NEW
Font size
WorksheetsDrama
Total questions: 25
Worksheet time: 12mins
Pengarang langsung menceritakan watak tokoh.Hsl ini merupakan pelukisan watak tokoh secara .....
Dramatik
Analitik
Campuran
Intrinsik
Ekstrinsik
Perkenalan, ....., perumusan, klimaks, peletakan, dan penyelesaian.
Bagian alur yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas, yaitu .....
Pendahuluan
Eksposisi
Pertikaian
Klimaks
Antiklimaks
Bentuk alur sorot balik digunakan apabila pengarang bermaksud ....
Membayangkan cerita mendatang
Mengemukakan khsyalan-khayalan
Menerangkan cerita yang sedang terjadi.
Menerangkan peristiwa masa lalu dengan ragaman.
Menerangkan peristiwa yang benar-benar terjadi.
Drama yang mengisahkan peristiwa duka disebut....
Komedi
Trakhis
Tragedi
Tragedi Komedi
Traumatis
Penjelasan pada akhir pementasan Drama disebut....
Monolog
Epilog
Dialog
Wawancang
Prolog
Harsono : (marah) Kau tidak melihat? Taruh di mana matamu?
Pekerja : Maaf Tuan , saya tidak melihat Tuan .
Berdasarkan penggalan di atas, watak Harsono adalah ......
Tidak berperasaan
Tidak peduli
Pemaaf
Pemarah
Acuh
Ucapan dan lakukan pemain secara spontan karena tidak tertuang pada teks di sebut....
Impromtu
Spontanitas
Pendukung
Kramagung
Improvisasi
Berikut ini termasuk persiapan pementasan drama, kecuali....
menghafal teks
memahami cerita
bloking dan ekspresi
latihan vokal
meditasi dan mediasi
Kalimat dalam teks drama yang ditulis dalam kurung, tidak didialogkan, melainkan diaktingkan disebut...
monolog
pantomim
prolog
wawacang
kramagung
Watak atau karakter tokoh dalam drama dapat ditampilkan mellaui beberapa hal berikut, kecuali...
gerak
blocking
dialog
ekspresi
mimik
Romeo : Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya. Tapi......aku seorang Montague.....
Juliet : Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet dan kau bukan Montague, Romeo!
Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah...
kepercayaan
persahabatan
permusuhan
percintaan
pertentangan keluarga
Cermati kutipan drama berikut ini!
Saya : Maaf, buku ini harganya berapa, Bang?
Penjual : Buku yang mana?
Saya : Buku yang ini. (sambil memegang satu buku yang cukup tebal)
Penjual : Oh... ini Rp 89.000,00
Saya : Wah, mahal amat, Bang.
Penjual : ...
Drama tersebut tergolong dalam struktur bagian ...
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Klimaks
Penyelesaian
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)
Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)
Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).
Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!
Timmy : Siap, bos!
Latar kutipan tersebut adalah ....
Gudang
Kamar
Garasi
Rumah
Ruang tamu
Fenita : Kamu harus menentukan sikap. Pilih aku atau dia, sekarang juga!
Verri : Beri aku kesempatan sekali lagi....
Fenita : Tidak perlu basa-basi, kalau tidak aku yang memutuskan, titik!
Penggalan dialog di atas menunjukkan drama sampai pada bagian....
konflik
orientasi
resolusi
penyelesaian
peleraian
Ayu : Sudah malam lo Sis, kita harus segera pulang
Siska : Sudahlah Yu, tenang saja toh ini baru jam sembilan lebih sedikit. Jalanan masih ramai
Ayu : Ih, sudah malam begini kok tenang. Kan kita perempuan, masak pulang sampai larut malam. Tidak enak kan dengan tentangga. Nanti mereka mengira kita suka keluyuran malam.
Siska : (Dengan sikap tenang) Sudah, nanti saya antar kamu. Memang repot, kita ini perempuan tidak wajar kalau pulang terlalu malam. Kita pun tidak berani melanggar aturan tidak tertulis di masyarakat kita ini.
Penggalan drama di atas mengandung nilai...
sosial
moral
budaya
agama
pendidikan
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)
Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)
Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).
Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!
Timmy : Siap, bos!
Suasana kutipan drama tersebut adalah ....
Haru
Tegang
Sedih
Seram
Prihatim
Rina : Apa-apaan sih? Kok posterku disobek? (menahan marah)
Aji : […]
Rina : Maaf..maaf enak saja!
Aji : (dengan amat menyesal) Iya deh, aku ganti postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?
Rina : Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.
Aji : (dengan tersenyum) Oke, Bos!
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah...
Maafin aku Rina. Aku tidak sengaja.
Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.
Begitu saja kok kamu marah, Rin.
Baiklah aku akan beli yang baru.
Tenang, jangan marah Rin.
Bacalah penggalan drama berikut ini!
Bu Ida : Terima kasih, Fa
Rifa: Sebentar, BU. Saya ambilkan uang kembaliannya.
Bu Ida: Sudah, ambil saja untukmu.
Rifa: Ah, yang benar Bu?
Bu Ida: Ya, saya suka cara kamu melayani konsumen di kantin sekolah ini.
