wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

IH XI

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Hadis yang sanad-nya saling bertemu antara syekh dengan murid mulai dari awal generasi hingga akhir, para periwayatnya semua adil dan sangat kuat menjaga hafalan hadisnya, tidak terdapat cacat yang samar dalam sanad maupun matan hadisnya yang bisa menyebabkan rendahnya derajat hadis, serta tidak bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan oleh periwayat yang lebih tsiqah. Penjelasan tersebut adalah memahami hadis....

a)

hasan shahih

b)

shahih lisanadihi

c)

shahih lidzatihi

d)

shahih lighairihi

e)

shahih lidlabthi rijal

2.

Hadis hasan jika ada hadis yang sama dengan sanad yang berbeda yang bisa menguatkan dengan syarat derajat hadisnya sama atau lebih tsiqah, disebut....

a)

shahih lighairihi

b)

shahih lidzatihi

c)

dla’if

d)

hasan lighairihi

e)

hasan lidzatihi

3.

Perhatikan definisi berikut!

مَا اِتَّصَلَ سَنَدُهُ بِنَقْلِ الْعَدْلِ تَامُ الضَّبْطِ عَنْ مِثْلِهِ إِلَى مُنْتَهَاهُ مِنْ غَيْرِ شُذُوْذٍ وَ لاَ عِلَّةٍ

Definisi tersebut adalah definisi hadis shahih lidzathi menurut....

a)

At-Tabrizy

b)

Abu Thayib

c)

Ibnu Hajar Al Asqalany

d)

Mahmud Thahan

e)

Abu Syahbah

4.

Hadis yang keadaan rijalnya kurang hafidh dan dlabith tetapi mereka masih terkenal orang yang jujur, lalu didapati hadis yang sama dengan sanad lain yang sederajat atau lebih kuat, maka hadis tersebut dinamakan....

a)

shahihul isnad

b)

shahih ma’al ghair

c)

shahih lighairihi

d)

shahihul matan

e)

hasan lidzatihi

5.

Perhatikan kriteria berikut!

1) Rangkaian periwayat dalam sanad itu harus bersambung mulai dari periwayat pertama sampai periwayat terakhir.

2) Para periwayatnya harus terdiri dari orang-orang yang tsiqat, dalam arti adil dan dlabith,

3) Hadīṡnya terhindar dari ‘ilat (cacat)

4) Hadisnya tidak syadz, yakni tidak lebih lemah dibanding dengan riwayat lain yang bertentangan.

5) Para periwayat yang terdekat dalam sanad harus sezaman atau bertemu.

Kriteria tersebut adalah kriteria hadis shahih menurut...

a)

Imam Bukhari

b)

Imam Muslim

c)

Imam Muhaditsin selain Bukhari dan Muslim

d)

Imam Bukhari dan Imam Muslim

e)

Imam Muhaditsin penulis kitab al-Mu’tabarah.

6.

Perhatikan syarat-syarat berikut!

- Sanadnya bersambung

- Diriwayatkan oleh rijal hadis yang adil

- Diriwayatkan oleh rijal hadis yang sempurna kedlabitannya

- Tidak bertentangan dengan riwayat rijal hadis yang lebih tsiqah

- Tidak terdapat cacat yang samar yang mengurangi derajat hadis.

Persyaratan tersebut adalah syarat hadis....

a)

shahih

b)

sasan

c)

mutawatir

d)

ahad

e)

dla’if

7.

Perhatikan contoh hadis berikut!

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي الْمَغْرِبِ بِالطُّورِ رواه البخاري

Periwayat hadis tersebut Bukhari bertemu dengan Abdullah, Abdullah bertemu dengan Malik, Malik bertemu dengan Ibnu Syihab, Ibnu Syihab bertemu dengan Muhammad bin Jubair, Muhammad bin Jubair bertemu dengan Jubair bin Muth’im, Jubair bin Muth’im bertemu dengan Rasulullah saw.

Penjelasan tersebut adalah berkaitan dengan....

a)

ittishalu sanad

b)

adalatu ruwat

c)

dlabthu ruwat

d)

‘adamu al-Illah

e)

‘adamu Syudzudz.

