NEW
Font size
WorksheetsPERBAIKAN PTS 7 SMT 2
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 19mins
Perhatikan model karya sastra berikut ini!
Bila terdapat sumur di ladang
Terbuat berdasarkan daun ilalang
Bila ada umur panjang
Boleh kita saling pandang
Contoh karya di atas tidak dapat disebut pantun yang baik karena...
Tidak mempunyai sampiran.
Berisi sampiran dan syair.
Tidak bersajak ab-ab.
Terdiri dari empat baris pada satu bait.
Perhatikan pernyataan berikut!
Akhirnya, Induk Domba berhasil menyelamatkan anak-anak Domba dari cengkraman Serigala jahat. Serigala itu tewas karena kerakusannya.
Dalam teks fabel, pernyataan tersebut sering digunakan pengarang pada tahap….
orientasi
komplikasi
Resolusi
Koda
Bacalah kutipan fabel berikut ini dengan cermat!
Masalahnya Jiji terlalu tinggi untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan kepadanya. Jiji terlalu tinggi untuk menjadi kondektur bus. Ketika berdiri di dalam bus, ia harus menekuk leher dan itu membuat lehernya nyeri. Ia juga terlalu tinggi untuk menjadi sopir truk. Lehernya terlalu panjang di ruang kemudi. Saat ia tekuk, hidungnya menyentuh kemudi truk.
Kemudian Jiji pergi menemui Kus si tikus. Kus sedang mengecat sebuah rumah. Kus berdiri di sebuah tangga pendek sambil tangannya memegang kaleng cat. Kus kelihatan berat mengecat di situ. Kus berkata anadai saja ia punya teman yang tinggi seperti Jiji, tentu ia tidak akan kesulitan mengerjakannya. Jiji kemudian menawarkan diri untuk membantu Kus. Dia menawarkan diri menjadi tangga untuk Kus.
Dengan gembira Kus menerima tawarannya dan menaiki leher Jiji. Dia memegang kaleng cat dengan mulutnya. Dia merasa nyaman menempel di leher sang jerapah. Dengan mudah si tikus menjangkau tempat-tempat yang sulit. Si tikus mengecat langit-langit. Pekerjaan mereka sangat rapi. Pak Beruang, sang pemilik rumah, sangat suka. Lalu, ia memberi ongkos lebih untuk Kus Tikus dan Jiji Jerapah.
Akhirnya, mulai saat itu Jiji dan Kus bekerja sama sebagai tukang cat di kampung tersebut. Mereka tidak pernah kehabisan pekerjaan. Pekerjaan mereka selalu rapi dan memuaskan sehingga banyak yang menggunakan jasa mereka. Hati mereka senang dan gembira.
Bila ditinjau dari pemberian watak dan penggunaan latarnya, kutipan fabel di atas berjenis
fabel adaptasi
fabel alami
fabel koda
fabel tanpa koda
Semua binatang-binatang yang beradadi hutan rimba itu sangat terkejut sekali ketika menyaksikan Si Ruba menari.
Perbaikan yang tepat terhadap kalimat tidak efektif tersebut adalah …
Semua binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut sekali ketika menyaksikan si Ruba menari.
Semua binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut ketika menyaksikan si Ruba menari.
Semua binatang-binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut ketika menyaksikan Si Ruba menari.
Semua binatang-binatang yang berada di hutan rimba itu terkejut sekali ketika menyaksikan Si Ruba menari.
Kalimat langsung berikut ini yang memiliki struktur kutipan - pengiring adalah…
a. Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing!"
“Pergi dari sini, Tuan!” katanya kepada Belalang tersebut.
“Pergi dari sini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Anda setidaknya harus menghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!”
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar,” Hai, Pak Tua! Aku juga berhak berada di tempat ini.”
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar,” Hai, Pak Tua! Aku juga berhak berada di tempat ini.”
Kalimat tidak langsung yang benar dari kalimat langsung di atas adalah…
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa dia juga berhak berada di tempat itu.
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa aku juga berhak berada di tempat ini.
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa Hai, Pak Tua! Aku juga berhak berada di tempat ini
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa Pak Tua juga berhak berada di tempat ini
Bacalah fabel berikut ini!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika Singa sedang tidur, Tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik.
