NEW
Font size
Worksheetsdrama
Total questions: 30
Worksheet time: 20mins
karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan mempunyai maksud untuk menampilkan sebuah pertunjukan yang diperankan oleh aktor, ini merupakan pengertian dari?
Cerpen
Cerita rakyat
Drama
Legenda
Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.
Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain.
(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)
Guru : Bisa saja istri kamu, Ut.
Suasana yang tergambar pada drama tersebut adalah ...
Santai
Seram
Haru
Tegang
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)
Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)
Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).
Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!
Timmy : Siap, bos!
Latar kutipan tersebut adalah ...
sekolah
rumah
gudang
kantor polisi
Inu : “Tenang, Jati. Tidak ada apa-apa!
Jati : “Enak saja! Senang ya dapat membuat orang lain menangis.
Inu : “Jati, apakah setiap tangis itu duka?
Jati : “Tetapi, dia jelas tampak menderita!
Inu : “Tampak menderita tidak sama dengan nyata-nyata menderita, kan?
Dikutip dari: Tangis, P. Harianto
Suasana yang tergambar dalam cuplikan drama tersebut adalah…
kekhawatiran
ketakutan
kesedihan
kegembiraan
Dahlan: Kamis malam Jumat. Jumat apa?
Rosana : Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?
Dahlan : Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada kelemahannya.
Rosana : Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna
Dahlan : Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?
Rosana : Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?
Dahlan : Apa? Bapak rasa tidak ada! (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana : Maaf, Pak.. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!
Dahlan : Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!
Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....
sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancur
nasib manusia ditentukan oleh Tuhan
sifat buruk menurun pada anak
anak harus patuh pada orang tua
Waktu itu sudah hampir jam satu. Sekolahsudah usai. Bahwa Yanti belum pulang itulah yang menyebabkan Asdiarti terkejut.
Asdiarti : Kau masih ada di sini, Yanti. Belum pulang?
Yanti : (Tidak menjawab. Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca.)
Penggalan drama tersebut memuat latar....
tempat
waktu
suasana
tempa, waktu, suasana
Satilawati : Pengecut! Sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.
Ishak : (Sambil menunjuk ke luar) Pergi daripadaku. Engkau boleh memusuhi aku. Untuk cita-cita aku bersedia mengorbankan segalanya juga cintaku.
Watak tokoh Ishak dalam penggalan drama di atas adalah....
pembual
pemarah
sombong
pemberani
Samin : Fred, jangan cepat-cepat bahaya!
Fredi : Alaa, malam begini sepi, tak apa! (Samin menyusul dan menariknya mundur.)
Samin : Kita berhenti dulu!
Fredi : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik!
Samin : Ingat yang aku bawa surat penting!
Fredi : Justru itu!
Samin : Pokoknya berhenti, Fred!Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.
Fredi : Baik, Min! Kau yagn pegang komando.
Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah....
terjadinya pertengkaran antara Sarmin dan Fred
Keinginan berhenti untuk beristirahat
perebutan pemegang komando tugas
kekhawatiran akan keselamatan surat penting
Ayah : Bagaimana mungkin aku bisa istirahat, kalau setiap aku pulang kerja kalian selalu bermain dan bermain terus di dalam rumah! Rumah kotor berantakan membuat kepala jadi pusing!
Ibu : Biarlah, Yah dari pada mereka main di rumah tetangga.
Ayah : Kamu juga tidak bisa memimpin anak-anak!(sambil melepas tas kerjannya)
Nenek : Ada apa? Baru pulang sudah ribut!
Bukti ayah berwatak keras terlihat pada dialog....
nenek dan ibu
ayah dan ibu
ayah dan nenek
ayah, ibu, dan nenek
Romeo : Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya. Tapi......aku seorang Montague.....
Juliet : Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet dan kau bukan Montague, Romeo!
Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah....
kepercayaan
persahabatan
permusuhan
percintaan
Ibu : Pak Gi ini benar-benar seorang pejuang yang tak pernah melupakan cita-citanya.
Anak : Cita-cita yang mana, Bu?
Ibu : Bahwa yang tak kalah penting dengan perang melawan kemiskinan dan kebodohan. Lha ini semua kan bukti keberhasilan beliau melawan kemiskinan?
Anak : Ibu sendiri kenapa tidak mengikuti jejak Pak Gi?
Ibu : Sebagai mantan bagian dapur umum, saya tetap berjuang terus, lho! Melawan kelaparan …”
Kado Istimewa, Jujur Prananto
Penggambaran watak Pak Gi yang diungkapkan pengarang pada penggalan di atas melalui ….