8.

Perhatikan contoh hadis berikut!

أَنْبَأَنَا مُحَمَّدٌ بْنُ يَحْيَى قَالَ حَدَثَنَا بَشَرْ بْنُ عُمَرَ قَالَ حَدَثَنَا مَالِكْ عَنْ بْنُ شِهَابِ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ لَوْ لَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِيْ لَاَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوْءٍ رواه النسائي في سننه الكبرى

Hadis tersebut diriwayatkan oleh rijal yang semuanya tsiqah, namun Basyar bin Umar keadaannya kuat menjaga hadis walaupun tidak sekuat periwayat hadis shahih, namun hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dari Abu Hurairah, juga diriwayatkan oleh Tirmidzi melalui sanad dari sahabat Zaid bin Khalid.

Hadis tersebut adalah contoh hadis....

a)

shahih lidzatihi

b)

shahih lighairihi

c)

hasan lidzatihi

d)

hasan lighairihi

e)

dla’if

9.

Diantara hadis yang kedudukannya shahih ada sanad hadis yang paling shahih jika diliihat sumbernya dari sari sahbat tertentu. Dibawah ini sanad hadis yang paling shahih dari sahabat Abdullah Ibnu Umar adalah....

a)

Humad bin Salmah dari Tsabit.

b)

Malik bin Anas dari Nafi’.

c)

Suhail bin Abi Shalih dari Ayahnya.

d)

Ibnu Syihab Az-Zuhri dari Mujahid

e)

Ibnu Uyainah dari Thawus

10.

Perhatikan pernyataan berikut!

Masing-masing kitab memiliki

1) Hadis-hadisnya lebih muttashil.

2) lebih berhati-hati dalam masalah ketriqahan rijal hadis.

3) memuat permasalahan yang lebih lengkap.

4) memudahkan untuk istinbath hukum.

Pernyataan tersebut adalah menunjukkan tentang....

a)

kelebihan kitab shahih dibanding kitab yang lain.

b)

kelebihan kitab Shahih Bukhari dibanding kitab Shahih Muslim

c)

kelebihan kitab al-Mu’tabarah dibanding dengan kitab lainnya.

d)

kelebihan kitab shahih Muslim dibanding kitab Shahih Bukhari.

e)

kelebihan kitab Shahih Muslim dibandingkan dengan kitab hadis lainnya.

11.

Perhatikan definisi berikut!

Semua riwayat hadis, yang rijāl sanadnya tidak ada yang dianggap bohong, hadisnya tidak syadz, dan diriwayatkan bukan hanya satu sanad.

Definisi tersebut adalah definisi hadis hasan menurut....

a)

Al-Khithaby

b)

At-Tirmidzy

c)

Ibnu Hajar al-Asqalany

d)

Mahmud Thahan

e)

Abu Thayib

12.

Perhatikan contoh hadis berikut!

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ الضُّبَعِيُّ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَال سَمِعْتُ أَبِي بِحَضْرَةِ الْعَدُوِّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَبْوَابَ الْجَنَّةِ تَحْتَ ظِلَالِ السُّيُوفِ. رواه الترمذي

Hadis tersebut semua rijalnya tsiqah, namun Ja’far bin Sulaiman adalah rijal hadis yang dlabith, namun lebih ringan kedlabitannya.

Hadis tersebut adalah contoh hadis....

a)

shahih lidzatihi

b)

shahih lighairihi

c)

hasan lidzatihi

d)

hasan lighairihi

e)

dla’if

13.

Hadis hasan adalah hadis yang kedudukannya sederajat dibawah hadis shahih, adapun perbedaan hadis hasan dengan hadis shahih adalah dari segi....

a)

keadilan rijalnya

b)

kedlabithan rijalnya

c)

ittishal sanadnya

d)

syadz dan tidaknya

e)

illah dan tidaknya

14.

Perhatikan macam-macam keadaan rijal hadis berikut!

