NEW
Font size
WorksheetsUH PENGISIAN
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Suatu system yang digunakan untuk Mengisi arus listrik ke baterai dan Mensuplai arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan selama mesin hidup adalah….
Sistem pengisian
System starter
System bahan bakar
System pengapian
System penerangan lampu
Komponen sistem pengisian yang berfungsi untuk menyimpan arus listrik dan juga sebagai sumber arus listrik pada saat mesin kendaraan sebelum hidup adalah….
Starter
Altenator
Baterai
Regulator
Kunci kontak
Alat untuk mengukur berat jenis air accu adalah….
Avometer
Hydrometer
Ohmmeter
Multitester
Radiator cap tester
Generator pada system pengisian akan menghasilkan arus….
Kuat
Lemah
AC
Tidak beraturan
DC
Altenatorpada system pengisian akan menghasilkan arus…
DC
Tidak beraturan
Lemah
AC
Kuat
Prinsip kerja generator pada system pengisian adalah….
Membangkitkan arus dengan cara memutarkan magnet listrik di dalam kumparan
Membangkitkan arus dengan cara memutarkan kumparan di dalam medan magnet
Memperbesar medan magnet
Membangkitkan medan magnet
Memperbesar arus listrik
Prinsip kerja altenator pada system pengisian adalah…
Membangkitkan arus dengan cara memutarkan kumparan di dalam medan magnet
Memperbesar arus listrik
Memperbesar medan magnet
Membangkitkan medan magnet
Membangkitkan arus dengan cara memutarkan magnet listrik di dalam kumparan
Berikut ini terminal yang ada pada altenator kecuali…..
B
N
L
E
F
Berikutini terminal yang adapada regulator kecuali….
ST
IG
B
L
F
Ciri-ciri generator DC dibawah ini kecuali…..
Kumparan pembangkit berputar dan kumparan medan diam
Menghasilkan arus searah
Tidak perlu penyearah khusus
Pada putaran rendah tegangan yang dihasilkan cukup
Pada putaran rendah tegangan yang dihasilkan kecil
Yang bukanciri-ciri generator AC dibawah ini kecuali….
Menghasilkan arus bolak-balik
Menghasilkan arus searah
Pada putaran rendah tegangan yang dihasilkan kecil
Tidak perlu penyearah khusus
Kumparan pembangkit berputar dan kumparan medan diam
Alasan penggunaan altenator pada system pengisian adalah….
Konstruksi besar tetapi tidak tahan lama serta tidak mampu menghasilkan arus output saat kecepatan idle
Dapat menghasilkan energy listrik dari putaran mesin
Konstruksi lebih kecil, tahan lama serta mampu menghasilkan arus output saat kecepatan idle
Dapat membangkitkan medan magnet
Tidak ada jawaban yang benar
Jenis altenator yang pemutus arusnya menggunakan relay serta posisinya di luar altenator adalah…..
Altenator type IC
Altenator type mekanik
Altenator type M
Altenator type A
Altenator type B
Jenis altenator yang pemutus arusnya menggunakan IC serta posisinya ada di dalam altenator adalah….
Altenator type mekanik
Altenator type B
Altenator type A
Altenator type IC
Altenator type M
Fungsi altenator pada system pengisian adalah….
Mengatur besar arus listrik yang masuk kedalam rotor koil
Membangkitkan medan magnet
Memperbesar arus listrik
Mensuplai arus listrik
Merubah energy mekanis dari mesin menjadi energy listrik
Fungsi regulator pada system pengisian adalah….
Merubah energy mekanis dari mesin menjadi energy listrik
Mensuplai arus listrik
Mengatur besar arus listrik yang masuk kedalam rotor koil
Memperbesar arus listrik
Membangkitkan medan magnet
Pada saat kunci kontak ON, mesin mati lampu control CHG pada dashboard seharusnya….
Mati
Hidup
Redup
Mati hidup lagi
Hidup terus mati
Pada saat kunci kontak ON, mesin hidup lampu control CHG pada dashboard seharusnya….
Hidup
Redup
Mati hidup lagi
Hidup terus mati
Mati
Output altenator standar adalah…..
10,8 V – 12,8 V
13,8 V – 15,8 V
14,8 V – 16,8 V
13,8 V – 14,8 V
15,8 V – 17,8 V
Terjadi gangguan pada sistem pengisian dimana pada altenator tidak terjadi pengisian. Penyebab gangguan tersebut dibawah ini adalah....
Voltage regulator rusak
Drive belt pada altenator slip
Altenator rusak
Baterai rusak
Regulator rusak
Terjadi gangguan pada sistem pengisian dimana rendahnya pengisian pada accu. Penyebab gangguan tersebut dibawah ini kecuali....
Korosi pada terminal baterai
Gulungan sirkuit pada stator terlepas
Regulator rusak
Drive belt pada altenator slip
Tidak ada tegangan positif yang menuju regulator
Terjadi gangguan pada sistem pengisian dimana terjadi pengisian yang berlebihan. Penyebab gangguan tersebut adalah....
