Font size
WorksheetsSTIEK (Ch 10 Pendekatan Prediktif)
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Hakikat dari pendekatan prediktif :
Pendekatan prediktif muncul dari adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah yang rumit dalam mengevaluasi metode-metode alternatif dari berbagai alternatif pengukuran akuntansi.
Pendekatan prediktif muncul dari adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah yang sederhana dalam mengevaluasi metode-metode alternatif dari berbagai alternatif pengukuran akuntansi.
Pendekatan prediktif muncul justru karena tidak adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah yang rumit dalam mengevaluasi metode-metode alternatif dari berbagai alternatif pengukuran akuntansi.
Jawaban benar semua
Keunggulan yang nyata dari pendekatan prediktif :
Tidak perlu adanya bukti empiris
memungkinkan untuk mengevaluasi pengukuran – pengukuran akuntansi alternatif secara empiris dan membuat suatu pilihan yang nyata dengan berdasarkan atas suatu kriteria diskriminator
Tidak perlu pengukuran akuntansi alternatif
Semua jawaban benar
Aliran dari pendekatan prediktif meliputi :
Memprediksi peristiwa ekonomi
Memprediksi reaksi pasar terhadap pengungkapan
Memprediksi Laba
Memprediksi Cash Flow yang akan datang
Beberapa hal yang terkait dengan peristiwa bisnis adalah (Jawaban yang tidak tepat) adalah :
Analisis Time – Series dan Prediksi Kesulitan
Prediksi Premi Obligasi dan Peringkat Obligasi dan Perilaku Restrukturisasi Perusahaan
Keputusan – Keputusan Kredit dan Pinjaman Bank dan Peramalan Informasi Laporan Keuangan
Peristiwa runtuhnya gedung WTC
Analisis Time – Series adalah :
suatu pendekatan metodologis struktural dimana ketergantungan statistikal sementara dalam suatu kumpulan data dapat diperiksa.
Penelitian Analisis Time – Series menempatkan fokusnya pada: Isu – Isu prediksi dalam analisis time series
Penelitian Analisis Time – Series menempatkan fokusnya pada: Sifat - Sifat time series dari laba yang dilaporkan
Semua jawaban benar
Pernyataan yang salah dari Prediksi laba dimasa depan merupakan Jumlah laba yang dilaporkan adalah suatu angka teragregat dimensitemporer dan dimensi komposisional...di tandai dengan hasil penelitian Jenkins dan Box :
Komite Jenkins dan Box menyatakan laba tahunan tidak bisa digunakan untuk memprediksi masa depan
Penggunaan laba tahunan yang lalu untuk meramalkan laba di masa depan, studi-studi menunjukkan bahwa proses-proses autoregresif (atau rata-rata bergerak) yang rumit, yang telah dikembangkan dengan menggunakan prosedur-prosedur Box dan Jenkins
Komponen laba untuk memprediksi di masa depan, bukti-bukti yang ada mendukung kemampuan peramalan yang lebih baik dari data penjualan dan laba yang terpilah-pilah, namun hal ini tidak ditunjukkan bagi model-model yang berdasarkan pada komponen-komponen seperti beban bunga, beban penyusutan, dan laba operasi sebelum depresiasi
Penggunaan laba triwulanan yang lalu untuk meramalkan laba di masa depan, yaitu suatu kemampuan prediktif yang lebih baik dari model-model laba triwulanan jika dibandingkan dengan model-model tahunan dan model-model “individual” dari Box dan Jankins yang lebih komprehensif.
Empat faktor dibawah ini diasumsikan menciptakan risiko obligasi dan memengaruhi imbal balik dari obligasi saat jatuh tempo :
Risiko tingkat suku bunga
Risiko daya beli
Risiko kegagalan
Risiko pemasaran
Resiko Inheren
Tujuan dari Restrukturisasi perusahaan dapat meliputi akuisisi, merger, konsolidasi, divestasi, transaksi bursa, pembelian dengan menggunakan pinjaman (leverage buyouts-LBO) dan pemecahan (spinoff)
memaksimalkan nilai pasar dari ekuitas yang dipegang oleh pemegang saham yang ada
untuk memaksimalkan kesejahteraan dari manajemen yang dan pengelola yang akan datang
untuk memaksimalkan kesejahteraan dari manajemen yang ada.
Menurunkan Nilai Pasar
Keputusan – Keputusan Kredit dan Pinjaman Bank dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dikelompokan kedalam penelitian yaitu :
Usaha – usaha untuk menstimulasikan aspek-aspek dari investasi bank dan proses peminjaman.
Prediksi dari keputusan klasifikasi pinjaman.
Estimasi dan prediksi dari kesulitan keuangan bank.
