NEW
Font size
WorksheetsKepemimpinan 2
Total questions: 80
Worksheet time: 40mins
Menurut Robbins dan Hunsaker , pengertian kepemimpinan adalah
Kemampuan untuk mempengaruhi individu atau kelompok dalam mencapai tujuan.
Proses motivasi orang lain untuk mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Proses memengauhi dan mendorong orang lain untuk bekerja dengan semangat untuk mencapai tujuan
Faktor yang membantu individu atau kelompok mengindentifikasi tujuan nya dan kemudian memotivasi dan membantu dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Teori yang menyatakan bahwa seseorang akan menjadi pemimpin yang baik manakala dilahirkan telah memiliki bakat kepemimpinan yang kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. Hal ini erupakan bagian esensi teori
Genetik
Sosial
Ekologik
Dua Faktor
Gaya kepemimpinan yang mendekati satu atau lebih pegawai dan meminta masukan sebelum membuat keputusan adalah
Kepemimpinan Konsultatif.
Kepemimpinan Otokratik
Kepemimpinan Partisipatif
Kepemimpinan Konstruktif
Menurut The Big Five Personality Dimensions, pemimpin yang sopan, menyenangkan bersifat baik, dan fleksibel adalah kepemimpinan yang mempunyai kepribadian
Ekstraversion/Introversion
Openness to Experience
Conscietioness
Agreeableness.
Kemampuan pemimpin untuk mau bekerja secara efektif dengan orang lain atau membangun sebuah tim , disebut sebagai
Tehnical Skill.
Human Skill.
Conceeptual Skill.
Behavior Skill.
Pemimpin yang mampu menjelaskan harapan dan peran , mengajar , menawarkan dukungan, dan menciptakan suasana kegembiraan, serta melakukan apa saja yang dibutuhkan untuk membantu anggota tim dalam memperbaiki kinerja mereka , merupakan pemimpin yang mempunyai peran sebagaii
Pemecah Masalah
Pelatih
Menejer Komplik
Penghubung konstituen eksternal
Komponen pertama yang harus dibangun dalam menciptakan karakteristik servent leadership adalah :
Menguasai ketrampilan dalam mengelola emosi pelayanan
Terampil mengelola pelayanan yang bersifat kelasa satu dan prima.
Membangun roh pelayanan
Membangun konsensus kelompok melalui kelemah-lembutan dan dengan kepercayaan penuh
Perubahan komposisi tim merupakan salah satu masalah yang mungkin terjadi dalam suatu tim penugasan. Terhadap perubahan tim tersebut , menurut Newstron, langkah pertama untuk menghadapinya adalah
Mengatisifasi dan menerima bahwa penggantian tim akan terjadi dan hadapi kemungkinan itu
Membangun suatu rencana untuk mengelola pergantian tim dengan baik
Mengelola cara untuk menyatukan anggota baru
Membantu agar dapat memandang dengan gambaran yang lebih luas seperti halnya tim yang ada
Teori motivasi yang menyatakan bahwa pegawai akan meningkatkan produktifitasnya jika mereka mendapatkan perhatian khusus dari menejemen adalah :
Teori Klasik dan manajemen ilmiah
Teori Prilaku ( Hawthorne effect )
Teori Harapan.
Teori Ekologik.
Menurut model sumer daya manusia ( Human Resources Model ) , seorang pemimpin ( Manajer ) yang cenderung mengagap bahwa manusia pada dasarnya energik , seneng berkembang, mempunyai motivasi pribadi, dan tertarik untuk selalu prodiktif , termasuk dalam golongan :
Tipe-A
Tipe-B
Teori -X
Teori -Y
Menurut teori dua faktor ( Two Facor theory ) yang dikemukakan oleh Frederick Herzbeg, yang termamsuk faktor faktor hogienis yang merupakan persyaratan agar seseorang mau melaksanakan pekerjaan dan memperoleh kepuasan kerja adalah :
Keinginan untuk terus berkembang, ingin mencapai sasaran, dan sukses dalam kehidupan.
Kebutuhan Fisikolgis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri.
Pengawasan, suasana kerja, hubungan inerpersonal, kondisi gaji dan keamanan, serta kebijakan dan administrasi perusahaan.