1) Su’u al-hifdzy

2) Mudallis

3) Munqathi’

4) Mubham

Hadis yang diriwayatkan oleh rijal hadis yang keadaannya seperti pernyataan tersebut adalah....

a)

hadis yang dla’ifnya berat yang tidak bisa naik derajat menjadi hasan lighairihi.

b)

hadis yang dla’ifnya ringan yang bisa naik derajat menjadi hasan lighairihi.

c)

hadis hasan yang bisa naik derajat menjadi shahih lighairihi.

d)

hadis yang masuk dalam salah satu kitab hadis al-mu’tabarah

e)

hadis yang tidak bisa digunakan sebagai hujjah untuk menentukan hukum syar’i.

15.

Perhatikan macam-macam keadaan rijal hadis berikut!

1) Fahsyu al-ghalath.

2) Al-Kadzibu

3) Muttahamun bi al-kadzby

4) Fasiq

5) Bid’ah

6) Jahalah

7) Mungkarul hadis

Hadis yang diriwayatkan oleh rijal hadis yang keadaannya seperti pernyataan tersebut adalah....

a)

hadis yang dla’ifnya berat yang tidak bisa naik derajat menjadi hasan lighairihi.

b)

hadis yang dla’ifnya ringan yang bisa naik derajat menjadi hasan lighairihi.

c)

hadis hasan yang bisa naik derajat menjadi shahih lighairihi.

d)

hadis yang masuk dalam salah satu kitab hadis al-mu’tabarah

e)

hadis yang tidak bisa digunakan sebagai hujjah untuk menentukan hukum syar’i.

16.

Perhatikan contoh hadis berikut!

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ قَال سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ بَنِي فَزَارَةَ تَزَوَّجَتْ عَلَى نَعْلَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَضِيتِ مِنْ نَفْسِكِ وَمَالِكِ بِنَعْلَيْنِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ فَأَجَازَهُ رواه الترمذي

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Tirmidzy melalui ‘Ashim bin Ubaidillah dimana hafalannya buruk, namun hadis ini bukan hanya satu sanad yang diriwayatkan oleh Tirmidzy saja.

Contoh tersebut adalah contoh hadis....

a)

shahih lidzatihi

b)

shahih lighairihi

c)

hasan lidzatihi

d)

hasan lighairihi

e)

dla’if yang ringan

17.

Perhatikan pernyataan berikut!

1) Jika sanadnya hanya satu ada yang mengatakan shahih dan ada yang mengatakan hasan.

2) Jika sanadnya banyak ada yang shahih dan juga ada sanad yang hasan.

3) Hadis tersebut merupakan hadis hasan lidzatihi.

4) Hadis tersebut merupakan hadis shahih lighairihi

Pernyataan tersebut adalah makna atau maksud dari istilah yang sering diungkapkan oleh Imam Tirmidzy dalam kitab hadisnya yang berupa....

a)

shahih lighairihi

b)

hasan lighairihi

c)

hasan shahih

d)

shahih lidzatihi

e)

hasanau al-isnad

18.

Hadis dari segi kualitas sanadnya memiliki kedudukan atau derajat masing-masing, adapun kedudukan hadis hasan lidzatihi adalah....

a)

dibawah hadis shahih dan diatas hadis dla’if

b)

dibawah hadis shahih lighairihi diatas hadis hasan lighairihi

c)

dibawah hadis shahih lidzatihi diatas shahih lighairihi

d)

dibawah hasan lighairihi diatas hadis dla’if

e)

kedudukannya sama dengan hadis shahih

19.

Perhatikan contoh hadis berikut!

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو يَحْيَى إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ عَلَى الْمُسْلِمِينَ أَنْ يَغْتَسِلُوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ. رواه الترمذي.

حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ أَخْبَرَنَا مُعَاوِيَةُ عَنْ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ عَلَى الْمُسْلِمِينَ أَنْ يَغْتَسِلُوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ. رواه أبو داود.

Sanad pada dua hadis tersebut semua rijal yang bergaris bawah adalah tsiqah dan kuat kedlabitannya, namun rijal hadis pada riwayat Tirmidzy yang dicetak tebal adalah pernah memudalaskan hadis (menyembunyikan cacatnya sanad). Maka riwayat Tirmidzi tersebut adalah contoh hadis....

a)

shahih lidzatihi

b)

hasan lidzatihi

c)

shahih lighairihi

d)

hasan lighairihi

e)

hasan Shahih

20.