Ia mengaum, “Berani sekali kamu mengganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”
Si Tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”
Sang Singa tertawa keras, “Buat apa sang Raja Hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”
Kata yang tepat untuk melengkapi fabel di atas adalah. . . .
Di, dari, pada
Pada, di, dari
Dari, pada, di
Di, dari, dari
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya pohon yang akarnya menjulai. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan yakin diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu. Dengan demikian rakyatnya bisa menyeberang.
Kalimat yang mengandung kata hubung urutan waktu pada kutipan fabel di atas adalah …
kalimat pertama
kalimat kedua
kalimat ketiga
kalimat keempat
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar,” Hai, Pak Tua! Aku juga berhak berada di tempat ini.”
Kata seru yang digunakan dalam kalimat di atas adalah…
berisik
hai
kasar
lebih keras
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Si Semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan. Sampai pada suatu hari, si Semut terjebak dalam lumpur. Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan di atas lumpur hidup yang bisa menarik dan menelannya ke dalam lumpur tersebut. Ia tidak tahu juga kalau akan segera mati.
Kalimat yang mengandung kata sifat pada kutipan fabel di atas adalah …
kalimat pertama
kalimat kedua
kalimat ketiga
kalimat keempat
1. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
a) Kelinci tertidur dan akhirnya Kura-kura menang
b) Kelinci yang sombong mengejek Kura-kura yang jalannya lambat
c) Ketika lomba di mulai Kelinci lari dengan cepat dan jauh meninggalkan ura-kura
d) Kura-kura menantang Kelinci untuk lomba lari
e) Kelinci yang sombong yakin kalau dia pasti menang
f) Karena Kelinci merasa Kura-kura sangat jauh ia beristirahat di bawah pohon
Urutan yang tepat agar kalimat-kalimat diatas menjadi sebuah fabel singkat adalah….
b- d-e-c-f-a
b-e-d-f-c-a
a-b-d-f-c-e
b-d-c-e-f-a
Pada suatu sore di musim panas yang hangat, Burung Hantu tua tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang yang bersantai di dekat lubang pohon itu mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.
Latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita di atas diungkapkan dengan cara
implisit
eksplisit
tidak langsung
pembaca menyimpulkan kemauan pengarang
Pada suatu musim panas yang hangat, matahari merangkak di ufuk barat. Burung Hantu tua tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang yang bersantai di dekat lubang pohon itu mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.
“Pergi dari sini, Tuan!” katanya kepada Belalang tersebut. “Anda setidaknya harus menghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut sang Burung Hantu tua itu.
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak berada di tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik.
Watak keras kepala Belalang pada kutipan di atas diungkapkan melalui…
dialog tokoh
penggambaran fisik
komentar/narasi penulis
penggambaran tindakan tokoh
Perhatikan kutipan fabel berikut!
“Harimau yang baik, jangan kau makan aku, tubuhku yang kecil pasti tak akan mengenyangkanmu.”
“Aku tak perduli, aku sudah lama menunggu kesempatan ini”, Ujar Si Harimau. Angin tiba-tiba berhembus lagi, kriet kriet. “Suara apa itu?” Tanya Harimau penasaran.
Perbaikan ejaan dan tanda baca yang tepat pada kalimat kedua kutipan di atas adalah …
“Aku tak perduli, aku sudah lama menunggu kesempatan ini.” ujar Si harimau.
“Aku tak peduli, aku sudah lama menunggu kesempatan ini,” Ujar si Harimau.
“Aku tak perduli, aku sudah lama menunggu kesempatan ini.” Ujar Si Hariamu.
“Aku tak peduli, aku sudah lama menunggu kesempatan ini.” ujar si Harimau.
Simak kutipan teks fabel berikut!
Di sebuah padang rumput di Afrika seekor singa sedang menyantap makanan. Tiba-tiba seekor burung elang terbang rendah dan menyambar makanan milik singa. Sang raja hutan itu sangat marah sehingga memerintahkan seluruh binatang untuk berkumpul dan menyatakan perang terhadap bangsa burung.
“Mulai sekarang segala jenis burung adalah musuh kita. Usir mereka semua, jangan di sisakan!” kata sang raja hutan. Binatang-binatang setuju sebab mereka merasa telah di perlakukan sama oleh bangsa burung.
