wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Budaya HSSE (25 Q - 750s) - AST MAN

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Lifting Plan/Rencana Pengangkatan wajib dibuat untuk Pengangkatan Non Rutin. Berikut lingkup dari Lifting Plan, kecuali:

a)

Memastikan kondisi pelampung laik pakai

b)

Pertimbangan kondisi lingkungan dan cuaca

c)

Kajian berat beban dan pemilihan peralatan angkat

d)

Kajian terhadap lintasan dan pergerakan alat angkat

2.

Kewajiban dari Life Saving Rules Personal Floatation Device sebagai berikut, kecuali:

a)

Memastikan pelampung diinspeksi secara berkala dan layak pakai

b)

Melakukan inspeksi bahaya drop object dan memperbaikinya

c)

Memastikan semua pekerja menggunakan pelampung sesuai petunjuk penggunaan

d)

Mengkomunikasikan petunjuk penggunaan PFD kepada seluruh pekerja

3.

Peralatan keselamatan kritikal harus berfungsi baik untuk menjaga keselamatan. Ini adalah bagian dari Life Saving Rules:

a)

System Override

b)

Excavation

c)

Drop Object

d)

Fit to Work

4.

Fasilitas operasi yang handal & terpelihara merupakan kunci dari kegiatan operasi yang aman. Kunci dari Asset integrity:

a)

Pastikan ada Journey Management Plan (JMP) sebelum melakukan perjalanan.

b)

Fasilitas telah diinspeksi, diuji dan dipelihara sesuai prosedur dan aturan

c)

Hentikan pekerjaan jika mencium bau gas

d)

Gunakan selalu helm keselamatan

5.

Saat bekerja di ketinggian ada kemungkinan peralatan yang digunakan jatuh (drop object) mengenai pekerja di bawahnya.

a)

Benar, untuk mitigasinya wajib menerapkan prosedur Drop Object Prevention

b)

Benar, untuk mitigasinya wajib melaksanakan Medical Check Up

c)

Benar, untuk mitigasinya wajib membuat Lifting Plan

d)

Benar, untuk mitigasinya wajib menerapkan Prosedur LOTO

6.

Berikut adalah bahaya yang muncul akibat tidak dilaksanakannya prosedur keselamatan saat pekerjaan penggalian, kecuali:

a)

Jatuh ke dalam lubang karena tidak dipasangnya barikade dan safety sign

b)

Ledakan karena tidak teridentifikasinya pipa MIGAS bawah tanah

c)

Keruntuhan atau longsor karena tidak dipasangnya shoring atau slopping

d)

Lakalantas karena tidak mematuhi batas kecepatan perjalanan

7.

Pekerja terkena flash fire saat memotong tiang kolom tangki adalah pelanggaran Life Saving Rules - Gas Test karena:

a)

Pengendalian bahaya gas mudah terbakar tidak dilakukan secara komprehensif

b)

Tidak ada alat pencegah jatuh saat bekerja di ketinggian

c)

Prosedur LOTO tidak diterapkan

d)

Barricade tidak terpasang

8.

Journey Management Plan mencakup mitigasi bahaya berikut, kecuali:

a)

Jalur mobilisasi yang akan dilalui

b)

Pre Use Check, termasuk kondisi dan surat kendaraan

c)

Personil, load / beban serta jenis kendaraan yang akan digunakan

d)

Inspeksi pelampung secara berkala dan layak pakai

9.

Dalam membangun budaya HSE, PT Pertamina EP telah menetapkan 8 (delapan) program berikut, kecuali:

a)

HSE Golden Rules, MWT, SWA

b)

Komite HSE, LFE, 15 LSR

c)

Reward & Consequences, C&B, SIKA

d)

Behavioural Observation, 15 LSR, MWT

10.

