WorksheetsBahasa Indonesia - Analisis Soal Peribahasa
Total questions: 30
Worksheet time: 59mins
Abu Naum anak yang kurang disukai teman-temannya sekelas. Abu Naum selalu menyombongkan akan kemampuannya bermain bola basket. Pada saat pertandingan antarkelas, ketua kelas memasang Abu Naum dalam tim basket kelasnya. Ternyata Abu Naum membawa bola pun tak bisa.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut adalah .…
air beriak tanda tak dalam
air tenang menghanyutkan
bagai air di daun talas
besar pasak daripada tiang
Fawwaz adalah temanku, ia orangnya pendiam tapi sangat baik terhadap teman-temannya. Ia juga mau membantu teman-temannya yang kesulitan dalam belajar. Ia memang anak yang pandai, walaupun pandai ia tidak sombong bahkan selalu merendah.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
air tenang menghanyutkan
air beriak tanda tak dalam
ada udang di balik batu
air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga
Di sekolahku ada anak kembar, namanya Siti Dian Fahira dan Siti Dian Mahira, wajahnya sangat mirip. Hanya teman-teman tertentu saja yang bisa membedakan di antara keduanya. Gurupun sering tertukar dalam memanggil nama mereka.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai pinang dibelah dua
bagai air dan minyak
bagai anjing dan kucing
air beriak tanda tak dalam
Hafshah yang selalu dirundung malang. Ayah dan ibunya sudah lama meninggal akibat kecelakaan. Ia hidup menumpang di rumah bibinya. Untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, Bibi Hafshah berjualan gorengan berkeliling desa setiap hari. Tetapi, sekarang bibinya terserang sakit jantung dan tidak bisa berjualan lagi.
Peribahasa yang tepat untuk deskripsi keadaan Hafshah adalah ....
bergantung pada akar lapuk
tiada rotan akar pun jadi
bagai telur di ujung tanduk
bagai pungguk merindukan bulan
Pak Nu'aiman orang yang miskin. Ia harus menghidupi anak istrinya dengan susah payah. Itu terjadi karena ia tak punya pekerjaan tetap. Suatu ketika, Pak Utsman memberi modal uang kepada Pak Nu'aiman. Pak Nu'aiman kemudian berjualan kelontong di rumahnya dengan uang tersebut. Ternyata usaha Pak Nu'aiman berkembang pesat dan akhirnya menjadi toko kelontong yang besar. Keadaan ekonomi keluarga Pak Nu'aiman membaik. Tetapi ia kini melupakan Pak Utsman. Ia membenci Pak Utsman karena kekayaan Pak Utsman masih melebihi dirinya. Pak Nu'aiman ingin menjadi orang terkaya di kampungnya.
Peribahasa yang tepat untuk deskripsi sikap Pak Nu'aiman terhadap Pak Utsman adalah ....
air susu dibalas air tuba
bagaikan air dengan minyak
tong kosong nyaring bunyinya
panas setahun dihapuskan hujan sehari
Surya dan Rizki merantau ke Jakarta. Mereka tinggal serumah. Suka dan duka mereka selalu bersama. Ketika ada rejeki mereka selalu berbagi. Namun ketika ada kesulitan mereka juga saling membantu.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ....
berat sama dipikul ringan sama dijinjing
duduk sama rendah berdiri sama tinggi
sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui
bagai pinang dibelah dua
Yazid anak yang rajin. Ia selalu membantu pekerjaan orang tuanya. Ibunya penjual kue. Setiap pagi, Yazid berangkat sekolah sambil membawa kue untuk dijual di kantin sekolah.
Peribahasa yang tepat untuk Yazid adalah ....
sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui
berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian
air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga
sudah jatuh tertimpa tangga
Sofyan anak pemulung, tetapi ia pandai. Ketika ada tugas maupun akan ulangan, teman-teman selalu mendekatinya. Mereka meminta bantuan kepada Sofyan jika menemui kesulitan dalam pelajaran. Sofyan selalu membantunya dengan senang hati. Sayangnya, apabila kepentingan mereka sudah terpenuhi, Sofyan ditinggalkan begitu saja.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ....
habis manis sepah dibuang
ada udang di balik batu
air tenang menghanyutkan
air beriak tanda tak dalam
Kayyis dan Oneng bersahabat. Setiap hari mereka selalu bersama. Sebagai seorang sahabat maka Kayyis selalu berbagi apapun yang ia punya dengan Oneng. Di depan Kayyis, Oneng selalu berbuat baik. Tetapi di belakang Kayyis, Oneng sering menceritakan keburukan Kayyis. Ternyata Oneng hanyalah berpura-pura agar dapat menyaingi Kayyis.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah ....
