wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

CSMS & KOFOE (25Q - 750s) - AST MAN

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Pada tahun 2012, PT Pertamina EP meluncurkan program KOFOE yang terdiri dari 7 (tujuh elemen) dan sejak saat itu hingga sekarang terdapat beberapa perubahan, kecuali:

a)

Penambahan 2 elemen yaitu Emergency Preparadness dan Lifting Rigging sebagi bagian dari KOFOE

b)

Perubahan sistem penilaian KOFOE : Kualitatif (0 - 5) menjadi Kuantitatif (0 - 100%)

c)

Kategori penghargaan Best Facility & Best Improvement Facility menjadi Gold - Silver - Bronze

d)

Perubahan nama dari KOFOE menjadi Advanced KOFOE

2.

Pada Advanced KOFOE, bobot penilaian ditekankan pada sub bagian:

a)

Pelaksanaan dan Personel

b)

Pelaksanaan dan Dokumentasi

c)

Personel dan Dokumentasi

d)

Peralatan dan Personel

3.

Acuan dari Sistem Manajemen HSE Kontraktor PT Pertamina EP yang diluncurkan pada tahun 2019 adalah

a)

PTK SKK Migas No. 005 tentang Pengelolaan Kesehatan, Keselamatan dan Lindungan Lingkungan

b)

Pedoman CSMS PT Pertamina (Corporate)

c)

PTK SKK Migas No. 007 tentang Pengelolaan Kesehatan, Keselamatan dan Lindungan Lingkungan

d)

Pedoman Pengendalian Operasi Terpadu (SPOT) HSSE PT Pertamina Direktorat Hulu

4.

Rencana K3LL (HSE Plan) terdiri dari 7 (tujuh) elemen. Beberapa diantaranya wajib memenuhi bobot minimal, kecuali

a)

Kebijakan dan Sasaran Strategis K3LL

b)

Manajemen Risiko

c)

Perencanaan dan Prosedur

d)

Implementasi dan Pemantauan Kinerja K3LL

5.

Penilaian Kualifikasi untuk Konsorsium adalah sebagai berikut:

a)

Untuk Risiko Sedang, salah satu anggota konsorsium dipersyaratkan memenuhi kualifikasi K3LL, sedangkan untuk Risiko Tinggi, seluruh anggota konsorsium dipersyaratkan memenuhi kualifikasi K3LL

b)

Untuk RIsiko Sedang dan Tinggi, seluruh anggota konsorsium dipersyaratkan memenuhi kualifikasi K3LL

c)

Untuk RIsiko Sedang dan Tinggi, salah satu anggota konsorsium dipersyaratkan memenuhi kualifikasi K3LL

d)

Penilaian Kualifikasi K3LL seluruh anggota konsorsium wajib untuk pekerjaan dengan Risiko Tinggi saja

6.

Mengacu pada PTK SKK Migas tentang Pengelolaan Kesehatan, Keselamatan dan Lindung Lingkungan, K3S wajib memberikan input nilai ke CIVD (Centralized Integrated Vendor Database) pada tahapan berikut, kecuali

a)

Penilaian Kualifikasi (PK)

b)

Penilaian Sebelum Bekerja (PSB)

c)

Penilaian Berjalan (PB)

d)

Penilaian Akhir (PA)

7.

Mengacu pada PTK SKK Migas tentang Kesehatan, Keselamatan, dan Lindung Lingkungan, yang menjadi evaluasi dan pemeriksaan pada tahap Penilaian Sebelum Bekerja sebagai berikut, kecuali:

a)

Bridging Rencana K3LL, termasuk pemahaman tugas dan tanggung jawab para pihak

b)

Finalisasi indikator Kinerja K3LL

c)

Pemeriksaan kesiapan pelaksanaan dan mobilisasi pekerjaan

d)

Penilaian / Skoring HSE Plan

8.

Nilai minimum Penilaian Berjalan (PB) adalah 60% untuk tingkat risiko Tinggi dan 54,3% untuk tingkat risiko Sedang. Apabila nilai PB di bawah nilai minimum, maka Mitra Kerja dapat mengajukan Penilaian Kualifikasi kembali setelah:

a)

6 bulan terhitung setelah nilai PB dimasukkan ke dalam CIVD

b)

6 bulan terhitung setelah PB dilaksanakan

c)

3 bulan terhitung setelah nilai PB dimasukkan ke dalam CIVD

d)

3 bulan terhitung setelah PB dilaksanakan

9.

Penilaian Akhir (PA) dilakukan di akhir periode Kontrak oleh Penanggung Jawab Kontrak dan perwakilan Mitra Kerja yang ditunjuk. Nilai minimum PA adalah

a)

60% untuk tingkat risiko Tinggi dan 54,3% untuk tingkat risiko Sedang

b)

80% untuk tingkat risiko Tinggi dan 60% untuk tingkat risiko Sedang

c)

60% untuk tingkat risiko Sedang dan 54,3% untuk tingkat risiko Tinggi

d)

80% untuk tingkat risiko Sedang dan 60% untuk tingkat risiko Tinggi

10.

