WorksheetsKELAS VII FABEL DAN LEGENDA
Total questions: 30
Worksheet time: 25mins
Cerita dengan tokoh memiliki kesaktian atau asal usul sebuah tempat disebut...
Fabel
Mitos
Legenda
Sage
Pandai, cantik, cerdik, bijaksana, sopan merupakan contoh dari...
kata keterangan
kata kerja
kata sifat
kata benda
Struktur yang memuat nilai moral adalah...
Koda
Orientasi
Resolusi
Komplikasi
Alkisah, di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Penggalan teks legenda di atas termasuk ke dalam struktur...
Komplikasi
Orientasi
Koda
Resolusi
Apa pengertian dari Fabel?
Cerita tentang Kancil dan Kelinci yang seperti manusia
Cerita yang diperankan oleh binatang dengan watak dan prilaku seperti manusia
Cerita yang diyakini kebenarannya oleh penduduk setempat
Cerita yang mengandung pelajaran moral
Berikut ini adalah contoh cerita legenda yang berasal dari Nusantara, kecuali
Lutung Kasarung
Putri Pinang Gading
Lutung
Asal Usul Pantai Penyusuk
Paragraf yang ditunjukkan oleh gambar pada cerita Bauaya Yang Serakah di atas adalah....
Koda
Komplikasi
Resolusi
Orientasi
Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendirian.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah
Perkenalan
Komplikasi
Klimaks
Penyelesaian
Bacalah kutipan teks berikut!
Paman Belalang
“Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya. Begitu juga dengan Lodi dan Roro yang sekarang menjadi sahabat paman. Mereka selalu ikut berpetualang dengan Paman Belalang dan perahunya.
Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian
Orientasi
Komplikasi
Klimaks
Resolusi
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada
Tokoh
Alur
Tema
Latar
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata sifat adalah
Si Kupu-kupu menolong Si Semut yang terkebak di lumpur hidup.
Ia adalah seekor Burung Hantu yang sombong.
Si Semut menyesali perbuatannya dan mau bertobat.
Serigala mengamuk dan membuatseluruh penghuni hutan ketakutan.
Di keheningan malam Kura-kura nampak tidur pulas bersama Katak sahabat baiknya. Sudah dua bulan ini Kura-kura sakit dan sahabatnya dengan setia mendampinginya.
Berdasarkan penggalan cerita fabel diatas variasi latar diungkapkan dengan
Diawali dengan deskripsi latar
Diawali dengan latar dan kegiatan tokoh
Diawali dengan latar masa lalu
Diawali dengan perubahan latar
Berikut penggunaan keterangan tempat yang tepat adalah
Singa yang kelaparan sedang berburu dari hutan.
Si Kancil pergi di sungai untuk mencari minum.
Rubah berteduh ke bawah pohon yang rindang
Keledai berlari dari ladang menuju tengah hutan.
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Walupun Sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena Sang Kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.
Tema yang tepat untuk kutipan teks fabel di atas adalah
Perhatian
Persahabatan
Percintaan
Persaudaraan
Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” Teriak Si Semut.
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” teriak Si Semut.
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! Teriak Si Semut.”
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! teriak Si Semut.”
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah.
Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel tersebut adalah
Pendendam
Pemaaf
Penyayang
Pemarah
Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah
Ibu Domba melirik jam dinding. Ia gelisah anaknya Doug belum pulang.
Jam alarm Bear berbunyi sangat nyaring, namun ia masih tetap saja memejamkan matanya karena masih mengantuk.
Saat Serigala tertidur, Ibu Domba merobek perut Serigala dan mengeluarkan anak-anak Kambing yang telah dimakan Serigala jahat itu.
Kelinci membuat jebakan di kebun wortelnya supaya Si Kancil yang suka memakan wortelnya tertangkap.
Jenis fabel yang memiliki semua unsur fabel tetapi dalam penyampaian cerita nya dipengaruhi oleh unsur sains dan teknologi disebut jenis fabel
Hiburan
Modern
Tradisional
Fiksi Ilmiah
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah
Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya
Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat
Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil
Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun
Ketika Ibu Malin Kundang menyapa anaknya, Malin Kundang tidak memperdulikannya. Bahkan, ia menghardik dan berlaku kasar. Sikap seperti itu membuat ibunya tanpa sadar mengeluarkan kutukan terhadap anaknya. Akhirnya, Malin Kundang berubah menjadi batu.