Rifa: Makasih Bu
Isi naskah drama di atas adalah ...
Pelayanan petugas kantin sekolah
Kantin sebagai tempat berlatih berdagang
Kujujuran menjadi pendorong prestasi kerja
Hubungan antara guru dan siswa di sekolah
Penghargaan konsumen kepada pelayan kantin
Bacalah teks drama berikut!
Cindua Mato : Raja Mudo adik Bundo Kandung sendiri. Kalau terjadi pertengkaran lalu menimbulkan peperangan, siapa yang akan malu? perang saudara itu tidak akan pernah selesai turun-temurun.
Bundo Kandung: Aku sudah berada di balik semua. Jika kau takut, katakan saja. Perang bukan barang baru bagi kerajaan.
Cindua Mato: Mengapa Bundo Kandung sampai hati ingin mengacaukan perkawinan Putri Bungsu? Bukankah yang kawin itu anak Bundo Kandung juga? Jika perang dilaksanakan, kemudian salah seorang mati terbunuh,a pakah kita tega? Dan bagaimana kata ayahnya nanti, jika kedua anaknya saling berbunuhan? Aku ingin membuka sedikit selubung hati kita yang tertutup selama ini.
Watak tokoh Cindua Mato pada penggalan teks tersebut adalah ...
pendendam dan emosional
emosional dan penyayang
penyayang dan sabar
sabar dan emosional
sabar dan bijaksana
Dahlan: Kamis malam Jumat. Jumat apa?
Rosana : Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?
Dahlan : Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada kelemahannya.
Rosana : Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna
Dahlan : Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?
Rosana : Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?
Dahlan : Apa? Bapak rasa tidak ada! (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana : Maaf, Pak.. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!
Dahlan : Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!
Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....
sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancur
nasib manusia ditentukan oleh Tuhan
sifat buruk menurun pada anak
manusia berusaha untuk sempurna
. Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Maya : Pokoknya, Ibu harus setuju!
Ibu : (menarik napas panjang kecewa) Dengan apa Ibu membayarnya?
Maya : (terkejut dan gugup) Kan masih lama, Ibu.
Ibu : Biaya kursus cukup besar, Maya.
Maya : [ … ]
Ibu : (dengan tersenyum) Nah, begitu. Ini gres putri Ibu.
Dialog yang sempurna untuk melengkapi cuilan rumpang kutipan drama tersebut yakni …
a. Iya deh, Maya turuti nasihat Ibu.
b. Maya, kita kini lagi kesulitan.
c. Coba kau mengerti kondisi Ibu.
d. Baiklah Ibu akan beli yang baru
e. Coba ibu pikirkan dulu.
Cermatilah obrolan berikut!
Husna : Sakit apa, Mbak?
Astuti : Sakit perut, sudah beberapa hari.
Husna : Mbak selalu ke dokter ini? Apa setiap hari juga banyak pasiennya? (sambil melihat beberapa pasien yang menunggu)
Astuti : Setahun saya begitu, setiap hari banyak dikunjungi pasien. Padahal dokter lain juga ada.
Husna : Dokternya punya kelebihan?
Astuti : …..
Husna : O, pantes jikalau kalau begitu.
Astuti : Banyak orang yang sembuh ditangani dokter ini.
Kalimat yang sempurna untuk melengkapi cuilan rumpang pada obrolan tersebut yakni …
Ya, anaknya banyak, tujuh orang
Setahu saya beliau biasa saja
Dia dokter yang bertangan dingin
Dia punya apotek yang cukup besar
Obatnya selalu obat warung saja.
Cermati percakapan dalam drama berikut!
Amir : Di, kita berangkat sekolah sekarang. (Amir bangkit di depan pintu, kemudian Dodi mendekat)
Dodi : Maaf, Mir, tunggu sebentar. (Dodi menyuruh Amir duduk)
Amir : Sebentar, apa lagi yang akan kau kerjakan?
Dodi : Biasa, mengisi dua kolam mandi setiap hari.
Amanat cuplikan drama di atas yakni ….
Bekerjalah sebaik mungkin
Selesaikan pekerjaan di rumah dengan baik
Jadilah anak yang rajin
Belajarlah yang rajin
Berangkat sekolah harus lebih pagi.
Bagian alur yang ditandai dengan pertentangan antartokoh dikenal dengan istilah....
eksposisi
pelukisan awal
konflik
klimaks
resolusi
Perhatikan kutipan drama berikut!
Copet..copet. (terdengar suara teriakan)
Polisi : "He.. berhenti!" Door! (terdengar suara letusan)
Pencopet : "Ampun Pak."
Penumpang : "Periksa kantongnya. Hajar saja!"
Pencopet : "Ampun pak saya mencopet karena anak saya sedang sakit."
Polisi : "Sekarang ikut saya ke kantor Polisi."
Konflik pada kutipan drama tersebut adalah...
seorang pencopet diperiksa polisi
seseorang mencopet karena anaknya sakit
seorang pencopet yang tertembak polisi
seorang pencopet yang dibawa ke pos polisi
seseorang terpaksa mencopet karena dirinya sakit
