wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

quis postpartum dan manajemen laktasi

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan usia 25 tahun, P1A0, 24 jam post partum spontan. Hasil pengkajian, pasien mengatakan bayinya selalu menangis saat disusui dan tidak mau menghisap puting. puting pasien tampak terbenam, payudara bengkak dan teraba keras. Hasil observasi selama proses menyusui tidak terdengar suara hisapan bayi. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Persiapan peningkatan pengetahuan

b)

Ketidaknyamanan pasca partum

c)

Menyusui tidak efektif

d)

Resiko cedera ibu

e)

Ikterik neonatus

2.

Seorang perempuan usia 25 tahun, P1A0, 5 hari post sectio cesarea. Hasil pengkajian, pasien sangat antusias merawat bayinya. Ketika diberi penkes tentang ASI eksklusif, ia sangat ingin menerapkannya dan banyak bertanya mengenai kiat sukses pemberian ASI eksklusif. Apakah fase adaptasi psikologis yang sedang dihadapi pasien pada kasus tersebut?

a)

Abandonment

b)

Dissapointed

c)

Taking Hold

d)

Letting Go

e)

Taking In

3.

Seorang perempuan, umur 27 tahun , P2 A0, 2 hari post partum spontan. Hasil pengkajian, TD 130/70 mmHg, frekuensi pernapasan 21 x/menit, frekuensi nadi 85 x/menit, fundus uterus teraba keras dan posisi di tengah. Tidak ada perdarahan pervagina dan pasien direncanakan untuk pulang. Berapakah tinggi fundus uteri yang normal pada kasus tersebut?

a)

Sepusat

b)

1 jari di atas pusat

c)

1 jari di bawah pusat

d)

2 jari di bawah pusat

e)

Pertengahan antara pusat dan simpisis

4.

Seorang perempuan usia 25 tahun, P1A0, 12 jam post partum spontan. Hasil pengkajian TD 120/80 mmHg, frekuensi pernafasan 20 x/menit, frekuensi frekuensi nadi 78 x/menit, TFU setinggi pusat teraba keras, lokhea berwarna merah terang dan mengandung bekuan-bekuan darah. Apakah jenis lokhea pada kasus tersebut?

a)

Lokhea alba

b)

Lokhea rubra

c)

Lokhea serosa

d)

Lokhea purulenta

e)

Lokhea sanguelenta

5.

Seorang perempuan usia 23 tahun, P1A0, 1 hari post partum spontan. Hasil pengkajian, pasien mengatakan belum ganti pembalut sejak melahirkan karena masih takut untuk bergerak, TD 110/70 mmHg, frekuensi pernafasan 20 x/menit, frekuensi frekuensi nadi 76 x/menit dan suhu 39,5’C. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, tampak luka episiotomi dengan jahitan yang tidak rapat. Apakah tanda infeksi yang dialami pasien pada kasus tersebut?

a)

Edema

b)

Redness

c)

Discharge

d)

Echimosis

e)

Aproximation

6.

Seorang perempuan usia 22 tahun, P1A0, 3 hari postpartum spontan. Hasil pengkajian didapatkan TD 110/70 mmHg, frekuensi pernapasan 20 x/menit, frekuensi nadi 76 x/menit. TFU 3 jari di bawah pusat teraba keras posisi di tengah, diastaksis rektus abdominis 3 cm. Apakah tujuan pemeriksaan diastaksis rektus abdominis pada kasus tersebut?

a)

Mengukur involusio uteri

b)

Mengukur kontraksi uteri

c)

Mengukur tinggi fundus uteri

d)

Mengukur kekuatan otot abdomen

e)

Mengukur peregangan otot abdomen

7.

Seorang perempuan usia 24 tahun, P1A0, 4 hari post section cesarea. Hasil pengkajian didapatkan TD 110/70 mmHg, frekuensi pernapasan 20 x/menit, frekuensi nadi 76 x/menit, suhu 39,5’C. Pasien mengatakan betisnya terasa nyeri. Pasien belum melakukan mobilisasi karena masih takut luka jahitannya akan terbuka. Saat dilakukan pemeriksaan fisik, pasien mengalami tromboflebitis di ekstremitas bawah. Apakah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui adanya tromboflebitis?

a)

Pemeriksaan varises

b)

Pemeriksaan homan sign

c)

Pemeriksaan reflek patela

d)

Pemeriksaan derajat edema

e)

Pemeriksaan kekuatan otot kaki

8.

