wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Teks Negosiasi

Total questions: 30

Worksheet time: 3600secs

Name
Class
Date
1.

Berikut tujuan negosiasi yang tepat adalah ....

a)

mengatasi atau menyesuaikan pendapat untuk menjatuhkan pendapat lawan bicara

b)

mengatasi atau menyesuaikan perdebatan untuk mengedepankan pendapat lawan bicara

c)

mengatasi atau menyesuaikan perbedaan untuk menjatuhkan pendapat lawan bicara

d)

mengatasi atau menyesuaikan perbedaan untuk memperoleh sesuatu dai pihak lain

e)

mengatasi atau menyesuaikan perbedaan untuk mendapatkan kepentingan

2.

Negosiasi dilakukan untuk mencapai ....

a)

kesepakatan

b)

petentangan

c)

perbedaan

d)

jawaban

e)

solusi

3.

Pembeli : “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”

Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”

Pembeli : “Boleh kurang kan, bang?”

Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Masak pohon.”

Pembeli : “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”

Penjual : “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”

Pembeli : “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”

Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”

Pembeli : “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”

Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”

Pembeli : “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.”

Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.


Bagaimana cara pembeli menawar harga mangga tersebut ....

a)

dengan alasan harganya tidak relevan

b)

dengan alasan uangnya kurang

c)

dengan alasan akan mengambil 3 kilo

d)

dengan alasan boleh memilih sendiri mangganya

e)

dengan alasan sedang musim mangga

4.

Pembeli : “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”

Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”

Pembeli : “Boleh kurang kan, bang?”

Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Masak pohon.”

Pembeli : “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”

Penjual : “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”

Pembeli : “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”

Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”

Pembeli : “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”

Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”

Pembeli : “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.”

Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.


Bagaimana kesepakatan itu terjadi ....

a)

pembeli membeli sebanyak 3 kilo sesuai dengan keinginnya

b)

penjual menyediakan mangga yang busuk

c)

penjual mengizinkan pembeli memilih mangga sendiri asal bukan yang besar-besar

d)

pembeli tidak mau mangga yang busuk dan besar-besar

e)

pembeli menimbang sendiri mangga yang disukainya

5.

HP Baru Perihal HP barunya itu, sesungguhnya sudah lama Rani menginginkannya. Beberapa kali ia membujuk Ayahnya agar dibelikan HP. Gagal meminta langsung pada Ayahnya, Rani pun minta bantuan ibunya. Namun, tetap saja usaha Rani gagal.

Minggu lalu, Rani benar-benar berusaha meyakinkan ayahnya betapa ia sangat membutuhkan HP.

“Yah ... Rani benar-benar perlu HP. Belikan ya Yah?” kata Rani pada ayahnya.

“Ayah belum punya cukup uang untuk membeli HP, Ran. Lagipula kan sudah ada telepon rumah,” kata Ayah sambil meletakkan koran ke atas meja.

“Tapi, Yah ... semua teman Rani punya HP. Mereka dapat dengan mudah menelpon orangtuanya saat terpaksa pulang telat.”

“Lha, kalau begitu kamu jangan pulang telat,” kata ayah lagi.

Rani hampir saja menangis.

“Tak hanya itu, Yah ... Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, ngirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,” kata Rani dengan kalimat yang runtut dan jelas. Kalimat yang sudah beberapa hari ia rancang untuk merayu Ayahnya.

Mendengar penjelasan Rani, Ayah melepas kacamatanya dan menatap Rani dengan lembut. “Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?”

Rani hampir saja melonjak kegirangan mendengar reaksi ayahnya.

“Iya Yah. Apalagi guru-guru sering menugaskan kami untuk mengirim tugas ke grup facebook atau mengunggah tugas di blog. Kalau Rani punya HP kan enak. Bisa buat diskusi bareng teman-teman sekaligus dapat mengakses internet melalui HP.”

“Hm ... Ayah akan membelikan HP untuk Rani, asal ....” ayah seakan sengaja menggoda Rani.

“Asal apa, Yah?” tanya Rani tak sabar.

“Asal Rani rajin belajar dan berjanji akan menggunakan HP itu untuk hal-hal yang positif.”

