NEW
Font size
Worksheetsargentometri
Total questions: 20
Worksheet time: 12mins
Jika terbentuk struktur endapan seperti gambar di atas saat melakukan titrasi argentometri (sampel garam klorida) dapat disimpulkan titrasi dilaksanakan pada tahap ....
Saat sebelum titrasi
saat titik ekivalen
mulai titrasi sampai sebelum titik ekivalen
tidak dapat ditentukan
sesudah titik ekivalenJika terbentuk struktur endapan seperti gambar di atas saat melakukan titrasi argentometri (sampel garam klorida) dapat disimpulkan titrasi dilaksanakan pada tahap ....
Saat sebelum titrasi
saat titik ekivalen
mulai titrasi sampai sebelum titik ekivalen
tidak dapat ditentukan
sesudah titik ekivalen
Suatu endapan cenderung menyerap ion senama dengan endapannya, jika larutan sampel mengandung NaCl setelah titik ekivalen, suatu endapan AgCl akan bermuatan ... karena menyerap ion ... jika larutan AgNO3 digunakan sebagai titrant.
Negatif; NO3-
Negatif; Cl-
Positif; Na+
Positif; K+
Positif, Ag+
Metode Mohr adalah salah satu metode dalam argentometri, dimana penentuan titik akhir titrasinya berdasarkan ....
Pembentukan endapan berwarna
Penggunaan indikator adsorbsi
Pembentukan senyawa kompleks berwarna
Penggunaan koagulan
Pembentukan kekeruhan
Metode titrasi dimana analat ditambahkan suatu larutan baku secara berlebihan, kemudian kelebihan larutan baku tersebut dititrasi dengan larutan baku yang lain disebut ....
Titrasi langsung
Titrasi balik
Titrasi eliminasi
Titrasi tidak langsung
Titrasi substitusi
Analat yang dapat dianalisa dengan metode Volhard adalah ....
Cl- , Br- , I- , F-
Br- , I- , F- , CNS-
Cl- , Br- , I- , CNS-
F- , Cl- , Br- , S2O32-
Cl- , Br- , I- , S2O32-
Jika dalam analisa kadar klorida menurut metode Mohr diperoleh hasil lebih besar dari seharusnya, karena ion CrO42- dari indikator membentuk ion Cr2O72-, kemungkinan pH larutan sampel adalah ....
6
9
7
10
8
Kondisi yang dipersyaratkan bagi larutan analat dalam metode Volhard adalah ....
Basa dengan adanya NH4OH bebas
Asam dengan adanya HNO3 bebas
Basa dengan adanya NaOH bebas
Asam dengan adanya H2SO4 bebas
Netral
Tujuan penyaringan AgCl dalam metode Volhard dengan titrasi balik adalah ....
Agar titrasi berlangsung lebih cepat
Agar titik akhir titrasi lebih jelas
Agar endapan AgCl tidak larut kembali
Agar titrant KCNS bereaksi dengan indikator
Agar endapan AgCl terkoagulasi
Untuk menstandarisasi larutan AgNO3 dapat digunakan larutan ....
NaCl
Na2CO3
NaBr
NaOH
Na2SO4
Untuk menstandarisasi larutan KCNS dapat digunakan larutan ....
NaCl terstandarisasi
AgNO3 terstandarisasi
KCl terstandarisasi
(NH4)3Fe(CN)6 terstandarisasi
NH4CNS terstandarisasi
Indikator yang digunakan dalam titrasi pengendapan metode Mohr adalah ....
Fe3+
NaCl
AgNO3
K2CrO4
Tanpa menggunakan indikator
Berikut ini merupakan salah satu syarat dalam pemilihan indikator adsorbsi yaitu ....
Jenis analat sama dengan jenis indikator
Jenis analat berbeda dengan jenis indikator
Muatan analat sama dengan muatan indikator
Muatan analat berlawanan dengan muatan indikator
Muatan analat dan jenisnya tidak tergantung pada muatan dan jenis indikator
Ketika menganalisa kadar klorida dengan metode Fajans dan indikator yang digunakan fluorescein, titik akhir titrasi ditandai dengan ....
