NEW
Font size
WorksheetsPaediatric Quiz
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Seorang bayi berusia 6 hari dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan kuning. Kuning timbul sejak bayi berusia 3 hari dari bagian mata, wajah hingga perut. Pemeriksaan fisik pada bayi tidak ditemukan kelainan, bayi tidak demam, tampak sehat dan minum ASI seperti biasanya. Riwayat kelahiran bayi ini lahir spontan dengan BBL 2870 gram, usia kandungan 37 minggu, air ketuban jernih dan bayi lahir langsung menangis. Ayah dan Ibu bayi ini warga negara indonesia. Ibu dari bayi ini bergolongan darah B. Penyebab ikterus yang paling mungkin dialami oleh bayi ini adalah:
Ikterus neonatorum karena inkompatibilitas Rhesus
Ikterus neonatorum karena inkompatibilitas ABO
Ikterus neonatorum fisiologis
Sepsis neonatorum
Ikterus neonaturum patologis
Anak laki-laki berusia 10 tahun diantar ibunya ke RS dengan keluhan kencing berwarna merah dan bengkak pada kedua kaki. Satu minggu sebelumnya pasien pernah mengalami batuk pilek yang tidak diobati. Pemeriksaan fisik didapatkan edema pada kedua tungkai. Hasil urinalisis menunjukkan eritrosis (+), dengan sedimen urin eritrosit 4-5/lp, leukosit 2-3/lp dan bakteri (+). Organisme penyebab penyakit pada anak ini adalah:
Streptococcus haemoliticus
Streptococcus viridans
Staphylococcus saprofit
Pseudomonas aeruginosa
Haemophylus influenza
Seorang bayi baru lahir dengan jenis kelamin perempuan dibawa orang tua nya ke dokter dengan keluhan demam. Berat badan lahir bayi 3200 gram, langsung menangis, cukup bulan, lahir spontan dari ibu dengan riwayat KPD 20 jam dengan air ketuban berbau. Suhu tubuh 38 C. Saat ini gerak anak aktif dan tidak ada keluhan klinis. Tindakan apakah yang perlu dilakukan?
Antibiotik profilaksis IV
Ampicilin dan gentamycin IV
Cek leukosit, trombosit, CRP, IT rasio
Kultur darah lalu ampicilin dan gentamycin IV
Observasi KU, jika sepsis diberikan ampicilin dan gentamycin
Bayi berusia 5 minggu telah mendapat ASI dari ibunya. ASI telah dihentikan sejak 5 hari yang lalu oleh karena ibunya baru terdiagnosa HIV berdasarkan serologis yang positif, belum menimbulkan gejala klinis dan belum pernah mendapat ARV. Bayi lahir normal di bidan, BBL 3000 gram, bergerak aktif dan tidak ditemukan kelainan pada bayi. Rencana imuniasai anak dengan ibu HIV(+) adalah:
Rencana imunisasi sesuai jadwal
BCG tidak diberikan, vaksin lain sesuai jadwal
BCG dan polio tidak diberikan, vaksin lain sesuai jadwal
BCG, polio, campak tidak diberikan, vaksin lain sesuai jadwal
Tidak diberikan imunisasi
Seorang bayi laki-laki berusia 1 bulan dibawa oleh orang tuanya ke dokter dengan keluhan buang air besar dengan konsistensi cair 5-6 kali per hari. Pasien juga dikeluhkan perut kembung dan sering rewel setelah minum susu. Minum pasien normal dan hanya minum susu formula sejak lahir. Pada pemeriksaan fisik tidak diperoleh tanda tanda dehidrasi. Gejala atau tanda apakah yang tidak mungkin ditemukan pada pasien ini?
Sering flatus
Anus kemerahan
Kolik
Feses bau busuk
pH feses < 5
Bayi baru lahir ditemukan fissure palpebra yang meninggi, celah dahi yang melebar, simian crease, hipotonus, kutis mamorata dan lidah menonjol. Pemeriksaan yang harus dilakukan adalah:
Pemeriksaan IgM dan IgG
Pemeriksaan antigen-antibody
Pemeriksaan kromosom
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan urinalisis
Seorang bayi laki-laki berusia 12 hari dibawa oleh kedua orangtuanya ke dokter dengan keluhan kuning di seluruh tubuh. Keluhan kuning ini dirasakan sejak pasien baru lahir. Pasien lahir spontan di bidan dengan berat badan lahir 3000 gram. Tinja pasien juga dikeluhkan tidak berwarna kuning, BAK berwarna kuning tua. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan total bilirubin 5.4, bilirubin indirek 2.0 dan bilirubin direk 3.4. Diagnosis yang sesuai untuk pasien ini adalah:
Kolestatis
Inkompatibilitas rhesus
Ikterus fisiologis
Ikterus karena belum matang fungsi hepar
Inkompatibilitas ABO
Seorang anak laki-laki usia 4 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan gatal di daerah perianal, terutama pada malam hari. Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah:
Pemeriksaan tinja secara langsung (direct smear) dengan larutan iodine
Secara apung (floatation) dengan larutan garam dapur jenuh
Secara endapan (sedimentasi)
Kultur feses
Graham scotch adhesive tape
Seorang anak laki-laki usia 8 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan diare 9 kali per hari sejak 2 hari yang lalu. BAB cair, berlendir dan berdarah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien komposmentis, RR: 24x/m, HR: 110x/m, suhu 37.2 C, mukosa bibir kering, bising usus meningkat, turgor kulit menurun. Pada pemeriksaan feses ditemukan gambaran tropozoit irregular dengan pseudopoda. Penyebab diare pada pasien adalah:
Rota virus
Vibrio cholera
Entamoeba hystolitica
Enterotoxic E.Coli
Balantidium coli
Seorang anak perempuan usia 9 tahun datang dengan keluhan bintik-bintik merah pada seluruh kaki dan tangan. Pasien juga mengeluh gusi sering berdarah saat sikat gigi dan kulit mudah lebam bila terbentur sesuatu. Hasil laboratorium menunjukkan Hb: 8.3 g/dL, leukosit: 6500, trombosit: 104.000, Ht: 24%. Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah:
Leukemia
Limfoma maligna
Idiopathic thrombocytopenia purpura (ITP)
Hemofilia
Polisitemia vera
