wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Keperawatan Jiwa LJ

Total questions: 20

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Laki-laki usia 43 tahun dibawa ke RSJ oleh keluarga karena mengamuk dan mengancam akan membunuh keluarganya dirumah. Klien juga memiliki riwayat memukuli iparnya. Saat pengkajian didapatkan data klien tampak menyendiri, sering berbicara sendiri, bingung penampilan acak-acakan dan klien mengatakan sering melihat bayangan.

Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus diatas ?

a)

Resiko perilaku kekerasan

b)

Isolasi sosial

c)

Harga diri rendah

d)

Defisit perawatan diri

e)

Halusinasi

2.

Laki-laki usia 48 tahun dibawa ke poliklinik psikiatri oleh keluarga karena mengamuk dan suka melempar-lempar benda yang ada di rumah dan sempat mengancam ingin membakar rumahnya. Saat dikaji pasien tampak gelisah, bermusuhan, suara keras dan mengancam, sikap tubuh melindungi diri, tatapan mata tajam dan penampilan kotor. Keluarga mengatakan hal tersebut terjadi setelah pasien kehilangan anaknya akibat kecelakaan motor.

Apakah diagnose keperawatan utama pada pasien tersebut ?

a)

Resiko bunuh diri

b)

Resiko perilaku kekerasan

c)

Isolasi sosial

d)

Defisit perawatan diri

e)

Koping individu tidak efektif

3.

Seorang laki-laki berumur 37 tahun dibawa ke RSJ Mataram karena sering mengurung diri sendiri kemudian menangis dikamarnya. Hal ini terjadi sejak 4 bulan yang lalu klien menjadi korban pengeroyokan. Keluarga mengatakan klien selalu merasa bahwa ada yang mengacamnya. Dari hasil observasi perawat didapatkan data bahwa klien sering berlaku seolah-olah melepaskan diri dari seseorang yang menyentuhnya, pasien tampak menggerak-gerakkan tangannya seolah-olah ada yang meyentuhnya.

Apakah masalah keperawatan utama pada klien tersebut?

a)

Halusinasi penghidu

b)

Halusinasi penglihatan

c)

Halusinasi perabaan

d)

Halusinasi pendengaran

e)

Halusinasi Pengecapan

4.

Seorang perempuan usia 60 tahun, dirawat di RSJ dengan keluhan sering mendengar suara-suara yang memanggil namanya dan menyuruhnya melakukan sesuatu, pasien mengatakan sering mendengarnya pada pagi hari dan siang hari sekitar jam 08.00 dan jam 12 atau jam 13.00 dengan frekuensi dalam sehari 3-4 kali. Setelah mendengar suara itu pasien merasa takut dan cemas dan berusaha mengalihkannya dengan bercakap-cakap.

Apa tindakan yang paling tepat untuk mengontrol halusinasi yang dialami pasien

a)

Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain

b)

Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara menghardik

c)

Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan minum obat secara teratur

d)

Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktifitas secara terjadwal

e)

Minum obat teratur

5.

Strategi pelaksanaan (SP) 1 pada pasien dengan diagnosa resiko perilaku kekerasan adalah…

a)

Mengidentifikasi penyebab, tanda gejala, akibat perilaku kekerasan

b)

Ajarkan pasien tarik napas dalam

c)

Ajarkan pasien latihan pukul kasur bantal

d)

Ajarkan pasien latihan minum obat teratur

e)

Jawaban a,b,c benar

6.

Strategi pelaksanaan (SP) 1 pada pasien dengan diagnosa halusinasi adalah…

a)

Mengidentifikasi penyebab, tanda gejala, frekuensi, waktu terjadi halusinasi dan Ajarkan pasien cara menghardik halusinasi

b)

Ajarkan pasienlatihan minum obat teratur

c)

Ajarkan pasien bercakap-cakap

d)

Ajarkan pasien melakukan aktivitas

7.

