NEW
Font size
WorksheetsUAS Kewirausahaan
Total questions: 10
Worksheet time: 14mins
Empat pilar standar akuntansi di Indonesia adalah Kecuali
SAP
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik signifikan
Standar Akuntansi Syari’ah
IFRS
Ciri utama perusahaan yang dapat menggunakan SAK-ETAP
Memiliki modal diatas Rp 300 jt
Tidak memiliki saham dipasar modal
Perusahaan manufaktur besar bukan emiten
Entitas yang memperoleh dana dari miliuner
Karakteristik yang bukan merupakan SAK-ETAP
Berdasarkan ruled base
Ukuran fair value
Prinsiple base
Biaya history
Perbedaan mendasar bentul laporan keuangan SAK-ETAP dan PSAK-IFRS adalah
Laporan laba rugi komprehensif
Laporan perubahan ekuitas
Laporan arus kas
Catatan atas laporan keuangan
Kriteria entitas yang boleh menggunakan SAK-EMKM menurut UU NO.20 tahun 2008
Mendapatkan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat Kecil
Kekayaan bersih temasuk tanah sebesar Rp 10 miliar
Usaha makro omzet setahun maksimal Rp 50 miliar
Usaha Mikro dengan omset di atas Rp 300 jt
Merupakan perbedaan mendasar SAK-ETAP dan SAK-EMKM adalah
Laporan keuangan disajikan dalam 3 tahun berturut-turut
Sumber dana ekuitas diperoleh dari pasar modal
Beban operasional dapat dibayar didepan
Pengukuran dilakukan secara pervasive
Ciri pengukuran harga pokok produksi menggunakan variable costing
Biaya depresiasi peralatan diberlakukan sebagai biaya produksi
Perusahaan menyewa alat untuk produksi diakui sebagai biaya produksi
Keuntungan penjualan bersih dikurangi biaya tetap diakui sebagai laba bersih
Laba kontribusi diakui setelah harga pokok produksi dikurangi total biaya variable.
Berapa rasio laba kontribusi jika produsen mikro menaikan harga jual 15% untuk menaikan laba bersih sebesar 10%
15% x 10%
15% / 10%
15% -10%
10% / 15%
Pengusaha mikro dianjurkan menggunakan pengukuran biaya produksi menggunakan metode variable
Tujuan laporan keuangan terbatas pada kreditor bank
· Peruhaan memiliki komitmen jangka pendek
Ukuran transaksi secara pervasive
Saldo persediaan menjadi lebih tinggi
Tujuan laporan keuangan terbatas pada kreditor bank
Perusahaan memiliki komitmen jangka pendek
Ukuran transaksi secara pervasive
Saldo persediaan menjadi lebih tinggi
Produsen menghitung rasio laba kontribusi sebesar 60%, jika strategi penjualan berencana membagikan produk senilai Rp 3jt sebagai ajang promosi dengan harapan mendapatkan omset sebesar Rp 20jt. Maka laba bersih yang peroleh sebesar
Rp20jt – Rp 3 jt
(Rp20jt – Rp 3 jt) x 60%
· (Rp20jt x 60%) – 3jt
(Rp 20 jt / 60%) – 3jt
Rp20jt – Rp 3 jt
(Rp20jt – Rp 3 jt) x 60%
t
(Rp20jt x 60%) – 3jt
(Rp 20 jt / 60%) – 3jt
