NEW
Font size
WorksheetsSejarah Indo XII IIS 5
Total questions: 25
Worksheet time: 44mins
Makna penting dikeluarkannya dekrit presiden 5 juli 1959 pada akhir masa demokrasi Liberal adalah….
Memberi kesempatan bagi kelompok PKI untuk masuk dalam pemerintahan
Memunculkan kekuatan baru dalam politik pemerintahan, yaitu TNI AD dan PKI
Menunjukan ketidak tegasan pemerintah dalam menghadapi konstituante hasil pemilu 1955
Kuatnya pengaruh TNI AD terhadap pemerintahan dalam mengusulkan agar UUD 1945 digunakan kembali.
Menyelamatkan kondisi politik nasional yang tidak menentu akibat kegagalan Konstituante menyusun UUD yang baru.
Secara teoritis, demokrasi terpimpin merupakan sistem demokrasi yang berdasarkan….
Ketuhan yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyataan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pada masa demokrasi Terpimpin, terdapat 4 partai politik besar yang berkuasa dalam kabinet. Berikut yang tidak termasuk sebagai partai besar tersebut adalah…
NU
MASYUMI
PSI
PNI
PKI
Perhatikan pernyataan2 berikut.
1) Bubarkan negara boneka Malaysia
2) Bubarkan konstituante
3) Memberlakukan kembali UUD 1945
4) Bubarkan Partai Sosialis Indonesia
5) Pembentukan MPR(S) dan DPA (S)
Isi dari dekrit presiden 5 juli 1959 ditunjukan nomor….
1,2,3
1,2,4
2,3,4
2,3,5
3,4,5
Hakekat dari pemberian Supersemar oleh Presiden Soekarno kepada Letnan Jenderal Soeharto adalah ...
Mengadakan perombakan kabinet dwikora
Menggantikan kedudukan Presiden Soekarno
Mengadakan penumpasan Partai Komunis Indonesia
Menyelidiki pembunuhan terhadap jenderal-jenderal Angkatan Darat
Mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka menegakkan stabilitas keamanan dan kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sejarah pergolakan dan konflik yang terjadi di Indonesia selama periode 1948-1965 dibedakan dalam tiga kelompok, yaitu yang berkaitan dengan ideologi, kepentingan dan sistem pemerintahan di bawah ini adalah contoh konflik yang terjadi karena faktor Kepentingan adalah
APRA dan Andi Aziz
PKI Madiun dan PRRI/PERMESTA
Andi Aziz dan Di/TII
DI/TII dan PKI
PRRI/permesta dan DI/TII
Pada tanggal 30 September malam tahun 1965 PKI melakukan kudeta dengan menculik dan membunuh beberapa perwira tinggi Angkatan Darat. Berikut ini adalah para perwira tinggi AD yang menjadi korban penculikan PKI di Jakarta, kecuali
Mayjen S. Parman
Mayjen Soeprapto
Brigjen D.I. Pandjaitan
Mayjen Haryono MT.
Letkol Sugiono
Pada masa Demokrasi Liberal terjadi tujuh kali pergantian kabinet. Diantara tujuh kabinet itu dada kabinet Wilopo dan Juanda yang dikenal dengan zaken kabinet, yang dimaksud zaken kabinet yaitu
kabinet yang terdiri dari para perwakilan daerah
kabinet yang anggota-anggotanya dipilih langsung oleh presiden
kabinet yang terdiri dari pakar yang ahli dalam bidangnya masing-masing
kabinet yang berasal dari kaum terpelajar dan intelektual
kabinet yang anggotanya berasal dari partai politik pemenang pemilu
Berdasarkan maklumat pemerintah tanggal 3 November 1945 tentang pembentukan partai-partai maka Indonesia menganut sistem multi partai yang bertujuan untuk
Mendidik masyarakat agar berpolitik praktis
Menampung aspirasi rakyat melaui partai politik yang ada
Menampung partai-partai politik yang berdiri pada masa perjuangan
Menciptakan iklim politik yang bersih
Menegakkan pemerintahan yang berdasarkan demokrasi Pancasila
Berikut merupakan salah satu contoh pelaksanaan politik mercusuar oleh Indonesia adalah
Memelopori keluar dari anggota PBB
Terus melaksanakan konfrontasi dengan Malaysia
Bersedia menjadi tuan rumah Ganefo
Membentuk poros Jakarta – Pyongyang
Bersedia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika
Berikut di bawah ini yang Bukan merupakan isi Tri Komando Rakyat adalah
Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda
Hancurkan Belanda dan usir dari tanah Papua
Kibarkan sang merah putih di Papua
Bersiap untuk mobilisasi umum
Mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa
Pengelompokkan dan kemudian penyederhanaan partai-partai politik selama kurun waktu 1968-1970 dapat dipandang sebagai upaya Orde Baru untuk
Mengikis habis kekuatan politik Orde Lama
Meniadakan kekuatan-kekuatan politik yang dapat menjadi oposisi Orde Baru
