NEW
Font size
WorksheetsReview Bahasa Indonesia
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Bacalah paragraf di bawah ini!
Kebahagiaan luar biasa dirasakan ayah dan ibu asal Yogyakarta karena anaknya yang masih berusia 3 tahun 8 bulan dinyatakan sembuh dari virus corona (Covid-19). Orang tua yang dinyatakan negatif corona tersebut tetap setia menunggui anaknya dalam satu ruang isolasi di RSUP dr Sardjito (RSS) Yogyakarta. Ketiganya pun bisa pulang dari rumah sakit dengan lega setelah mereka semua akhirnya dinyatakan negatif corona. Ide pokok teks tersebut adalah ….
Ruang isolasi di RSUP dr Sardjito (RSS) Yogyakarta
Ketiga warga yang pulang dari rumah sakit
Kebahagiaan keluarga yang telah sembuh dari virus corona
Anak usia 3 tahun yang pulang dari rumah sakit
Perhatikan pantun berikut!
Buah anggur jangan dilempar
Nanti berubah menjadi mangga
Anak sekolah rajin belajar
Jadi juara orang tua bangga
Pesan pantun di atas adalah ....
Anak yang rajin belajar bisa sukses dan membanggakan orang tua
Anak yang rajin belajar bisa menjadi juara dan menjadi orang yang berhasil
Anak yang rajin belajar bisa menjadi juara dan membuat orang tua bangga
Anak yang rajin belajar disayang guru dan membanggakan orang tua
Bacalah paragraf di bawah ini!
Pagi itu si Kancil berdiri di tepi sungai. Rupanya ia hendak menyeberang jalan mencari makanan. Si Kancil yang cerdik itu penuh gengsi. Walaupun ia lapar dan takut oleh derasnya sungai serta buaya-buaya, ia tetap saja tidak mau kalah. Si Kancil yang congkak itu pandai memanfaatkan keadaan. Buaya-buaya yang ada di sungai disuruh berjajar hingga ke seberangan sungai. Alasannya ia akan menghitung jumlah buaya yang akan menyantap daging si Kancil. Sesampainya di seberang sungai si Kancil segera melompat ke tanah lapang luas. Di sana ia menikmati rumput-rumput yang hijau. Sementara itu, buaya-buaya yang dungu itu masih berjajar seperti jembatan. Mereka menunggu santapan daging Kancil yang tak kunjung datang.
Tokoh utama dalam cerita di atas adalah ….
Kancil
Buaya
Kancil dan Buaya
Tidak ada
Bacalah paragraf di bawah ini!
Pagi itu si Kancil berdiri di tepi sungai. Rupanya ia hendak menyeberang jalan mencari makanan. Si Kancil yang cerdik itu penuh gengsi. Walaupun ia lapar dan takut oleh derasnya sungai serta buaya-buaya, ia tetap saja tidak mau kalah. Si Kancil yang congkak itu pandai memanfaatkan keadaan. Buaya-buaya yang ada di sungai disuruh berjajar hingga ke seberangan sungai. Alasannya ia akan menghitung jumlah buaya yang akan menyantap daging si Kancil. Sesampainya di seberang sungai si Kancil segera melompat ke tanah lapang luas. Di sana ia menikmati rumput-rumput yang hijau. Sementara itu, buaya-buaya yang dungu itu masih berjajar seperti jembatan. Mereka menunggu santapan daging Kancil yang tak kunjung datang. Watak dari tokoh utama dalam cerita di atas adalah ….
suka menolong
ramah
cerdik
mudah dibohongi
Bacalah paragraf di bawah ini!
Ayahku Engkau bekerja tiada lelah
Mencari nafkah untuk kami
Engkau tak kenal putus asa
Demi menghidupi kami
Engkau panutan hidup kami
Meski peluh membasahi tubuhmu
Engkau tetap berjuang
Demi keluargamu tercinta
Terima kasih, ayah . . .
Makna kata panutan pada puisi tersebut adalah ....
teladan
terhebat
pemimpin
yang utama
Bacalah dengan seksama percakapan berikut!
Dandy : Han, sebentar lagi kan ada USBN. Kamu sudah siap apa belum?
Hany : Ya, siap tidak siap harus siap. Kita jalani saja.
Dandy : Aku takut kalau nanti aku tidak bisa jawab.
Hany : Makanya kita persiapkan dari sekarang.
Dandy : Kalau belajar sih sudah. Aku sudah banyak berlatih soal.
