wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Penilaian Harian Bahasa Indonesia Kelas 4 D tema 8

Total questions: 20

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Siang itu, matahari bersinar dengan teriknya. Tiba – tiba ada seekor Lebah terbang mendekati Bunga Mawar yang berwarna merah. Lebah menghisap nektar yang ada di Bunga Mawar.

“ Terima kasih, Lebah! Engkau telah membantuku .”

“ Sama – sama, Bunga Mawar yang cantik!”

“Siang ini panas sekali, ya!” ucap Lebah.

” Ya, Lebah. Kalau kau tidak keberatan berteduhlah di bawah daunku supaya tidak kepanasan!” kata Bunga Mawar.

Lebah hinggap di bawah daun Bunga Mawar. Tiba – tiba datanglah seorang anak jahil ingin memetik Bunga Mawar. Dengan cepat si Lebah menancapkan sengatnya ke tangan anak itu. Anak itu pun mengurungkan niatnya karena kesakitan .

Mawar pun berkata, ”Terima kasih Lebah engkau telah menolongku.”

”Sama-sama Bunga Mawar.Engkau juga telah menolongku,“ sahut Lebah.


1. Berdasar teks fiksi tersebut, latar waktunya adalah ….

a)

A. Pagi hari

b)

B. Siang hari

c)

C. Sore hari

d)

D. Senja

2.

Siang itu, matahari bersinar dengan teriknya. Tiba – tiba ada seekor Lebah terbang mendekati Bunga Mawar yang berwarna merah. Lebah menghisap nektar yang ada di Bunga Mawar.

“ Terima kasih, Lebah! Engkau telah membantuku .”

“ Sama – sama, Bunga Mawar yang cantik!”

“Siang ini panas sekali, ya!” ucap Lebah.

” Ya, Lebah. Kalau kau tidak keberatan berteduhlah di bawah daunku supaya tidak kepanasan!” kata Bunga Mawar.

Lebah hinggap di bawah daun Bunga Mawar. Tiba – tiba datanglah seorang anak jahil ingin memetik Bunga Mawar. Dengan cepat si Lebah menancapkan sengatnya ke tangan anak itu. Anak itu pun mengurungkan niatnya karena kesakitan .

Mawar pun berkata, ”Terima kasih Lebah engkau telah menolongku.”

”Sama-sama Bunga Mawar.Engkau juga telah menolongku,“ sahut Lebah.

2.Tokoh utama cerita tersebut adalah ….

a)

A. Lebah

b)

B. Mawar

c)

C. Anak jahil

d)

D. Bunga

3.

Siang itu, matahari bersinar dengan teriknya. Tiba – tiba ada seekor Lebah terbang mendekati Bunga Mawar yang berwarna merah. Lebah menghisap nektar yang ada di Bunga Mawar.

“ Terima kasih, Lebah! Engkau telah membantuku .”

“ Sama – sama, Bunga Mawar yang cantik!”

“Siang ini panas sekali, ya!” ucap Lebah.

” Ya, Lebah. Kalau kau tidak keberatan berteduhlah di bawah daunku supaya tidak kepanasan!” kata Bunga Mawar.

Lebah hinggap di bawah daun Bunga Mawar. Tiba – tiba datanglah seorang anak jahil ingin memetik Bunga Mawar. Dengan cepat si Lebah menancapkan sengatnya ke tangan anak itu. Anak itu pun mengurungkan niatnya karena kesakitan .

Mawar pun berkata, ”Terima kasih Lebah engkau telah menolongku.”

”Sama-sama Bunga Mawar.Engkau juga telah menolongku,“ sahut Lebah.

3.Watak tokoh utamanya adalah ….

a)

A.Baik hati dan suka menolong

b)

B.Suka menolong dan suka berbagi

c)

C.Menyakiti manusia dan tidak peduli

d)

D.Suka membantu dan ramah pada semua

4.

Siang itu, matahari bersinar dengan teriknya. Tiba – tiba ada seekor Lebah terbang mendekati Bunga Mawar yang berwarna merah. Lebah menghisap nektar yang ada di Bunga Mawar.

“ Terima kasih, Lebah! Engkau telah membantuku .”

“ Sama – sama, Bunga Mawar yang cantik!”

“Siang ini panas sekali, ya!” ucap Lebah.

” Ya, Lebah. Kalau kau tidak keberatan berteduhlah di bawah daunku supaya tidak kepanasan!” kata Bunga Mawar.

Lebah hinggap di bawah daun Bunga Mawar. Tiba – tiba datanglah seorang anak jahil ingin memetik Bunga Mawar. Dengan cepat si Lebah menancapkan sengatnya ke tangan anak itu. Anak itu pun mengurungkan niatnya karena kesakitan .