Keberhasilan dalam meraih cita-cita, pengakuan atas keberhasilan, jenis pekerjaan, tanggung jawab, serta adanya kemajuan dan pertumbuhan
Seorang akan termotivasi berdasarkan hasil penilaian yang dilakukannya dengan membandingkan perlakuan perusahaan terhadap dirinya dengan perlakuan perusahaan kepada orang lain. Teori tersebut salah satu yang termasuk dalam teori motivasi kontemporer , yaitu :
Teori Ekuitas
Teori Harapan
Teori Dua Faktor
Teori Perilaku
Perbedaan kepentingan pribadi dan keluarganya , kepentingan sosial, kepentingan politik, daya tahan fisik dalam bekerja, perbedaan semangat pengabdian, perbedaab strategi penaganan masalah , dan kurangnya komunikasi antar tim merupakan penyebab suatu tim akan menjadi
Tim yang tanggung
Tim yang kompak
Tim yang kurang kompak
Tim yang kurang tangguh
Teknik yang umum digunakan dalam menggali maslah tim dengan memecahkan masalah menjadi bagian yang lebih mudah diselesaikan, disebut dengan teknik :
Branstroming.
Drill Down.
Mind map.
Action plan.
Dalam rangka memecahkan masalah dalam suatu tim , Action Plan didesain untuk melibatkan orang-orang, membangun komitmen, dan meningkatkan kemungkinan bahwa solusi tersebut akan diterapkan secara efektif. Action Plan pada dasarnya beriisi :
Masalah utama, faktor penyebab masalah, informasi penting terkait maslah
Devinisi masalah, identifikasi penyebab, solusi alternatif, evaluasi alternatif, solusi terbaik, penerapan dan evaluasi solusi
Masalah utama, pendapat atas masalah, urutan/prioritas atas gagasan
Tujuan . Strategi, time freme, penanggungjawab, dan hasil yang di harapkan
Fishbone diagram merupakan teknik yang dapat membantu untuk
Mendefinisikan maslah
Menghasilkan solusi alternatif
Mengevaluasi alternatif.
Mengidentifikasikan dan menetapkan penyebab hakiki
Tokoh yang menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan kerja seseorang tergantung pada dua faktor yaitu faktor Higienis dan faktor Motivasi adalah :
Wayne Rooney
Abraham Maslow
Frederick Herzberg
Frederick Taylor
Teori yang mengemukakan bahwa seseorang akan termotivasi berdasarkan hasil penilaian yang dilakukannya dengan cara membandingkan perlakuan perusahaan terhadap dirinya dengan perlakuan perusahaan kepada orang lain
Teori Ekuitas
Teori Dua faktor
Teori Harapan,
Model Hierarki kebutuhan.
Gaya kepemimpinan yang bertujuan untuk mensitimulasi atau merangsang pekerjaan karyawan agar bekerja dengan lebih cepat dan lebih baik adalah :
The equqlitarian style
The structuring style
The dinamic style
The withdrawal style
Lusiana seorang manajer menerangkan suatu gagasan kepada karyawan , namun para karyawan tidak memberikan respon atau tidak peduli dengan gagasan Lusiana. Hal tersebut merupakan salah satu hambatan komunikasi yang menyebabkan komunikasi tidak efektif atau dikenal sebagai :
Semantecs problems
Perceptual distorsion
Physical distractions
No feed back
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi individu atau kelompok dalam mencapai tujuan. Devinisi kepemimpinan tersebut merupakan konsep :
Griffin dan Ebert.
Newstrom.
Robins dan Hunsaker
Christie dan Geis.
Jumlah elemen penting terkait dengan kepemimpinan adalah
2
3
5
7
Deskripsi dari dimensi kepribadian Conscietiounsness adalah :
Dapat diandalkan, bertanggung jawab, terorganisir dan mempunyai rencana masa depan
Ramah, aktif bicara, tegas, aktif, dan ambisius.
Imaginatif, berfikir luas, keingintahuannya tinggi, dan mencari pengalaman baru
Sopan, menyenangkan, bersifat baik dan fleksibel.
Kewaspadaan diri , kedisiplinan diri, motivasi empati, dan kecakapan ber sosialisasi merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk :
Membangun Servent Soul.