“Rani janji, Yah. Makasih ya Ayah,” janji Rani sambil memeluk Ayahnya.


Bagaimana ayah mengabulkan permintaan Rani ....

a)

mengabulkan dengan tantangan

b)

mengabulkan dengan syarat

c)

mengabulkan dengan membeli pakai uang jajan

d)

mengabulkan dengan menunggu sampai ayah punya uang

e)

mengabulkan dengan perjanjian

6.

HP Baru Perihal HP barunya itu, sesungguhnya sudah lama Rani menginginkannya. Beberapa kali ia membujuk Ayahnya agar dibelikan HP. Gagal meminta langsung pada Ayahnya, Rani pun minta bantuan ibunya. Namun, tetap saja usaha Rani gagal.

Minggu lalu, Rani benar-benar berusaha meyakinkan ayahnya betapa ia sangat membutuhkan HP.

“Yah ... Rani benar-benar perlu HP. Belikan ya Yah?” kata Rani pada ayahnya.

“Ayah belum punya cukup uang untuk membeli HP, Ran. Lagipula kan sudah ada telepon rumah,” kata Ayah sambil meletakkan koran ke atas meja.

“Tapi, Yah ... semua teman Rani punya HP. Mereka dapat dengan mudah menelpon orangtuanya saat terpaksa pulang telat.”

“Lha, kalau begitu kamu jangan pulang telat,” kata ayah lagi.

Rani hampir saja menangis.

“Tak hanya itu, Yah ... Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, ngirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,” kata Rani dengan kalimat yang runtut dan jelas. Kalimat yang sudah beberapa hari ia rancang untuk merayu Ayahnya.

Mendengar penjelasan Rani, Ayah melepas kacamatanya dan menatap Rani dengan lembut. “Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?”

Rani hampir saja melonjak kegirangan mendengar reaksi ayahnya.

“Iya Yah. Apalagi guru-guru sering menugaskan kami untuk mengirim tugas ke grup facebook atau mengunggah tugas di blog. Kalau Rani punya HP kan enak. Bisa buat diskusi bareng teman-teman sekaligus dapat mengakses internet melalui HP.”

“Hm ... Ayah akan membelikan HP untuk Rani, asal ....” ayah seakan sengaja menggoda Rani.

“Asal apa, Yah?” tanya Rani tak sabar.

“Asal Rani rajin belajar dan berjanji akan menggunakan HP itu untuk hal-hal yang positif.”

“Rani janji, Yah. Makasih ya Ayah,” janji Rani sambil memeluk Ayahnya.


Apa alasan ayah menolak permintaan Rani ....

a)

karena belum gajian

b)

karena belum waktunya punya hp

c)

karena sudah memiliki telepon rumah

d)

karena tidak penting

e)

karena sudah dibelikan hp sebelumnya

7.

Kamis pagi usai pelajaran olah raga, Bu Mia, guru Kimia masuk kelas X MIPA tepat waktu. Tak seperti biasanya, hari itu anak-anak belum selesai berganti pakaian. Penyebabnya, mereka baru saja mengikuti ujian lari mengelilingi stadion.

Sebenarnya hari itu Bu Mia akan memberikan ulangan. Beberapa siswa yang napasnya masih memburu dan keringatnya bercucuran, mengajukan usul pada Dani.

“Dan ... minta Bu Mia menunda ulangan dong. Capek nih,” kata Ali.

“Waduuuh aku gak berani,” jawab Dani. “Lia saja suruh bilang. Dia kan ketua kelas, ” sambung Dani.

“Baiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berhasil,” kata Lia.

“Beres. Kamu kan ketua kelas.”

Dengan santun, Lia menghadap Bu Lia yang wajahnya tampak kaku melihat murid-muridnya belum juga siap mengikuti pelajaran.

“Maaf, Bu. Boleh Lia berbicara sebentar?” tanya Lia sambil duduk.

“Iya. Ada apa?”

“Begini, Bu, saya mewakili teman-teman, Lia minta maaf kaena teman-teman belum selesai ganti baju. “

“Biasanya kan tidak terlambat seperti ini?” tanya Bu Mia.