Semua jawaban benar
Pendekatan positif dalam prediksi masa depan adalah
suatu pendekatan yang menyatakan manajemen dapat memilih metode akuntansi alternatif yang diharapkan dapat meningkatkan earnings
suatu pendekatan yang menyatakan manajemen dapat memilih metode akuntansi alternatif yang diharapkan dapat menurunkan earnings
suatu pendekatan yang menyatakan manajemen dapat memilih metode akuntansi alternatif yang diharapkan dapat menurunkan aspek perpajakan
suatu pendekatan yang menyatakan manajemen dapat memilih metode akuntansi alternatif yang diharapkan dapat meningkatkan deviden dan aktiva
Pendekatan positif dalam prediksi masa depan meliputi :
suatu pendekatan yang menyatakan manajemen dapat memilih metode akuntansi alternatif yang diharapkan dapat meningkatkan earnings
Proses penetapan dan pelaksanaan standar merupakan masalah serius dalam profesi akuntansi dan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Penentuan mekanisme terbaik dalam menetapkan keseragaman standar akuntansi merupakan faktor penting agar standar akuntansi dapat diterima dan bermanfaat.
Kebutuhan untuk mencapai tujuan sosial yang memuaskan mendukung perlunya regulasi akuntansi.
Pendekatan regulasi dalam penyusunan standar akuntansi terdiri dari :
Pendekatan Pasar Bebas
Pendekatan sektor Migas
Pendekatan sektor swasta
Pendekatan Sektor industri
Pendekatan ini menghasilkan standar akuntansi dimulai dari asumsi dasar bahwa informasi akuntansi merupakan sebuah produk yang bersifat ekonomis, sama seperti barang atau jasa lainnya.
Pendekatan Pasar Bebas
Pendekatan sektor Migas
Pendekatan sektor swasta
Pendekatan Sektor industri
Pendekatan ini dalam regulasi standar akuntansi menggunakan asumsi dasar bahwa kepentingan publik terhadap akuntansi akan terlayani dengan baik apabila penyusunan standar
Pendekatan Pasar Bebas
Pendekatan sektor Migas
Pendekatan sektor swasta
Pendekatan Sektor industri
Penyusunan standar swasta di Amerika Serikat dari tahun 1973 sampai sekarang dilakukan oleh Financial Accounting Standard Board (FASB), Pendukung pendekatan sektor swasta menggunakan argumen sebagai berikut :
FASB terlihat responsif terhadap berbagai konstituen
FASB tampak mampu menarik, sebagai anggota atau staf, orang-orang yang memiliki pengetahuan teknis yang diperlukan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pengukuran dan pengungkapan alternatif.
FASB terlihat sukses dalam memperoleh tanggapan dari berbagai konstituensinya dan dalam menanggapi sejumlah masukan
FASB terlihat gagal dalam memperoleh tanggapan dari berbagai konstituensinya dan dalam menanggapi sejumlah masukan
Penyusunan standar swasta di Amerika Serikat dari tahun 1973 sampai sekarang dilakukan oleh Financial Accounting Standard Board (FASB), penentang pendekatan sektor swasta menggunakan argumen sebagai berikut :
FASB tidak memiliki kewenangan statutori dan kekuatan untuk memaksakan aturan yang dibuatnya,serta menghadapi tantangan penolakan oleh Kongres maupun oleh lembaga pemerintahan lainnya
FASB tampak mampu menarik, sebagai anggota atau staf, orang-orang yang memiliki pengetahuan teknis yang diperlukan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pengukuran dan pengungkapan alternatif.
FASB sering dituduh tidak independen dari konstituennya yang besar, kantor akuntan publik dan koperasi
FASB tidak memiliki kewenangan statutori dan kekuatan untuk memaksakan aturan yang dibuatnya,serta menghadapi tantangan penolakan oleh Kongres maupun oleh lembaga pemerintahan lainnya.masukan
Ketidakmampuan suatu perusahaan untuk memenuhi sebagian atas seluruh pembayaran bunga dan pokok obligasi
Risiko tingkat suku bunga
Risiko daya beli
Risiko kegagalan
Risiko pemasaran
Resiko Inheren
Kemungkinan pelajaran untuk menjual rugi obligasi
Risiko tingkat suku bunga
Risiko daya beli
Risiko kegagalan
Risiko pemasaran
Resiko Inheren
Kerugian yang dialami oleh pemegang obligasi karena perubahan yang terjadi pada tingkat harga umum
Risiko tingkat suku bunga
Risiko daya beli
Risiko kegagalan
Risiko pemasaran
Resiko Inheren
Efek perubahan tingkat suku bunga yang tidak terduka pada nilai pasar dari obligasi.
Risiko tingkat suku bunga
Risiko daya beli
Risiko kegagalan
Risiko pemasaran
Resiko Inheren
