WorksheetsA Team - Neuropsikiatri
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Perempuan usia 20 tahun dikeluhkan selama 1 bulan terakhir sering merasa mudah lelah, sedih dan murung. Ia tidak bersemangat untuk kuliah dan lebih memilih untuk diam di rumah saja. Pasien juga kesulitan untuk tidur pada malam hari. Dua bulan yang lalu pasien juga mengalami keluhan yang sama. Ia sering merasa sedih dan murung seperti halnya sekarang. Pasien menyangkal pernah mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Apa diagnosis pada pasien tersebut?
Gangguan Depresi Berulang
Gangguan Cemas Menyeluruh
Gangguan Bipolar Episode Kini Depresi tanpa Gejala Psikotik
Siklotimia
Distimia
An. M, 12 tahun, datang dibawa ibunya ke poli psikiatri dengan keluhan tidak bisa tenang. Selama belajar di sekolah, gurunya selalu menegur si anak karena selalu berkeliling kelas, mengganggu teman-temannya dan tidak memperhatikan guru. Pemeriksaan psikiatri ditemukan kurangnya fokus perhatian anak terhadap satu objek dan adanya hiperaktivitas motorik yang kadang tidak dapat dibendung. Oleh psikiater si anak diberikan obat metilfenidat.
Apakah patofisiologi yang mendasari penyakit tersebut?
Tingginya kadar dopamin pada sistem limbik
Rendahnya kadar dopamin pada sistem limbik
Tingginya kadar serotonin pada korteks prefrontal
Rendahnya kadar serotonin pada reticular activating system
Tingginya kadar GABA pada korteks prefrontal
An. K, 6 tahun, datang dibawa ibunya ke poliklinik neurologi dengan keluhan utama gerakan involunter yang aneh yang dialami sejak setahun terakhir. Ketika terjadi serangan, tampak wajah pasien tidak simetris, terkadang meneteskan air liur, dan bicara terhenti. Kadang juga dibarengi dengan gerakan menelan berulang-ulang. Dokter memutuskan untuk melakukan pemeriksaan EEG dan didapatkan hasilnya terdapat spike (gelombang tinggi abnormal) pada regio centrotemporal.
Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah
Petit Mal Seizure
Lennox-Gastaut Syndrome
Tic Douloureux
Tic de la Tourette
Rolandic epilepsy
Ny.H, 34 tahun, datang dibawa keluarganya ke IGD dengan keluhan utama nyeri kepala hebat yang dialami sejak 1 hari yang lalu. Diketahui pasien sedang menjalani pengobatan infeksi paru. Pada pemeriksaan neurologis didapatkan kaku kuduk (+), Brudzinski sign I dan II (+), CXR menunjukkan adanya kavitas di apex paru kanan. Dokter memutuskan untuk melakukan lumbar punksi. Apakah hasil analisis cairan serebrospinal yang diharapkan?
CSF berwarna kekuningan, glukosa menurun, protein meningkat, leukosit dominasi MN
CSF berwarna keruh, glukosa meningkat, protein menurun, leukosit dominasi PMN
CSF berwarna kekuningan, glukosa menurun, protein meningkat, leukosit dominasi PMN
CSF berwarna keruh, glukosa meningkat, protein menurun, leukosit dominasi MN
CSF berwarna jernih, glukosa menurun, protein normal, leukosit dominasi PMN
Seorang laki-laki, 23 tahun, didiagnosis skizofrenia paranoid, telah menjalani terapi dosis rendah haloperidol dalam 3 tahun terakhir. Dalam beberapa bulan ini, gejala paranoia dan halusinasi auditoriknya menjadi lebih menonjol, dan psikiaternya memutuskan untuk meningkatkan dosis haloperidolnya. Ibu pasien kemudian memberitahu psikiater bahwa gerakan anaknya lebih lambat dari biasanya dan terdapat resting tremor halus pada ekstremitas atas. Pasien juga terlihat air liurnya berlebihan dan badannya kaku.
Pengobatan apa yang dapat diberikan untuk mengatasi efek samping yang terjadi pada pasien ini?
