wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tugas kelas 7 bahasa Indonesia

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Berikut adalah contoh gurindam yang tepat ...

a)

buah salak buah kedongdong

rasanya asam sebelum matang

b)

buah manggis

buah nangka

c)

Barang siapa mencari ilmu

Maka carilah ke para guru

d)

buah nangka manis rasanya

anak baik tak boleh menangis baik budinya

2.

Dengan ibu jangan durhaka

Supaya Tuhan tidak murka


Isi puisi itu menyatakan bahwa ....

a)

sikap durhaka itu tidak baik

b)

setiap ibu mengharapkan anaknya taat pada Tuhan

c)

Tuhan tidak senang pada orang-orang yang menyakiti orang lain

d)

kita harus berbakti pada ibu agar tidak dimurkai Tuhan

3.

Setelah datang keesokan hari

Baginda berangkat diiringkan menteri

Setelah sampai di istana sendiri

Langsung masuk mendapatkan putri


Berdasarkan isi dan pola rimanya, puisi itu digolongkan ke dalam ....

a)

pantun

b)

syair

c)

gurindam

d)

bidal

4.

Sungguh indah pintu dipahat

Burung puyuh di atas dahan

Kalau hidup hendak selamat

Taat selalu perintah Tuhan


Puisi di atas menjelaskan ....

a)

kehidupan petani

b)

cara memelihara puyuh

c)

kehidupan seseorang

d)

pentingnya taat kepada Tuhan

5.

Dengan anak janganlah lalai

Supaya boleh naik ke tengah balai


Kata lalai bermakna ....

a)

lengah

b)

santai

c)

malas

d)

lemah

6.

Sungguh indah pintu dipahat

Burung puyuh di atas dahan

Kalau hidup hendak selamat

Taat selalu perintah Tuhan


Rima akhir puisi di atas berpola ....

a)

a - b - a - b

b)

a - a - a - a

c)

b - b - b - b

d)

a - b - c - d

7.

Aduh-aduh si bunga 1 [...]

Daunnya lebat seperti 2 [...]

Aku sering mendengar 3 [...]

Abang punya sahabat 4 [...]


Kata yang tepat digunakan untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....

a)

(1) melati, (2) duri, (3) cerita, (4) hati

b)

(1) mawar, (2) waru, (3) kabar, (4) baru

c)

(1) mawar, (2) sapu, (3) suara, (4) pujaan

d)

(1) anggrek, (2) hujan, (3) lagu, (4) dayang

8.

Dari Jakarta, menuju Semarang

Jangan lupa beli sutra

Engkau senang, aku senang

Karena kita memang Saudara


Balasan yang tepat untuk pantun tersebut adalah ....

a)

Buah lengkung enak rasanya

Beli murah di Temanggung

Kita memang bersaudara

Susah senang kita tanggung

b)

Makan gulai di atas batu

Kerasnya batu tak terasakan

Jika boleh aku bertamu

Datang bertamu sambil berjalan

c)

Jika kenyang karena makan

Janganlah lupa akan minumnya

Jika datang dengan ancaman

Akan kuterima dengan gembira

d)

Jika engkau pergi ke Pati

Belikan aku sekilo duku

Jika engkau berbaik hati

Bantulah aku bawakan buku

9.

(1) Kalau Anda ingin cerdas

(2) Pergi ke pasar beli talas

(3) Sebelum makan rebus dahulu

(4) Siang malam baca buku


Larik-larik kalimat acak tersebut akan menjadi pantun apabila disusun dengan urutan ....

a)

1-4-3-2

b)

2-3-1-4

c)

3-2-1-4

d)

4-2-1-3

10.

Apabila kelakuan baik berbudi

Hidup menjadi indah tak akan merugi


Makna hubungan antarbaris yang terdapat pada gurindam tersebut adalah ….

a)

Hubungan syarat

b)

Hubungan tujuan

c)

Hubungan sebab akibat

d)

Hubungan soal-jawab

11.

Janganlah engkau berbuat maksiat

Janganlah engkau berbuat jahat

Segeralah engkau bertaubat

Agar selamat dunia akhirat


Makna hubungan baris ketiga dan keempat pada kutipan syair tersebut adalah ….

a)

Syarat

b)

Tujuan

c)

Sebab akibat

d)

Perbandingan

12.