Mawar pun berkata, ”Terima kasih Lebah engkau telah menolongku.”

”Sama-sama Bunga Mawar.Engkau juga telah menolongku,“ sahut Lebah.

4.Amanat cerita tersebut adalah ….

a)

A. Bila memetik bunga harus izin pemiliknya

b)

B. Kita boleh bergaul dengan siapa saja asal tidak menyakiti

c)

C. Tolong menolong adalah tindakan yang harus kita lakukan

d)

D. Sesama makhluk hidup harus saling membantu dan tolong

menolong

5.

5.Belalang dan Kupu-kupu adalah sahabat akrab. Pada suatu hari yang terik, mereka berdua menemukan beberapa biji bunga matahari.

"Hei, Pu! Gimana kalau kita tanam biji bunga matahari ini?" kata Belalang.

"Ya. Ayo, kita tanam biji ini sebelum malam tiba!" kata Kupu-kupu bersemangat. Sebelum senja, Belalang dan Kupu-kupu telah selesai menanam biji tersebut. Mereka pun kembali ke rumah dan merencanakan bertemu pada pagi harinya.


Latar waktu cerita tersebut adalah ....

a)

A. pagi

b)

B.siang

c)

C.senja

d)

D. malam

6.

6.Di sebuah hutan, tinggallah Ibu Kelinci bersama anaknya. Suatu malam, Anak Kelinci menangis kelaparan. Ibu Kelinci ikut menangis dan terdiam melihat anaknya kelaparan.

“Aku lapar sekali, Bu,” rintih Anak Kelinci sambil memegangi perutnya.

“Sabar, Nak. Ibu akan mencari makan dulu,” bujuk Ibu Kelinci sambil membelai kepala anaknya.

Watak Ibu Kelinci adalah ....

a)

A. penyabar

b)

B. pengasih

c)

C. pendiam

d)

D. perasa

7.

Buah Kesombongan

Di tengah hutan belantara, hiduplah sekawanan burung. Salah satunya Burung Deo. Ia berwajah sangat tampan. Ketampanan yang ia miliki membuatnya sombong.

“Di hutan ini tidak ada burung yang setampan aku,” ujar Deo pada Burung Pipit dan Burung Dara.”Kalian pasti kagum padaku,” ujarnya lagi. Burung-burung lainnya geleng-geleng kepala.

“ Sebenarnya kita makhluk Allah yang diciptakan dengan penuh kesempurnaan. Dan kita mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing,” ujar Burung Pipit sambil tertunduk menunjukkan kerendahan hatinya.

Suatu hari Deo terbang mengelilingi hutan. Tanpa sengaja ia menabrak pohon besar. Ia terjatuh dan badannya pun lemas.

Datanglah seekor Elang. Dalam hatinya berkata, ”Wah, ada makanan lezat!”

Ketika Elang hendak memangsanya, datanglah teman-teman Deo. Mereka mengusir Elang itu. Deo pun terselamatkan. “Terima kasih ya, kalian telah menolongku.

Maafkan atas kesombonganku,” kata Deo.

7. Latar tempat cerita tersebut adalah …

a)

A. Pinggir hutan

b)

B. Pinggir desa

c)

C. Tengah hutan

d)

D. Dekat sungai

8.

Buah Kesombongan

Di tengah hutan belantara, hiduplah sekawanan burung. Salah satunya Burung Deo. Ia berwajah sangat tampan. Ketampanan yang ia miliki membuatnya sombong.

“Di hutan ini tidak ada burung yang setampan aku,” ujar Deo pada Burung Pipit dan Burung Dara.”Kalian pasti kagum padaku,” ujarnya lagi. Burung-burung lainnya geleng-geleng kepala.

“ Sebenarnya kita makhluk Allah yang diciptakan dengan penuh kesempurnaan. Dan kita mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing,” ujar Burung Pipit sambil tertunduk menunjukkan kerendahan hatinya.

Suatu hari Deo terbang mengelilingi hutan. Tanpa sengaja ia menabrak pohon besar. Ia terjatuh dan badannya pun lemas.

Datanglah seekor Elang. Dalam hatinya berkata, ”Wah, ada makanan lezat!”

Ketika Elang hendak memangsanya, datanglah teman-teman Deo. Mereka mengusir Elang itu. Deo pun terselamatkan. “Terima kasih ya, kalian telah menolongku.

Maafkan atas kesombonganku,” kata Deo.

8. Tokoh antagonis cerita tersebut adalah …

a)

A. Burung Deo

b)

B. Burung Pipit

c)

C. Burung Dara

d)

D. Burung Elang

9.