Hany : Tidak cuma belajar saja, tapi juga persiapan mental. Kamu harus percaya diri untuk menghadapi USBN.
Dandy : Iya juga sih. Tapi, bagaimana kalau soalnya susah?
Hany : Yang penting kita usaha dulu. Kita berdoa agar kita bisa mengerjakan semua soal USBN.
Dandy : Semoga saja begitu!
Simpulan dalam cerita drama tersebut adalah ....
Keberhasilan USBN ditentukan dari doa dan persiapan menta
Keberhasilan USBN ditentukan dari usaha dan doa
Keberhasilan USBN ditentukan dari belajar
Keberhasilan USBN ditentukan dari persiapan mental
Perhatikan paragraf berikut!
Pak Susilo menyisihkan sebagian gajinya untuk keperluan buku dan alat tulis murid-muridnya. Bahkan ketika ayah dan beberapa orang murid lain ingin melanjutkan ke SMP, Pak Susilo yang mengantarkan mereka dengan mengayuh perahu sendiri ke kampung seberang karena di Kampung Air belum ada SMP waktu itu.
Maksud kalimat pertama pada teks adalah ....
Pak Susilo selalu membelikan murid-muridnya buku-buku dan alat tulis
Pak Susilo meminta bantuan buku dan alat tulis pada pemerintah
Pak Susilo membelikan buku dan alat tulis untuk muridnya dengan sebagian uang gajinya
Pak Susilo mengharuskan muridnya membeli buku dan alat tulis
Perhatikan paragraf berikut!
Orang tua Bella ingin anaknya pindah ke Malang untuk melanjutkan sekolah di sana. Memang orang tuanya tinggal di Malang, sedangkan Bella tinggal di Surabaya bersama neneknya. Ibu terdiam sejenak, lalu berkata lagi, “Oh, Diana, berpisah dengan teman sekolah itu biasa. Tidak selamanya kalian dalam satu sekolah. Lama-kelamaan kau pasti akan melupakan Bella”. “Ah, tidak bisa, Bu. Ibu tahu kan selama ini aku dan Bella seperti saudara sendiri.” Kata Diana terbata-bata. Konflik dalam kutipan cerita tersebut adalah ....
Diana sangat kesal karena ibu mengizinkan Bella pindah ke Malang
Diana ingin ikut pindah ke Malang jika Bella melanjutkan ke sana
Bella berencana melanjutkan sekolah di Malang
Diana menyadari bahwa kepindahan teman sekolah itu biasa
Perhatikan paragraf berikut!
Suatu hari, Dina diajak ayahnya pergi ke Museum Angkut. Awalnya Dina tidak tertarik karena dia mengira akan membosankan di sana. Dina lebih suka bermain dengan teman-temanya daripada ke Museum Angkut. Setelah sampai di Musium Angkut, dugaan Dina salah. Museum Angkut ternyata tempat yang menyenangkan. Di sana Dina dapat melihat berbagai alat transportasi dari berbagai zaman dan negara yang ditata secara rapi sehingga menarik. Dina pun sangat bahagia karena dapat bermain ke Museum Angkut.
Amanat yang dari cerita di atas adalah....
Berliburlah bersama keluarga dengan senang
Jangan mudah berprasangka karena tidak selamanya prasangka itu benar
Kita harus hidup rukun bersama keluarga
Hargailah tempat wisata yang ada di sekitar kita
Bacalah paragraf di bawah ini!
Pagi itu si Kancil berdiri di tepi sungai. Rupanya ia hendak menyeberang jalan mencari makanan. Si Kancil yang cerdik itu penuh gengsi. Walaupun ia lapar dan takut oleh derasnya sungai serta buaya-buaya, ia tetap saja tidak mau kalah. Si Kancil yang congkak itu pandai memanfaatkan keadaan. Buaya-buaya yang ada di sungai disuruh berjajar hingga ke seberangan sungai. Alasannya ia akan menghitung jumlah buaya yang akan menyantap daging si Kancil. Sesampainya di seberang sungai si Kancil segera melompat ke tanah lapang luas. Di sana ia menikmati rumput-rumput yang hijau. Sementara itu, buaya-buaya yang dungu itu masih berjajar seperti jembatan. Mereka menunggu santapan daging Kancil yang tak kunjung datang.
Latar tempat cerita di atas adalah ….
Hutan
Sungai
Sawah
Kebun
