinya yang berjudul
Enough is Enough
Kami bukan bangsa inlander
Indonesia menggugat
Menuju Indonesia merdeka
Saatnya Indonesia berbicara
Kedatangan Jepang ke Indonesia diterima oleh rakyat Indonesia karena
Jepang dari kawasan Asia
Jepang menjanjikan kemerdekaan
Jepang bertujuan mengusir imperialisme Barat
Jepang mengaku sebagai saudara tua
Jepang masih satu rumpun dengan Indonesia
Langkah awal yang dilakukan oleh Jepang untuk menguasai Asia adalah
Menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour
Merebut kekuasaan di Indonesia dari tangan Belanda
Menyerang pusat militer di Amerika Serikat
Merebut Cina dari tangan Inggris
Menguasai wilayah Hongkong
Pada masa pemerintahan militer Jepang, ada dua daerah yang masuk koci (daerah istimewa), yakni
Aceh dan Yogyakarta
Aceh dan Jakarta
Surakarta dan Aceh
Yogyakarta dan Jakarta
Surakarta dan Yogyakarta
MIAI masih diperbolehkan berkembang pada masa pendudukan Jepang sebab
MIAI sebagai organisasi yang sangat setia untuk mendukung Jepang dalam perang
Umat Islam di Indonesia adalah masyarakat mayoritas
Ada persamaan ajaran Islam dengan Shintoisme
MIAI bersikap tegas
MIAI dikenal sebagai organisasi yang sangat anti terhadap barat