Buah Kesombongan

Di tengah hutan belantara, hiduplah sekawanan burung. Salah satunya Burung Deo. Ia berwajah sangat tampan. Ketampanan yang ia miliki membuatnya sombong.

“Di hutan ini tidak ada burung yang setampan aku,” ujar Deo pada Burung Pipit dan Burung Dara.”Kalian pasti kagum padaku,” ujarnya lagi. Burung-burung lainnya geleng-geleng kepala.

“ Sebenarnya kita makhluk Allah yang diciptakan dengan penuh kesempurnaan. Dan kita mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing,” ujar Burung Pipit sambil tertunduk menunjukkan kerendahan hatinya.

Suatu hari Deo terbang mengelilingi hutan. Tanpa sengaja ia menabrak pohon besar. Ia terjatuh dan badannya pun lemas.

Datanglah seekor Elang. Dalam hatinya berkata, ”Wah, ada makanan lezat!”

Ketika Elang hendak memangsanya, datanglah teman-teman Deo. Mereka mengusir Elang itu. Deo pun terselamatkan. “Terima kasih ya, kalian telah menolongku.

Maafkan atas kesombonganku,” kata Deo.

9. Perbedaan watak Burung Deo dan Burung Pipit adalah ….

a)

A. Burung Deo sifatnya ramah, sedangkan Burung Pipit

menutup diri.

b)

B. Burung Beo sombong, sedangkan Burung Pipit rendah hati.

c)

C. Burung Beo suka membantu, sedangkan Burung Pipit sombong.

d)

D. Burung Beo dan Burung Pipit saling tolong menolong dan rendah hati.

10.

Buah Kesombongan

Di tengah hutan belantara, hiduplah sekawanan burung. Salah satunya Burung Deo. Ia berwajah sangat tampan. Ketampanan yang ia miliki membuatnya sombong.

“Di hutan ini tidak ada burung yang setampan aku,” ujar Deo pada Burung Pipit dan Burung Dara.”Kalian pasti kagum padaku,” ujarnya lagi. Burung-burung lainnya geleng-geleng kepala.

“ Sebenarnya kita makhluk Allah yang diciptakan dengan penuh kesempurnaan. Dan kita mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing,” ujar Burung Pipit sambil tertunduk menunjukkan kerendahan hatinya.

Suatu hari Deo terbang mengelilingi hutan. Tanpa sengaja ia menabrak pohon besar. Ia terjatuh dan badannya pun lemas.

Datanglah seekor Elang. Dalam hatinya berkata, ”Wah, ada makanan lezat!”

Ketika Elang hendak memangsanya, datanglah teman-teman Deo. Mereka mengusir Elang itu. Deo pun terselamatkan. “Terima kasih ya, kalian telah menolongku.

Maafkan atas kesombonganku,” kata Deo.

10. Kesimpulan isi cerita anak tersebut adalah ...

a)

A. Deo selamat dari serangan elang berkat bantuan teman-temannya

b)

B. Tak ada teman yang membantu Deo karena ia sombong.

c)

C. Tanpa bantuan, Deo dapat menyelamatkan diri.

d)

D . Deo tidak membutuhkan bantuan burung lain.

11.

Si Ulil

Ulil adalah seekor cacing kecil. Ia berpamitan pada ibunya untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Ibunya berpesan agar Ulil selalu waspada dan berhati-hati. “Nak, kamu tidak boleh lengah, banyak musuhmu yang ingin memburumu!’ pesan Ibu kepada Ulil. Ulil hanya menganggukan kepalanya dan segera bergegas keluar.

Suasana hari ini memang sangat terik, sehingga Ulil gerah. Ia sudah tidak sabar untuk meninggalkan rumahnya yang mungil. Sampailah ia di bawah pohon yang rindang. Ia ketiduran karena terbawa suasana yang nyaman dan teduh.

Ulil tidak menyadari kedatangan si Piku, seekor ayam jantan yang sedang mengintainya. Dengan hati-hati Piku berjalan mendekati Ulil. Piku sudah tidak sabar ingin menikmati makanan lezat di hadapannya. Ia bersiap-siap untuk mematok Ulil.

Tiba-tiba Ulil terbangun. Ia menyadari ada bahaya di sekelilingnya. Dengan segera ia bersembunyi di bawah tanah. Akhirnya Ulil selamat dari santapan Piku. Setelah menunggu keadaan aman, ia segera pulang ke rumah. Ia meminta maaf kepada ibunya serta berjanji akan selalu waspada dan berhati-hati.