Hadis ada yang wajib dijadikan hujjah, ada yang boleh dijadikan hujjah dalam fadla’ilu al-a’mal dengan syarat tertentu, ada yang tidak boleh dijadikan hujjah. Hukum mengamalkan hadis hasan adalah....

a)

wajib dijadikan hujjah untuk menentukan hukum halal haram

b)

tidak boleh dijadikan hujjah dalam menentukan halal haram

c)

boleh dijadikan hujjah dalam hal fadla’ilu al-a’mal

d)

boleh dijadikan hujjah asalkan bukan menentukan hukum taklifi wajib dan haram

e)

sunnah hukumnya menggunakan hadis hasan sebagai hujjah

21.

Perhatikan definisi berikut!

مَا فَقِدَ شَرْطًا أَوْ اَكْثَرَ مِنْ شُرُوْطِ الصَّحِيْحِ أَوِ الْحَسَنِ.

Definisi tersebut adalah definisi hadis....

a)

hasan lighairihi

b)

dla’if

c)

mu’allal

d)

munqathi’

e)

mardud

22.

Perhatikan contoh berikut!

مَا أَخْرَجَهُ التِرْمِذِي عَنْ حَكِيْمٍ الاَثْرَمِ عَنْ أَبِيْ تَمِيْمَةَ الْهَجِمِى عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِ قَالَ : مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوْ اِمْرَأَةً فِيْ دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أَنْزَلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Hadis ini diriwayatkan melalui Hakim al-Atsram. Ibnu Hajar dalam bukunya “Taqribu at-tahdzib memberikan komentar “فِيْهِ لَيِّنٌ”.

Hadis tersebut adalah contoh hadis....

a)

hasan lighairihi

b)

dla’if

c)

mu’allal

d)

munqathi’

e)

mardud

23.

Perhatikan pernyataan berikut!

a. Adanya cacat pada periwayat baik pada aspek keadilan atau kekuatan hafalannya.

b. Sanadnya tidak bersambung, karena ada beberapa periwayat yang tidak saling bertemu (gugur) dengan pemberi informasi (guru).

Pernyataan tersebut adalah penyebab hadis menjadi dla’if yang terdapat pada unsur....

a)

sanad

b)

matan

c)

rawi

d)

rijalu al hadis

e)

tahammul dan ada’

24.

Hadis dla’if bisa disebabkan karena putusnya sanad dan bisa juga disebabkan karena cacatnya rijal hadis. Berikut ini yang merupakan macam-macam hadis dla’if yang disebabkan karena putusnya sanad adalah....

a)

mu’allal, mudraj, maqlub, mudltharib, muharraf, syadz, majhul, dan mubham.

b)

maudlu’, matruk, dan mungkar

c)

fakhsyu al ghalad, su’u al hifdzi, al ghaflah, katsratul auham, dan mukhalafatu tsiqat.

d)

al kadzbu, muttahamun bi al kadzbi, fasik, bid’ah, dan jahalah.

e)

mursal, mu’allaq, mu’dlal, munqathi’, dan mudallas

25.

Perhatikan definisi berikut !

Hadis yang diriwayatkan oleh tabiin langsung dari Nabi”. Atau menurut sebagian muḥaddiṡīn : “Hadis yang putus sanadnya diakhir sanad yaitu orang setelah tabiin (sahabat)

Definisi tersebut adalah definisi hadis....

a)

mursal

b)

mu’alaq

c)

mu’dlal

d)

mudallas

e)

mu’allal

26.

Perhatikan contoh hadis berikut!

مَا رَوَاهُ الحَاكِمُ عَنْ القَعْنَبِيْ -....-....- عَنْ مَالِكَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم لِلْمَمْلُوْكِ طَعَامُهُ وَ كِسْوَتُهُ بِالْمَعْرُوْفِ وَ لاَ يُكَلَّفُ مِنَ العَمَلِ إِلاَّ مَا يُطِيْقُ.