Persyaratan pelaksanaan tahap Penilaian Kualifikasi dan tahap Seleksi pada Tingkat Risiko SEDANG adalah

a)

DIHARUSKAN dan DIHARUSKAN

b)

DIHARUSKAN dan TIDAK DIHARUSKAN

c)

TIDAK DIHARUSKAN dan DIHARUSKAN

d)

TIDAK DIHARUSKAN dan TIDAK DIHARUSKAN

11.

Persyaratan pelaksanaan tahap Penilaian Sebelum Bekerja dan tahap Penilaian Berjalan pada Tingkat Risiko SEDANG adalah

a)

DIHARUSKAN dan DIHARUSKAN

b)

DIHARUSKAN dan TIDAK DIHARUSKAN

c)

TIDAK DIHARUSKAN dan DIHARUSKAN

d)

TIDAK DIHARUSKAN dan TIDAK DIHARUSKAN

12.

Apabila kontraktor gagal dalam Penilaian Prakualifikasi (administrasi), maka langkah selanjutnya adalah sebagai berikut, kecuali:

a)

Diberikan rekomendasi untuk perbaikan

b)

Dapat mengikuti Klinik CSMS dengan mendaftar di Loket SCM

c)

Site visit Prakualifikasi ke workshop / kantor kontraktor

d)

Kontraktor memperbaiki dokumen pengajuan Prakualifikasi

13.

Pada tahapan seleksi Rencana K3LL (HSE Plan), Perencana Pekerjaan membuat kerangka (kriteria evaluasi) HSE Plan untuk keperluan proses lelang. Praktik yang baik untuk tahapan Seleksi HSE sebagai berikut, kecuali:

a)

Menjelaskan kriteria evaluasi HSE Plan yang diperlukan untuk proses seleksi ketika Pre Bid Meeting / Aanwijzing

b)

Menetapkan evaluasi sistem gugur dengan Passing Grade: 60

c)

Menetapkan Evaluasi sistem point dengan bobot 20-30% dari keseluruhan evaluasi teknis

d)

Pengawas Pekerjaan & Kontraktor membuat Bridging HSE Document

14.

Urutan tahapan penilaian sebelum bekerja adalah sebagai berikut:

a)

Kick Off Meeting - Orientasi Lapangan - Checklist PSB - Tindak Lanjut Hasil PSB - Penerbitan SIKA

b)

Kick Off Meeting - Checklist PSB - Tindak Lanjut Hasil PSB - Orientasi Lapangan - Penerbitan SIKA

c)

Kick Off Meeting - Orientasi Lapangan - Penerbitan SIKA - Checklist PSB - Tindak Lanjut Hasil PSB

d)

Kick Off Meeting - Penerbitan SIKA - Checklist PSB - Tindak Lanjut Hasil PSB - Orientasi Lapangan

15.

Topik yang dapat dibahas saat Kick Off Meeting sebagai berikut, kecuali:

a)

Pembahasan dan finalisasi Dokumen Penyesuaian Rencana K3LL (Bridging Document)

b)

Kesiapan pelaksanaan pekerjaan serta pemahaman prosedur

c)

Persyaratan HSSE yang perlu dipenuhi sebelum pekerjaan dimulai

d)

Klinik perbaikan dokumen Pra kualifikasi HSE

16.

Salah satu kegiatan yang dilakukan saat tahap Penilaian Sebelum Bekerja adalah orientasi lapangan pra mobilisasi. Yang perlu disiapkan sebagai berikut, kecuali:

a)

Route Risk Assessment dan Journey Management Plan

b)

Survey Lokasi kerja dan Identifikasi Potensi Bahaya

c)

Orientasi dan HSE Training untuk Pekerja Kontraktor, termasuk emergency drill jika diperlukan

d)

HSE Plan saat proses lelang

17.

Terdapat 2 (dua) Formulir evaluasi Penilaian Berjalan (PB), yaitu Inspeksi Work Practice dan Penilaian Berjalan. Penggunaan kedua formulir tersebut untuk:

a)

Formulir Inspeksi work practice digunakan untuk pemeriksaan kondisi lapangan, sedangkan Formulir Penilaian Berjalan digunakan untuk pemeriksaan dokumen / evidence implementasi Rencana K3LL

b)

Formulir Penilaian Berjalan digunakan untuk pemeriksaan kondisi lapangan, sedangkan Formulir Inspeksi Work Practice digunakan untuk pemeriksaan dokumen / evidence implementasi Rencana K3LL

c)

Formulir Inspeksi work practice dan Formulir Penilaian Berjalan digunakan untuk pemeriksaan dokumen / evidence implementasi Rencana K3LL

d)

Formulir Inspeksi work practice dan Formulir Penilaian Berjalan digunakan untuk pemeriksaan kondisi lapangan terkait dengan aspek HSSE.