Mengelola Mastery Service Excelient
Memberikan Excelient.Service
Mastery managing service emotion
Pengurus organisasi atau komisaris tidak hanya terkait dengan individu dalam organisasi . tetapi juga organisasi secara keseluruhan dan pengaruh serta hubungannya dengan seluruh masyarakat. Hal tersebut merupakan penjabaran dari salah satu karakteristik utama servant leadership yaitu :
Buliding Community
Awareness
Stewardship
Commitment to growth of people.
Pemimpin yang menjelaskan harapan dan pesan , mengajar, menawarkan dukungan, dan menciptakan suasana kegembiraan, serta melakukan apa saja yang dibutuhkan untuk membantu anggota tim memperbaiki kinerja mereka disebut :
Pemimpin tim berperan sebagai penghubung para konstituen eksternal.
Pemimpin tim adalah manajer konflik.
Pemimpin tim adalah pelatih.
Pemimpin tim adalah pemecah masalah.
Terdapat empat prinsip dasar dari model servant leadership . salah satu prinsip dasar dari model servant leadership yaitu :
Melayani pimpinan
Pemimpin adalah manajer konflik.
Dapat bekerja sama dengan berbagi tingkatan
Pendekatan menyeluruh untuk bekerja
Masing masing peserta dapat secara langsung memberikan pendapatnya secara terbuka atau menggunakan potongan kertas. Tidak boleh ada kritik pada gagasan yang diberikan. Hal tersebut merupakan salah satu langkah dalam teknik menggali maslah , yaitu :
Drill Down
Brainstorming
Mind map.
Teori harapan.
Memecah masalah menjadi bagian bagian yang lebih mudah diselesaiakan merupakan salah satu teknik menggali masalah yaitu :
Mind Map.
Brainstorming
Persuasi.
Drill Down.
Salah satu dari hal berikut ini, seharusnya tidak dimasukkan sebagai salah satu unsur dalam mendefinisikan masalah yaitu :
Sistuasi yang ada.
Sistuasi yang diinginkan.
Solusi atau penyebab.
Fakta.
Ciri perilaku pemimpin self monitoring adalah:
Pemimpin yang meletakkan kepentingan pribadi daripada kelompok
Pemimpin yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan yang lain untuk keuntungan pribadinya
Pemimpin yang mampu membaca dan menggunakan isyarat lingkungan untuk menyesuaikan perilakunya
Pemimpin yang mampu mengerjakan banyak hal dalam waktu yang terbatas
Salah satu kepribadian yang banyak digunakan oleh organisasi dalam pelatihan kepemimpinan dan team building adalah Myers Briggs Type Indicator (MBTI). Tes ini mengelompokkan individu ke dalam 4 dimensi, yaitu:
Sensing/Thinking, Intuition/Feeling, Perception/Ekstrovert, dan Judgmental/ Introvert
Sensing/ Feeling, Thinking/Intuition, Perception/Ekstrovert, dan Judgmental/ Introvert
Sensing/ Intuition, Thinking/ Feeling, Perception/Judgmental, dan Ekstrovert/ Introvert
Sensing/ Feeling, Thinking/Intuition, Perception/Judgmental, dan Ekstrovert/ Introvert.