Yang termasuk dalam 8 (delapan) program membangun budaya HSE PT Pertamina EP adalah:

a)

Reward & Consequences

b)

Compensation & Benefit

c)

Surat Izin Kerja Aman

d)

Job Safety Analysis

11.

MWT merupakan sarana komunikasi secara langsung bagi manajemen kepada pekerja di lini terdepan, bukan semata - mata inspeksi lapangan. Berapa kali Ast Man & Group Leader sebagai tim MWT dalam 1 (satu) tahun?

a)

Minimal 6 Kali

b)

Minimal 12 Kali

c)

Minimal 24 Kali

d)

0 kali, karena wajib hanya untuk FM

12.

Berikut adalah topik yang baik untuk tanya jawab MWT, kecuali

a)

Implementasi kebijakan HSSE

b)

Perilaku positif yang ditemui selama visit

c)

Tema HSE Tahun Berjalan

d)

Peringatan lisan terhadap perilaku negatif

13.

Tujuan dari Komite HSE adalah mengembangkan komunikasi dua arah terkait aspek HSSE. Berapa kali Ast. Man, Group Leader dan SPV mengikuti Komite HSE Field?

a)

Minimal 4 kali setahun

b)

Minimal 6 kali setahun

c)

Minimal 12 kali setahun

d)

Minimal 24 kali setahun

14.

Dalam melaksanakan observasi perilaku yang baik, prinsip PDCA harus dilaksanakan secara terstruktur. Pelaksanaan observasi yang mengikuti PDCA sebagai berikut:

a)

Susun dan sampaikan jadwal, laksanakan observasi, lapor hasil observasi, dan tinjau tindak lanjutnya

b)

Rencanakan individu yang diamati, laksanakan observasi, sampaikan perilaku baik dan buruk, lapor hasil observasi

c)

Komunikasikan rencana observasi, laksanakan observasi, lapor hasil observasi, share laporan ke WAG

d)

Memokan rencana observasi, laksanakan observasi, lapor hasil observasi, catat poin HSE Participation

15.

Umpan balik adalah mekanisme yang sangat berguna untuk mengubah perilaku at risk menjadi safe behavior. Urutan melaksanakan umpan balik adalah sebagai berikut:

a)

Persetujuan observee - umpan balik positif - sampaikan perilaku berisiko - diskusi satu persatu

b)

Persetujuan observee, umpan balik positif, diskusi satu persatu, sampaikan perilaku berisiko

c)

Umpan balik positif - diskusi satu persatu - sampaikan perilaku berisiko - persetujuan observee

d)

Umpan balik positif - sampaikan perilaku berisiko - diskusi satu persatu - persetujuan observee

16.

Lingkup dari kegiatan Stop Work Authority (SWA) meliputi menghentikan, memberitahu, dan memperbaiki pekerjaan yang dinilai tidak aman. Hal ini penerapan yang salah terkait SWA :

a)

Pekerjaan dapat dilanjutkan apabila seluruh issue terkait dengan penghentian pekerjaan telah diselesaikan

b)

Setiap pekerja mempunyai hak menolak untuk bekerja

c)

Diperbolehkan intimidasi kepada pekerja untuk menggunakan haknya untuk menghentikan pekerjaan

d)

Penghentian pekerjaan sebaiknya dilakukan dengan cara yang positif, persuasif dan santun.

17.

Learning From Event (LFE) adalah evaluasi dan kajian yang mendalam terhadap semua bentuk kejadian, baik itu kejadian yang negatif maupun kejadian positif bagi perusahaan. Berikut yang tidak termasuk tujuan dari LFE adalah

a)

Menambah poin HSE Participation

b)

Mencari kemungkinan adanya gap dari sistem manajemen.

c)

Pembelajaran atas keberhasilan dengan harapan terulang kembali

d)

Pembelajaran atas kegagalan dengan harapan tidak terulang kembali

18.