Melihat dari ruang yang kosong pada hadis tersebut, menunjukkan bahwa hadis ini termasuk hadis dla’if yang disebabkan karena putus sanadnya, maka hadis tersebut adalah hadis....

a)

mursal

b)

mu’alaq

c)

mu’dlal

d)

mudallas

e)

mu’allal

27.

Hadis dla’if bisa disebabkan karena putusnya sanad dan bisa juga disebabkan karena cacatnya rijal hadis. Berikut ini yang merupakan penyebab hadis dla’if dari segi adilnya rijal hadis adalah....

a)

Mu’allal, mudraj, maqlub, mudltharib, muharraf, syadz, majhul, dan mubham.

b)

Maudlu’, matruk, dan mungkar

c)

Fakhsyu al ghalad, su’u al hifdzi, al ghaflah, katsratul auham, dan mukhalafatu tsiqat.

d)

Al kadzbu, muttahamun bi al kadzbi, fasik, bid’ah, dan jahalah.

e)

Mursal, mu’allaq, mu’dlal, munqathi’, dan mudallas

28.

Perhatikan pernyataan berikut!

“Hadis dla’if yang disebabkan karena bohongnya periwayat. Seperti membuat hadis sendiri atau ucapan orang lain kemudian diberi sanad dari Rasulullah”

Pernyataan tersebut adalah kriteria hadis....

a)

maudlu

b)

matruk

c)

mungkar

d)

mu’allal

e)

mudraj

29.

Perhatikan contoh berikut !

حَدْيْثُ عَمْرُوْا بْنُ شَمْرٍ الْجَعْفِي الْكُوْفِي الشِيْعِي ، عَنْ جَابِرٍ عَنْ أَبِي طُفَيْلٍ عَنْ عَلِى قَالَ كَانَ النَّبِيُّ يَقْنُتُ فِيْ الفَجْرِ وَ يُكَبِّرُ يَوْمَ عَرَفَةَ مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ.

Amru bin Syamir adalah rijal yang dianggap pernah bohong terhadap hadis.

Dari pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa hadis tersebut adalah hadis....

a)

maudlu’

b)

matruk

c)

mungkar

d)

mu’allal

e)

syadz

30.

Perhatikan pernyataan berikut!

- Dla’ifnya tidak terlalu

- Tidak disebabkan karena bohong, dianggap bohong, fasiq, bid’ah, jahalah.

- Tidak bertentangan dengan dasar-dasar yang berlaku

- Tidak meyakini kebenarannya dari nabi Muhammad saw.

Pernyataan tersebut adalah syarat....

a)

naiknya derajat hadis menjadi shahih lighairihi

b)

bolehnya mengamalkan hadis dla’if dalam hal fadla’ilu al a’mal

c)

bolehnya meriwayatkan hadis hanya dengan maknanya saja

d)

hadis maqbul

e)

hadis ahad

31.

Hadis muttasil, musnad, musalsal, mu’an’an, ‘ali, dan nazil adalah pembagian hadis dari segi....

a)

kuantitas sanad

b)

kualitas sanad

c)

sumbernya yang pertama

d)

putusnya sanad

e)

sifat sanad

32.

Perhatikan definisi berikut!

Hadis yang sanadnya sambung pada akhir sanad baik berupa hadis marfu’ atau mauquf.

Definisi tersebut adalah definisi hadis....

a)

musalsal

b)

musnad

c)

muttasil

d)

mu’an’an

e)

nazil

33.

Perhatikan contoh hadis berikut!

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الَّذِي تَفُوتُهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ فَكَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ رواه أبو داود

Hadis ini diriwayatkan Imam Abu Dawud yang masing-masing rijal hadisnya saling bertemu antara guru dengan murid mulai dari awal hingga akhir sanad.

Hadis tersebut adalah contoh hadis....

a)

muttasil

b)

ali

c)

nazil

d)

musalsal

e)

mursal

34.

Jika ada hadis yang rijalnya saling bertemu antara murid dan gurunya mulai dari awal hingga Nabi Muhammad saw. adalah hadis....

a)

muttasil

b)

musnad

c)

musalsal

d)

ali

e)

nazil

35.

Perhatikan pernyataan berikut!

1) Periwayat harus mempunyai sifat ‘adalah.