Peryataan yang benar mengenai kepemimpinan yang berhasil adalah:
Kemimpinan yang berhasil lebih tergantung kepada perilaku daripada kecakapan
Kemimpinan yang berhasil lebih tergantung kepada perilaku dan kecakapan daripada ciri-ciri pribadi
Kemimpinan yang berhasil lebih tergantung kepada ciri-ciri pribadi daripada perilaku kecakapan, dan tindakan
Kemimpinan yang berhasil lebih tergantung kepada perilaku, kecakapan, dan tindakan daripada ciri-ciri pribadi
Tidak sedikit pemimpin yang tidak siap menangani perubahan dalam tim. ketika tim menghadapi masalah dan memimta bantuan kepada anda sebagai katua tim, lalu anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan terobosan kepada tim anda, membantu tim membicarakan keseluruhan masalah, dan mandapatkan sumber daya yang dibutuhkan, maka anda sudah berperan sebagai:
Pelatih
Penghubung
Pemecah Masalah
Menejer Konplik
Salah satu karakteristik utama Servant Leadership (pemimpin yang melayani) adalah:
Otoriter
Empati
Selalu Menang
Selalu Merendah di segala situasi
Tim anda kompak apabila anda sebagai ketua tim mampu memotivasi anggota tim anda. Menurut Teori Motivasi Kontemporer, pada dasarnya manusia itu malas, tidak punya ambisi dan tanggung jawab, berorientasi pada kepentingan-kepentingan sendiri, dan anti perubahan. Namun teori lain membantahnya, justru sebaliknya. Pandangan ini berarti melihat dari sisi:
Hierarki kebutuhan
Paktor Higienis dan Paktor motivasi
SDM
Harapan Manusia
Praktik-praktik kepemimpinan dapat dilihat dari fenomena kekompakan tim. Tim yang mempunyai perbedaan yang menonjol dalam tingkat intelektualitas emosional, moralitas dan karakteristik dari masing-masing anggota/ketua timnya yang dapat mengakibatkan kegagalan, dapat diklasifikasikan sebagai:
Tim yang tidak kompak
Tim yang kurang kompak
Tim yang kadang-kadang kompak
Tim yang berfikir untuk kompak
Dalam suatu tim kita bisa menghadapi masalah. Masalah tidak boleh didiamkan, harus dipecahkan dan dicari solusinya. Urutan langkah terbaik dalam menyelesaikan masalah dalam tim adalah:
Memilih solusi, mendefinisikan masalah, membuat rencana tindakan, menetapkan penyebab hakiki, menghasilkan solusi alternatif, mengevaluasi solusi alternatif, menerapkan, dan mengevaluasi solusi
Memilih solusi, membuat rencana tindakan, mendefinisikan masalah, menetapkan penyebab hakiki, menghasilkan solusi alternatif, mengevaluasi solusi alternatif, menerapkan, dan mengevaluasi solusi
Mendefinisikan masalah, menetapkan penyebab hakiki, menghasilkan solusi alternatif, mengevaluasi solusi alternatif, memilih solusi, membuat rencana tindakan, menerapkan, dan mengevaluasi solusi
Membuat rencana tindak, mendefinikan masalah, memilih solusi, menetapkan penyebab hakiki, menghasilkan solusi alternatif, mengevaluasi solusi alternatif, menerapkan, dan mengevaluasi solusi
Setiap orang ingin diperlakukan adil, demikian pula anggota tim anda. Keadilan yang timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras terhadap bagian-bagian yang akan membentuk suatu masyarakat/tim dimana anggotanya melakukan fungsinya secara baik, adalah jenis keadilan:
Distributif
Legal atau Moral
Komutatif
Prosedural
Komunikasi merupakan hal penting untuk membangun kekompakan tim. Oleh sebab itu komunikasi mempunyai berbagai fungsi. Memperbaiki koordinasi tugas mengupayakan pemecahan masalah, saling berbagi informasi, berupaya memecahkan konflik, dan membina hubungan melalui kagiatan bersama merupakan fungsi arus komunikasi:
Horizontal
Vertikal
Ke bawah
Ke atas
Salah satu elemen penting dalam kepemimpinan adalah
Gelar akademis
Profil fisik
Pengaruh
Dana
Ada berbagai teori yang mengupas mengenai lahirnya seorang pemimpin. Teori yang mengatakan bahwa pemimpin itu memang sudah dilahirkan sebagai pemimpin, bukan karena dibentuk sebagai pemimpin adalah:
Teori Ekologik
Teori X
Teori Y
Teori Genetic
Gaya kepemimpina yang tidak akan menciptakan komitmen organisasi yang kuat diantara para pegawai karena menciptakan ketakutan dan frustasi adalah:
