NEW
Font size
WorksheetsAvsec Pgk
Total questions: 27
Worksheet time: 20mins
Apa bunyi butir 2.1.2 Dalam SOP Screening Check Points 1?
Memberikan prioritas masuk kepada awak pesawat udara / aircrew.
Memastikan tiket calon penumpang sesuai dengan identitas dirinya dan valid untuk keberangkatan hari itu.
Memastikan izin masuk / Pas Bandara petugas yang berlaku sesuai dengan validitasnya.
Mengatur antrian calon penumpang yang akan memasuki daerah pemeriksaan.
penerbangan adalah?
satu kesatuan sistem yang terdiri
atas pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar
udara, angkutan udara, navigasi penerbangan,
keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, serta
fasilitas penunjang dan fasilitas khusus lainnya.
satu kesatuan sistem yang terdiri
atas pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar
udara, angkutan udara, navigasi penerbangan,
keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, serta
fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya.
satu kesatuan sistem yang terdiri
atas pemanfaatan wilayah darat dan air, pesawat udara, bandar
udara, angkutan udara, navigasi penerbangan,
keselamatan dan keamanan, lingkungan, serta
fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya.
satu kesatuan sistem yang terdiri
atas pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar
udara, angkutan darat dan air, navigasi penerbangan,
keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, serta
fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya.
Bagasi tercatat adalah?
barang penumpang yang
diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk
diangkut dengan pesawat udara yang selanjutnya.
barang penumpang yang
diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk
diangkut di cabin dengan pesawat udara yang sama.
barang penumpang yang
diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk
diangkut dengan pesawat udara yang lain.
barang penumpang yang
diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk
diangkut dengan pesawat udara yang sama.
Personel keamanan bandar udara yang melakukan
pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1), dalam satu jalur pemeriksaan, beranggotakan sesuai dengan ketentuan sebagai berikut ; tipe B?
untuk jumlah penumpang lebih dari 1000 (seribu)
orang per hari, minimal 5 (lima) orang personel keamanan
Semua benar
untuk jumlah penumpang dari 500 (lima ratus)
sampai dengan 1000 (seribu) orang per hari, minimal 4
(empat) orang personel keamanan
untuk jumlah penumpang kurang dari 500 (lima
ratus) orang per hari, minimal 3 (tiga) orang personel
keamanan.
Sertifikasi Fasilitas Keamanan Penerbangan terdapat pada KP?
138 Tahun 2018
138 Tahun 2017
138 Tahun 2016
138 Tahun 2015
Negara anggota ICAO dalam rangka pengamanan penerbangan telah mengadakan beberapa kali konvensi diantaranya adalah Konvensi Tokyo pada tahun 1963, yang membahas tentang :
Kejahatan dan kejadian tertentu lainnya pada pesawat terbang;
Pemberantasan Tindak Melawan Hukum terhadap keselamatan penerbangan;
Tindakan melawan hukum kekerasan di bandara melayani penerbangan sipil internasional;
Pemberantasan tindak melawan hukum di dalam pesawat.
Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference adalah salah satu dokumen yang diterbitkan oleh ICAO. Dokumen tersebut berupa :
Annex 17
Annex 18
ICAO Doc 8973
ICAO Doc 9284/905-AN
Sebagai pedoman pelaksanaan tugas personel Pengamanan Penerbangan, ICAO menerbitkan petunjuk pelaksanaan tugas pengamanan penerbangan berupa :
ICAO Doc. 8973
ICAO Doc. 9284/905-AN
ICAO Doc. 9808
ICAO Doc. 8793
Sesuai SKEP/100/VII/2003 prosedur Penanganan penumpang yang membawa senjata api adalah..........,kecuali :
Senjata api dan pelurunya dititipkan kepada pengangkut
Senjata api sebagai security item dan pelurunya diperlakukan sebagai dangerous goods
Senjata diserahkan kembali kepada pemilik di lost and found bandara tujuan
Peluru dikeluarkan dari senjata oleh pemiliknya
Prosedur penyisiran keamanan pesawat udara (Aircraft Security Search), adalah :
Pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian luar pesawat udara untuk menemukan barang yang mencurigakan dan barang dilarang
Pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian dalam pesawat udara untuk menemukan barang yang mencurigakan dan barang dilarang
Pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian luar dan dalam pesawat udara untuk menemukan barang yang mencurigakan dan barang dilarang
Pemeriksaan rutin bagian dalam pesawat udara sebelum pesawat take – off
Peraturan Keamanan Penerbangan Nasional harus bisa dijadikan parameters dari tanggung jawab dan akuntabilitas sistem keamanan penerbangan pada sebuah negara, salah satu diantaranya adalah sebagai?