Kesalahan penggunaan awalan di- terdapat pada kata- kata . . . .
di sebuah dan di Afrika
di perlakukan dan di Afrika
di sisakan dan di perlakukan
di sebuah dan di perlakukan
Penulisan kalimat langsung yang benar adalah …
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! teriak Si Semut.”
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” Teriak Si Semut.
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! Teriak Si Semut.”
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” teriak si Semut.
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya pohon yang akarnya menjulai. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan yakin diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu. Dengan demikian rakyatnya bisa menyeberang.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah …
.
Melakukan sesuatu harus sesuai dengan keinginannya.
Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya
Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun
Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil
Sementara menunggu kedatangan Lutung, Tikus-tikus itu menutupi tubuh Penyu dengan tubuh mereka sendiri. Mereka menari-nari sambil bersyair, “Mari kita ikuti gembira ria … bersama sang Lutung yang jenaka … yang berhasil menipu Raja Rimba …yang mengira betul ada penyu, padahal hanya kita yang ada …”
Lutung yang datang bersama Harimau sangat heran, di manakah Penyu? Mendengar syair Tikus-tikus, Harimau pun menjadi marah karena merasa ditipu.
“Mana Penyu yang kau katakan itu?” geramnya.
Kemudian, Lutung itu diterkam oleh Harimau, dibawa lari ke dalam hutan.
Dalam struktur fabel, kutipan teks cerita fabel di atas merupakan bagian ….
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Walupun sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena aktivitas mereka yang berbeda, mereka masih bisa sering bertemu. Selama ini sang Kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan sang Elang lebih banyak terbang. Namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, sang Kura-kura.
Tema kutipan fabel di atas adalah…
perhatian
percintaan
persaudaraan
persahabatan
Perhatikan penggalan cerita fabel berikut!
Di keheningan malam Kura-kura nampak tidur pulas bersama Katak sahabat baiknya. Sudah dua bulan ini Kura-kura sakit dan sahabatnya dengan setia mendampinginya.
Penggalan orientasi cerita fabel di atas diungkapkan dengan variasi . . .
Diawali dengan deskripsi latar
Diawali dengan latar masa lalu
Diawali dengan perubahan latar
Diawali dengan latar dan kegiatan tokoh
Pada suatu musim panas yang hangat, matahari merangkak di ufuk barat. Burung Hantu tua tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang yang bersantai di dekat lubang pohon itu mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.
“Pergi dari sini, Tuan!” katanya kepada Belalang tersebut. “Anda setidaknya harus menghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang.” lanjut sang Burung Hantu tua itu.
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar,” Hai, Pak Tua! Aku juga berhak berada di tempat ini.”
Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik.
Watak tokoh Belalang yang tergambar pada bagian bercetak tebal dalam kutipan teks fabel di atas adalah….
tenang
tidak suka tidur
saling menghormati
tidak punya sopan santun
Berikut ini gurindam yang sempurna sesuai dengan ciri-cirinya adalah….
Jika ingin sebagai mulia
Ingatlah selalu menjadi baik
Buah duku butir durian
Durian matang enak sekali
Jika ingin jadi anak pintar
Lakukan selalu rajin belajar
Buah duku butir durian
Hanya kamu kesayangan
Perhatikan pantun berikut ini!
Ambillah kapas menjadi benang
Ambillah benang menjadi kain
Kalau kamu ingin dikenang
Berbuat baiklah kepada orang lain
Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, maka pernyataan yang salah adalah ….
Larik 1 dan 2 menggunakan kalimat ajakan
Larik 1 dan 2 menggunakan kalimat perintah
Larik 3 dan 4 bila digabungkan merupakan kalimat majemuk
Larik 3 dan 4 merupakan kalimat saran dengan pola hubungan syarat
Perhatikan pantun berikut!
Jalan-jalan ke kota Paris
Lihat rumah berbaris-baris
Biarpun mati di ujung keris
Asal dapat si hitam manis
Komentar yang tepat tentang bentuk pantun tersebut adalah...
Isi pentun ini tidak baik untuk ditiru
Mana mungkin bahagia apabila mati
Pantun ini perlu diubah sampirannya.