Kepemimpinan partisipasi
Kepemimpinan konsultatif
Kepemimpinan otokratik
Kepemimpinan social
Salah satu perbedaan antara pemimpin dengan manajer adalah:
Pemimpin pasti punya anak buah/staf
Pemimpin menciptakan visi
Pemimpin dapat sesukanya memerintah
Pemimpin harus diikuti instruksinya
Pimpinan bertindak sebagai unit sosial, merupakan gaya kepemimpinan:
Otokratik
Sosial
Konsultatif
Partisipatif
Ciri2 sekunder pemimpin yang efektif adalah:
Kemampuan menggerakkan orang
Kemampuan kognitif (analisa)
Memiliki keinginan untuk memimpin
Percaya diri
Atasan atau orang2 yang berada dalam tataran manajemen, yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Ini adalah salah satu hal yang berpengaruh terhadap fungsi Komunikasi yaitu
Fungsi integratif
Fungsi persuasif
Fungsi regulatif
Fungsi informatif
Di bawah ini adalah beberapa alat untuk penilaian psikometrik until membantu organisasi dan individu memahami satu dengan yang lain, kecuali:
Kirton's Adaption-Innovation Inventory
Social network analysis
MBTI
Highlands Ability Battery
Menurut Maslow kebutuhan manusia berjenjang jenjang secara hierarkis, manakah urutan jenjang yang paling benar:
Kebutuhan fisiologis, kebutuhan sosial, kebutuhan rasa aman, esteem needs, kebutuhan aktualisasi diri
Kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, esteem needs, kebutuhan sosial, kebutuhan aktualisasi diri
Kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, esteem needs, kebutuhan aktualisasi diri
Kebutuhan fisiologis, kebutuhan sosial, esteem needs, kebutuhan rasa aman, kebutuhan aktualisasi diri
Ketua tim mempunyai kewenangan untuk membuat keputusan-keputusan sesuai dengan keperluan tugasnya, keputusan-keputusan yang perlu dibuat adalah
Menyusun kertas kerja audit
Menentukan seberap luas sampel yang diambil dalam pelaksanaan audit
Menentukan seberap luas sampel yang diambil dalam perencanaan audit
Menyusun tim audit
Windu merupakan salah seorang Kepala SKPD Kota TGP, dalam membuat suatu keputusan seringkali meminta masukan kepada Danu, salah seorang Kepala Bidang senior yang sangat berpengalaman di SKPD tersebut. Namun, kadang Windu juga mengabaikan masukan Danu. Gaya kepemimpinan Windu dikenal sebagai:
Kepemimpinan Konsultatif
Kepemimpinan Partisipatif
Kepemimpinan Egosentrik
Kepemimpinan Otokratik
Terdapat tiga kriteria penting yang merupakan konstitusi bersama keadilan distributif, yaitu:
Kewajaran, persamaan, dan kebutuhan
Kesetaraan, persamaan, dan kebutuhan
Kewajaran, persamaan, dan kepastian
Kewajaran, kedilan, dan kebutuhan
Teknik yang umum digunakan dalam menggali masalah tim dengan memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih mudah diselesaikan, disebut dengan teknik:
Mind map
Drill down
Action plan
Brainstorming
alah satu tehnik yang dapat membantu untuk memandu diskusi tentang penyebab hakiki suatu masalah adalah:
Fishbone
Analisis sebab akibat
Relationship diagram
Analisis pareto
Lima prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam komunikasi antara lain adalah kejelasan pesan yang akan disampaikan (clarity). Cara untuk menyiapkan pesan agar jelas, antara lain adalah:
Buat pesan yang mudah untuk dimengerti
Antisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul
Fokus pada informasi yang penting
Tentukan goal yang jelas
Dinda adalah pengusaha perhotelan yang sukses, usahanya merupakan warisan orang tuanya, dan Dinda mampu menjaga kelangsungan usaha tersebut bahkan bisa lebih baik. Dalam teori kepemimpinan, Dinda merupakan seorang pemimpin yang dilahirkan dan bukan dibentuk, yang dikenal sebagai:
Teori Genetik
Teori Sosial
Teori X dan Y
Teori Ekologi
Ada tujuh bagian dalam komunikasi menurut Stephen P. Robbins yaitu sumber komunikasi, pengkodean (encoding), pesan, saluran, pengkodean (decoding), penerima, dan umpan balik. Yang mengawali proses komunikasi adalah:
Komunikator
Komunikasi
Komunikan
Encoding