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
lempar batu sembunyi tangan
bagai makan buah simalakama
Alif sangat pandai bermain catur. Teman-temannya tidak ada yang bisa mengalahkan Alif dalam bermain catur. Alif pandai bermain catur karena diajari orang tuanya. Orang tua Alif dulu juga menjadi juara permainan catur nasional.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah ....
air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
rajin pangkal pandai hemat pangkal kaya
Ardi, anak yang suka mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang lain. Bahkan hal yang sepele pun sering dibesar-besarkan. Kelemahan dan kesalahan orang seolah-olah menjadi objek yang menarik baginya, sedangkan kelemahan dan kesalahan dirinya ditutup-tutupi.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Ardi adalah ....
kuman di seberang lautan tampak gajah di pelupuk mata tak tampak
memercik air di dulang terpecik muka sendiri
kalah jadi abu menang jadi arang
lempar batu sembunyi tangan
Pada jam istirahat siswa laki-laki kelas VI bermain bola. Irvan, Hamzah, dan Sabil mengejar bola. Irvan menendang bola dengan keras. Bola tersebut mengenai pot bunga di halaman sekolah hingga pecah. Saat ditanya Pak Hasan, Irvan tidak mengakui kesalahannya. Ia menyalahkan Hamzah dan Sabil.
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ….
lempar batu sembunyi tangan
sambil menyelam minum air
besar pasak daripada tiang
air beriak tanda tak dalam
Nabila berkata bahwa hari Sabtu , ia tidak mengikuti kegiatan untuk berkemah tetapi ternyata dia malah mengikuti kegiatan tersebut.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Nabila adalah ....
bagai air di daun talas
bagai air dengan minyak
air tenang menghanyutkan
air beriak tanda tak dalam
Pak Husein hidupnya sungguh sangat kesulitan dalam mengelola keuangan, padahal pendapatan gaji bulanannya cukup besar. Setiap harinya Pak Husein selalu bergaya hidup mewah, tidak sebanding dengan Gaji yang di perolehnya.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Pak Husein adalah ....
besar pasak daripada tiang
ada udang di balik batu
bagai makan buah simalakama
bagai telur di ujung tanduk
Echa selalu membantu ibunya membersihkan rumah setiap pulang sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan harapan dia mendapatkan uang jajan tambahan dari ibunya.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Echa adalah ....
ada udang di balik batu
sambil menyelam minum air
berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian
rajin pangkal pandai hemat pangkal kaya
Dari sejak menjadi warga Kampung Durian, kedua orang itu selalu bermusuhan. Meski telah diusahakan damai oleh semua pihak, tetapi usaha tersebut selalu gagal.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan hal tersebut adalah ....
bagai anjing dan kucing
bagai air di daun talas
bagai minyak dengak air
bagai pinang dibelah dua
Pak Hamzah memiliki 2 orang putri. Putri Sulung bernama Ratna, sedangkan putri bungsu bernama Ratmi. Selisih umur keduanya hanya berbeda 3 tahun. Kedua putrinya selalu berbeda pendapat di dalam setiap pengambilan keputusan bersama. Pak Hamzah sangat bijaksana. Ia selalu menghormati pendapat kedua putrinya dan tetap menyayangi.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan kedua putri Pak Hamzah adalah ....
bagai air dengan minyak
bagai air di daun talas
bagai anjing dan kucing
bagai pinang di belah dua
Pak Aziz merupakan salah seorang korban maraknya penipuan pinjaman daring. Kini hidupnya dihimpit kemiskinan bahkan hancur berantakan karena tak lagi memiliki uang untuk melunasi segala pinjaman yang telah dibuatnya.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan kondisi Pak Aziz adalah ....
bagai telur di ujung tanduk,
panas setahun dihapus hujan sehari
berat sama dipikul ringan sama dijinjing
duduk sama rendah berdiri sama tinggi
Saat mendekati hari raya Idul Fitri. Semua teman Aisyah sudah membeli baju baru untuk dipakai hari raya nanti. Namun, tidak dengan Aisyah. Ia tidak punya uang untuk membeli baju baru. Padahal ia sudah meminta dibelikan baju baru kepada ibunya akan tetapi ibu Aisyah tidak membelikannya karena faktor ekonomi. Beliau menyarankan agar Aisyah memakai baju yang lama. Setelah mempertimbangkan, akhirnya Aisyah mau memakai baju lama. Karena yang penting niat kita baik untuk merayakan hari raya Idul Fitri.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan peristiwa Aisyah adalah ....
tak ada rotan akar pun jadi
air susu dibalas air tuba
sudah jatuh tertimpa tangga
bagai makan buah simalakama
Ali adalah anak yang penuh semangat. Cita-citanya sangat tinggi. Ia ingin menjadi seorang atlet lari Nasional. Sejak kecil, Ia selalu berlari sepulang sekolah. Sambil menaruh harapan besar jika suatu hari nanti cita-citanya akan tercapai. Namun tanpa diduga musibah besar menimpanya, Ia tertabrak mobil dan harus merelakan kehilangan satu kakinya. Harapan untuk mewujudkan cita-citanya tidak pernah lenyap dalam hatinya. Sekalipun kondisinya tidak memungkinkan.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan peristiwa Ali adalah ....