Pedoman penugasan personel pengaman penerbangan di bandar udara internasional;
Sebagai otorisasi pemerintah melakukan inspeksi, audit, survey dan test untuk melihat kepatuhan terhadap peraturan serta mengetahui effektivitas PKPN;
Petunjuk pelaksanaan tugas operasional personel pengamanan penerbangan di bandar ;
Petunjuk tugas pokok fungsi dan tanggung jawab personel pengamanan penerbangan dalam operasional penugasan
Untuk tercapainya keselamatan dan keamanan dalam penerbangan, perlu dilakukan pengawasan atas pemenuhan peraturan keamanan penerbangan. Petunjuk teknis pengawasan keamanan penerbangan nasional diatur di :
PM 127 Tahun 2015
SKEP/69/II/2011
PM 92 Tahun 2015
KP 506 Tahun 2015
Cairan, Aerosol, dan Gel (Liquids, Aerosol and Gels) yang diijinkan dibawa penumpang ke dalam kabin pesawat udara harus memenuhi persyaratan ………, kecuali:
Kapasitas wadah atau tempat Cairan, Aerosol dan Gel (LAGs) maksimum 1000 ml atau ukuran sejenis;
Setiap calon penumpang pesawat udara hanya diijinkan membawa maksimum 1 (satu) kantong plastik transparan yang berisi Cairan, Aerosol dan Gel (LAGs);
Wadah berisi Cairan, Aerosol dan Gel (LAGs) tersebut dimasukkan kedalam satu kantong plastik transparan ukuran 30 cm X 40 cm dengan kapasitas Cairan, Aerosol, dan Gel (LAGs) maksimum 1000 ml;
Cairan, Aerosol dan Gel (LAGs) yang menjadi barang bawaan calon penumpang dibawa sendiri oleh calon penumpang sebelum masuk ke dalam bandar udara;
Pemeriksaan terjadwal, sistematis dan mendalam terhadap prosedur, fasilitas, personel dan dokumentasi organisasi penyedia jasa penerbangan untuk mengetahui tingkat kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku adalah definisi dari :
Audit;
Survey
Inspeksi;
Pengujian/ test
Penerapan suatu teknik atau cara lain untuk mengenali atau mendeteksi barang dilarang (prohibited items) yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum, adalah definisi dari :
Security screening;
Security check
Security items;
Seacurity search.