Strategi pelaksanaan (SP) 2 pada pasien dengan diagnosa resiko perilaku kekerasan adalah…

a)

Mengidentifikasi penyebab, tanda gejala, akibat perilaku kekerasan

b)

Ajarkan pasien tarik napas dalam

c)

Ajarkan pasien latihan pukul kasur bantal

d)

Ajarkan pasien latihan minum obat teratur

e)

Ajarkan pasien cara berbicara yang baik

8.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat di RSJ sejak 1 bulan yang lalu karena memukul saudaranya di rumah. Hasil evaluasi keperawatan saat ini, pasien sudah dapat mengendalikan marahnya dengan melakukan latihan tarik napas dalam dan pukul bantal serta mampu memahami cara minum obat yang benar.

Apakah tindakan keperawatan berikutnya yang dilakukan perawat sesuai kasus di atas?

a)

Mendiskusikan tanda-tanda jika terjadi perilaku marah

b)

Latihan secara verbal

c)

Latihan secara spiritual

d)

Latihan melakukan kegiatan

e)

Latihan bersosialisasi

9.

Seorang laki-laki berusia 23 tahun diantar ke RSJ dengan keluhan suka marah-marah dan mengomel. Saat ditanya klien mengatakan kalau dirinya utusan Tuhan yang hebat. Keluarga mengatakan klien lebih senang sendiri dan jarang bicara.

Apakah diagnosa keperawatan utama dari kasus diatas?

a)

Perilaku kekerasan

b)

Harga diri rendah

c)

Isolasi sosial

d)

Halusinasi

e)

Waham

10.

Seorang laki-laki berusia 35 tahun, dirawat di RS Jiwa karena sering keluyuran dan mengatakan dia seorang jenderal yang bertugas menjaga presiden. Pada saat pengkajian pasien mengatakan baru pulang mengawal presiden. Pasien sering mondari-mandir dengan posisi tegak. Pasien banyak bicara dan tidak bisa merawat diri dengan baik.

Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut ?

a)

Melatih klien berolahraga

b)

Melatih klien cara memenuhi kebutuhan dasar

c)

Melatih mengendalikan waham waham dengan minum obat

d)

Melatih kemampuan positif yang dimiliki dan melatih kemampuan positif yang dipilih

e)

Identifikasi tanda dan gejala, penyebab dan akibat waham serta melatih klien orientasi realita

11.

Seorang perempuan berusia 30 tahun diantar ke RSJ dengan keluhan tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, diam, mengurung diri di kamar. Sehari sebelum diantar ke RSJ klien ditemukan pingsan di kamar dengan berlumuran darah pada pergelangan tangan.

Apakah diagnosa keperawatan utama pada pasien diatas?

a)

Waham

b)

Isolasi sosial

c)

Harga diri rendah

d)

Resiko bunuh diri

e)

Resiko perilaku kekerasan

12.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RSJ karena mengalami depresi berat. Saat pengkajian didapatkan data bahwa pasien pernah menulis pesan yang berisi keinginannya untuk mati.

Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus diatas?

a)

Mengidentifikasi beratnya masalah risiko bunuh diri: isyarat, ancaman, percobaan tanda, gejala, penyebab dan akibat dari resiko bunuh diri

b)

Melindungi dan mengendalikan pikiran bunuh diri dengan berpikir aspek positif diri

c)

Latihan mengendalikan dorongan bunuh diri dengan cara berpikir positif terhadap keluarga dan lingkungan

d)

Latihan merencanakan masa depan/harapan masa depan

e)

Latihan merencanakan masa depan/harapan masa depan tahap 2

13.

Seorang perempuan berusia 30 tahun diantar ke RSJ dengan keluhan tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, diam, mengurung diri di kamar. Sehari sebelum diantar ke RSJ klien ditemukan pingsan di kamar dengan berlumuran darah pada pergelangan tangan.