Regulator rusak
Resistensi tinggi pada sirkuit pengisian
Alenator rusak
Baterai rusak
Drive belt slip
Belt altenator aus. Gangguan yang terjadi pada sistem pengisian adalah...
Altenator tidak terjadi pengisian
Rendahnya pengisian baterai
Pengisian berlebihanPengisian berlebihan
Altenator berisik
Accu tidak terisi tetapi mesin dapat distater
Altenator rusak, regulator tegangan rusak, dan accu rusak. Gangguan yang terjadi pada sistem pengisian adalah....
Altenator berisik
Pengisian berlebihan
Accu tidak terisi tetapi mesin dapat distater
Rendahnya pengisian baterai
Altenator tidak terjadi pengisian
V belt lepas atau rusak, kabel baterai lepas, fuse putus dan fusible link putus. Gangguan yang terjadi pada system pengisian adalah….
Lampu peringatan tidak menyala jika switch ignation on
Tidak terjadi pengisian
Rendahnya pengisian baterai
Pengisian berlebihan
Lampu peringatan pengisian tidak mau mati saat mesin hidup
Hasil pengetesan kebocoran pada altenator menunjukkan hasil sebesar 4 Ω. Yang harus dilakukan mekanik adalah….
Hasil pengukuran masih sesuai standart yang ditentukan, altenator tidak perlu diganti
Altenator rusak perlu diganti
Hasil pengukuran menunjukkan ada hubungan, altenator perlu diganti
Hasil pengukuran diatas standart yang ditentukan, altenator tidak perlu diganti
Hasil pengukuran dibawah standart yang ditentukan, altenator perlu diganti
Hasil pengetesan hubungan dengan massa pada altenator menunjukkan tidak ada hubungan dengan massa. Yang harus dilakukan mekanik adalah…
Altenator masih baik tidak perlu diganti
Altenator kurang dari standart perlu diganti
Altenator rusak perlu diganti
Altenator masih standart perlu diganti
Altenator diatas standart perlu diganti
Hasil pengetesan terbuka pada stator altenator menunjukkan terdapat hubungan antara tiap – tiap ujung gulungan kabel. Yang harus dilakukan mekanik adalah…
Stator kurang dari standart perlu diganti
Stator masih baik tidak perlu diganti
Stator masih standart perlu diganti
Stator diatas standart perlu diganti
Stator rusak perlu diganti
Hasil pengetesan hubungan dengan massa (ground test) stator menunjukkan terdapat hubungan antara masing – masing ujung gulungan dengan kabel inti stator. Yang harus dilakukan mekanik adalah….
Stator masih baik tidak perlu diganti
Stator masih pada ukuran standart tidak perlu diganti
Stator kurang dari ujuran standart perlu diganti
Stator masih diatas ykyran srandart tidak perlu dganti
Stator rusak harus diganti
Standart hasil pengujian pada pemegang sikat positif dan negatif rectifer altenator adalah....
Tidak terdapat hubungan
Tak terhingga
3,9 – 4,1 Ω
Terdapat hubungan
23 Ω
Standart hasil pengujian pemegang sikat positif dan negatif rectifer altenator dengan menukar kutub dari ujung alat uji adalah....
Terdapat hubungan
Tidak terdapat hubungan
Tak terhingga
23 Ω
3,9 – 4,1 Ω
Panjang standart brush altenator adalah....
10,5 mm
10, 2 mm
10 mm
1,5 mm
9,5 mm
Panjang minimal brush altenator adalah.....
10,5 mm
1 mm
2,5 mm
1,5 mm
3,5 mm
Hasil pengukuran tahanan terminal IG – F pada regulator adalah.....
Terbuka 0 Ω dan tertutup 100 Ω
Terbuka tak terhingga dan tertutup 100 Ω
Terbuka tak terhingga dan tertutup 0 Ω
Terbuka 11 Ω dan tertutup 0 Ω
Terbuka 0 Ω dan tertutup 11 Ω
Hasil pengukuran tahanan terminal L – E pada regulator adalah....
Terbuka 0 Ω dan tertutup 11 Ω
Terbuka tak terhingga dan tertutup 0 Ω
Terbuka 0 Ω dan tertutup 100 Ω
Terbuka tak terhingga dan tertutup 100 Ω
Terbuka 100 Ω dan tertutup 0 Ω
Hasil pengukuran tahanan terminal B – E pada regulator adalah....
Terbuka tak terhingga dan tertutup 100 Ω
Terbuka 100 Ω dan tertutup tak terhingga
Terbuka 0 Ω dan tertutup 11 Ω
Terbuka 0 Ω dan tertutup 100 Ω
Terbuka tak terhingga dan tertutup 0 Ω
Hasil pengukuran tahanan terminal pada regulator menunjukkan terbuka tak teringga dan tertutup 0 Ω. Terminal yang dilakukan pengukuran dari hasil tersebut adalah....
B – E
N – E
B – L
L – E
IG – F
Hasil pengukuran tahanan terminal pada regulator menunjukkan hasil 23 Ω. Terminal yang dilakukan pengukuran dari hasil tersebut adalah....