Ciri-ciri fisik tokoh
Lingkungan sekitar tokoh
Perbincangan tokoh lain
reaksi tokoh-tokoh lain
Adegan Ponirah dan Marni dengan menggendong bakul dan mengenakan topi caping.
Marni : Pon ... Ponirah!
Ponirah : Ada apa?
Marni : Aku melihat sepintas bayangan orang di sana!
Ponirah : Tenang saja!
Marni : Tenang . . . tenang? Tenang bagaimana? Kalau musuh?
PoniraH : Musuh? Marni, kita ini jualan buah dan tidak punya musuh. Kita harus yakin, yang berani bergerak di malam hari hanya TNI. Ayo jalan!
Marni : Tapi bulu kudukku berdiri.
Ponirah : Maka jangan di sini, ayo terus jalan!
Keduanya berjalan dengan sesekali menoleh ke belakang. Topi caping di tangan kiri. Tangan kanan di balik seakan
memegang senjata.
Situasi yang dilukiskan dalam penggalan drama itu adalah....
mencekam
mengerikan
menjengkelkan
mengelisahkan
Harsono : (marah) Kau tidak melihat? Taruh di mana matamu?
Pekerja : Maaf Tuan , saya tidak melihat Tuan .
Berdasarkan penggalan di atas, watak Harsono adalah ......
Tidak berperasaan
Tidak peduli
Pemaaf
Pemarah
Acuh
Doni memerankan seorang tokoh dalam sebuah drama. Ia membawa cangkul dan memakai caping. Tokoh apakah yang diperankan Doni?
Nelayan
Petani
Pembantu
Pedagang
Pesan yang ingin disampaikan penulis kepada para penonton disebut...
Dialog
Isi Drama
Amanat
Tokoh
Alur memiliki 3 bagian, yaitu...
Maju, sedang, biasa
Maju, mundur, campuran
Jauh, dekat, sedang
maju, kiri, kanan
Menceritakan masa lampau yang menjadi klimaks diawal cerita adalah pengertian dari...
Alur campuran
Alur mundur
Alur maju
Alur klimaks
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)
Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)
Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).
Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!
Timmy : Siap, bos!
Latar kutipan tersebut adalah ....
Gudang
Kamar
Garasi
Rumah
Ruang tamu
Ayu : Sudah malam lo Sis, kita harus segera pulang
Siska : Sudahlah Yu, tenang saja toh ini baru jam sembilan lebih sedikit. Jalanan masih ramai
Ayu : Ih, sudah malam begini kok tenang. Kan kita perempuan, masak pulang sampai larut malam. Tidak enak kan dengan tentangga. Nanti mereka mengira kita suka keluyuran malam.
Siska : (Dengan sikap tenang) Sudah, nanti saya antar kamu. Memang repot, kita ini perempuan tidak wajar kalau pulang terlalu malam. Kita pun tidak berani melanggar aturan tidak tertulis di masyarakat kita ini.
Penggalan drama di atas mengandung nilai...
sosial
moral
budaya
agama
pendidikan
Rina : Apa-apaan sih? Kok posterku disobek? (menahan marah)
Aji : […]
Rina : Maaf..maaf enak saja!
Aji : (dengan amat menyesal) Iya deh, aku ganti postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?
Rina : Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.
Aji : (dengan tersenyum) Oke, Bos!
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah...
Maafin aku Rina. Aku tidak sengaja.
Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.
Begitu saja kok kamu marah, Rin.
Baiklah aku akan beli yang baru.
Tenang, jangan marah Rin.
Inu : “Tenang, Jati. Tidak ada apa-apa!
Jati : “Enak saja! Senang ya dapat membuat orang lain menangis.
Inu : “Jati, apakah setiap tangis itu duka?
Jati : “Tetapi, dia jelas tampak menderita!
Inu : “Tampak menderita tidak sama dengan nyata-nyata menderita, kan?
Suasana yang tergambar dalam cuplikan drama tersebut adalah…
Ketakutan
Kekhawatiran
Kemarahan
Kejengkelan
Bacalah penggalan drama berikut ini!
Bu Ida : Terima kasih, Fa
Rifa: Sebentar, BU. Saya ambilkan uang kembaliannya.
Bu Ida: Sudah, ambil saja untukmu.
Rifa: Ah, yang benar Bu?
