WorksheetsMenganalisis Puisi
Total questions: 10
Worksheet time: 14mins
Menceritakan tentang apakah puisi tersebut?
Kepasrahan penyair dalam hidupnya. Ia tidak punya tujuan dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Ia hanya pasrah terhadap nasib, bagai biduk yang terbawa arus yang tidak tentu arahnya.
Kebahagiaan penyair dalam hidupnya. Ia punya tujuan dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Ia pasrah terhadap nasib, bagai biduk yang terbawa arus yang tidak tentu arahnya.
Kesengsaraan penyair dalam hidupnya. Ia tidak punya tujuan dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Ia pasrah terhadap nasib, bagai biduk yang terbawa arus yang tidak tentu arahnya.
Kemarahan penyair dalam hidupnya. Ia marah dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Ia tidak suka dengan kuasa Tuhan.
Kebijaksanaan penyair dalam hidupnya. Ia punya tujuan dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Ia pasrah terhadap nasib, bagai biduk yang terbawa arus yang tidak tentu arahnya.
Suasana apakah yang tergambar dalam puisi tersebut?
tenang, kecewa
tenang, haru
tenang, pasrah
tenang, sedih
tenang, gelisah
Bacalah kutipan puisi berikut!
Setelah perang memberi kita
Puing demi puing kepapaan dan air mata
Daftar jenazah yang sentiasa bertambah
Hutang dalam ratusan jam kerja
Timbullah kini kesabaran dan kekuatan
Memikul berat beban nestafa
Seorang tiada hingganya
(Taufik Ismail 1965)
Tema puisi tersebut adalah ...
Perang menumbuhkan dendam.
Kedamaian tumbuh setelah perang.
Perang mengakibatkan kesengsaraan.
Perang menimbulkan hutang.
Perang memikul beban nestafa
Bacalah puisi berikut!
Dalam terik matahari esok hari
Ku masih duduk di sini
Bak seonggok sampah
Tertiup angin kemarau yang membakar jiwa
Tergores luka hingga berdarah-darah
Ingin kumenjerit sekuat tenaga
Namun mulut terbekap oleh pisau kedudukan
Tema puisi tersebut adalah ...
Kesanggupan menahan angin
Kepasrahan menjalani hidup
Keperkasaan menantang bahaya
Kesepian menghalau kedudukan
Mulut terbekap pisau kedudukan
Tanah Airku
Karya : Haris R.N.
Angin berdesir di pantai
Burung berkicau dengan merdu
Embun pagi membasahi rumput-rumput
Itulah tanah airku
Sawahnya menghijau
Gunungnya tinggi menjulang
Rakyat aman dan makmur Indonesiaku
Tanah tumpah darahku
Tema puisi tersebut adalah ....
Sawah hijau
Keindahan alam Indonesia
Keindahan gunung
Keamanan rakyat Indonesia
Angin di pantai sangat sejuk
Cermati kutipan puisi berikut dengan Saksama!
Andai esok tak ada lagi mentari
Arah langkah terhenti seketika
Langit berubah warna kelabu
.....
Bunga-mendadak layu
Kalimat bermajas yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang Puisi berikut adalah
Gerimis pun mulai mulai reda lagi.
Udara dingin sekali.
Angin dan embun pagi berhenti
Tanpa lentera akan berbahaya sekali.
Pembawa berita bercerita.
Pilihlah tokoh yang termasuk tokoh sastrawan Indonesia dalam bidang puisi angkatan 45!
Bersyukurlah akan ketidaksempurnaanmu.
Berhati-hatilah dalam kelengkapanmu
Sesungguhnya:
setiap langit ada atapnya
setiap telaga ada dasarnya
("Risalah", Parnami Azmi)
Puisi di atas mengungkapkan..
nasihat
ungkapan syukur
doa kepada Tuhan
kerinduan
kemalangan
Baik-baik aku akan menghadap dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tantang lagi aku
Nanti darahku jadi beku
Dalam puisinya itu Chairil Anwar mengungkapkan tentang....
pemberontakan
kepasrahan
kesetiaan
pengakuan dosa
penolakan pada nasib
Jika hari ini remang petang
tidak berarti permainan bakal selesai
dan boleh ditinggalkan gelanggang
hanya peran berpuan dari permainan di dalam
menjadi penonton di luar
Amanat yang terkandung dalam penggalan Puisi di atas adalah ..
hari sudah sore
permainan belum selesai
kehidupan akan berubah
kehidupan belum selesai
penonton itu ada di luar