“Iya, Bu. Sekali lagi maafkan, kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion 2 kali.”

“Oh ... kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?” suara Bu Mia berubah ramah setelah tahu penyebab Lia dan kawan-kawannya terlambat ganti baju.

“Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan sopan.

“Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.”

“Ya sudah, kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja,” jawab Bu Lia mengagetkan Mia dan teman-teman.

“Makasih, Bu,” kata Lia.

“Eit ... tapi ingat. Kalian harus tertib. Tidak boleh gaduh dan mengganggu kelas lain. Dan masuk kelas lagi tepat pukul 09.00 WIB.”

“Iya, Bu. Makasih.”

Teman-teman Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia.


Bagaimana cara Lia meyakinkan Bu Mia ....

a)

Dengan komentar-komentar meyakinkan

b)

Tidak diperlukan cara khusus

c)

Dengan pemaparan secara kronologis

d)

Tidak dengan berkata apa-apa

e)

Dengan penjelasan yang jelas

8.

Kamis pagi usai pelajaran olah raga, Bu Mia, guru Kimia masuk kelas X MIPA tepat waktu. Tak seperti biasanya, hari itu anak-anak belum selesai berganti pakaian. Penyebabnya, mereka baru saja mengikuti ujian lari mengelilingi stadion.

Sebenarnya hari itu Bu Mia akan memberikan ulangan. Beberapa siswa yang napasnya masih memburu dan keringatnya bercucuran, mengajukan usul pada Dani.

“Dan ... minta Bu Mia menunda ulangan dong. Capek nih,” kata Ali.

“Waduuuh aku gak berani,” jawab Dani. “Lia saja suruh bilang. Dia kan ketua kelas, ” sambung Dani.

“Baiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berhasil,” kata Lia.

“Beres. Kamu kan ketua kelas.”

Dengan santun, Lia menghadap Bu Lia yang wajahnya tampak kaku melihat murid-muridnya belum juga siap mengikuti pelajaran.

“Maaf, Bu. Boleh Lia berbicara sebentar?” tanya Lia sambil duduk.

“Iya. Ada apa?”

“Begini, Bu, saya mewakili teman-teman, Lia minta maaf kaena teman-teman belum selesai ganti baju. “

“Biasanya kan tidak terlambat seperti ini?” tanya Bu Mia.

“Iya, Bu. Sekali lagi maafkan, kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion 2 kali.”

“Oh ... kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?” suara Bu Mia berubah ramah setelah tahu penyebab Lia dan kawan-kawannya terlambat ganti baju.

“Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan sopan.

“Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.”

“Ya sudah, kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja,” jawab Bu Lia mengagetkan Mia dan teman-teman.

“Makasih, Bu,” kata Lia.

“Eit ... tapi ingat. Kalian harus tertib. Tidak boleh gaduh dan mengganggu kelas lain. Dan masuk kelas lagi tepat pukul 09.00 WIB.”

“Iya, Bu. Makasih.”

Teman-teman Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia.


Bagaimana tanggapan Bu Mia atas permintaan Lia ....

a)

memberi penjelasan bahwa ulangan harus segera dilaksanakan

b)

memberi peringatan keras kepada Lia dan teman-teman atas keterlambatannya

c)

memberi nasihat, kalau harus menghargai waktu dan Bu Mia sebagai seorang guru

d)

memberi batas waktu untuk berganti pakaian dan menyiapkan diri untuk segera ulangan

e)

memberi waktu minum dan memutuskan untuk menunda ulangan

9.

Dari unsur-unsur pembangun teks negosiasi di bawah ini manakah unsur yang tepat ....

a)

Adanya penokohan

b)

Adanya persamaan persepsi

c)

Adanya pengajuan dan penawaran

d)

Adanya solusi

e)

Adanya pendapat dan alasan

10.

Manakah penjelasan tentang negosiasi yang tepat di bawah ini ....

a)

proses adu argumen dengan cara berdebat guna mencapai kesepakatan bersama

b)

proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama

c)

proses tawar-menawar dengan jalan beradu argumen guna mencapai kesepakatan bersama

d)

proses adu argumen dengan cara berunding guna mencapai kesepakatan bersama

e)

proses tawar-menawar dengan cara berdebat guna mencapai solusi bersama

11.