bagai pungguk merindukan bulan
bagai makan buah simalakama
sudah jatuh tertimpa tangga
memercik air di dulang terpercik muka sendiri
Di sebuah kota hiduplah gadis bernama Linda. Dia selalu berkata besar dan tinggi hati. Dia selalu pamer tentang hidupnya yang glamour. Ternyata setelah diselidiki dia adalah anak pemulung. Dia mengaku anak orang kaya karena dia malu sama teman-temannya. Linda memang banyak bicara namun tiada buktinya,
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Linda adalah ....
tong kosong nyaring bunyinya
lempar batu sembunyi tangan
habis manis sepah dibuang
kalah jadi abu menang jadi arang
Hanifah akan mengahadapi Ujian Sekolah. Ia belajar dengan tekun. Bahkan ia mengurangi jam bermainnya. Ia menyerahkan ponsel miliknya kepada ibunya supaya bisa fokus belajar. Saat pelaksanaan Ujian Sekolah, ia mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh dan teliti. Tiba pengumuman kelulusan, Hanifah dinyatakan lulus dengan nilai terbaik.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Hanifah adalah ....
berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian
sambil menyelam minum air
air tenang menghanyutkan
sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui
Nasib Ucok sungguh malang karena setelah beberapa hari kehilangan pekerjaan, rumahnya juga hangus terbakar.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan peristiwa Ucok adalah ....
sudah jatuh tertimpa tangga
bagai makan buah simalakama
kalah jadi abu menang jadi arang
berat sama dipikul ringan sama dijinjing
Berolahraga jogging di pagi hari selain membuat tubuh menjadi bugar, juga bisa menikmati pemandangan alam yang udaranya masih segar.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan pernyataan tersebut adalah ....
sambil menyelam minum air
maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai
panas setahun dihapus hujan sehari
bagai pungguk merindukan bulan
Akmal menjadi bintang pelajar di kelasnya. Ini terjadi berkat usaha belajarnya yang tekun. Ia terlahir dari keluarga yang kaya. Kekayaan keluarganya terwujud dari kesuksesan hemat manabung dan membuka usaha mandiri.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan peristiwa tersebut adalah ....
rajin pangkal pandai hemat pangkal kaya
berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian
sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui
bergantung pada akar lapuk
Deni menginginkan dirinya lulus dan bisa masuk SMPN 99. Hari-harinya selalu disibukkan dengan bermain gadjet dan menonton film. Untuk urusan belajar, dia tidak terlalu mementingkannya.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Deni adalah ....
maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai
memercik air di dulang terpercik muka sendiri
tong kosong nyaring bunyinya
air beriak tanda tak dalam
Imron anak sulung di keluarganya. Ia termasuk anak yang berprestasi. Saat tiba pengumunan kelulusan perguruan tinggi, namanya berada di urutan teratas. Namun di waktu yang sama ayahnya meninggal dunia. Sehingga dia harus memilih di antara dua pilihan yang berat. Pilihan pertama, ia harus melanjutkan studi namun Ibu dan adiknya harus dikorbankannya karena ia tidak bersedia menjadi pengganti tulang punggung keluarga. Pilihan kedua, ia harus membunuh cita-citanya karena harus bersedia menjadi tulang punggung keluarga.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan kondisi Imron adalah ....
bagai makan buah simalakama
bagai pungguk merindukan bulan
air susu dibalas air tuba
bagai air di daun talas
Hingga kini perang selalu melanda dunia, yang dasari oleh dua kubu yang berbeda dan saling memposisikan diri berada di atas salah satu dari keduanya. Kedua kubu tidak menyadari bahwa kekalahan maupun kemenangan dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia porak poranda dan merugikan kedua belah pihak.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan kondisi tersebut adalah ....
kalah jadi abu menang jadi arang
bagai anjing dan kucing
bagai air dengan minyak
habis manis sepah dibuang
Faris tidak bisa memenangkan Tim Basketnya dalam acara At-Taubah Cup, sehingga dia menyalahkan bola basketnya yang dianggap kurang responsif sehingga dia selalu kalah.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Faris adalah ....
buruk muka cermin dibelah
panas setahun dihapuskan hujan sehari
sudah jatuh tertimpa tangga
kalah jadi abu menang jadi arang
Karena salah pemahaman tentang konsep kalimat yang berbunyi "Membela adik adalah perbuatan yang sangat terpuji." Oleh sebab itu, di manapun Ghufron berada, ia selalu berusaha membela dan memenangkan perkara adiknya yang sudah jelas-jelas salah.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi Ghufron di atas adalah ....
bagai air di daun talas
bagai menegakkan benang basah
bagai telur di ujung tanduk
bagai pungguk merindukan bulan