Usaha yang selalu ada

Dapat mengubah nasib sengsara

Karena Tuhan Maha Kaya

Selalu mendengar doa dan pinta


Bait puisi di atas disebut syair dengan alasan berikut, kecuali . . . .

a)

baitnya terdiri atas empat baris

b)

terdiri dari 8-14 suku kata

c)

terdiri dari sampiran dan isi

d)

rima akhir berpola a-a-a-a

13.

Perhatikan gurindam berikut!


Jika kau buat kebaikan dan keburukan,

maka balasan berdasar dari yang dilakukan


Makna gurindam tersebut adalah ….

a)

orang yang berbuat jahat akan dibalas dengan hukuman yang setimpal

b)

orang yang berbuat baik akan dibalas dengan pahala berlipat

c)

setiap perilaku yang kita perbuat, baik dan buruk, akan dibalas setimpal

d)

janganlah berbuat keburukan kepada sesama karena akan dapat balasan

14.
Perhatikan kutipan syair berikut:
Wahai pemuda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat juga kekal dirimu
Tema syair di atas adalah . . . .
a)
Para pemuda harus mengenali dirinya sebaik mungkin
b)
Para pemuda harus mengetahui tamsil dirinya
c)
Para pemuda harus menggunakan waktu hidupnya
d)
Para pemuda harus menyadari bahwa hidup ini sementara saja
15.

Jika kamu terus menunda

Hilanglah sudah kesempatan berharga


Teks di atas tergolong ...

a)

Gurindam

b)

Syair

c)

Pantun kilat

d)

Mantra

16.

Jika anakanda tumbuh besar

Tutur dan kata janganlah kasar

Janganlah seperti orang sasar

Banyaklah orang menaruh gusar


Makna dari syair di atas adalah ...

a)

Jagalah hati agar senantiasa damai

b)

Sebelum bertutur harus dipikirkan terlebih dahulu

c)

Jangan menjadi orang yang kasar

d)

Kehidupan akhirat bersifat kekal

17.

Bila terkena penyakit kikir

....

Isi yang tepat untuk mengisi bagian gurindam yang rumpang di atas adalah ....

a)

Tuan muda hidup kembali

b)

Sanak saudara lari menyingkir

c)

Mulia namanya sepanjang masa

d)

Tentu dirimu kelak tersesat

18.

Berikut ini manakah yang termasuk gurindam . . . .

a)

Buah duku buah durian

Hanya kau kesayangan

b)

Buah duku buah durian

Durian matang lezat sekali

c)

Jika ingin jadi anak pintar

Setiap dikala harus belajar

d)

Jika ingin menjadi mulia

Ingatlah selalu menjadi baik

19.

Berakit-rakit ke hulu

berenang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu

berseanang-senang kemudian


Bagian yang tergolong sampiran adalah...

a)

baris 1 dan 3

b)

baris 2 dan 4

c)

baris 1 dan 2

d)

baris 3 dan 4

20.

Air surut memungut bayam

sayur diisi kedalam kantung

jangan diikuti tabiat ayam

bertelur sebiji riuh sekampung


Apa saja kata berima yang memiliki larik yang sama pada penggalan pantun diatas...

a)

bayam-kantung

b)

ayam-sekampung

c)

bayam-ayam

d)

kantung-ayam

21.

Berikut ini yang BUKAN merupakan ciri gurindam adalah ….

a)

terdiri atas 2 baris

b)

mempunyai rima A-A

c)

isinya berupa nasihat, filosofi, dan mempunyai hubungan syarat

d)

terdiri atas dua baris sampiran dan dua baris isi

22.

Perhatikan pantun berikut!


Air surut memungut bayam,

Sayur diisi ke dalam kantung;

Jangan diikuti tabiat ayam,

Bertelur sebiji riuh sekampung.


Baris yang mempunyai rima utuh adalah ….

a)

baris pertama dan kedua

b)

baris kedua dan keempat

c)

baris ketiga dan keempat

d)

baris pertama dan ketiga

23.

