WorksheetsPatient Safety in Operating Room
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Menurut WHO dan CDC (2007), infeksi yang terjadi selama proses perawatan di rumah sakit atau di fasyankes lain, dimana pasien tidak ada infeksi atau tidak dalam masa inkubasi, termasuk infeksi yang didapat di rumah sakit tapi muncul setelah pulang ke rumah, juga infeksi pada petugas kesehatan yang terjadi di pelayanan kesehatan
Patient Safety
HAIs
SSI
Sepsis
Cuci tangan harus menjadi budaya di Rumah Sakit dan personal OR, (Infection control & clinical quality 2013), untuk itu penting sekali keterlibatan multidisiplin dari semua Tim, baik pihak management, tim bedah, pasien dan keluarga. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan dalam IPSG masuk dalam urutan
Pertama
Kedua
Kelima
Keenam
Cuci tangan bedah dilakukan oleh semua tim bedah yang akan melakukan pembedahan, dilakukan selama 5 menit dengan menggunakan chlorheksidin 4%, memungkinkan anggota tim bedah secara konsisiten mengikuti protocol yang dibuat untuk mendapatkan hasil cuci tangan yang efektif
Apabila akan melakukan operasi berikutnya dari operasi yang pertama cukup dengan melepas gown dan glove dilanjutkan mengenakan jas operasi yang baru tanpa melakukan cuci tangan lagi
Suhu air diatur pada suhu yang nyaman dan aliran yang tidak terlalu kencang supaya petugas merasa nyaman
Antiseptic yang digunakan untuk melakukan cuci tangan pembedahan adalah chlorheksidin 4 % karena efektif untuk mocroorganisme gram positif dan gram negative, minimal alergi bagi petugas
Pertahankan posisi tangan diatas agar tidak mengkontaminasi area yang sudah dibersihkan
Rancangan jas operasi termasuk textile sangatlah penting karena hal tersebut akan memberikan barrier terhadap microorganism, memungkinkan untuk sterilisasi dan nyaman untuk digunakan. Sebagai seorang nurse perioperative area steril saat mengenakan jas operasi selama operasi berlangsung (ACORN, 2016)
Bagian tengah dada sampai pinggang, area ujung jari sampai area lengan bagian dalam
Bagian dada sampai dengan pusat, mid axila kanan dan kiri, ujung jari sampai dengan area bahu
Bagian depan jas operasi selama belum tersentuh dengan area on steril
Bagian dada sampai dengan perut, dari ujung jari sampai dengan lengan tangan
Gloving atau memakai sarung tangan pembedahan sesuai standar merupakan sebuah tindakan memakai sarung tangan steril dengan metode terbuka maupun tertutup yang bertujuan untuk menjaga kesterilan permukaan alat dan memelihara kebersihan tangan. Pernyataan yang paling benar adalah
Bila memungkinkan menggunakan sarung tangan bebas powder atau bahan latex untuk melindungi staf dan pasien terhadap yang sensitive dengan powder dan latex
Penggunaan sarung tangan ganda apabila diketahui sarung yang dikenakan pertama kali diketahui sobek dan tampak basah terkena darah atau cairan dari pasien ditangan petugas
Menggunakan sarung tangan ganda hanya digunakan pada saat operasi orthopedic, karena kemungkinan latex rusak sangat tinggi
Mengenakan sarung tangan dimana jari jari tangan tidak boleh keluar dari jas operasi yang kita kenakan, kenakan sarung tangan ibu jari tangan kanan ketemu ibu jari sarung tangan tangan kiri
Asuhan keperawatan perioperatif, pada tahap yang ditandai dengan dimulainya dari pasien dipindahkan ke tempat tidur kamar operasi sampai pasien dipindahkan ke ruang pemulihan (recovery room) atau icu Fase perioperatif
Fase preoperatif
Fase intraoperatif
Fase postoperatif
Informed consent
Fase perioperative
Indikasi pembedahan dapat bermacam-macam alasan dan tujuan, pembedahan dengan tujuan untuk penyembuhan penyakit
Kuratif
Diagnosis
Kosmetik
Paliatif
Restorative
Time out dilaksanakan pada saat
Handover perawat ruangan dengan perawat kamar bedah saat mengantar pasien ke kamar bedah
Sebelum pasien dilakukan pembiusan
Sebelum pasien dilakukan insisi
Sebelum luka insisi ditutup
Handover perawat ruangan dengan perawat kamar bedah saat menjemput pasien dari kamar bedah
Sign out dilaksanakan pada saat
Handover perawat ruangan dengan perawat kamar bedah saat mengantar pasien ke kamar bedah
Sebelum pasien dilakukan pembiusan
Sebelum pasien dilakukan insisi
Sebelum luka insisi ditutup
Handover perawat ruangan dengan perawat kamar bedah saat menjemput pasien dari kamar bedah
Skoring/parameter yang digunakan untuk menentukan pasien dewasa post operatif dengan general anestesi boleh dipindahkan dari recovery room ke ruang rawat inap
Steward score
Bromage score
Aldrette score
Apgar score
Humpty dumpty score
Terlaksananya proses tepat lokasi, tepat prosedur, dan tepat pasien yang menjalani tindakan dan prosedur pembedahan merupakan sasaran keselamatan pasien yang ke
1
2
3
4
5
Tujuan dari proses verifikasi pra-operasi adalah untuk, KECUALI
Memastikan ketepatan prosedur dan pasien
Memastikan bahwa semua dokumen yang terkait, foto (imajing), dan hasil pemeriksaan yang relevan, diberi label dengan benar dan tersaji
Memastikan tersedianya peralatan medik khusus dan atau implant yang dibutuhkan
Memastikan ketepatan tempat/daerah operasi
Memastikan tepat waktu penyembuhan luka operasi
Aktivitas yang dilakukan pada fase sign in di kamar operasi adalah
Koordinator secara verbal memeriksa apakah identitas pasien telah dikonfirmasi, prosedur dan sisi operasi sudah benar
Tim operasi memastikan bahwa semua orang di ruang operasi saling kenal
Sebelum melakukan sayatan pertama pada kulit tim mengkonfirmasi dengan suara yang keras mereka melakukan operasi yang benar, pada pasien yang benar
Tim mengkonfirmasi bahwa antibiotik profilaksis telah diberikan dalam 60 menit sebelumnya
Dilakukan pengecekan kelengkapan spons, dan penghitungan instrument
Pada fase Sign Out di kamar operasi ditandai dengan kegiatan
Setiap anggota tim operasi memperkenalkan diri dan peran masing-masing
Tim bedah memusatkan perhatian pada manajemen post operasi serta pemulihan sebelum memindahkan pasien dari kamar operasi
Mengkonfirmasi bahwa obat pre-medikasi telah diberikan
Koordinator secara verbal memeriksa apakah prosedur dan sisi operasi sudah benar
Memeriksa apakah sisi yang akan dioperasi telah ditandai
Apakah yang dilakukan oleh tim bedah pada fase Time Out?
Koordinator dengan petugas anestesi mengkonfirmasi risiko risiko kehilangan darah, kesulitan jalan nafas, dan reaksi alergi pada pasien
Melakukan pengecekan kelengkapan spons, dan penghitungan instrumen
Melakukan pengecekan bahwa spesimen telah diberi label
Tim operasi memperkenalkan diri dan peran masing-masing
Melakukan pengecekan pada kerusakan alat atau masalah lain yang perlu ditangani