Seorang perempuan usia 25 tahun, P1A0 12 jam post partum spontan. Hasil pengkajian, pasien mengatakan nyeri di payudara dan sekitar alat kelamin, TD 130/80 mmHg, frekuensi pernapasan 24 x/menit, frekuensi nadi 88 x/menit, payudara bengkak dan teraba keras, tinggi fundus uteri setinggi pusat teraba keras, tampak luka jahitan episiotomi dan terdapat hemoroid derajat II. Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Resiko cedera ibu

b)

Resiko perdarahan

c)

Menyusui tidak efektif

d)

Ketidaknyamanan pasca partum

e)

Persiapan peningkatan pengetahuan

9.

Seorang perempuan usia 26 tahun, P4A0 24 jam post partum spontan. Hasil pengkajian, pasien mengatakan jenis kelamin bayinya tidak sesuai dengan yang diharapkan karena kelima anaknya berjenis kelamin laki-laki. Pasien khawatir suami dan mertuanya akan kecewa seperti dirinya. Saat ini pasien belum mau berinteraksi dengan bayinya. Fase adaptasi psikologis yang sedang dihadapi pasien pada kasus tersebut adalah?

a)

Abandonment

b)

Dissapointed

c)

Taking Hold

d)

Letting Go

e)

Taking In

10.

Seorang perempuan usia 25 tahun, P1A0, 3 hari post partum spontan. Hasil pengkajian, pasien mengeluh ASI baru keluar sedikit dan puting terasa nyeri ketika menyusui, puting tampak lecet dan kemerahan. Pasien menjadi takut untuk menyusui bayinya. Pendidikan kesehatan yang cocok diberikan pada kasus tersebut adalah?

a)

Merujuk ibu untuk pengobatan

b)

Menganjurkan ibu tetap menyusui bayinya

c)

Menganjurkan ibu membersihkan puting dengan air hangat

d)

Menganjurkan ibu istirahat menyusui sampai putingnya sembuh

e)

Menganjurkan ibu menggunakan susu formula untuk sementara

11.

Seorang perempuan usia 32 tahun datang ke klinik untuk konsultasi KB. Pasien telah memiliki 3 orang anak. Sebelumnya, pasien menggunakan KB pil, suntik dan kondom. Pasien mengaku takut menggunakan IUD karena belum pernah mendapatkan informasi terkait manfaat dan cara pemasangan IUD. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Cemas

b)

Kurang pengetahuan

c)

Gangguan pola seksual

d)

Gangguan rasa nyaman

e)

Ketidakefektifan koping keluarga

12.

Seorang perempuan usia 25 tahun, P1A0, 2 jam post partum spontan. Hasil pengkajian, pasien mengeluh pusing, lemas dan muka tampak pucat. Hasil observasi, TFU 1 jari di atas pusat dan teraba lunak, TD 100/60 mmHg, Suhu 38’C, Frekuensi pernapasan 21 x/menit, Frekuensi nadi 88 x/menit. Intervensi utama pada kasus tersebut adalah?

a)

Atur posisi

b)

Tirah baring

c)

Masase uterus

d)

Cek kelengkapan plasenta

e)

Observasi tanda-tanda vital

13.

Seorang perempuan usia 26 tahun, P2 A0, 12 jam postpartum spontan. Saat dikaji, pasien mengeluh nyeri di area kemaluan. Hasil observasi, tampak luka episiotomi, kemerahan di area luka, edema dan sekresi negatif. TD 110/70 mmHg, Frekuensi pernapasan 20 x/menit, Frekuensi nadi 88x/menit, Suhu 38’C. Tindakan utama yang sesuai pada kasus tersebut adalah?

a)

Vulva hygiene

b)

Mobilisasi dini

c)

Rawat luka episiotomi

d)

Berikan nutrisi adekuat

e)

Edukasi cara perawatan luka

14.