Dalam me nyampaikan pengajuan maupun penawaran, pembeli maupun pedagang harus bersikap ....

a)

memaksa dan mementingkan diri sendiri

b)

mementingkan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri

c)

sopan dan memaksa

d)

mementingkan kepentingan orang lain dengan cara sopan

e)

sopan dan tidak menekan serta disertai dengan alasan

12.

Dalam mencapai kesepakatan, selain menerima alasan yang disampaikan pihak yang menyajikan pengajuan, penawar biasanya juga mengajukan ....

a)

pendapat

b)

aturan

c)

tuntutan

d)

tawaran

e)

pengajuan

13.

Berikut persyaratan yang harus dipenuhi untuk mencapai kesepakatan adalah ....

a)

memaksa pihak lain

b)

saling merugikan

c)

bersifat kompleks

d)

tidak mengajukan keberatan

e)

dilakuakan dengan santun

14.

Berikut faktor yang menentukan keberhasilan sebuah negosiasi adalah ....

a)

Tidak ada yang mau berkompromi

b)

Alasan yang disertakan mampu memengaruhi pihak lain

c)

Salah satu pihak merasa dirugikan

d)

Kesepakatan bersifat kompleks

e)

Pemahaman diantara pihak-pihak

15.

Ayah : “Nak, ke sini. Ayah mau bicara.”

Anak : “Ada apa, Yah?”

Ayah : “Apa rencanamu ke depan setelah lulus SMP, Nak?”

Anak : “Oh, aku ingin masuk sekolah kejuruan, Yah.”[1]

Ayah : “Kejuruan? Gak salah Nak? Kenapa gak ke SMA saja? Nanti kamu bisa kuliah dengan pilihan yang terbaik.”

Anak : “Aku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.”[2]

Ayah : “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemamprikuuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, ayah sarankan ke SMA saja, ya!”[3]

Anak : “Waduh, ayah gimana sih. Emangnya Ayah yang mau sekolah? Lagian kalo nanti gak kuliah, aku langsung bisa kerja di perusahaan otomotif.”

Ayah : “Masa, zaman sekarang tidak kuliah? Apa kata orang?”

Anak : “Ayah tenang saja, semuanya sudah aku pikirkan. Ayah doakan saja biar aku mudah meraih cita-cita.”[4]

Ayah : “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.”[5]

Anak : “Iya, yah.”


Berikut penyebab keberhasilan negosiasi dalam hal Alasan yang disampaikan mampu meyakinkan ayah bahwa pilihan si anak tepat, dibuktikan pada nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

16.

Ayah : “Nak, ke sini. Ayah mau bicara.”

Anak : “Ada apa, Yah?”

Ayah : “Apa rencanamu ke depan setelah lulus SMP, Nak?”

Anak : “Oh, aku ingin masuk sekolah kejuruan, Yah.”[1]

Ayah : “Kejuruan? Gak salah Nak? Kenapa gak ke SMA saja? Nanti kamu bisa kuliah dengan pilihan yang terbaik.”

Anak : “Aku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.”[2]

Ayah : “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemamprikuuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, ayah sarankan ke SMA saja, ya!”[3]

Anak : “Waduh, ayah gimana sih. Emangnya Ayah yang mau sekolah? Lagian kalo nanti gak kuliah, aku langsung bisa kerja di perusahaan otomotif.”

Ayah : “Masa, zaman sekarang tidak kuliah? Apa kata orang?”

Anak : “Ayah tenang saja, semuanya sudah aku pikirkan. Ayah doakan saja biar aku mudah meraih cita-cita.”[4]

Ayah : “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.”[5]

Anak : “Iya, yah.”


Berikut penyebab keberhasilan negosiasi dalam hal Kesediaan partisipan untuk berkompromi, menerima perbedaan pendapat, dibuktikan pada nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

17.