11. Mengapa si Ulil ingin berjalan-jalan di sekitar rumah?

Si Ulil ingin berjalan-jalan di sekitar rumah karena ....

a)

A. suasana sangat terik sehingga membuatnya gerah

b)

B. Ingin berteduh di bawah pohon yang rindang

c)

C. tidak sabar menikmati makanan yang lezat

d)

D. harus selalu waspada dan berhati-hati

12.

Si Ulil

Ulil adalah seekor cacing kecil. Ia berpamitan pada ibunya untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Ibunya berpesan agar Ulil selalu waspada dan berhati-hati. “Nak, kamu tidak boleh lengah, banyak musuhmu yang ingin memburumu!’ pesan Ibu kepada Ulil. Ulil hanya menganggukan kepalanya dan segera bergegas keluar.

Suasana hari ini memang sangat terik, sehingga Ulil gerah. Ia sudah tidak sabar untuk meninggalkan rumahnya yang mungil. Sampailah ia di bawah pohon yang rindang. Ia ketiduran karena terbawa suasana yang nyaman dan teduh.

Ulil tidak menyadari kedatangan si Piku, seekor ayam jantan yang sedang mengintainya. Dengan hati-hati Piku berjalan mendekati Ulil. Piku sudah tidak sabar ingin menikmati makanan lezat di hadapannya. Ia bersiap-siap untuk mematok Ulil.

Tiba-tiba Ulil terbangun. Ia menyadari ada bahaya di sekelilingnya. Dengan segera ia bersembunyi di bawah tanah. Akhirnya Ulil selamat dari santapan Piku. Setelah menunggu keadaan aman, ia segera pulang ke rumah. Ia meminta maaf kepada ibunya serta berjanji akan selalu waspada dan berhati-hati.

12.Latar waktu pada cerita tersebut adalah ….

a)

A. pagi hari

b)

B. sore hari

c)

C. siang hari

d)

D. malam hari

13.

Si Ulil

Ulil adalah seekor cacing kecil. Ia berpamitan pada ibunya untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Ibunya berpesan agar Ulil selalu waspada dan berhati-hati. “Nak, kamu tidak boleh lengah, banyak musuhmu yang ingin memburumu!’ pesan Ibu kepada Ulil. Ulil hanya menganggukan kepalanya dan segera bergegas keluar.

Suasana hari ini memang sangat terik, sehingga Ulil gerah. Ia sudah tidak sabar untuk meninggalkan rumahnya yang mungil. Sampailah ia di bawah pohon yang rindang. Ia ketiduran karena terbawa suasana yang nyaman dan teduh.

Ulil tidak menyadari kedatangan si Piku, seekor ayam jantan yang sedang mengintainya. Dengan hati-hati Piku berjalan mendekati Ulil. Piku sudah tidak sabar ingin menikmati makanan lezat di hadapannya. Ia bersiap-siap untuk mematok Ulil.

Tiba-tiba Ulil terbangun. Ia menyadari ada bahaya di sekelilingnya. Dengan segera ia bersembunyi di bawah tanah. Akhirnya Ulil selamat dari santapan Piku. Setelah menunggu keadaan aman, ia segera pulang ke rumah. Ia meminta maaf kepada ibunya serta berjanji akan selalu waspada dan berhati-hati.

13. Watak Ulil pada cerita tersebut adalah ….

a)

A. malas

b)

B. bodoh

c)

C. congkak

d)

D. ceroboh

14.

Sungguh di luar dugaan. Begitu terbebas dari batu yang menghimpitnya, ular itu langsung mematuk kaki saudagar. Si saudagar kaget bukan kepalang hingga jatuh terjengkang. Tentu saja saudagar menjadi berang.

“Dasar ular tak tahu terima kasih. Kenapa kau mematukku?”

“Buat apa aku harus berterima kasih?” jawab ular.

“Hai! Kalau tadi tak kutolong, kau pasti mati di bawah batu itu!”

“Benar. Tapi aku tidak akan tertindih batu kalau kau tidak menindihkannya.”

Saudagar itu kaget. Ia baru ingat, rupanya itu ular yang siang tadi ditindihnya dengan batu. Saudagar itu tidak mau mendengar segala macam alasan. Ia tak mau mengingat kesalahannya sendiri. Yang dipikirkannya hanyalah bahwa ia telah menolong ular itu.

14. Watak saudagar pada cerita di atas adalah ….

a)

A. Suka menolong

b)

B. Tidak mengakui kesalahan

c)

C. Lapang dada terhadap kesalahan

d)

D.Suka usil

15.

