wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Remedial Proposal dan Karya Ilmiah

Total questions: 10

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Tuliskan bagian-bagian penting dari proposal kegiatan

a)

Judul Proposal, Pendahuluan yang berisi latar belakang, rumusan masalah, kontribusi, dan definisi operasional serta tujuan, metode, rencana anggaran, dan daftar pustaka

b)

Judul proposal, masalah dan tujuan, ruang lingkup, kerangka teoritis dan hipotesis, metode, pelaksana, fasilitas, keuntungan dan kerugian, waktu, pembiayaan, dan daftar pustaka

2.

Contoh teks yang menggunakan fitur-fitur kebahasaan proposal secara lengkap (argumentatif, persuasi, kata-kata teknis, kata kerja tindakan, kata pendifinisian, dan kata keakanan)

a)

Kurikulum baru yang tidak beberapa lama lagi diberlakukan, merupakan momentum terbaik dalam memperbaiki kondisi yang tidak menggembirakan itu. Apalagi dengan pendekatan yang digunakan kurikulum ini yang sangat kondusif bagi dilakukannya upaya-upaya tersebut. Kurikulum baru tersebut memberdayakan peran guru dalam pengembangannya, terutama dalam pemilihan materi dan penggunaan metode yang sesuai dengan kompetensi para siswanya. Dengan demikian, terangkatnya prestasi dan keterampilan membaca dan menulis siswa, kembali kepada peran para pengajar dalam pengajarannya. Untuk itu, sebuah upaya pembekalan Bahasa Indonesia 165 terhadap para pengajar tentang pengembangan kurikulum dan materi pengajaran membaca dan menulis sangat mendesak untuk dilakukan.

b)

Bukti lain turut menguatkan temuan tersebut adalah hasil penelitian International Association for the Evaluation of Educational Achievment (IAEA), melaporkan bahwa kemampuan membaca siswa SD Indonesia berada pada urutan ke-38 dari 39 negara peserta studi. Rata-rata skor membaca untuk SD adalah sebagai berikut: (1) Hongkong 755,5, (2) Singapura 74,0, (3) Tailand 65,1, (4) Filipina 52,6, dan (5) Indonesia 51,7. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia hanya mampu menguasai 30% materi bacaan. Mereka menemukan kesulitan dalam membaca soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Kesulitan ini terjadi karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soalsoal pilihan ganda di samping proses pembelajaran yang tidak mendukung terhadap kemampuan penalaran dan praktik.

3.

Latar Belakang

a)

Dalam bagian ini dikemukakan tentang kejadian, keadaan, atau hal yang melakarbelakangi pentingnya dilaksanakan suatu penelitian. Apabila kegiatan yang diusulkan itu berupa kegiatan kesehatan penduduk desa, yang kita kemukakan dalam latar belakang adalah tentang berjangkitnya penyakit menular dan sebagainya.

b)

Kegiatan yang diusulkan harus dijelaskan batas-batasnya. Membatasi ruang lingkup persoalan kegiatan, sekurang-kurangnya memberikan dua manfaat. Dapat lebih terlihat oleh pengusul duduk persoalan dari kegiatan yang akan dilakukannya. Bagi penerima usul, suatu deskripsi yang konkret dan jelas akan lebih mudah pula dilihat kebaikan dan kelemahannya. Baik pengusul maupun perima usul, masing-masing akan menguji masalah itu dari ruang lingkup itu dengan bahan-bahan literatur yang ada.

4.

sebuah proposal disajikan secara

a)

1. Lengkap, perhatikanlah kelengkapan bagian-bagian proposal, mulai dari latar belakang sampai bagian dafar pustaka; mungkin juga lampiran-lampiran yang perlu disertakan. Untuk itu, kita harus memahami kembali struktur proposal yang telah dipelajari terdahulu.

2. Jelas, perhatikan pula kaidah-kaidah kebahasaan yang lazim digunakan untuk proposal sehingga proposal yang kamu buat itu mudah dipahami oleh pembacanya.

3. Menarik, perhatikan teknik penyajiannya; tata letak, ilustrasi, pemilihan jenis huruf, spasi, dan hal-hal lainnya sehingga penerima usul tertarik untuk membacanya. Dengan demikian, hal tersebut membantu pula di dalam proses pengesahan proposal tersebut.

b)

Penyusunan proposal bisa dilakukan melalui observasi lapangan atau membaca dari literatur. Supaya lebih mudah dalam membuat penyusunan proposal, kamu harus mengawalinya dengan melakukan analisis terhadap suatu masalah atau kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, kita bisa mengajukan suatu kegiatan yang sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan sejumlah fakta dan data yang menjadi pusat penyusunan proposal, yaitu melalui observasi langsung, melakukan wawancara dengan narasumber, atau melalui penyebaran angket. Langkah selanjutnya ialah dengan membaca berbagai literatur untuk memperkuat temuan-temuan dari lapangan itu. Literatur juga berperan sebagai rujukan atas bermasalah atau tidaknya temuan-temuan di lapangan itu.