Bu Ida: Ya, saya suka cara kamu melayani konsumen di kantin sekolah ini.
Rifa: Makasih Bu
Isi naskah drama di atas adalah ...
Pelayanan petugas kantin sekolah
Kantin sebagai tempat berlatih berdagang
Kujujuran menjadi pendorong prestasi kerja
Hubungan antara guru dan siswa di sekolah
Penghargaan konsumen kepada pelayan kantin
Bacalah teks drama berikut!
Cindua Mato : Raja Mudo adik Bundo Kandung sendiri. Kalau terjadi pertengkaran lalu menimbulkan peperangan, siapa yang akan malu? perang saudara itu tidak akan pernah selesai turun-temurun.
Bundo Kandung: Aku sudah berada di balik semua. Jika kau takut, katakan saja. Perang bukan barang baru bagi kerajaan.
Cindua Mato: Mengapa Bundo Kandung sampai hati ingin mengacaukan perkawinan Putri Bungsu? Bukankah yang kawin itu anak Bundo Kandung juga? Jika perang dilaksanakan, kemudian salah seorang mati terbunuh,a pakah kita tega? Dan bagaimana kata ayahnya nanti, jika kedua anaknya saling berbunuhan? Aku ingin membuka sedikit selubung hati kita yang tertutup selama ini.
Watak tokoh Cindua Mato pada penggalan teks tersebut adalah ...
pendendam dan emosional
emosional dan penyayang
penyayang dan sabar
sabar dan emosional
sabar dan bijaksana
Gambar berikut merupakan cuplikan adegan dari cerita ....
A. Timun Emas
B. Lutung Kasarung
C. Malin Kundang
D. bawang Merah Bawang Putih
Perhatikan kutipan drama berikut!
Copet..copet. (terdengar suara teriakan)
Polisi : "He.. berhenti!" Door (terdengar suara letusan)
Pencopet : "Ampun Pak."
Penumpang : "Periksa kantongnya. Hajar saja."
Pencopet : "Ampun pak saya mencopet karena anak saya sedang sakit."
Polisi : "Sekarang ikut saya ke kantor Polisi."
Konflik pada kutipan drama tersebut adalah...
seorang pencopet diperiksa polisi
seseorang mencopet karena anaknya sakit
seorang pencopet yang tertembak polisi
seorang pencopet yang dibawa ke pos polisi
Parto : Harus antre? Aku malas, ah! (menenteng kaleng minyak tanah)
Pardi : Ya iyalah. Kamu lihat sana orang meletakkan jerigen minyak dalam antrean! (menarik lengan Parto menunjuk ke arah depot minyak tanah)
Parto : Lalu, kapan aku memandikan kerbauku?
Pardi : Ah, kamu ini….
Parto : Kamu benar juga, Di!
Kalimat yang tepat untuk melengkapi ucapan Pardi pada teks drama tersebut adalah…
Ambil kerbaumu dan mandikan saja segera!
Letakkan saja kaleng minyak tanahmu, kamu tinggal saja untuk memandikan kerbau!
Sebaiknya tanyakan berapa banyak orang yang antre sebelum memandikan kerbau!
Sana ambil jerigenmu saja!
Perhatikan penggalan drama di bawah ini !
"Dari mana saja kau, Badrun? Hari sudah petang tapi kau baru pulang." Tanya ayah sambil berkacak pinggang.
Dialog di atas diucapkan dengan nada ....
keras sambil bercanda
marah dan serius
rendah dan penuh tanya
penuh kasih sayang
Perhatikan penggalan percakapan berikut !
"Apa? Anak tetangga itu mencuri mangga-mangga kita lagi? Cepat suruh dia datang ke sini untuk minta maaf!"
Kalimat di atas diucapkan dengan ekspresi ....
memelas
marah
ramah
gembira
Perhatikan teks berikut ini !
"Ah, sudahlah, semua usahaku sia-sia. Aku tak akan berhasil memperbaikinya."
Nada saat mengucapkan kutipan dialog di atas adalah ....
cemas
putus asa
lega
malas
Khasanah: "Aku terlanjur malas, To." Saya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi."
Anto : "Jangan begitu, Nah. Tanggung jawab ini harus kita laksanakan bersama-sama. Sementara kamulah yang paling bisa dipercaya."
Khasanah: "Habis bicaranya nggak enak di hati sih.
Untuk memerankan tokoh Khasanah, ekspresi wajah yang tepat adalah ....
marah dan kesal
biasa-biasa saja
sedih
tersenyum