B – L
N – E
B – E
L – E
IG – F
Peratikan langkah – langkah berikut ini :
1. Dengan menggunakan obeng/palu, congkel/pukul drive end frame, dan lepaskan besrsma – sama rotor
2. Beri tanda rumah depan dan belakang dengan penitik atau alat tanda yang lai supaya mudah saat perakitan lagi. Lepas roda dan puli dengan alat khusus. Lepaskan ketiga baut pengikat ( three throgh screw)
3. Lepaskan mur pengikat dudukan diode/sikat kemudian pisahkan rumah altenator bagian belakang (rectifier end frame) dari stator
4. Posisikan kunci kontak pada OFF dan lepaslah kabel negatif baterai
5. Lepaskan kabel – kabel terminal ke altenator. Kendurkan baut – baut pengikat altenator, lepas tali kipas, kemudian lepaslah baut pengikat altenator
Urutan langkah yang benar pembongkaran altenator adalah.....
1 – 2 – 3 – 4 – 5
5 – 4 – 3 – 2 – 1
3 – 4 – 2 – 1 – 5
2 – 4 – 5 – 1 – 3
4 – 5 – 2 – 1 – 3
Perhatikan langkah – langkah berikut ini :
1. Rakit drive end frame (rumah bagian depan) dengan rectifier end frame (rumah bagian belakang). Gunakan kawat penahan sikat untuk membebaskan sikat teradap rotor
2. Pasang ketiga baut pengikat (through screw). Lepaskan kawat yang menahan sikat. Periksa bahwa rotor dapat berputar dengan lembut
3. Pasang mur – mur pengikat dudukan diode pada bagian rectifier end frame (rumah bagian belakang).
4. Tekan sikat – sikat sedalam mungkin dan tahan pada posisi tersebut dengan memasukkan kawat penahan sikat ke lubang dalam rectifier end frame sehingga sikat tertahan dan bebas terhadap rotor. Rakit drive end frame (rumah bagian depan) dengan rectifier end frame (rumah bagian belakang) dengan memasukkan rear bearing pada rotor shaft ke dalam rectifier end frame.
5. Pasang terminal rectifier dengan tang runcing (needle bose piler) selama menyolder kawatnya.
Urutan langkah langkah yang benar perakitan altenator adalah....
5 – 3 – 1 – 4 – 2
1 – 2 – 3 – 4 – 5
4 – 2 – 5 – 3 – 1
2 – 4 – 1 – 3 – 5
3 – 5 – 4 – 1 – 2
Nama komponen nomor 1 pada gambar diatas adalah....
Rectifier
Stator coil
Rotor coil
Fan
Pulley
Nama komponen nomor 2 pada gambar diatas adalah....
Rotor coil
Stator coil
Rectifier
Fan
Pulley
Nama komponen nomor 3 pada gambar diatas adalah....
Fan
Stator coil
Rotor coil
Pulley
Rectifier
Nama komponen nomor 4 pada gambar diatas adalah....
Fan
Stator coil
Pulley
Rotor coil
Rectifier
Nama komponen nomor 5 pada gamabar diatas adalah....
Rectifier
Stator coil
Fan
Rotor coil
Pulley
Fungsi komponen nomor 5 pada gambar diatas adalah....
Untuk menyearahkan arus bolak – balik (AC) yang diasilkan oleh stator coil menjadi arus seara (DC)
Untuk membangkitkan arus listrik bolak - balik
Untuk membangkitkan kemagnetan
Untuk mendinginkan diode dan kumparan – kumparan pada altenator
Untuk tempat tali kipas penggerk rotor
Fungsi komponen nomor 4 pada gambar diatas adalah......
Untuk membangkitkan kemagnetan
Untuk membangkitkan arus listrik bolak - balik
Untuk mendinginkan diode dan kumparan – kumparan pada altenator
Untuk tempat tali kipas penggerk rotor
Untuk menyearahkan arus bolak – balik (AC) yang diasilkan oleh stator coil menjadi arus seara (DC)
Fungsi komponen nomor 3 pada gambar diatas adalah......
Untuk mendinginkan diode dan kumparan – kumparan pada altenator
Untuk tempat tali kipas penggerk rotor
Untuk membangkitkan kemagnetan
Untuk menyearahkan arus bolak – balik (AC) yang diasilkan oleh stator coil menjadi arus seara (DC)
Untuk membangkitkan arus listrik bolak - balik
Fungsi komponen nomor 2 pada gambar diatas adalah......
Untuk membangkitkan arus listrik bolak – balik
Untuk mendinginkan diode dan kumparan – kumparan pada altenator
Untuk menyearahkan arus bolak – balik (AC) yang diasilkan oleh stator coil menjadi arus seara (DC)
Untuk tempat tali kipas penggerk rotor
Untuk membangkitkan kemagnetan
Fungsi komponen nomor 1 pada gambar diatas adalah......
Untuk tempat tali kipas penggerk rotor
Untuk mendinginkan diode dan kumparan – kumparan pada altenator
Untuk membangkitkan kemagnetan
Untuk membangkitkan arus listrik bolak – balik
Untuk menyearahkan arus bolak – balik (AC) yang diasilkan oleh stator coil menjadi arus seara (DC)