Meredam kelompok-kelompok kritis dalam partai politik
Menciptakan stabilitas politik sebagai prasyarat untuk pemulihan ekonomi
Menegakkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen
Bangsa Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, artinya
Bebas memihak salah satu blok yang kuat di dunia
Bebas membuat senjata untuk mempertahankan dan memperluas wilayah
Bebas untuk menjalin kerjasama dan memutus hubungan diplomatik
Bebas membuat kebijakan apapun terkait hubungan dengan Negara tetangga
Tidak memihak salah satu blok dalam percaturan politik dunia
Berikut ini yang merupakan isi dari Trilogi Pembangunan adalah nomor :
1. Stabilitas
nasional yang dinamis
2. pertumbuhan
pembangunan yang pesat
3. peningkatan
kesejahteraan dan keadilan
4. pertumbuhan ekonomi tinggi
5. pemerataan pembangunan dan
hsil-hasilnya
1,2,3
2,3,5
1,4,5
2,3,4
3,4,5
Badan perwakilan PBB yang dibentuk untuk mengurusi sengketa Indonesia dengan Belanda di Irian barat adalah
KTN
UNTEA
UNCI
UNICEF
UNAMET
Berikut merupakan peristiwa yang terjadi pada masa demokrasi liberal, kecuali
Peristiwa Tanjung Morawa
Peristiwa 17 Oktober 1952
Pelaksanaan KAA di Bandung
Pembubaran partai Masyumi oleh PSI
Pemilu Pertama Negara Indonesia
Tuntutan agar semua lapisan masyarakat mempunyai hak dan kesempatan berusaha yang sama merupakan tuntutan reformasi di bidang
Politik
Sosial
Ekonomi
Hukum
Pertahanan
Sebagai pembuka sejarah di era reformasi Habibi berusaha melaksanakan politik Indonesia dalam kondisi yang transparan dan merencanakan pemilu yang Luber dan Jurdil. Hal ini dimaksudkan agar ....
terbentuknya suatu pemerintahan yang betul-betul membawa amanat rakyat
terbentuk lembaga tinggi negara yang benar-benar representative
tercipta iklim politik yang demokratis
terbentuknya pemerintahan yang bersih dan berwibawa, bebas dari KKN
terwujud suasana kehidupan masyarakat yang aman, tentram,dan dinamis
Salah satu usaha yang dilakukan oleh Presiden Soekarno guna mengatasi konflik Irian barat adalah dengan membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Pasukan tersebut dipimpin oleh ...
Frans Kasiepo
A.H. Nasution
Jendral Wiranto
Mayor Jenderal Soeharto
Jendral Ahmad Yani
Berikut merupakan salah satu penyebab terjadinya pemberontakan DI/TII di Aceh adalah
Ingin menjalin hubungan dengan Belanda
Diturunkannya kedudukan Aceh dari daerah Istimewa menjadi karesidenan
Khawatir pengaruh PKI akan meluas hingga ke Aceh
Mendukung poros nasionalisme, agama dan komunisme
Diturunkan Daud Beureuh sebagai bupati Aceh
Berikut ini yang bukan merupakan hikmah atau pesan moral dalam mempelajari munculnya pemberontakan-pemberontakan pada masa awal kemerdekaan Indonesia adalah
Semakin peka terhadap permasalahan nasional
Menjadi pribadi yang individualis dan idealis dalam mengisi kemerdekaan
Memiliki kesadaran tentang pentingnya integrasi bangsa
Menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia
Mengetahui pentingnya sebuah persatuan dan kesatuan bagi keberlangsungan suatu negara
Berikut ini yang merupakan pahlawan/tokoh pejuang persatuan dan kesatuan dari Papua terdiri dari nomor ...
Ismail Marzukil banyak menciptakan lagu-lagu kebangsaan pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Berikut yang bukan merupakan dampak dari munculnya lagu-lagu kebangsaan Indonesia adalah
Munculnya semangat patriotisme
Bangsa Indonesia tidak ketinggalan dalam bidang seni dan budaya oleh bangsa Asing
Memunculkan rasa senasib dan sepenanggungan
Memunculkan rasa cinta tanah air
Memunculkan semangat dan kreatifitas masayarakat Indonesia
Pada konsepsi presiden 1957 dibentuklah suatu kabinet kaki empat dengan empat partai pendukung sebagai berikut .....
PNI, NU, PKI, Murba
PKB, PNI, NU, PKI
PKB, PAN, Masyumi, PKI
PNI, Masyumi, NU, PKI
PKI, PNI, Murba, PKB
Tujuan dilaksanakannya sistem ekonomi Gerakan Banteng adalah
Memberikan bantuan kredit kepada para pengusaha pribumi agar dapat bersaing dengan pengusaha ekonomi
Menghindarkan persaingan antara pengusaha pribumi dan pengusaha nonpribumi
Membatasi masuknya pengusaha swasta asing ke Indonesia
Meningkatkan nilai ekspor yang menghasilkan devisa negara
Memberikan perlindungan kepada industri dalam negeri dari persaingan industri swasta asing
