NEW
Font size
WorksheetsPTS KLS 7 B.INDO ONLINE
Total questions: 25
Worksheet time: 57mins
Cermati teks berikut!
(1)
Jika kita makan petai
Jangan lupa makan kerupuk
Jika kita ingin pandai
Ranjin-rajinlah membaca buku
(2)
Siapa menggemari silang sengketa
Kelaknya pasti berduka cita
(3)
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
(4)
Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya yang beroleh berkat
Puisi yang termasuk gurindam ditandai dengan nomor ....
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
Cermati teks berikut!
(1) Burung dara jatuh dari sarangnya
(2) Ikan lele tak punya sisik
(3) Jika kau tulus mencintainya
(4) Jagalah dia dengan baik
Larik isi pada pantun tersebut ditandai nomor ....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (1)
Cermati teks berikut!
Teks 1
Mangga muda jatuh ke tanah
Dimakan semut dan juga kodok
Bagaimana tawa tak pecah
Melihat gigi palsu jatuh ke mangkok
Teks 2
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
Perbedaan kedua puisi rakyat tersebut adalah ...
Teks 1 menggunakan kata-kata lugas, Teks 2 menggunakan kata-kata kias.
Teks 1 terdapat sampiran dan isi, Teks 2 hanya terdapat isi.
Teks 1 bersajak A-A-A-A, Teks 2 bersajak A-B-A-B.
Teks 1 berisi pengetahuan, Teks 2 berisi hiburan.
Cermati teks berikut!
Teks 1
Jika belajar besungguh-sungguh
Keberhasilan akan kau rengkuh
Teks 2
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
Persamaan kedua puisi rakyat tersebut adalah keduanya memiliki ....
sajak berpola A-A-A-A
empat larik dalam satu bait
semua larik merupakan isi
dua sampiran dalam satu bait
Cermati teks berikut!
Lelah diri mengikuti syahwat
Jalani hidup semakin berat
Jiwa semakin tak terawat
Kian hari hati pun berkarat
Kata berima pada syair tersebut adalah ....
lelah, mengikuti, hidup, syahwat
jalani, semakin, terawat, hati
kian, semakin, berkarat, berat
syahwat, berat, terawat, bekarat
Cermati teks berikut!
Lelah diri mengikuti syahwat
Jalani hidup semakin berat
Jiwa semakin tak terawat
Kian hari hati pun berkarat
Kata berima pada syair tersebut adalah ....
tak tekendali
baik hati
mudah tersentuh
menjadi luluh
Cermati teks berikut!
(1) Hari minggu pergi ke pasar
(2) Beli sayur dan juga beras
(3) Tiap hari rajinlah kau belajar
(4) Pastilah kau menjadi cerdas
Pernyataan tepat sesuai dengan struktur makna antarlarik pantun tersebut adalah ...
Larik 1 dan 2 dengan larik 3 dan 4 tidak ada hubungan makna.
Larik 1 dan 2 memiliki hubungan pertentangan.
Larik 3 dan 4 mengungkapkan sebuah permohonan.
Larik 4 dan 1 merupakan kalimat majemuk.
Cermati teks berikut!
(1) Hari minggu pergi ke pasar
(2) Beli sayur dan juga beras
(3) Tiap hari rajinlah kau belajar
(4) Pastilah kau menjadi cerdas
Kalimat berisi ajakan pada syair tersebut terdapat pada larik bernomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati teks berikut!
Orang jahat banyak masalah
Orang baik banyak anugerah
Struktur makna antarlarik gurindam tersebut adalah ....
kedua larik tidak memiliki hubungan makna
larik 1 merupakan pengantar menuju larik 2
kedua larik memiliki hubungan pertentangan
larik 1 merupakan syarat menuju larik 2
Cermati teks berikut!
(1) Sepanjang hari Semut sibuk mengumpulkan makanan sedangkan Belalang hanya asik bermain sambil bersenang-senang. (2) Walaupun lumbung makananannya hampir penuh, Semut tak merasa puas. (3) Semut tetap mencari makanan untuk disimpan. (4) Akhirnya, musim dingin tiba.
Kalimat yang berisi kata penghubung tujuan ditandai nomor ....
(1)
(2)
(3)
(2)
Cermati teks berikut!
(1) Sepanjang hari Semut sibuk mengumpulkan makanan sedangkan Belalang hanya asik bermain sambil bersenang-senang. (2) Walaupun lumbung makananannya hampir penuh, Semut tak merasa puas. (3) Semut tetap mencari makanan untuk disimpan. (4) Akhirnya, musim dingin tiba.
Kalimat tunggal pada teks tersebut adalah ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati teks berikut!
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja.
"Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa.
"Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura.
"Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!"
Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.
Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu.
"Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa.
"Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura.
Si Rusa kian marah mendengar ucapan
si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.
....
Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si Rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus.
Alasan yang tepat bahwa teks tersebut termasuk fabel adalah ....
berlatar tempat perkotaan
tidak menggunakan kalimat langsung
tokoh-tokohnya merupakan binatang
hanya bertujuan menghibur pembaca
Cermati teks berikut!
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja.
"Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa.
"Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura.
"Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!"
Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.
Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu.
"Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa.
"Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura.
Si Rusa kian marah mendengar ucapan
si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.
....
Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si Rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus.
Peristiwa yang sesuai dengan isi kutipan fabel tersebut adalah ...
Si Rusa tidak mau melayani tantangan si Kura-kura.
Si Rusa berusaha meredakan kemarahan si Kura-kura.
Si Kura-kura berhasil mematahkan hidung si Rusa.
Si Kura-kura bersikap sabar menghadapi ancaman si Rusa.
Cermati teks berikut!
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja.
"Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa.
"Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura.
"Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!"
Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.
Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu.
"Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa.
"Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura.
Si Rusa kian marah mendengar ucapan
si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.
....
Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si Rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus.
Peristiwa yang menunjukkan penyebab terjadi konflik pada kutipan fabel tersebut adalah ...
Si Rusa dan si Kura-kura terlibat pertarungan mengadu betis.
Si Rusa marah karena tersinggung dengan jawaban si Kura-kura.
Si Kura-kura tidak mau melayani tantangan si Rusa.
Si Kura-kura berhasil mematahkan hidung si Rusa.
Cermati teks berikut!
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja.
"Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa.
"Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura.
"Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!"
Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.
Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu.
"Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa.
"Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura.
Si Rusa kian marah mendengar ucapan
si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.
....
Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si Rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus.
Peristiwa yang menunjukkan akibat terjadi konflik pada kutipan fabel tersebut adalah ...
Si Rusa menantang si Kura-kura melakukan adu betis.
Si Rusa marah karena tersinggung dengan jawaban si Kura-kura.
Si Kura-kura tidak mau melayani tantangan si Rusa.
Si Kura-kura berhasil mematahkan hidung si Rusa.
Cermati bacaan berikut!
Derry, Rusa Bertanduk Indah
(1) Di sebuah hutan yang sangat lebat tinggallah seekor rusa jantan bernama Derry. Setiap hari ia pergi ke kolam untuk minum dan becermin. Lewat pantulan air kolam itu Derry tak habis-habisnya mengagumi tanduknya yang indah. Sebaliknya, ketika ia melihat kakinya, ia merasa sedih. Kaki-kakinya sangat kurus dan tidak terurus.
"Aku punya tanduk yang indah tetapi kakiku kurus dan jelek," keluhnya sambil menatap bayangannya di kolam, “ah, seandainya kakiku sebagus kaki kuda, tentu aku akan semakin tampan.
(2) Suatu hari, Derry tengah asik mengagumi dirinya di tepi kolam. Hal itu membuat dirinya tak menyadari ada seekor singa yang sedang mengamatinya. Singa mendekatinya dengan pelan dan tak bersuara. Beruntunglah, Derry segera menyadari bahaya itu. Ia pun berlari sekuat tenaga. Singa mengejarnya sambil mengaum. Tiba-tiba tanduk Derry tersangkut pada dahan pohon. Ia berusaha melepaskan dirinya, tetapi ia sama sekali tidak bergerak. Singa berhasil menerkamnya. Tiba-tiba Derry berteriak keras, “Terimalah tendangan dariku!” Derry mendaratkan kaki-kaki kurusnya tepat di perut singa.
(3) Singa pergi tunggang langgang sambil menahan rasa sakit. Akhirnya, Derry berhasil melepaskan diri dari cengkeraman singa. Sejak saat itu Derry menyadari bahwa selama ini ia sangat sombong dan tidak pernah mensyukuri apa yang dimilikinya.
(4) Sesuatu yang dibangga-banggakan belum tentu bermanfaat bagi kita. Sebaliknya, sesuatu yang dianggap buruk belum tentu merugikan diri kita. Sepatutnya, kita mensyukuri apa yang diberikan Sang Pencipta.
Tahapan komplikasi pada kutipan fabel tersebut ditandai nomor ….
(1)
(2)
(3)
(3)
Cermati bacaan berikut!
Derry, Rusa Bertanduk Indah
(1) Di sebuah hutan yang sangat lebat tinggallah seekor rusa jantan bernama Derry. Setiap hari ia pergi ke kolam untuk minum dan becermin. Lewat pantulan air kolam itu Derry tak habis-habisnya mengagumi tanduknya yang indah. Sebaliknya, ketika ia melihat kakinya, ia merasa sedih. Kaki-kakinya sangat kurus dan tidak terurus.