Sungguh di luar dugaan. Begitu terbebas dari batu yang menghimpitnya, ular itu langsung mematuk kaki saudagar. Si saudagar kaget bukan kepalang hingga jatuh terjengkang. Tentu saja saudagar menjadi berang.

“Dasar ular tak tahu terima kasih. Kenapa kau mematukku?”

“Buat apa aku harus berterima kasih?” jawab ular.

“Hai! Kalau tadi tak kutolong, kau pasti mati di bawah batu itu!”

“Benar. Tapi aku tidak akan tertindih batu kalau kau tidak menindihkannya.”

Saudagar itu kaget. Ia baru ingat, rupanya itu ular yang siang tadi ditindihnya dengan batu. Saudagar itu tidak mau mendengar segala macam alasan. Ia tak mau mengingat kesalahannya sendiri. Yang dipikirkannya hanyalah bahwa ia telah menolong ular itu.

15. Pelajaran yang kita peroleh dari cerita tersebut adalah ….

a)

A.Kita tidak boleh tolong-menolong dalam kehidupan

b)

B.Kita harus mengakui kesalahan yang kita lakukan

c)

C.Kita tidak harus menolong orang lain

d)

D. Kita harus membalas budi baik orang lain

16.

Sungguh di luar dugaan. Begitu terbebas dari batu yang menghimpitnya, ular itu langsung mematuk kaki saudagar. Si saudagar kaget bukan kepalang hingga jatuh terjengkang. Tentu saja saudagar menjadi berang.

“Dasar ular tak tahu terima kasih. Kenapa kau mematukku?”

“Buat apa aku harus berterima kasih?” jawab ular.

“Hai! Kalau tadi tak kutolong, kau pasti mati di bawah batu itu!”

“Benar. Tapi aku tidak akan tertindih batu kalau kau tidak menindihkannya.”

Saudagar itu kaget. Ia baru ingat, rupanya itu ular yang siang tadi ditindihnya dengan batu. Saudagar itu tidak mau mendengar segala macam alasan. Ia tak mau mengingat kesalahannya sendiri. Yang dipikirkannya hanyalah bahwa ia telah menolong ular itu.

16. Tema kutipan dongeng di atas adalah …

a)

A.Kisah Ular dan Saudagar

b)

B.Ular yang tak bisa berterima kasih

c)

C.Kisah si Jelek dan si Manis Rupa

d)

D.Binatang yang bisa berbicara

17.

Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti menduduki tahta kerajaan. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan ayah mereka.Kegeraman Purbararang yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang penyihir untuk memantrai Purbasari sehingga saat itu juga tiba – tiba kulit Purbasari menjadi bertotol - totol hitam.


17. Berdasarkan kutipan dongeng Lutung Kasarung di atas, gambaran watak tokoh Purbararang adalah.......

a)

A.baik

b)

B.jahat

c)

C.santun

d)

D.pemarah

18.

Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti menduduki tahta kerajaan. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan ayah mereka.Kegeraman Purbararang yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang penyihir untuk memantrai Purbasari sehingga saat itu juga tiba – tiba kulit Purbasari menjadi bertotol - totol hitam.

18. Isi penggalan dongeng di atas menceritakan ...

a)

A.sifat iri hati purbararang terhadap purbasari

b)

B.sang raja yang ingin mengangkat putri pertamanya sebagai pengganti tahta kerajaan

c)

C.kerajaan Prabu Tapa Agung yang sedang perang

d)

D.bencana di kerajaan Prabu Tapa Agung

19.

Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti menduduki tahta kerajaan. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan ayah mereka.Kegeraman Purbararang yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang penyihir untuk memantrai Purbasari sehingga saat itu juga tiba – tiba kulit Purbasari menjadi bertotol - totol hitam.

19. Tokoh antagonis dalam dongeng di atas adalah ...

a)

A.Prabu Tapa agung dan Purbararang

b)

B.Purbasari dan Nenek sihir

c)

C.Purbasari dan Purbararang

d)

D.Purbararang dan Nenek sihir

20.

Si Kancil berjalan berjingkat-jingkat di kebun Pak Tani. Kancil hendak mencuri mentimun. Di tengah kebun ada boneka orang-orangan, si Kancil tidak takut malah menendang boneka itu. Ternyata boneka orang-orangan itu telah diberi getah nangka sehingga kaki si Kancil menempel pada boneka itu dam sulit dilepaskan. Kemudian Pak Tani datang menangkap Kancil.

20.Pelajaran yang dapat diambil dari kutipan dongeng di atas adalah......

a)

A.Jangan nakal

b)

B.Jangan suka mencuri

c)

C.Jangan sombong

d)

D.Jangan malas