2) Periwayat bukan termasuk mudallis.

3) Hubungan antara yang meriwayatkan hadis cukup dengan hidup dalam satu masa dan itu dimungkinkan untuk bertemu

Pernyataan tersebut adalah syarat....

a)

Muttasilnya hadis mu’an’an menurut Imam Bukhari

b)

Muttasilnya hadis mu’an’an menurut Imam Muslim

c)

Muttasilnya hadis mu’an’an menurut Imam selain Bukhari dan muslim

d)

Bolehnya mengamalkan hadis dla’if menurut Imam Bukhari

e)

Bolehnya mengamalkan hadis dla’if menurut Imam selain Bukhari dan Muslim.

36.

Perhatikan pernyataan berikut!

Mengikutinya periwayat hadis pada sifat/keadaan periwayat sebelumnya, atau mengikutinya periwayat hadis pada cara meriwayatkan periwayat sebelumnya

Pernyataan tersebut adalah definisi hadis....

a)

musalsal

b)

muttasil

c)

musnad

d)

mu’an’an

e)

ali

37.

Jika ada hadis yang sama dengan sanad yang berbeda, yang satu thabaqah rijal hadisnya lebih sedikit dibanding yang lainnya. Hadis yang thabaqah rijalnya lebih sedikit tersebut adalah hadis....

a)

musalsal

b)

musnad

c)

muttasil

d)

ali

e)

nazil

38.

Adanya pembagian hadis adalah untuk mengetahui kedudukan hadis dan status hukumnya. Hukum mengamalkan hadis musnad adalah....

a)

Ada yang maqbul ada yang mardud

b)

Semuanya maqbul (bisa dijadikan hujjah)

c)

Semuanya mardud (tidak bisa dijadikan hujjah)

d)

Dapat diterima sebagai hujjah dengan syarat

e)

Dapat dijadikan hujjah jika shahih.

39.

Perhatikan contoh hadis berikut!

أَنَّ الصَّحَابَةَ سَأَلُوْا رَسُوْلَ صلى الله عليه وسلم عَنْ أَحَبِّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ لِيَعْمَلُوْا فَقَرَأَ عَلَيْهِمْ سُوْرَةَ الصَّفِّ

Bahwasannya sahabat bertanya kepada Rasulallah SAW tentang amal yang disukai Allah SWT agar diamalkan, maka Nabi membacakan mereka Surah Shaff.

pada sanad hadis ini setiap periwayat membacakan surah shaff ketika menyampaikan hadis kepada muridnya atau yang menerima hadisnya.

Ini adalah contoh hadis....

a)

nazil

b)

musalsal

c)

m’an’an

d)

musnad

e)

‘ali

40.

Suatu hadis yang lebih banyak jumlah rantai periwayatnya sampai kepada Rasulallah SAW dibandingkan dengan sanad lain hadis yang sama adalah hadis....

a)

nazil

b)

musalsal

c)

mu’an’an

d)

musnad

e)

‘ali

41.

Perhatikan contoh berikut!

ما رواه الإمام أحمد و أبو داود و ابن ماجه عن أبي هريرة عن النبي أنه قال : قال الله تعالى : الكِبْرِيَاءُ رِدَائِيْ وَ الْعُظْمَةُ إِزَارِي ، فَمَنْ نَازَعَنِى وَاحِدًا مِنْهَا قَذَفْتُهُ فِي النَّارِ.

Hadis tersebut adalah contoh hadis....

a)

qudsi

b)

marfu’

c)

mauquf

d)

maqthu’

e)

nabawi

42.

Perhatikan pernyataan berikut!

“Perkataan, perbuatan, ketetapan, atau sifat yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik dengan ungkapan yang jelas dari nabi atau samar namun ketentuan hukumnya dari Nabi, baik yang menyandarkannya itu shahabat atau bukan, baik sanadnya bersambung atau terputus”

Pernyataan tersebut adalah kriteria hadis....

a)

qudsi

b)

marfu’

c)

mauquf

d)

maqthu’

e)

nabawi

43.

Perhatikan contoh hadis berikut!