Secara umum, keadilan terdiri dari tiga jenis yaitu keadilan legal, keadilan distributif, dan keadilan komutatif. Keadilan yang akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama telah diberlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan secara tidak sama pula. Menurut Aristoteles keadilan tersebut adalah:
Keadilan legal
Keadilan moral
Keadilan distributif
Keadilan komutatif
Urutan penyelesaian masalah dalam tim adalah sebagai berikut:
Membuat rencana tindak, mendefinisikan masalah, mengidentifikasikan masalah dan menetapkan penyebab hakiki, menghasilkan solusi alternatif, mengevaluasi alternatif, memilih solusi terbaik, dan menerapkan serta mengevaluasi solusi
Mendefinisikan masalah, mengidentifikasikan masalah dan menetapkan penyebab hakiki, menghasilkan solusi alternatif, membuat rencana tindak, mengevaluasi alternatif, memilih solusi terbaik, dan menerapkan serta mengevaluasi solusi
Mendefinisikan masalah, mengidentifikasikan masalah dan menetapkan penyebab hakiki, menghasilkan solusi alternatif, mengevaluasi alternatif, memilih solusi terbaik, membuat rencana tindak, dan menerapkan serta mengevaluasi solusi
Mengidentifikasikan masalah dan menetapkan penyebab hakiki, mendefinisikan masalah, menghasilkan solusi alternatif, mengevaluasi alternatif, memilih solusi terbaik, membuat rencana tindak, dan menerapkan serta mengevaluasi solusi
Hubungan yang buruk antara pengawas dengan bawahan akan menghalangi bawahan melaporkan bahwa proyek tidak berjalan sesuai rencana. Ketakutan pada kekuasaan dan status atasan tersebut merupakan salah satu contoh hambatan umum dalam komunikasi yang dikatagorikan sebagai:
Hambatan pribadi
Hambatan eksternal
Hambatan lingkungan
Hambatan khusus
Perubahan komposisi tim merupakan salah satu masalah yang mungkin terjadi dalam suatu tim penugasan. Terhadap perubahan tim tersebut, menurut Newstrom, langkah pertama untuk menghadapinya adalah:
Membangun suatu rencana untuk mengelola pergantian tim dengan baik
Membantu agar dapat memandang dengan gambaran yang lebih luas seperti halnya tim yang ada
Mengelola cara untuk menyatukan anggota baru
Mengantisipasi dan menerima bahwa pergantian tim akan terjadi dan hadapi kemungkinan itu
Bambang seorang ketua tim bertemu dengan Sindu yang juga seorang ketua tim. Mereka membicarakan masalah-masalah yang dihadapi oleh timnya masing-masing serta upaya pemecahan yang telah mereka lakukan. Komunikasi yang dilakukan antara Bambang dan Sindu dikenal sebagai:
Komunikasi horizontal
Komunikasi ke atas
Komunikasi ke bawah
Komunikasi vertical
Seseorang akan termotivasi berdasarkan hasil penilaian yang dilakukannya dengan membandingkan perlakuan organisasi terhadap dirinya dengan perlakuan organisasi kepada orang lain. Teori tersebut merupakan teori motivasi kontemporer, yaitu:
Teori dua faktor
Teori harapan
Teori perilaku
Teori ekuitas
Tehnik menggali permasalahan tim yang dimulai dengan masalah utama yang akan dibahas, kemudian masing-masing peserta memberikan pendapatnya secara terbuka dan pendapat tersebut dikumpulkan dan dikelompokkan serta dilakukan evaluasi, dikenal sebagai:
Tehnik Kontemporer
Tehnik Mind Map
Tehnik Brainstorming
Tehnik Drill Down
Hendra yang berasal dari Jakarta bertemu dengan Suripto dari Jawa Timur. Mereka tengah membicarakan topik yang sedang hangat di masyarakat. Namun terkadang pembicaraan mereka terganggu karena adanya salah pengertian dari akibat perbedaan kebudayaan masing-masing. Hambatan dalam komunikasi ini, menurut Ron Ludlow dan Fergus Panton disebut:
Perceptual distortion
Status effect
Cultural differences
Physical disractions
Seorang pegawai hanya akan melaporkan kepada atasannya informasi yang menurut pegawai akan didengar atasannya, hal ini merupakan kesulitan dalam melakukan komunikasi ke atas yang disebut:
Penyaringan
Distorsi
Penyampaian
Penundaan
Pernyataan yang benar mengenai seseorang yang mempunyai locus of control internal yang tinggi adalah:
Lebih suka menggunakan kekuatan memaksa dalam mengendalikan orang lain
Percaya pada pendapat orang lain