Apakah tindakan keperawatan utama yang harus diberikan pada pasien diatas?

a)

Mendiskusikan harapan dan masa depan

b)

Melatih tahap kedua kegiatan mencapai masa depan

c)

Mendiskusikan cara mencapai harapan dan masa depan

d)

Melatih cara-cara mencapai harapan dan masa depan secara bertahap

e)

Mengidentifikasi beratnya masalah resiko bunuh diri, isyarat, ancaman dan percobaan

14.

Seorang perempuan berusia 30 tahun dirawat di RSJ mengalami depresi. Pada saat dilakukan pengkajian, didapatkan data tiga kali melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum racun serangga. Perawat telah mengidentifikasi penyebab, gejala dan akibat dari resiko bunuh diri.

Apakah tindakan keperawatan selanjutnya yang tepat untuk kasus diatas?

a)

Mengidentifikasi benda-benda berbahaya dan mengamankannya (lingkungan aman untuk pasien)

b)

Menjelaskan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar aspek positif diri sendiri

c)

Melatih klien cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar aspek positif diri sendiri

d)

Melatih klien afirmasi/berpikir aspek positif yang dimiliki

e)

Melatih klien memasukan latihan mengendalikan dengan membuat daftar aspek positif diri dan latihan afirmasi positif ke dalam jadwal kegiatan harian klien

15.

Seorang perempuan berusia 30 tahun diantar ke RSJ dengan keluhan tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, diam, mengurung diri di kamar. Sehari sebelum diantar ke RSJ klien ditemukan pingsan di kamar dengan berlumuran darah pada pergelangan tangan.

Berdasarkan kasus diatas, pasien bunuh diri masuk dalam klasifikasi…

a)

Isyarat bunuh diri

b)

Ancaman bunuh diri

c)

Percobaan bunuh diri

d)

Rencana bunuh diri

e)

Resiko bunuh diri

16.

Pedoman pelayanan kewagatdaruratan psikiatrik di Indonesia di atur dalam…

a)

UU No. 38 Tahun 2014

b)

UU No. 18 Tahun 2014

c)

UU No. 36 Tahun 2014

d)

KepMenkes RI No. 1627/Menkes/SK/XI/2010

e)

Permenkes RI No. 1691/Menkes/PER/VIII/2011

17.

Prinsip tindakan yakni penyelamatan hidup pasien dengan melakukan observasi dalam waktu 24 jam. Indikasi pasien dengan skor 1–10 skala RUFA.

Pernyataan diatas merupakan penanganan kegawatdaruratan psikiatri pada fase...

a)

Intensif 1

b)

Intensif 2

c)

Intensif 3

d)

Intensif 4

e)

Intensif 5

18.

fase perawatan pasien dengan observasi kurang ketat sampai dengan 72 jam. Indikasi pasien dengan skor 11–20 skala RUFA.

Pernyataan diatas merupakan penanganan kegawatdaruratan psikiatri pada fase...

a)

Intensif 1

b)

Intensif 2

c)

Intensif 3

d)

Intensif 4

e)

Intensif 5

19.

Kriteria verbal pasien perilaku kekerasan di ruang intensif 1 dengan skor RUFA 1-10…

a)

Bicara kasar, intonasi tinggi, menghina orang lain, menuntut, berdebat.

b)

Bicara kasar, intonasi sedang, menghina orang lain, menuntut, berdebat.

c)

Intonasi sedang, menghina orang lain, berdebat.

d)

Pandangan tajam, tekanan darah meningkat.

e)

Pandangan tajam, tekanan darah menurun.

20.

Kriteria perilaku pasien perilaku kekerasan di ruang intensif 1 dengan skor RUFA 1-10…

a)

Melukai diri sendiri, orang lain, merusak lingkungan, mengamuk, menentang, mengancam, mata melotot.

b)

Pandangan tajam, tekanan darah menurun.

c)

Menentang.

d)

Pandangan tajam, tekanan darah meningkat