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا حَاتِمٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي صَغِيرَةَ عَنْ سِمَاكٍ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي صُفُوفَنَا إِذَا قُمْنَا لِلصَّلَاةِ فَإِذَا اسْتَوَيْنَا كَبَّرَ. رواه أبو داود

Contoh tersebut adalah contoh hadis marfu’....

a)

qaulyah

b)

fi’lyah

c)

taqriryah

d)

washfiyah

e)

hammiyah

44.

Jika ada hadis yang matannya mengandung diskripsi tentang perbuatan sahabat yang dilakukan dihadapan nabi Muhammad saw. atau sepengetahuan beliau, namun beliau hanya diam dan menunjukkan ekspresi saja, hadis tentang perbuatan sahabat tersebut adalah merupakan hadis....

a)

marfu’ qaulyah

b)

marfu’ fi’liyah

c)

marfu’ taqririyah

d)

marfu’ hammiyah

e)

marfu’ washfiyah

45.

Dalam hadis mauquf dikenal istilah “mauquf pada lafadz, tetapi marfu’ pada hukum” artinya....

a)

Lafadznya diredaksikan oleh sahabat namun isinya tentang ajaran Islam.

b)

Lafadznya diredaksikan oleh sahabat yang menafsiri sabda Nabi saw.

c)

Lafadznya dari sahabat sedangkan hukumnya dari Nabi saw.

d)

Lafadz dan maknanya hadis bersumber dari sahbat yang dekat dengan Nabi saw.

e)

Tabiin yang meredaksikan perbuatan sahabat yang mengamalkan ajaran Nabi saw.

46.

Sahabat Abdullah bin Mas’ud pernah berkata : “janganlah salah seorang dari kamu taqlid agamanya dari seseorang karena jika seseorang itu beriman, maka ikut beriman, dan jika seseorang itu kufur, ia pun ikut kufur”.

Ungkapan Abdullah Ibnu Mas’ud ini termasuk hadis....

a)

qudsi

b)

marfu’

c)

mauquf

d)

maqthu’

e)

qaul sahabat.

47.

Perhatikan diskripsi berikut!

“Sahabat Nabi saw. yang melakukan suatu perbuatan, kemudian perbuatan tersebut diungkapkan oleh sahabat lain kepada muridnya, kemudian muridnya mencatatnya”.

Catatan tabiin tersebut adalah termasuk kategori hadis....

a)

qudsi

b)

marfu’

c)

mauquf

d)

maqthu’

e)

qaul tabiin.

48.

Perhatikan contoh hadis berikut!

Dari Qatadah bin Di’amah, ia berkata: “Sa`id Bin Musaiyib pernah shalat dua rakaat sesudah ashar”.

Sa’id bin Musayib adalah seorang tabiin. Yang diriwayatkan oleh Qatadah bin Di’amah tersebut adalah....

a)

marfu’ qauly

b)

marfu’ fi’ly

c)

maqthu’ qauly

d)

maqthu’ fi’ly

e)

maqthu’ taqriry

49.

Perhatikan diskripsi berikut!

Seorang tabiin kabir berwudlu dengan benar, seorang sahabat melihatnya dan kemudian menceritakan kepada muridnya sebagai contoh. Lalu diriwayatkan oleh murid sahabat tersebut pada orang lain. Riwayat tersebut termasuk hadis....

a)

marfu’ qauly

b)

marfu’ fi’ly

c)

maqthu’ qauly

d)

maqthu’ fi’ly

e)

maqthu’ taqriry

50.

Pembagian hadis berdasarkan sumber pertamanya adalah hadis qudsi, marfu’ mauquf, dan maqthu’. Fungsi yang paling utama mempelajari adanya hadis mauquf dan maqthu’ adalah....

a)

untuk mengetahui kesungguhan para sahabat dan tabiin

b)

untuk mengetahui apa yang menjadi kesepakatan ulama’ salaf (sahabat dan tabiin)

c)

untuk mengetahui tafsiran hadis dan al-Qur’an

d)

untuk mengetahui sambung dan putusnya riwayat sebuah hadis.

e)

untuk mengetahui proses penjagaan ajaran Islam yang dilakukan oleh ulama’ salaf.