Pantun ini belum sempurna karena belum bersajak silang
Faras sangat gembira. Sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Sepeda itu, hadiah dari Ibu karena ia mendapat peringkat di kelas.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
Select one:
Raja buah si raja pisang
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata
Kota Jambi kota beradat
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
Buah duku buah durian
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi siang hari
Ke Selat beli ikan selar
Beli juga tempoyak durian
Jika kita rajin belajar
Prestasi tinggi mudah diraih
Berikut ini pantun nasihat berkaitan dengan wabah corona yang benar sesuai ciri-cirinya adalah...
corona datang semua resah
membikin hati gunda-gulana
semua warga paniklah sudah
menjaga diri dari corona
Bila ingin terhindar dari corona
Jagalah kebersihan di mana-mana
Ibu berbelanja di pasar Jogja
Membeli baju juga celana
Sabarlah tinggal di rumah saja
Agar terhindar dari corona
Berjalan-jalan bersama Asih
Menyeberang jalan ketemu Paina
Biasakan selalu hidup bersih
Agar terhindar dari corona
Perhatikan pantun-pantun berikut ini!
Elok rupanya kumbang jati, 1)
dibawa titik pulang petang. 2)
Tidak terkata besar hati, 3)
melihat ibu sudah datang. 4)
Daging dipotong berkerat-kerat, 5)
dicuri seekor kucing manja. 6)
Tekun belajar memang berat, 7)
tapi kelak terasa manfaatnya. 8)
Struktur sampiran teks pantun tersebut terdapat pada nomor . . . .
1), 2), 4), dan 8)
3), 4), 7), dan 8)
1), 2), 5), dan 6)
3), 4), 5), dan 8)
Perhatikan gurindam berikut ini!
Sebelum bekerja pikir dahulu
Agar pekerjaan selamat selalu
Isi dari gurindam tersebut adalah…
Bekerjalah sesuka hati kita
Bekerjalah sesuai dengan kemampuan kita
Jangan bekerja terlalu pilih-pilih, yang penting mendapatkan pekerjaan.
Jangan sembarangan memilih suatu pekerjaan,agar kita tidak terperosok karena pekerjaan yang salah.
Perhatikan syair berikut ini!
Wahai ananda intan pilihan
Berterus terang janganlah segan
Apa yang benar engkau katakan
Apa yang salah engkau tunjukkan
Isi dari syair tersebut adalah …
Agar anak jangan malu-malu.
Agar kita tidak durhaka pada kedua orang tua.
Agar kita berterus terang. Katakan salah jika salah, katakan benar jika benar.
Agar anak selalu jujur kepada semua orang, berkata tidak bohong agar selalu selamat dunia akhirat.
Perhatikan kutipan pantun berikut !
Sungguh indah pulau Pinang,
banyak kolam juga taman.
Tempat yang pas untuk berenang,
melihat bunga yang tumbuh di taman.
Kesalahan yang terdapat dalam kutipan pantun tersebut adalah ....
Tidak memiliki isi
Tidak memiliki sajak
Tidak memiliki tema
Tidak memiliki sampiran
Cermati pantun rumpang berikut!
Budaya bangsa disanjung-sanjung,
pakai batik tidaklah malu.
[ . . . . ]
agar bangsa dihormat selalu.
Larik tepat untuk melengkapi isi pantun tersebut adalah . . .
Ada kucing belajar terbang,
Kejarlah cita-cita setinggi gunung,
Laku dijaga adat di junjung,
Terbang tinggi dengan burung elang,
Perhatikan pantun berikut!
Rumput jadi rakit sederhana
Ringan ada di air tengah
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun rumpang tersebut adalah .…
(1) Meskipun sedikit harta
(2) Jangan lupa bersedekah
(1) Bila kamu rajin belajar
(2) Prestasi pasti akan diraih
(1) Jika ingin masuk surga
(2) Mari kita tebalkan iman
(1) Untuk dapat raih nikmat
(2) Kerja keras dan ibadah
Perhatikan larik-larik pantun berikut!
1).Mendapat kawan senang rasanya
2).Bila dimasak dan dimakan
3).Tentu boleh kita berkenalan
4).Ikan laut enak rasanya
Larik pantun tersebut akan menjadi pantun yang baik bila disusun dengan urutan . . .