Seorang perempuan usia 25 tahun, P1A0, 5 hari post partum spontan. Hasil pengkajian TD 180/100 mmHg, frekuensi pernapasan 20 x/menit, frekuensi nadi 80 x/menit, tinggi fundus uteri berada di pertengahan pusat dan symphisis, lokhea berwarna merah kecoklatan. Apakah jenis lokhea pada kasus tersebut?

a)

Lokhea alba

b)

Lokhea rubra

c)

Lokhea serosa

d)

Lokhea purulenta

e)

Lokhea sanguelenta

15.

Seorang perempuan usia 24 tahun melahirkan anak pertama 1 bulan yang lalu dan sedang memberikan ASI eksklusif. Ia menceritakan ketakutannya tidak bisa melanjutkan pemberian ASI eksklusif karena harus kembali bekerja setelah cuti selesai. Pendidikan kesehatan yang cocok diberikan pada kasus tersebut adalah?

a)

Cara memerah dan menyimpan ASI

b)

Cara menyusi yang baik dan benar

c)

Konseling persiapan keluarga

d)

Cara melakukan pijat laktasi

e)

Mencari pendonor ASI

16.

Seorang perempuan usia 24 tahun, P1A0, 2 hari post partum spontan dan direncanakan untuk pulang. Hasil pengkajian, sudah terdapat pengeluaran kolostrum, payudara penuh dan bengkak, pasien masih takut ketika menggendong bayinya dan tidak ada tanda REEDA. Pendidikan kesehatan yang cocok diberikan pada kasus tersebut adalah?

a)

Dukungan keluarga dan lingkungan

b)

Perawatan bayi dan tali pusat

c)

Nutrisi ibu menyusui

d)

Perawatan perineum

e)

Kontrasepsi

17.

Seorang perempuan usia 25 tahun, P1A0, 3 hari post sectio cesarea. Pasien mengeluh ASI belum keluar dan nyeri pada payudara. Hasil pemeriksaan, payudara tampak penuh, tegang dan keras, skala nyeri 5 dan pasien kesakitan saat bayi mencoba menyusu. Tindakan prioritas yang tepat pada kasus tersebut adalah?

a)

Kompres hangat

b)

Perawatan puting

c)

Lakukan pijat oksitosin

d)

Ajarkan teknik relaksasi

e)

Hentikan pemberian ASI

18.

Seorang perempuan usia 20 tahun, P1A0, 2 hari postpartum spontan. Pasien mengeluh ASI belum keluar dan nyeri pada payudara. Hasil pengkajian, payudara tampak penuh, tegang, keras, dan skala nyeri 3. Pasien khawatir dan berulang kali menanyakan kepada perawat tentang bayi yang belum menyusu. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Ansietas

b)

Nyeri akut

c)

Defisit pengetahuan

d)

Resiko infeksi pada ibu

e)

Resiko ketidakseimbangan nutrisi

19.

Seorang perempuan usia 28 tahun, P1A0, 18 jam post sectio cesarea. Pasien mengatakan khawatir dan sulit untuk bergerak. Perawat memotivasi pasien untuk melakukan mobilisasi. Mobilisasi dini yang tepat pada kasus tersebut adalah?

a)

Belajar duduk

b)

Miring kanan dan miring kiri

c)

Menggerakan pergelangan kaki

d)

Bangun dan bantu ke kamar mandi

e)

Menurunkan kaki dari tempat tidur

20.

Seorang perempuan usia 29 tahun, P2A1, 4 jam postpartum spontan. Pasien mengeluh tidak nyaman. hasil pengkajian tampak berkeringat, kulit dan gigi kotor, berbau tidak sedap, tidak adanya perdarahan, terdapat luka jahitan dan nyeri di perineum akibat proses persalinan. Intervensi yang tepat untuk diberikan pada kasus tersebut adalah?

a)

Kaji skala nyeri

b)

Anjurkan bedrest

c)

Lakukan personal hygiene

d)

Lakukan relaksasi nafas dalam

e)

Lakukan latihan mobilisasi dini