Lebih reaktif pada kejadian dan kurang mampu mengatasi situasi tertekan
Percaya bahwa bahwa kejadian-kejadian di sekitarnya terjadi sebagai akibat dari tindakannya
Budi, auditor muda pada Inspektorat Kota BGM yang diperankan sebagai ketua tim dalam penugasan audit pengadaan barang dan jasa pada Dinas Pekerjaan Umum Kota BGM, didampingi Ratna dan Prety sebagai anggota tim. Budi menganggap bahwa manusia pada dasarnya energik, senang berkembang, mempunyai motivasi pribadi, dan tertarik untuk selalu produktif. Menurut Mc Gregor, Budi memperlakukan manusia dalam kelompok:
Teori Y
Teori X
Teori Harapan
Teori Dua Faktor
Dapat didengarkan dan dimengerti dengan baik, merupakan makna:
Audible
Respect
Humble
Empati
Terdapat lima prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi, yaitu respect, empathy, audible, clarity, humble. Kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain disebut:
Empathy
Humble
Respect
Audible
Menurut teori dua faktor (two factor theory), faktor-faktor higienis yang merupakan persyaratan agar seseorang mau melaksanakan pekerjaan dan memperoleh kepuasan kerja, meliputi:
Pengawasan, suasana kerja, hubungan interpersonal, kondisi gaji dan keamanan, serta kebijakan dan administrasi perusahaan
Keinginan untuk terus berkembang, ingin mencapai sasaran, dan sukses dalam kehidupan
Keberhasilan dalam meraih cita-cita, pengakuan atas keberhasilan, jenis pekerjaan, tanggung jawab, serta adanya kemajuan dan pertumbuhan
Kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri
Menurut Teori dua faktor, hal yang berhubungan dengan pengakuan atas keberhasilan seorang pekerja dikelompokkan ke dalam:
Faktor higienis
Faktor ekuitas
Faktor eksistensi
Faktor motivasi
Keadilan yang bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum atau merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat, disebut sebagai:
Keadilan distibutif
Keadilan komutatif
Keadilan legal
Keadilan horisontal
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/220/M.PAN/7/2008 mengatur tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. Dalam Permenpan tersebut diuraikan mengenai tugas-tugas seorang ketua tim, salah satunya adalah:
Menandatangani Laporan Hasil pemeriksaan yang dipimpinnya
Mengendalikan mutu pelaksanaan kegiatan pengawasan
Memberikan kesaksian ahli dalam proses penyidikan dan/atau peradilan kasus pengawasan
Memimpin pelaksanaan suatu penugasan audit kinerja
Gaya komunikasi yang memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan disebut sebagai:
The dynamic style
The structuring style
The equalitarian style
The controlling style
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Seluruh anggota dalam organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik, dan tepat waktu. Hal tersebut merupakan salah satu fungsi komunikasi dalam organisasi yaitu:
Fungsi persuasif
Fungsi regulatif
Fungsi informatif
Fungsi integratif
Ciri kinerja yang membedakan antara tingkat operator dan profesional adalah:
Soft skill
Technical skill
Conceptual skill
High skill
Gaya komunikasi yang bersifat mengendalikan, ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa, dan mengatur perilaku, pikiran, dan tanggapan orang lain. Gaya komunikasi ini disebut:
The equalitarian style
The dynamic style
The structuring style
The controlling style
Menentukan seberapa luas sampel yang akan diambil dalam pelaksanaan audit, merupakan wewenang:
Anggota Tim
Pengendali Teknis
Ketua Tim
Pengendali Mutu
Tim Inventarisasi aset SKPD BLA telah selesai melakukan cek fisik sebanyak 7.777 item, selanjutnya akan dilakukan peng-input-an data. Namun, tidak ada pembagian pekerjaan yang jelas dalam peng-input-an data. Akibatnya Tim berfikir bahwa kontribusinya tidak dapat diukur. Maka menurut Newstrom, yang mungkin dilakukan tim adalah:
Menghentikan output sampai dengan waktu tertentu
Mengurangi output dan melakukan keengganan sosial
Menghentikan output sampai ada pembagian pekerjaan yang jelas
Memperlambat output dan menunggu perintah lebih lanjut