Risperidone
Chlorpromazine
Trihexyphenydil
Sertraline
Lithium
Ny. W, 31 tahun, datang dengan keluhan kelemahan tungkai dan lengan sejak 1 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat 3 bulan yang lalu kelemahan pada kelopak mata sehingga tiba-tiba kelopak mata menutup sendiri, terutama pada sore hari. Selain itu pasien juga mudah lelah ketika berbicara disertai sulit menelan. Pemeriksaan tanda vital : TD 120/80 mmHg, nadi 80 x/m, suhu 36,7 C dan laju napas 16 kali/menit. Dokter mencoba untuk melakukan tes dimana ia menyuruh pasien berhitung dari 1-10, namun pada hitungan ke-5 suara pasien tiba-tiba menurun dan lama-kelamaan hilang.
Patofisiologi yang paling mungkin mendasari kasus di atas adalah...
Autoantibodi yang merusak myelin saraf pusat
Kerusakan kornu anterior medula spinalis
Terhambatnya reseptor dopamin pada sistem saraf pusat
Terhambatnya reseptor GABA pada sistem limbik
Autoantibodi yang merusak reseptor asetilkolin di neuromuscular junction
Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang bersama keluarga ke Instalasi Gawat Darurat dalam keadaan diikat kedua tangannya. Pasien dikeluhkan oleh keluarganya sudah mulai berperilaku aneh dan tampak bingung sejak 6 bulan sebelum masuk rumah sakit dan memberat dalam 1 bulan ini. Dari pemeriksaan didapatkan bahwa sehari sebelum ke rumah sakit pasien marah-marah dan memecahkan kaca jendela tetangganya. Pasien juga berkata-kata kotor dan mencoba untuk menyerang tetangganya. Pasien melakukan hal itu karena mendengar bisikan-bisikan yang menyatakan bahwa tetangganya berniat jahat terhadap dirinya. Pasien merasa yakin bahwa tetangganya ingin menyakiti dirinya. Pasien merasa tetantgganya memanggil polisi untuk memata-matainya. Pasien merasa bahwa pikirannya telah dimasuki oleh kekuatan di luar dirinya sehingga apa yang dia pikirkan bukan lagi murni dari pikirannya. Pasien tidak merasa dirinya sakit dan terganggu. Karena gangguannya ini sudah sejak 6 bulan pasien tidak pernah bekerja dan selalu mengurung diri di dalam rumahnya.
Apakah istilah psikopatologi berikut yang terdapat pada pasien?
Thought echo
Delusion of control
Thought of insertion
Delusional perception
Thought of broadcasting
Laki-laki berusia 41 tahun datang dengan keluhan sesak napas yang semakin memberat sejak 3 bulan terakhir. Dari pemeriksaan neurologis didapatkan ptosis di mata kanan, anhidrosis sisi wajah kanan, miosis pupil mata kanan. Dokter memutuskan untuk melakukan pemeriksaan CT scan, dan didapatkan pancoast tumor di apex paru kanan. Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah …
Horner Syndrome
Superior Vena Cava Syndrome
Devic's Disease
Lou Gehrig Disease
Multiple Sclerosis
Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa ibunya ke poli psikiatri dengan keluhan utama perilaku yang tidak seperti anak biasanya. Pasien jarang bermain dengan anak seusianya, pasien lebih memilih bermain dengan mainan kubusnya dan jarang berinteraksi dengan orang lain. Kalau sudah bermain, pasien tidak lagi memperhatikan orang sekitar. Namun menurut ibunya, pasien berbicara dengan baik dan mampu menggunakan bahasa dengan tepat. Tidak ditemukan kelainan motorik pada pasien.
Diagnosis yang tepat pada pasien adalah
Autisme masa kanak
Rett syndrome
Asperger syndrome
Attention-deficit hyperactivity disorder
Autisme tidak khas
Tn. R, 30 tahun, datang ke praktik dokter dengan keluhan utama nyeri pada kedua lutut dan sendi-sendi tangan yang dirasakan sejak beberapa jam yang lalu setelah menyelam. Pasien merupakan penyelam terkenal. Diketahui pada saat menyelam, pasien tiba-tiba ingin menghindari hiu sehingga langsung cepat berenang ke permukaan. Setelah sampai di darat, pasien mengalami nyeri pada sendi-sendi dan otot punggung. Pada pemeriksaan tidak didapatkan krepitasi ataupun tanda dislokasi.
Apakah diagnosis yang mungkin pada kasus tersebut?
Sindroma Dekompresi tipe II
Caisson Disease
Devic's Disease
Lou Gehrig's Disease
Neuromyelitis Optica