Terbentuknya endapan merah bata
Terbentuknya larutan berwarna hijau
Terbentuknya endapan merah jambu
Terbentuknya larutan berwarna kuning
Terbentuknya larutan berwarna merah
Ketika menganalisa kadar klorida dalam titrasi metode Mohr, titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya ....
AgCl putih
K2CrO4 kuning
Ag2CrO4 merah bata
FeCrO4 merah bata
KCl putih
Fe3+ + CNS- --> Fe(CNS)2+
Reaksi di atas dalam titasi Volhard terjadi saat ....
Menambahkan indikator dalam larutan analat
Sebelum titik akhir titrasi
Saat titik akhir titrasi
Setelah titik akhir titrasi
Tidak terjadi reaksi seperti di atas
Kadar klorida dalam air laut ditentukan dengan cara: sejumlah tertentu air laut diencerkan, larutan encer air laut tersebut kemudian ditambahkan AgNO3 berlebih, endapan putih yang terbentuk disaring dan dicuci, filtrat dan air cucian kemudian titambahkan suatu indikator dan dititrasi dengan larutan ammonium tiosianat. Indikator yang digunakan dalam penentuan kadar klorida tersebut adalah ...., titik akhir titrasi ditandai dengan ....
Ion Fe3+ ; terbentuk kompleks berwarna merah
Ion Fe3+ ; terbentuk kompleks berwarna merah bata
Ion Fe3+ ; terbentuk kompleks berwarna merah muda karena menyerap indikator
K2CrO4 ; terbentuk kompleks berwarna merah
K2CrO4 ; terbentuk kompleks berwarna merah bata
Seorang siswa diminta membuat larutan NaCl 0,1 N sebanyak 250 ml dari kristal NaCl. Sebelum melarutkannya dengan air suling, siswa tersebut menimbang kristal NaCl terlebih dahulu sebanyak 1,4643 gram. Benarkah penimbangan yang dilakukan siswa tersebut? (Ar Na = 23; Cl = 35,5)
Salah karena batas penimbangannya 1,4620 – 1,4625
Salah karena batas penimbangannya 1,4610 – 1,4640
Benar karena batas penimbangannya 1,4605 – 1,4645
Benar karena batas penimbangannya 1,4615 – 1,4645
Benar karena batas penimbangannya 1,4610 – 1,4645
Pada suatu botol reagent tertulis AgNO3 0,1 N. Seorang siswa membutuhkan larutan tersebut untuk menganalisa kadar iodida dalam betadine. Sebelum digunakan, siswa tersebut menimbang 0,5967 gram kristal NaCl dan melarutkannya dengan aquadest dalam labu ukur 100 ml. Larutan NaCl tersebut kemudian digunakan untuk menstandarisasi larutan AgNO3. Data standarisasi diperoleh sebagai berikut:
Berapakah konsentrasi sesungguhnya larutan AgNO3 dalam botol reagenttersebut?
0,0641 N
0,0754 N
0,0816 N
0,0907 N
0,1002 N
Sampel yang mengandung klorida sebanyak 2,5002 gram dilarutkan dengan aquadest sampai volumenya 100 ml. Kadar klorida dalam sampel ditentukan kadarnya dengan metode Mohr dan dititrasi dengan AgNO3 0,1002N . Data titrasi yang diperoleh sebagai berikut.
Tentukan kadar klorida dalam sampel!
Ar Na = 23; Cl=35,5; Ag = 108; N = 14 dan O = 16
12,78 % g/g
15,74 % g/g
17,49 % g/g
19,21 % g/g
23,09 % g/g
0,3700 gram sampel yang mengandung klorida dilarutkan dengan aquadest dalam labu ukur 100 ml. 25 ml larutan tersebut kemudian ditambahkan larutan AgNO3 0,1000 N secara berlebihan sebanyak 20 ml. Endapan yang terbentuk kemudian disaring dan dicuci sampai bebas AgNO3. Filtrat dan air cucian setelah ditambah 1 ml indikator kemudian dititrasi dengan larutan KCNS 0,0250 N. Volume larutan KCNS sampai titik akhir titrasi diperlukan sebanyak 17,2 ml. Kadar Cl dalam sampel tersebut sebanyak ....
60,25 %
58,33 %
52,75 %
47,09 %
45,66 %