"Aku punya tanduk yang indah tetapi kakiku kurus dan jelek," keluhnya sambil menatap bayangannya di kolam, “ah, seandainya kakiku sebagus kaki kuda, tentu aku akan semakin tampan.
(2) Suatu hari, Derry tengah asik mengagumi dirinya di tepi kolam. Hal itu membuat dirinya tak menyadari ada seekor singa yang sedang mengamatinya. Singa mendekatinya dengan pelan dan tak bersuara. Beruntunglah, Derry segera menyadari bahaya itu. Ia pun berlari sekuat tenaga. Singa mengejarnya sambil mengaum. Tiba-tiba tanduk Derry tersangkut pada dahan pohon. Ia berusaha melepaskan dirinya, tetapi ia sama sekali tidak bergerak. Singa berhasil menerkamnya. Tiba-tiba Derry berteriak keras, “Terimalah tendangan dariku!” Derry mendaratkan kaki-kaki kurusnya tepat di perut singa.
(3) Singa pergi tunggang langgang sambil menahan rasa sakit. Akhirnya, Derry berhasil melepaskan diri dari cengkeraman singa. Sejak saat itu Derry menyadari bahwa selama ini ia sangat sombong dan tidak pernah mensyukuri apa yang dimilikinya.
(4) Sesuatu yang dibangga-banggakan belum tentu bermanfaat bagi kita. Sebaliknya, sesuatu yang dianggap buruk belum tentu merugikan diri kita. Sepatutnya, kita mensyukuri apa yang diberikan Sang Pencipta.
Tahapan koda pada kutipan fabel tersebut mengungkapkan ….
perubahan sikap tokoh
meredanya konflik
amannya keadaan
pernyataan penulis tentang pelajaran hidup
Cermati bacaan berikut!
Derry, Rusa Bertanduk Indah
(1) Di sebuah hutan yang sangat lebat tinggallah seekor rusa jantan bernama Derry. Setiap hari ia pergi ke kolam untuk minum dan becermin. Lewat pantulan air kolam itu Derry tak habis-habisnya mengagumi tanduknya yang indah. Sebaliknya, ketika ia melihat kakinya, ia merasa sedih. Kaki-kakinya sangat kurus dan tidak terurus.
"Aku punya tanduk yang indah tetapi kakiku kurus dan jelek," keluhnya sambil menatap bayangannya di kolam, “ah, seandainya kakiku sebagus kaki kuda, tentu aku akan semakin tampan.
(2) Suatu hari, Derry tengah asik mengagumi dirinya di tepi kolam. Hal itu membuat dirinya tak menyadari ada seekor singa yang sedang mengamatinya. Singa mendekatinya dengan pelan dan tak bersuara. Beruntunglah, Derry segera menyadari bahaya itu. Ia pun berlari sekuat tenaga. Singa mengejarnya sambil mengaum. Tiba-tiba tanduk Derry tersangkut pada dahan pohon. Ia berusaha melepaskan dirinya, tetapi ia sama sekali tidak bergerak. Singa berhasil menerkamnya. Tiba-tiba Derry berteriak keras, “Terimalah tendangan dariku!” Derry mendaratkan kaki-kaki kurusnya tepat di perut singa.
(3) Singa pergi tunggang langgang sambil menahan rasa sakit. Akhirnya, Derry berhasil melepaskan diri dari cengkeraman singa. Sejak saat itu Derry menyadari bahwa selama ini ia sangat sombong dan tidak pernah mensyukuri apa yang dimilikinya.
(4) Sesuatu yang dibangga-banggakan belum tentu bermanfaat bagi kita. Sebaliknya, sesuatu yang dianggap buruk belum tentu merugikan diri kita. Sepatutnya, kita mensyukuri apa yang diberikan Sang Pencipta.
Variasi pengungkapan pada bagian orientasi pada kutipan fabel tersebut adalah ....
diawali dengan deskripsi latar waktu
diawali dengan deskripsi latar tempat
diawali dengan kegiatan tokoh
diawali dengan deskripsi latar suasana
Cermati bacaan berikut!
Derry, Rusa Bertanduk Indah
(1) Di sebuah hutan yang sangat lebat tinggallah seekor rusa jantan bernama Derry. Setiap hari ia pergi ke kolam untuk minum dan becermin. Lewat pantulan air kolam itu Derry tak habis-habisnya mengagumi tanduknya yang indah. Sebaliknya, ketika ia melihat kakinya, ia merasa sedih. Kaki-kakinya sangat kurus dan tidak terurus.
"Aku punya tanduk yang indah tetapi kakiku kurus dan jelek," keluhnya sambil menatap bayangannya di kolam, “ah, seandainya kakiku sebagus kaki kuda, tentu aku akan semakin tampan.