Cuplikan itu dapat diceritakan kembali sesuai dengan amanatnya yaitu ....
surga itu ada di telapak kaki ibu
perhatikan keinginan orang tua
jangan menyakiti hati orang tua
tak ada ibu yang tidak menyayangi anaknya
Benar saja apa yang dikatakan Kodi. Tak lama kemudian, banyak serangga mendekati pelita itu. Mereka segera memangsa serangga itu hingga cukup mengisi perut mereka. Komal akhirnya sadar, ternyata barang-barang yang dikumpulkan Kodi berguna juga. Ia bangga memiliki saudara yang baik hati dan cerdik.
Penceritaan yang sesuai adalah bahwa ....
tidak boleh makanan terlalu banyak
harus memiliki saudara yang baik hati dan cerdik
jangan membuang barang sembarangan
suatu barang akan menjadi berguna pada suatu saat nanti
Namun, sang anak justru menghabiskan waktunya untuk bermain. Maka, marahlah sanag ayah dan dimaki-maki anaknya. Akhirnya, anak itu mengadu kepada ibunya, lalu ibunya memerintahkan agar anaknya pergi naik bukit karena akan terjadi hujan lebat.
Pesan atau amanat yang terdapat dalam penggalan cerita di atas adalah ....
bermain itu harus memberi tahu dulu orang tua
seorang ibu harus membela anaknya
ayah dan ibu harus menyayangi anaknya
jangan banyak bermain karena akan menyebabkan orang tua marah
Pada zaman dahulu, ada sebuah gunung yang sangat tinggi. Para penduduk setempat menamakannya Gunung Tikus. Orang-orang mengisahkan cerita yang aneh tentang penamaan gunung ini.
Unsur intrinsik yang tidak tampak pada cuplikan dongeng di atas adalah ....
penokohan
latar
tema
amanat
Pada suatu ketika, selama bertahun-tahun, hujan tidak kunjung turun. Sungai mengering. Udara sangat panas. Orang-orang tidak dapat bercocok tanam karena tak ada air. Pepohonan menjadai kering. Binatang ternak mati karena kelaparan dan kehausan. Kelaparan yang paling dahsyat itu membuat oranag sampai harus memakan anjing dan kucing. Tidak sedikit dari mereka yang mati kelapran dan kehausan.
Cuplikan dongeng tersebut lebih banyak mengungkapkan unsur ....
tema
latar
penokohan
alur
Suara-suara itu seperti suara burung. Ketika melihat ke arah gunung, mereka menemukan beribu-ribu tikus bergerak beriringan. Tikus-tikus itu datang dari segalaa penjuru gunung. Dari atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang, dan berbagai sisi. Semuanya berjalan menuju gua. Sementara di depan gua, Ja'ran tengah berdiri. Ketika pasukan tikus itu menyerangnya dari berbagai penjuru, ia berlari ke dalam gua. Namun, tikus-tikus terus mengejarnya.
Daya tarik cuplikan cerita itu terletak pada unsur ....
penokohan yang aneh
temanya tentang dunia gaib
alurnya yang tidak mudah ditabrak
latarnya yang sangat eksotis
Malin Kundang sejak kecil telah ditinggalkan ayahnya. Dengan kasih sayang, ia diasuh oleh ibunya. Setelah besar, atas izin dan doa restu ibunya, ia pergi merantau.
Sudut pandang kutipan cerita itu adalah ....
orang ketiga di dalam cerita
orang ketiga di luar cerita
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
Seekor anak ayam berlari-larian di dekat parit. induk ayam memperingatkannya dengan berteriak, "Jangan berlarian di dekat parit". Anak ayam tidak menghiraukan, akhirnya, ia terperosok ke parit. Untuk anak ayam yang lain, hal itu merupakan peringatan yang harus diperhatikan.
dilihat dari tokoh-tokohnya, cerita di atas lebih tepat disebut sebagai ....
cerita pendek
fabel
dongeng
legenda
Legenda Malin Kundang menceritakan ....
seorang anak miskin yang menjadi pejabat negara
seorang anak yatim piatu yang menjadi kaya raya
seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya
seorang anak yang melupakan tanah kelahirannya
''Aah, kalau begini naga-naganya, akan habislah binatang di hutan ini dimakan si raksasa jahat itu. Maka, punahlah kita semua," demikian kata si Macan Loreng, raja hutan itu.
Berdasarkan kutipan tersebut yang menjadi tokoh jahat pada cerita tersebut adalah ....
naga
raksasa
harimau
si Macan Loreng