Perhatikan gurindam berikut!


Jangan hanya pandai di dalam benak,

Namun juga harus pandai di tindak


Makna gurindam tersebut adalah ….

a)

seseorang yang pandai pasti bagus juga dalam tindakan

b)

seseorang jangan hanya pandai dalam saja tetapi harus cerdas dalam bertindak

c)

seseorang yang tidak pandai dalam mengambil keputusan pasti tidak pandai dalam bertindak

d)

seseorang yang pandai secara intelektual akan pandai pula dalam mengambil keputusan

24.

Perhatikan syair berikut!


Wahai muda kenali dirimu

Ialah perahu tamsil hidupmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat jua kekal hidupmu


Makna kata tamsil pada baris kedua syair tersebut adalah ….

a)

gambaran

b)

kembaran

c)

Iukisan

d)

perumpamaan

25.

Ingatlah selalu kepada Tuhan

Rendah hati dan kuatkanlah iman

Supaya hidup menjadi tentram

Dan dapat menjadi pedoman

Makna “ rendah hati “ pada syair tersebut adalah ….

a)

Congkak

b)

Pintar dan baik

c)

Seorang yang alim

d)

Tidak sombong

26.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Tamat

Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…

a)

rendah hati

b)

sombong

c)

serakah

d)

malas

27.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Kalimat langsung pada teks di atas adalah....

a)

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.

b)

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

c)

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

d)

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.

28.

Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah....

a)

“Anjing, kenapa kau menangis,” tanya si Kupu.

b)

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.

c)

“Anjing, kenapa kau menangis” tanya si Kupu.

d)

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu."

29.

Perhatikan cerita fabel berikut dengan saksama!

Lebah dan Semut


Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas.

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.

Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

Pola pengembangan judul pada cerita fabel tersebut adalah....

a)

judul dikembangkan berdasarkan latar cerita

b)

judul berasal dari nama tokoh

c)

judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh

d)

judul diambil dari tema

30.

Perhatikan kutipan fabel berikut!

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Kutipan cerita fabel di atas merupakan struktur fabel bagian….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

31.

Berikut ini kalimat yang menggunakan kata untuk menyatakan hubungan waktu bersamaan adalah....

a)

Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak.

b)

Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu.

c)

Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat

baik.

d)

Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut.

32.

Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!

Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.

Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....

a)

diawali dengan konflik fisik

b)

diawali dengan konflik batin

c)

diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

d)

diawali dengan deskripsi latar

33.

Perhatikan kutipan cerita fabel berikut dengan saksama!

Pada suatu malam di sebuah rumah sederhana yang ukurannya tidak begitu besar, ada sebuah keluarga kelinci yang sedang mengadakan pesta. Keluarga kelinci itu terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya bernama Tita dan Tuti. Keluarga kelinci itu sedang merayakan hari ulang tahun Tita dan Tuti.

Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, kutipan fabel di atas termasuk jenis fabel....

a)

fabel alami

b)

fabel dengan koda

c)

fabel tanpa koda

d)

fabel adaptasi

34.

Bacalah kutipan fabel berikut!

“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan semut.

Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang

karena ia berjalan.

Pola pengembangan watak tokoh pada kutipan fabel di atas adalah....

a)

deskripsi fisik tokoh

b)

kegiatan tokoh

c)

dialog tokoh dengan diri sendiri

d)

dialog dengan tokoh lain

35.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.

Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.

Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....

a)

dihutan, di saat, di ajak

b)

di hutan, di tubuhnya, disaat

c)

di hutan, di tubuhnya, di saat

d)

dihutan, disaat, di ajak

36.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.

Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

37.

Bacalah kutipan cerita fabel berikut!

Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.

“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”

Variasi pola pengembangan orientasi ceritas tersebuta diawali dengan....

a)

deskripsi latar

b)

latar dan kegiatan tokoh

c)

latar di masa lalu

d)

perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

38.

Bacalah kutipan cerita fabel berikut!

Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”

Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”

Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”

Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....

a)

pada, di, dan dari

b)

dari, pada, dan di

c)

di, dari, dan pada

d)

di, dari, dan dari

39.