18.

Total nilai dari Penilaian Berjalan dihitung dengan rumus sebagai berikut:

a)

Total Nilai PB = (70% Nilai dari Penilaian Berjalan) + (30% Nilai Kualifikasi K3LL)

b)

Total Nilai PB = (30% Nilai dari Penilaian Berjalan) + (70% Nilai Kualifikasi K3LL)

c)

Total Nilai PB = (50% Nilai dari Penilaian Berjalan) + (50% Nilai Kualifikasi K3LL)

d)

Total Nilai PB = (80% Nilai dari Penilaian Berjalan) + (20% Nilai Kualifikasi K3LL)

19.

Total nilai dari Penilaian Akhir (PA) dihitung dengan rumus sebagai berikut:

a)

Total Nilai PA = (70% Nilai dari Penilaian Berjalan) + (30% Nilai Kualifikasi K3LL atau Nilai PB Terakhir)

b)

Total Nilai PA = (30% Nilai dari Penilaian Berjalan) + (70% Nilai Kualifikasi K3LL atau Nilai PB Terakhir)

c)

Total Nilai PA = (50% Nilai dari Penilaian Berjalan) + (50% Nilai Kualifikasi K3LL atau Nilai PB Terakhir)

d)

Total Nilai PA = (80% Nilai dari Penilaian Berjalan) + (20% Nilai Kualifikasi K3LL atau Nilai PB Terakhir)

20.

Monitoring CSMS dilaksanakan setiap bulannya dan direkap oleh Fungsi HSSE Field / Asset / KP. Tujuan dari monitoring ini adalah, kecuali:

a)

Membantu direksi pekerjaan, user, pengawas pekerjaan dalam memantau/memonitor progress penaatan prosedur CSMS

b)

Membantu direksi pekerjaan, user, pengawas pekerjaan dalam mengevaluasi kinerja aspek HSSE kontraktor selama pelaksanaan pekerjaan

c)

Memastikan prosedur CSMS diimplementasikan untuk seluruh pekerjaan yang dikontrakkan dengan risiko sedang dan tinggi

d)

Monitoring CSMS merupakan self assessment sebagai pengganti audit CSMS PEP di Field / Asset / KP

21.

Yang sangat membedakan KOFOE Assessment menjadi spesial dibandingkan dengan assessment lain adalah:

a)

Bobot penilaian ditekankan pada pemahaman pekerja lini terdepan atas implementasi aspek HSSE, khususnya elemen KOFOE

b)

Implementasi dan Assessment KOFOE telah dikembangkan sejak tahun 2012 hingga sekarang

c)

Dapat dilaksanakan di berbagai macam fasilitas (SP/SPU/PPP/Warehouse/Workshop/Rig Service/Rig Pemboran)

d)

Daftar pertanyaan menggunakan sistem penilaian PJ (Profesional Judgement), PW (Part Whole), XO (Yes or No)

22.

Berikut adalah pelaksanaan yang benar terkait pemeriksaan akses kontrol terhadap kendaraan yang memasuki fasilitas, kecuali

a)

Dilaksanakannya pemeriksaan muatan kendaraan dan bon angkutan

b)

Dilaksanakannya pemeriksaan peralatan keselamatan (Safety Belt, APAR, spark arrester)

c)

Pencatatan nomor polisi, jam masuk dan jam keluar kendaraan dalam log book kendaraan

d)

Meminta penumpang turun dari kendaraan untuk mengisi buku tamu, sedangkan driver dipersilahkan masuk membawa kendaraan

23.

Berikut adalah persyaratan untuk melaksanakan operasi pengangkatan, kecuali:

a)

Dilaksanakan technical meeting dengan seluruh pihak yang berkepentingan sebelum melaksanakan pengangkatan non rutin

b)

Terdapat kajian terhadap beban dan penanganannya, kajian pemilihan alat angkat, kajian lintasan dan pergerakan peralatan angkat, dll.

c)

Pengisian Excavation Checklist

d)

Dilakukan pre use inspection peralatan angkat yang akan digunakan

24.

Cara penyimpanan Material B3 mengacu pada TKO Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun sebagai berikut, kecuali:

a)

Area penyimpanan standard (lantai kedap, tidak mencemari lingkungan) dan penerangan memadai

b)

Gudang penyimpanan tertutup dan kedap dari udara luar

c)

Penyimpanan material berdasarkan klasifikasi Material B3 dan dilengkapi dengan Eye wash dan shower

d)

Kemasan B3 dilengkapi label dan simbol, serta penumpukan sesuai dengan rekomendasi pabrikan

25.

Urutan pelaksanaan housekeeping yang baik adalah:

a)

Ringkas - Rapih - Resik - Rawat - Rajin

b)

Resik - Ringkas - Rapih - Rajin - Rawat

c)

Rapih - Ringkas - Resik - Rawat - Rajin

d)

Rajin - Ringkas - Rapih - Resik - Rawat