Berdasarkan PM 80 Tahun 2017 keadaan darurat keamanan (contingency) dibedakan atas
Kondisi aman dan kondisi darurat
Kondisi rawan dan kondisi gawat
Kondisi aman dan kondisi rawan
kondisi aman dan kondisi gawat
Berikut ini adalah contoh tindakan melawan hukum (Acts of Unlawful Interference) kecuali :
Melakukan pengrusakan /penghancuran pesawat udara di darat (in service)
Membawa senjata ,alat berbahaya atau bahan bahan yang dapat di pgunakan untuk tindakan melawan hukum
Masuk ke dalam pesawt udara, bandara /tempat-tempat aeronautika secara paksa
Melaporkan ancaman bom di bandar udara
Apa yang dimaksud dengan kode 7500 yang dikirimkan dari pesawat udara kepada petugas air traffic control
Crisis Management
General Emergencies
Loss of Communication
Hijack
Pasal 3.1.1 pada Annex 17, terkait dengan pengamanan penerbangan sipil, kepada setiap negara anggota ICAO diwajibkan untuk :
Menyusun dan mengimplementasikan program keamanan angkutan udara nasional;
Menyusun dan mengimplementasikan program nasional quality control;
Menyusun dan mengimplementasikan program pendidikan dan pelatihan personel pengamanan penerbangan;
Menyusun dan mengimplementasikan program keamanan penerbangan nasional
UU RI no 1 Th 2009, pasal 222 (1) Setiap personel bandar udara wajib memiliki lisensi atau sertifikat kompetensi. Ketentuan tersebut diatas mewajibkan setiap personel pengamanan penerbangan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di bidang pengamanan penerbangan sebagaimana diatur di :
PM 63 Tahun 2015;
SKEP/160/VIII/2008;
PM 137 Tahun 2015;
PM 127 Tahun 2015
Sebagai negara anggota ICAO maka Indonesia wajib mematuhi aturan-aturan yang diterbitkan oleh ICAO terkait keamanan penerbangan diantaranya, meratifikasi konvensi-konvensi ICAO yang diatur di :
Undang Undang No 1 Tahun 2009
Undang Undang No 2 Tahun 1976;
Undang Undang No 4 Tahun 1976;
Undang Undang No 15 Tahun 1992
Konvensi Penandaan Bahan Peledak Plastik untuk tujuan Deteksi, diadakan di :
Montreal pada tahun1971;
Tokyo pada tahun 1963;
Montreal pada tahun 1991
Hague pada tahun 1970
Personel yang bertanggung jawab menangani keselamatan pengangkutan barang berbahaya dengan pesawat udara wajib memiliki lisensi sebagaimana diatur :
PM 26 Tahun 2015
PM 90 Tahun 2013
KP 26 Tahun 2014
KP 412 Tahun 2014
Pengawasan keamanan penerbangan diperlukan dalam kaitan untuk melihat pemenuhan atas aturan yang ada dengan implementasi yang dilaksanakan di lapangan oleh personel pengamanan penerbangan. Keamanan penerbangan adalah :
Dokumen tertulis yang memuat peraturan, prosedur dan langkah-langkah pengamanan yang diambil untuk melindungi penerbangan dari tindakan melawan hukum
Suatu keadaan yg memberikan perlindungan kpd penerbangan dari tindakan melawan hukum melalui keterpaduan pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas, dan prosedur
Safeguarding International Civil Aviation Against Act Unlawful Interference
Penerbangan dapat berlangsung dengan tertib, teratur, selamat, aman dan nyaman
PM 90 TAHUN 2013 mengatur tentang Keselamatan pengangkutan barang berbahaya dengan pesawat udara, dan petunjuk pelaksanaan keselamatan pengangkutan barang berbahaya di Indonesia diatur di :
Annex 18
ICAO Doc 9284/905-AN
Keputusan Pemerintah Nomor 412 Tahun 2014
Keputusan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2014
Negara anggota ICAO dalam rangka pengamanan penerbangan telah mengadakan beberapa kali konvensi diantaranya adalah Konvensi Hague pada tahun 1970, yang membahas tentang :
Kejahatan dan kejadian tertentu lainnya pada pesawat terbang;
Pemberantasan Tindak Melawan Hukum terhadap keselamatan penerbangan;
Tindakan melawan hukum kekerasan di bandara melayani penerbangan sipil internasional;
Pemberantasan tindak melawan hukum di dalam pesawat.
Resiko keamanan dievaluasi bertujuan untuk :
Menghindarkan besarnya ancaman dan engeluaran yang harus ditanggung jika sudah ada suatu resiko keamanan.
Memberi peringkat dan memprioritaskan resiko, serta memberi tahu pembuat keputusan terkait pengendalian keamanan tambahan yang harus diterapkan untuk mengurangi resiko hingga ketingkat yang dapat diterima.
Memastikan langkah-langkah apa yang harus ditempuh untuk terhindar dari resiko keamanan.
Kematangan perusahaan dalam mengelola segala macam resiko yang telah didata dan didokumentasikan.