(2) Suatu hari, Derry tengah asik mengagumi dirinya di tepi kolam. Hal itu membuat dirinya tak menyadari ada seekor singa yang sedang mengamatinya. Singa mendekatinya dengan pelan dan tak bersuara. Beruntunglah, Derry segera menyadari bahaya itu. Ia pun berlari sekuat tenaga. Singa mengejarnya sambil mengaum. Tiba-tiba tanduk Derry tersangkut pada dahan pohon. Ia berusaha melepaskan dirinya, tetapi ia sama sekali tidak bergerak. Singa berhasil menerkamnya. Tiba-tiba Derry berteriak keras, “Terimalah tendangan dariku!” Derry mendaratkan kaki-kaki kurusnya tepat di perut singa.
(3) Singa pergi tunggang langgang sambil menahan rasa sakit. Akhirnya, Derry berhasil melepaskan diri dari cengkeraman singa. Sejak saat itu Derry menyadari bahwa selama ini ia sangat sombong dan tidak pernah mensyukuri apa yang dimilikinya.
(4) Sesuatu yang dibangga-banggakan belum tentu bermanfaat bagi kita. Sebaliknya, sesuatu yang dianggap buruk belum tentu merugikan diri kita. Sepatutnya, kita mensyukuri apa yang diberikan Sang Pencipta.
Pola pengembangan judul pada kutipan fabel tersebut adalah ....
judul dikembangkan berdasarkan latar cerita
judul berasal dari nama tokoh
judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh
judul diambil dari tema
Cermati teks berikut!
(1) Sang mentari menampakkan diri dengan senyum terindahnya. Nuri bersama sahabat-sahabatnya bernyanyi riang. (2) Sementara Katak Putih bertepuk tangan dengan ceria. (3) Sudah terkenal di seluruh hutan bahwa si Nuri dan si Katak Putih bersahabat karib. (4) Saling menopang dan saling menolong dalam suka dan duka.
Cuplikan cerita fabel tersebut menunjukkan peristiwa pada siang hari. Kalimat yang berisi latar waktu siang hari ditandai nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati teks berikut!
Teks 1
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Teks 2
Di musim panas yang hangat dan cerah sedikit menggoda Belalang untuk memainkan biola kesayangan sambil bernyanyi dan menari. Hampir setiap harinya itulah yang dilakukan belalang. Ia tidak terpikir untuk melakukan aktivitas lainnya seperti bekerja atau bersiap untuk mengumpulkan bekal musim dingin.
Perbedaan pengembangan watak tokoh pada kedua cuplikan fabel tersebut adalah watak tokoh dketahui melalui ....
Teks 1 deskripsi fisik tokoh, Teks 2 dialog tokoh dengan diri sendiri
Teks 1 kegiatan tokoh, Teks 2 deskripsi fisik tokoh
Teks 1 dialog tokoh dengan diri sendiri, Teks 2 dialog dengan tokoh lain
Teks 1 dialog dengan tokoh lain, Teks 2 kegiatan tokoh
Cermati teks berikut!
Teks 1
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Teks 2
Di musim panas yang hangat dan cerah sedikit menggoda Belalang untuk memainkan biola kesayangan sambil bernyanyi dan menari. Hampir setiap harinya itulah yang dilakukan belalang. Ia tidak terpikir untuk melakukan aktivitas lainnya seperti bekerja atau bersiap untuk mengumpulkan bekal musim dingin.
Perbedaan penggunaan bahasa pada kedua cuplikan fabel tersebut adalah ....
Teks 1 terdapat kata keterangan tempat, Teks 2 terdapat kata keterangan waktu
Teks 1 menggunakan dialog, Teks 2 tidak terdapat dialog
Teks 1 seluruhnya berupa narasi, Teks 2 tidak menggunakan narasi
Teks 1 menggunakan ragam bahasa resmi, Teks 2 menggunakan ragam bahasa percakapan
Cermati teks berikut!
Musim panas yang membuatnya(1) ceria sudah akan berganti(2) ke musim dingin, di mana hujan(3) akan turun dengan lebat(4) disertai suhu udara yang sangat rendah(5).
Kata sifat pada kalimat tersebut ditandai nomor ....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Cermati teks berikut!
(1) Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. (2) Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi. (3) “Oh, ternyata pemilikku lebih sayang Tekukur,” keluh Merpati. (4) Didalam kandangnya ia selalu murung.
Kalimat yang berisi kata seru ditandai nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati teks berikut!
(1) Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. (2) Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi. (3) “Oh, ternyata pemilikku lebih sayang Tekukur,” keluh Merpati. (4) Didalam kandangnya ia selalu murung.
Penulisan kata depan yang salah terdapat pada kalimat bernomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
