NEW
Font size
WorksheetsNSC 2020_One Respi
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Maksud strategi 1-2-4 pada saat terjadi serangan asma adalah
1 hari 2 mg Pulmicort selama 4 hari pemberian
1-2 mg Pulmicort setiap nebulisasi, dosis maksimal 4 mg per hari
1 mg Pulmicort, 3 kali sehari selama 4 hari pemberian
Tidak ada jawaban yang benar
Sesuai dengan rekomendasi UKK Respirologi PP IDAI 2019, pada Tata Laksana Asma Akut (Saat Serangan), pada pasien yang mengalami Asma Serangan ringan–sedang, maka dapat diberikan terapi
SABA + antikolinergik+ kortikosteroid intravena + MgSO4
SABA + antikolinergik+ kosteroid sistemik intravena+kortikosteroid inhalasi dosis tinggi
SABA + antikolinergik + Teofilin
SABA + kortikosteroid sistemik atau SABA+ kortikosteroid inhalasi dosis tinggi
Strategi 1-2-5 dalam penanganan asma akut anak menunjukkan pengertian penggunaan Pulmicort sebagai berikut
1 mg Pulmicort diberikan 2 kali sehari selama 5 hari pemberian
1-2 mg Pulmicort sehari diberikan selama 5 bulan
1 mg Pulmicort setiap 20 menit selama 5 jam
Tidak dapat didefinisikan
Hasil studi MIST menunjukkan ...
Pemberian Pulmicort 2 mg sehari selama 7 hari memberikan efikasi yang tidak setara dengan pemberian Pulmicort dosis tendah jangka Panjang
Pemberian ICS jangka panjang sebagai terapi standar pada asma anak pada usia 6-18 tahun
Pemberian Pulmicort 2 mg sehari selama 7 hari memberikan efikasi yang setara dengan pemberian Pulmicort dosis tendah jangka Panjang
Pemberian Pulmicort 2 mg sehari selama 7 hari memberikan efikasi yang superior dengan pemberian Pulmicort dosis rendah jangka panjang pada usia <60 bulan
Studi Saito merupakan studi yang tepat untuk menyakinkan dokter dengan behavior dibawah ini :
Menggunakan low dose Pulmicort pada pasien asma akut
Menggunakan flutikason pada pasien asma akut
Tidak ada jawaban yang benar
Menggunakan kortikosteroid oral pada pasien asma akut rawat di rawat inap
Pada pasien anak, pemberian kortikosteroid oral secara berulang (≥4 kali) walaupun dalam durasi yang pendek memberikan efek samping yang serius berupa peningkatan risiko fraktur sebesar….
23%
44%
32%
40%
Berikut ini adalah benefit penggunaan High dose ICS berdasarkan study Rodrigo,2006, kecuali
Pasien yang menerima high dose ICS 4.7x lebih banyak yang dipulangkan dari UGD pada 2-3 jam pertama dibandingkan pada psien yang menerima SCS/placebo
Pemberian ICS dosis tinggi menurunkan resiko hospitalisasi sebesar 70% dibandingkan placebo
Pemberian ICS + SABA meningkatkan efisiensi terapi sebesar 32% dibandingkan SABA saja
Penggunaan ICS dosis tinggi pada 1 jam pertama menurunkan skor gejala asma secara signifikan dibandingkan dengan penggunaan kortikosteroid sistemik atau plasebo
Berikut ini alasan kenapa dokter harus memilih Pulmicort dibandingkan dengan produk me-too adalah…
A. Data klinis yang luas
B. Telah digunakan selama 38 tahun di berbagai negara dan terbukti memiliki profil efikasi dan kemananan yang baik
C. Harga yang lebih mahal dan kemasan lebih bagus
A & B
Perburukan inflamasi menjadi dasar penyebab utama eksaserbasi asma, yang salah satunya dapat menyebabkan vasodilatasi. Apakah yang dimaksud dengan vasodilatasi?
Penyempitan Saluran Pernafasan
Hipersekresi mukus
Hipereaktifitas bronkus
Kebocoran mikrovaskular yang mengakibatkan udema pada saluran pernafasan
Berikut ini yang bukan 3 benefit utama yang diberikan oleh Pulmicort untuk pasien asma
Pulmicort dosis tinggi bekerja secara cepat (dalam detik-menit)
Pulmicort dapat digunakan dengan menelan cairan respules
Pulmicort memiliki efektivitas setara dengan kortikosteroid sistemik
Pulmicort memiliki profil keamanan lebih baik daripada kortikosteroid sistemik
Seorang dokter UGD saat ini menggunakan kortikosteroid injeksi pada pasien asma serangan karena menganggap kortikosteroid injeksi bekerja secara cepat. Handling yang tepat untuk dokter tersebut…
Kortikosteroid injeksi bekerja secara cepat dibandingkan oral karena dapat langsung terdistribusi kedalam tubuh dan tidak melalui saluran pencernaan
Kortikosteroid injeksi memiliki efek samping yang lebih banyak dibandingkan kortikosteroid inhalasi
Kortikosteroid injeksi memiliki onset kerja lambat (>4 jam) benerja melalui mekanisme genomic dibandingkan ICS dosis tinggi benerja cepat melalui mekanisme non-genomik
Tidak ada jawaban yang benar
Studi Saito merupakan studi yang tepat untuk menyakinkan dokter dengan behavior dibawah ini:
Menggunakan low dose Pulmicort pada pasien asma akut
Menggunakan flutikason pada pasien asma akut
Menggunakan kortikosteroid oral pada pasien asma akut di rawat inap
Tidak ada jawaban yang benar
Rekomendasi dosis penggunaan Pulmicort pada pasien asma anak dengan gejala untuk menekan terjadinya terjadinya risiko eksaserbasi dan timbul gejala dimasa mendatang adalah…
1 mg Pulmicort, 2 kali sehari selama 7 hari
1 mg Pulmicort, 2 kali sehari selama 5 hari
2 mg Pulmicort, 2 kali sehari selama 5 hari
SABA saja cukup
Dosis Pulmicort Respules menurut Prescribing Information (PI) sebagai terapi inisial pada pasien dewasa adalah…
1-2 mg dua kali sehari
0,5 -1 mg dua kali sehari
0,25-0,5 mg dua kali sehari
1 mg tiga kali sehari
Sebagai langkah preventif untuk mencegah kandidiasis pada penggunaan ICS, sebaiknya
berkumur dengan air saja
bersihkan wajah saja
obat inhalasi diteteskan ke mulut
berkumur dengan air dan bersihkan wajah