Berikut alasan yang dapat meyakinkan pihak lain ....

a)

Semua teman Rani punya HP sehingga merka dengan mudah menggunakannya dengan seenaknya

b)

Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat mudah mengunggah foto-foto Rani di media sosial

c)

Rani membutuhkan HP agar tidak kelihatan ketinggalan zaman

d)

HP juga memudahkan Rani untuk belajar dan berdiskusi dengan teman-teman

e)

HP memiliki fitur-fitur yang canggih, karena itu Rani harus memilikinya

18.

Yth. Ibu Ermayani Astuti, S. Pd., M. M.

Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Kota Bekasi

di

Tempat

a)

kepala surat

b)

tujuan

c)

pembuka

d)

isi

e)

penutup

19.

Gambar di atas merupakan bagian surat berupa ....

a)

kepala surat

b)

tujuan

c)

pembuka

d)

isi

e)

penutup

20.

Demikian surat penawaran ini kami buat. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

a)

kepala surat

b)

tujuan

c)

pembuka

d)

isi

e)

penutup

21.

Denga n hormat,

Ladzidzan Ice Cream & Bakery adalah sebuah perusahaan kuliner yang menyediakan ice cream dan roti untuk kepentingan pesta perkawinan.


Bagian surat di atas merupakan ....

a)

kepala surat

b)

tujuan

c)

pembuka

d)

isi

e)

penutup

22.

Pembeli : “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”[1]

Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”

Pembeli : “Boleh kurang kan, bang?”

Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Masak pohon.”

Pembeli : “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”[2]

Penjual : “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”

Pembeli : “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”

Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”[4]

Pembeli : “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”

Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”

Pembeli : “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.”[5]

Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.


Suktur berupa penutup pada teks di atas ditunjukkan pada nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

23.

Pembeli : “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”[1]

Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”

Pembeli : “Boleh kurang kan, bang?”

Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Masak pohon.”

Pembeli : “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”[2]

Penjual : “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”

Pembeli : “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”

Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”[4]

Pembeli : “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”

Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”

Pembeli : “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.”[5]

Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.


Suktur berupa orientasi pada teks di atas ditunjukkan pada nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

24.

Pembeli : “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”[1]

Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”[2]

Pembeli : “Boleh kurang kan, bang?”

Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Masak pohon.”

Pembeli : “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”[3]

Penjual : “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”

Pembeli : “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”

Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”[4]

Pembeli : “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”

Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”

Pembeli : “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.”[5]

Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.


Suktur berupa penawaran pada teks di atas ditunjukkan pada nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

25.

Pembeli : “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”[1]

Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”

Pembeli : “Boleh kurang kan, bang?”

Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Masak pohon.”

Pembeli : “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”[2]

Penjual : “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”[3]

Pembeli : “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”

Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”[4]

Pembeli : “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”

Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”

Pembeli : “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.”[5]

Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.


Suktur berupa pengajuan pada teks di atas ditunjukkan pada nomor ....

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

4 dan 5

e)

1 dan 5

26.

Sampai pada tingkat tertentu Anda benar, hanya tindakan Anda lakukan itu salah.


Kalimat di atas menggunakan taktik ....

a)

memotong

b)

mengagetkan

c)

ya ... tetapi

d)

tidak

e)

sugesti

27.

Sabar. Bolehkah saya jawab sebentar?


Kalimat di atas menggunakan taktik ....

a)

memotong

b)

mengagetkan

c)

ya ... tetapi

d)

tidak

e)

sugesti

28.

Taktik yang bermaksud untuk mempermudah lawan bicara untuk menyetujui pikiran, anjuran, dan hasil pertimbangan termasuk dalam taktik ....

a)

memotong

b)

mengagetkan

c)

ya ... tetapi

d)

tidak

e)

sugesti

29.

Taktik yang menyangkal pendapat lawan bicara secara langsung karena menuntut penjelasan yang tuntas merupakan taktik ....

a)

memotong

b)

mengagetkan

c)

ya ... tetapi

d)

tidak

e)

sugesti

30.

Oleh karena itu, saya menasihati Anda supaya memahami permasalahan ini.


Kalimat di atas menggunakan taktik ....

a)

memotong

b)

mengagetkan

c)

ya ... tetapi

d)

tidak

e)

sugesti