5.

Tujuan dicantumkannya pembiayaan/anggaran dana dalam proposal adalah...

a)

Biaya merupakan salah satu topik yang juga sangat diperhatikan penerima usul. Namun, bagi badan penerima usul yang baik reputasinya, kualitas pekerjaan merupakan hal yang lebih diutamakan. Bagaimanapun juga, perincian biaya harus benar-benar digarap dalam proposal ini sehingga dapat meyakinkan penerima usul.

b)

Pembiayaan merupakan satu topik khusus yang tidak harus ada dalam proposal karena memberi kesan sedikit memaksa dan terbuka sehingga akan mengurangi kewibawaan instansi pengusul maupun instansi penerima proposal

6.

Karya Ilmiah bentuk Populer

a)

bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai, umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat fantasi (rekaan).

b)

Secara garis besar, karya ilmiah bentuk ini terdiri atas: a. halaman judul, b. kata pengantar, c. dafar isi, d. pendahuluan, e. pembahasan, f. simpulan, dan g. dafar pustaka. Bentuk karya ilmiah semacam itu, umumnya digunakan dalam berbagai jenis laporan biasa dan makalah.

7.

latar belakang Karya Ilmiah

a)

Uraian pada latar belakang masalah dimaksudkan untuk menjelaskan alasan timbulnya masalah dan pentingnya untuk dibahas, baik itu dari segi pengembangan ilmu, kemasyarakatan, maupun dalam kaitan dengan kehidupan pada umumnya.

b)

Dalam bagian ini dikemukakan tentang kejadian, keadaan, atau hal yang melakarbelakangi pentingnya dilaksanakan suatu penelitian. Apabila kegiatan yang diusulkan itu berupa kegiatan kesehatan penduduk desa, yang kita kemukakan dalam latar belakang adalah tentang berjangkitnya penyakit menular dan sebagainya.

8.

Penulisan Judul Karya Ilmiah yang tepat

a)

PENGARUH KEBERSIHAN KELAS TERHADAP PERKEMBANGAN PRESTASI BELAJAR SISWA

(Study Komparatif tentang Kecerdasan Emosi dan Intelektual)

Siswa Kelas XI SMK Mutiara 17 Agustus Bekasi

b)

KEBERSIHAN ADALAH AWAL KESEHATAN

Sebuah Study Deskriptif tentang Kebersihan dan Kesehatan di SMK Kota Bekasi

9.

Judul : Bahasa Indonesia Kelas XI

Penulis : Aji Septiaji, Istiqomah, S.Pd., M.Pd., Dwi Purnanto, M. Hum

Tahun Terbit : 2014

Penerbit : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tempat terbit : Jakarta

Penulisan Daftar Pustaka yang tepat

a)

Septiaji, Aji dan Istiqomah, S.Pd. dkk. 2014. Bahasa Indonesia kelas XI. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

b)

Septiaji, Aji, dkk. 2014. Bahasa Indonesia Kelas XI. Jakarta: Kemendikbud

10.

Dalam menulis Karya Ilmiah, terdapat metode penelitian dan metode ilmiah. Berikut adalah metode ilmiah

a)

a. Metode deskriptif, yakni metode penelitian yang bertujuan hanya menggambarkan fakta-fakta secara apa adanya, tanpa adanya perlakukan apa pun. Data yang dimaksud dapat berupa fakta yang bersifat kuantitatif (statistika) ataupun fakta kualitatif.

b. Metode eksperimen, yakni metode penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala setelah mendapatkan perlakuan.

c. Metode penelitian kelas, yakni metode penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki persoalan-persoalan yang terjadi pada kelas tertentu, misalnya tentang motivasi belajar dan prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar tertentu.

b)

1. Sistematis, susunan teks itu teratur dengan pola yang baku. Dimulai dengan pendahuluan, diikuti dengan pembahasan, dan diakhiri dengan simpulan.

2. Logis, isinya dapat dipahami dan dibenarkan oleh akal sehat; antara lain, didasari oleh hubungan sebab akibat. Bahasa Indonesia 187

3. Objektif (impersonal), pernyataan-pernyataannya didasarkan pandangan umum; tidak didasari pandangan pribadi penulisnya semata.

4. Faktual, kebenaran di dalamnya didasarkan kenyataan yang sesungguhnya; tidak imajinatif.