Bacalah dengan saksama teks berikut!

(1) Ada beberapa cara menanam buah naga yang bisa kamu lakukan di rumah. Jika ingin menikmati buah naga secara gratis tanpa harus membelinya, kamu dapat menanam buah naga pada pot yang sekaligus dapat kamu jadikan sebagai hiasan di depan rumah.


(2) Di sebuah telaga di daerah Kalimantan Barat, tersebutlah seekor tupai bersahabat denganseekor ikan gabus. Persahabatan tersebut sangatlah erat.Pada suatu hari si ikan gabus jatuh sakit. Badannya sangat lemas. Dengan setia, si tupai menunggui temannnya itu. Sudah beberapa hari si ikan gabus tidak enak makan si tupai berusaha membujukknya untuk makan. Namun, si ikan gabus hanya mau makan kalo diberi makan hati ikan Yu. Mendengar permintaan si ikan gabus, si tupai menjadi sangat sedih sulit sekali memenuhi permintaan sahabatnya itu. Ikan Yu adalah hewan yang sangat ganas dan hanya hidup di lautan lepas.


(3) Nama kecil Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Meskipun demikian, ia sangat sederhana dan ingin dekat dengan rakyatnya.


(4) Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal dengan B.J. Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.


Yang merupakan teks fabel ditandai dengan nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

40.

Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah ....

a)

Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.

b)

Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.

c)

Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.

d)

Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.

41.

Simak kutipan teks cerita fabel berikut!


1) Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.


2) "Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.


3) "Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.


4) Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.


5) Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.


6) "Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.


Susunan yang tepat atas kutipan teks cerita fabel acak di atas adalah ....

a)

4 - 2 - 3 - 1 - 5 - 6

b)

4 - 6 - 2 - 1 - 3 - 5

c)

4 - 1 - 3 - 2 - 5 - 6

d)

4 - 6 - 3 - 2 - 1 - 5

42.

Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendirian.

Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah

a)

Perkenalan

b)

Komplikasi

c)

Klimaks

d)

Penyelesaian

43.

Bacalah kutipan teks berikut!

Paman Belalang

“Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya. Begitu juga dengan Lodi dan Roro yang sekarang menjadi sahabat paman. Mereka selalu ikut berpetualang dengan Paman Belalang dan perahunya.


Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Klimaks

d)

Resolusi

44.

Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada

a)

Tokoh

b)

Alur

c)

Tema

d)

Latar

45.

Kalimat berikut ini yang menggunakan kata sifat adalah

a)

Si Kupu-kupu menolong Si Semut yang terkebak di lumpur hidup.

b)

Ia adalah seekor Burung Hantu yang sombong.

c)

Si Semut menyesali perbuatannya dan mau bertobat.

d)

Serigala mengamuk dan membuatseluruh penghuni hutan ketakutan.

46.

Perhatikan kutipan fabel berikut!

Walupun Sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena Sang Kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.

Tema yang tepat untuk kutipan teks fabel di atas adalah

a)

Perhatian

b)

Persahabatan

c)

Percintaan

d)

Persaudaraan

47.

Perhatikan kutipan fabel berikut!

Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah.

Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel tersebut adalah

a)

Pendendam

b)

Pemaaf

c)

Penyayang

d)

Pemarah

48.

Cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai kehidupan manusia disebut

a)

dongeng

b)

legenda

c)

fabel

d)

foklor

49.

Di keheningan malam Kura-kura nampak tidur pulas bersama Katak sahabat baiknya. Sudah dua bulan ini Kura-kura sakit dan sahabatnya dengan setia mendampinginya.

Berdasarkan penggalan cerita fabel diatas variasi latar diungkapkan dengan

a)

Diawali dengan deskripsi latar

b)

Diawali dengan latar dan kegiatan tokoh

c)

Diawali dengan latar masa lalu

d)

Diawali dengan perubahan latar

50.

Berikut penggunaan keterangan tempat yang tepat adalah

a)

Singa yang kelaparan sedang berburu dari hutan.

b)

Si Kancil pergi di sungai untuk mencari minum.

c)

Rubah berteduh ke bawah pohon yang rindang

d)

Keledai berlari dari ladang menuju tengah hutan.