NEW
Font size
WorksheetsMoney Market (Intermediate)
Total questions: 15
Worksheet time: 29mins
Semua pernyataan di bawah ini adalah termasuk fungsi pasar uang, kecuali :
Sebagai perantara dalam perdagangan surat berharga jangka pendek
Sebagai perantara untuk investasi di luar negeri
Sebagai penghimpun dana berupa surat berharga jangka pendek
Sebagai sumber pembiayaan bagi perusahaan untuk melakukan transaksi
Dalam mekanisme pasar uang, berapa lama umur instrument keuangan yang dapat diperdagangkan?
Antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun
Diantara 3 tahun
Dibawah 1 tahun
Diatas 5 tahun
Limit yang diberikan oleh Bank atas dasar risiko kredit terhadap Bank lain biasa disebut dengan
Dealer limit
Counterparty limit
Stop loss limit
Liquidity gap limit
Bank Indonesia melakukan respon kebijakan sesuai kondisi perekonomian. Bank Indonesia akan melakukan OPT injeksi, apabila likuiditas pasar uang dan indicator suku bunga pasar uang diperkirakan akan mengalami hal sebagai berikut :
Kekurangan likuiditas, suku bunga PUAB naik tajam
Kekurangan likuiditas, suku bunga PUAB turun tajam
Kelebihan likuiditas, suku bunga PUAB naik tajam
Kelebihan likuiditas, suku bunga PUAB turun tajam
Dalam melaksanakan OPT, Bank Indonesia dapat menggunakan OPT dan standing facilities. Berikut ini adalah insturumen OPT yaitu :
Deposit facility
Lending facility
FASBIS
Term deposit valas
Cadangan minimum yang didalamnya ada unsur memperhatikan antara KPMM bank dan KPMM insentif adalah :
GWM primer
PLM
GWM valas
Giro RIM
Metode FTP dimana semua produk diklasifikasikan berdasarkan kriteria masing-masing adalah :
Split pools
Multiple pools
Single pool
Matched maturity transfer pricing
Jenis rencana pendanaan yang digunakan untuk menangani kondisi krisis likuiditas adalah :
Business plan
Funding plan
Crisis plan
Contingency funding plan
Rata-rata DPK Rupiah BUS A selama periode 1-15 Agustus 2019 adalah IDR 15.000.000 (dalam jutaan Rp), dan rata-rata DPK Rupiah BUS A selama periode 16-31 Agustus 2019 adalah IDR 16.000.000 (dalam jutaan Rp). Berapakah GWM rata-rata dalam Rupiah yang wajib dijaga BUS A pada akhir periode 16-30 September 2019?
IDR 225 Milyar
IDR 240 Milyar
IDR 675 Milyar
IDR 720 Milyar
IDR 800 Milyar
Rata-rata DPK Rupiah BUS A selama periode 1-15 Agustus 2019 adalah IDR 15.000.000 (dalam jutaan Rp), dan rata-rata DPK Rupiah BUS A selama periode 16-31 Agustus 2019 adalah IDR 16.000.000 (dalam jutaan Rp). Berapakah Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dalam Rupiah yang wajib dijaga BUS A pada periode 16-30 September 2019?
IDR 600 Milyar dalam bentuk surat berharga yang dimiliki BUS A, yang dapat digunakan dalam operasi moneter
IDR 640 Milyar dalam bentuk surat berharga yang dimiliki BUS A, yang dapat digunakan dalam operasi moneter
IDR 600 Milyar dalam bentuk surat berharga yang dimiliki BUS A
IDR 640 Milyar dalam bentuk surat berharga yang dimiliki BUS A
IDR 300 Milyar dalam bentuk surat berharga yang dimiliki BUS A
Dalam melaksanakan kegiatannya Treasury memerlukan adanya kebijakan limit. Limit apakah yang mencerminkan toleransi Bank terhadap risiko untuk mendapatkan pendanaan dalam kondisi normal?
Borrowing limit
Stop loss limit
Counterparty limit
Liquidity gap limit
Factor sensitivity limit
Dalam melaksanakan kegiatannya Treasury memerlukan adanya kebijakan limit. Limit apakah yang mencerminkan Maksimum potensi kerugian dari eksposur apabila di-hold selama periode tertentu dan tingkat keyakinan tertentu?
Borrowing limit
Stop loss limit
Value at Risk Limit
Liquidity gap limit
Factor sensitivity limit
Dalam menilai risiko inheren likuiditas terdapat beberapa parameter yang digunakan. Parameter apakah yang digunakan dalam menilai risiko inheren likuiditas?
Liquid asset yang dimiliki
Behavioural DPK
Konsentrasi aset dan kewaijban
Stress test
Permodalan
Dalam melaksanakan aktivitasnya Bank harus mengelola risiko likuiditas. Manakah yang bukan merupakan sumber-sumber risiko likuiditas?
Mismatch arus kas
Risiko kredit
Risiko pasar
Risiko operasional
Produk baru
Bank secara regular wajib melakukan stress testing. Manakah dari pernyataan berikut yang bukan skenario-skenario stress test yang dapat dilakukan oleh Bank :
Bank specific stress scenario
General market stress scenario
Historical scenario
Correlation scenario
Product specific scenario