1 – 3 – 2 – 4
4 – 3 – 2 – 1
2 – 3 – 1 – 4
4 – 2 – 1 – 3
Perhatikan teks pantun berikut !
Ayo kita belanja ke pasar Selasa 1)
untuk membeli ikan dan beras 2)
Ayo kita belajar bersama-sama 3)
menghadapi ulangan kenaikan kelas 4)
Struktur isi teks pantun tersebut terdapat pada nomor ....
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
1 dan 3
Kalau ada sumur di ladang,
.....
.....
Bolehlah kita berjumpa lagi.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi larik kedua dan ketiga pantun di atas adalah ….
Bolehlah kita menumpang mandi.
Kalau ada umurku panjang,
Bolehlah kita menimbanya
kalau ada uang banyak
Kita boleh mandi sambil berlari
Kalau sedang bermain di ladang
Kita akan mandi bersama
Kalau kita mempunyai umur yang panjang
Bacalah dengan cermat Syair berikut ini!
Seorang Putri hidup sendiri
Berjuang makmur di suatu negeri
Sepi sebab keluarga pergi
Namun Pencipta ada menemani
Pantun yang memiliki makna yang sama dengan syair tersebut adalah ....
Laut merah semerah bara
Api mentari laksana api
Walau Tuan sebatang kara
Yakin Tuhan melindungi
Lurus jalan ke Payakumbuh
Kayu jati bertimpal jalan
Di mana hati takkan rusuh
Ibu mati bapak berjalan
Hidup telah sebatang kara
Tiada punya sanak saudara
Namun tiada usah merana
Karena ada Yang Maha Esa
Seorang Putri hidup sendiri
Bertahan terus di suatu negeri
Tiada satu pun sebagai teman
seorang setia sebagai idaman
Bacalah dengan cermat puisi rakyat berikut ini!
Usaha yang selalu ada
dapat mengubah nasib sengsara
karena Tuhan pemberi segala
selalu mendengar doa dan pinta
Alasan yang tidak tepat untuk menggolongkan puisi di atas sebagai syair dan membedakannya dengan puisi rakyat yang lain adalah...
baitnya terdiri atas empat baris
rima akhir (sajak) berpola a-a-a-a
setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
terdiri dari sampiran dan isi
Perhatikan larik-larik pantun berikut!
Ikan laut enak rasanya
Bila dimasak dan dimakan.
Mendapat kawan senang rasanya
Tentu boleh kita berkenalan.
Variasi bentuk (larik yang bisa menggantikan) sampiran kutipan pantun tersebut yang lebih tepat adalah . . .
Indahnya dunia persahabatan,
Selamanya tak kan terlupakan.
Makan garut enak sarinya
Oleh-oleh dari berjalan-jalan
Beli duku di pasar minggu,
Jangan lupa membeli baju.
Lihatlah awan biru warnanya,
Ramai berarak seolah temannya.
Perhatikan pantun berikut ini!
Ambillah kapas menjadi benang
Ambillah benang menjadi kain
Kalau kamu ingin dikenang
Berbuat baiklah kepada orang lain
Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, maka pernyataan yang salah adalah ….
Larik 1 dan 2 menggunakan kalimat perintah
Larik 3 dan 4 merupakan kalimat saran dengan pola hubungan syarat
Larik 1 dan 2 menggunakan kalimat ajakan
Larik 3 dan 4 bila digabungkan merupakan kalimat majemuk
Rindu Dendan
…
Beta menunggu tidak tersabar,
Dalam hati berdebar-debar,
Rasa rindu tidak terkhabar,
Bila bersua tersenyum lebar.
Di DWI Maya beta khabarkan,
Rindu di hati beta luahkan,
Khabar tersusun beta tuliskan,
Untuk dikongsi bersama rakan.
Warkah abang sudahlah tamat,
Rindu di hati terlalu amat,
Cinta abang di hati tersemat,
Syaaban 1424 tamat.
Syair tersebut bertema …
Ketuhanan adalah segalanya.
Kemanusiaan menjadi maya dalam hati.
Cinta tanah air diperjuangkan hingga tamat.
Cinta kasih mempererat kedamaian hati.