Penghargaan yang diperbolehkan kepada pekerja dapat dilaksanakan secara langsung maupun secara tidak langsung. Pemberian penghargaan tidak langsung yang memerlukan tidak memerlukan persetujuan BOD adalah

a)

Piagam atau tropi

b)

Pembinaan kompetensi

c)

Nama pekerja untuk pendaftaran Hak Cipta

d)

Perjalanan ibadah

19.

Konsekuensi diberikan perusahaan bilamana personil telah terbukti melaksanakan pelanggaran aspek HSE di dalam lingkup atau lokasi yang menjadi tanggung jawabnya sesuai jawabnya. Pemberian konsekuensi yang diputuskan dalam Komite Etika dan GCG adalah:

a)

Demosi

b)

Pencabutan fasilitas (rumah dinas, tunjangan, dll)

c)

Pembayaran ganti rugi

d)

Pembebasan sementara dari tugas

20.

Tingkatan budaya HSE yang salah adalah :

a)

Pathological - HSSE digerakkan oleh UU dan peraturan

b)

Reaktif - Management System sudah diimplementasikan secara sukses dan pemimpin berbicara pentingnya HSSE

c)

Kalkulatif - Banyak audit dan rekomendasi yang perlu dilaksanakan

d)

Proaktif - Seluruh tenaga kerja terlibat secara praktek, tidak hanya teori

21.

Target dari membangun budaya HSE adalah mencapai tingkatan budaya yang setinggi - tingginya, yaitu "Generative". Yang tidak termasuk ciri - ciri dari tingkat budaya HSE "Generative" adalah:

a)

Mengharapkan semua pekerja ikut dalam pengambilan keputusan

b)

Kabar buruk dianggap sebagai kesempatan baik untuk belajar

c)

Berorientasi pada nilai audit Sistem Manajemen HSE yang dicapai

d)

Good HSE Performances are Good Business Performances

22.

Berikut ini masuk dalam 12 Corporate Life Saving Rules (CLSR) dan juga 15 Pertamina EP Life Saving Rules (PEP-LSR):

a)

Gas Test

b)

Excavation

c)

Drop Object

d)

Driving

23.

Berikut termasuk dalam world class indicator yang telah dicapai oleh PT Pertamina EP dan harus dipertahankan, kecuali:

a)

Total Incident Rate yang rendah dibandingkan dengan oil company yang lain

b)

Mencapai status "beyond compliance" dibuktikan dengan pencapaian 3 penghargaan proper emas selama 3 tahun terakhir

c)

Coverage MCU > 90% dengan kategori Derajat Kesehatan Pekerja (DKP) > 80%

d)

HSE participation yang tinggi, dibuktikan dengan jumlah peka hingga 300,000 di tahun 2019

24.

Program PT Pertamina EP yang ditujukan kepada pekerja, mitra kerja dan kontraktor dengan harapan dapat mengembangkan tingkat budaya Proactive menjadi Generative adalah sebagai berikut, kecuali:

a)

HSE Participation - SIstem skoring HSE Leadership khusus pekerja PT Pertamina EP sebagai bagian dari KPI Individu

b)

HSE Demo Room - Mengedepankan fasilitas dan multimedia untuk pelaksanaan training dan pemahaman aspek HSE

c)

HSE Coach - Program BBS yang dikombinasikan dengan coaching dan on site training mengenai perilaku kerja selamat di lokasi

d)

Survey Budaya HSE untuk mengukur tingkat budaya dan memperlihatkan sejauh mana prioritas HSE pada pekerja dalam berpikir dan bertindak.

25.

Contoh rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan apabila dari hasil pengukuran budaya HSE menunjukkan lemahnya komunikasi dan dialog HSE adalah:

a)

Turun ke lapangan melaksanakan program Peka Observasi

b)

Melaksanakan program Reward PEKA

c)

Mempercepat closing tindak lanjut PEKA tahun berjalan

d)

Melakukan analisa PEKA sebagai bagian dari Learning From Event