NEW
Font size
WorksheetsLATIHAN EVALUASI 2
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Pada suatu hari, walaupun tidak disetujui oleh Alimah, saudara sepupunya, Siti Nurbaya tetap membeli kue yang dijajakan oleh Pendekar Empat, kaki tangan Datuk Maringgih. Kue yang sengaja disediakan khusus untuk Siti Nurbaya itu telah diisi racun. Setelah penjaja kue itu pergi, Siti Nurbaya memakan kue yang baru saja dibelinya. Setelah makan kue itu, kepala Siti Nurbaya pening. Tak lama kemudian ia jatuh pingsan.
Maksud pernyataan kaki tangan dalam cerita tersebut adalah....
A. pendekar
B. penjaja kue
C. orang suruhan
D. orang kepercayaan
A
B
C
D
Pada suatu hari, walaupun tidak disetujui oleh Alimah, saudara sepupunya, Siti Nurbaya tetap membeli kue yang dijajakan oleh Pendekar Empat, kaki tangan Datuk Maringgih. Kue yang sengaja disediakan khusus untuk Siti Nurbaya itu telah diisi racun. Setelah penjaja kue itu pergi, Siti Nurbaya memakan kue yang baru saja dibelinya. Setelah makan kue itu, kepala Siti Nurbaya pening. Tak lama kemudian ia jatuh pingsan.
Konflik yang dialami tokoh pada cerita tersebut adalah...
A. Siti Nurbaya pingsan
B. Siti Nurbaya membeli kue
C. Siti Nurbaya bertemu penjaja kue
D. Siti Nurbaya memakan kue beracun
A
B
C
D
Pada suatu hari, walaupun tidak disetujui oleh Alimah, saudara sepupunya, Siti Nurbaya tetap membeli kue yang dijajakan oleh Pendekar Empat, kaki tangan Datuk Maringgih. Kue yang sengaja disediakan khusus untuk Siti Nurbaya itu telah diisi racun. Setelah penjaja kue itu pergi, Siti Nurbaya memakan kue yang baru saja dibelinya. Setelah makan kue itu, kepala Siti Nurbaya pening. Tak lama kemudian ia jatuh pingsan.
Amanat dari cerita tersebut adalah....
A. kita harus melawan nasihat saudara
B. kita tidak boleh membeli kue dari pasar
C. kita harus mendengarkan saran dari keluarga
D. lebih baik kita membuat kue sendiri daripada membeli
A
B
C
D
Pada suatu hari, walaupun tidak disetujui oleh Alimah, saudara sepupunya, Siti Nurbaya tetap membeli kue yang dijajakan oleh Pendekar Empat, kaki tangan Datuk Maringgih. Kue yang sengaja disediakan khusus untuk Siti Nurbaya itu telah diisi racun. Setelah penjaja kue itu pergi, Siti Nurbaya memakan kue yang baru saja dibelinya. Setelah makan kue itu, kepala Siti Nurbaya pening. Tak lama kemudian ia jatuh pingsan.
Hal yang terjadi jika Siti Nurbaya tidak memakan kue dalam cerita tersebut adalah....
A. Siti Nurbaya tidak akan pingsan
B. Pendekar Empat dimarahi Alimah
C. Siti Nurbaya tidak disetujui Alimah
D. Penjaja kue dimarahi Datuk Maringgih
A
B
C
D
Mimi bekerja di toko kue yang cukup terkenal. Mimi selalu datang tepat waktu dan melakukan pekerjaan dengan penuh semangat. Mimi sangat senang ketika melayani pengunjung yang datang. Pengunjung juga suka dengan sikap Mimi yang ramah. Di toko donat itu, Mimi belajar membuat kue. Sesekali ia mencoba resep-resep baru yang dikreasikannya sendiri. Mimi selalu meminta pendapat Bu Kila, sang pemilik toko untuk mencicipi kue buatan Mimi. Bu Kila selalu suka kue buatan Mimi. Bu Kila pun akhirnya menjual kue buatan Mimi di tokonya. Banyak anak yang suka kue buatan Mimi. Mimi sangat senang melihat keceriaan orang-orang yang membeli kuenya.
Nilai moral yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah....
A. Keramahan dan ketekunan akan membawa keberuntungan.
B. Belajar membuat kue akan mendatangkan keuntungan. C. Sikap ramah tidak selalu membawa berkah.
D. Berdaganglah kue seperti Mimi.
A
B
C
D
Dahulu kala, berdirilah sebuah kerajaan di Jawa Barat. Sayang sekali prabu d permaisurinya yang begitu bijaksana belum Juga dikaruniai buah hati. Setelah bertahun tahun menunggu, akhirnya berkat doa yang dipanjatkannya, sang permaisuri mengandung dan melahirkan seorang puteri yang cantik Puteri tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Karena ia puteri satu-satunya dan kelahirannya dulu begitu lama dinantikan, ja sangat dimanja. Pada hari ulang tahun sang puteri, prabu memberikan hadiah sebuah kalung. "Pakailah kalung ini, nak," kata ayahry Puteri hanya melirik kalung itu sekilas Prabu dan permaisuri membujuknya mau mengenakan kalung itu.
"Aku tidak mau," jawab puteri singkat. "Ayolah, nak," kata permaisuri, ia mengambil kalung itu hendak memakaikannya di leher puterinya. Namun, puteri menepis tangan permaisuri hingga kalung itu terbanting ke lantai. "Aku tak mau memakainya Kalung itu jelek! Jelek!" jeritnya sambil lari ke kamarnya. Permaisuri terpana. Kalung warna-warni yang indah itu putus dan permatanya berserakan di lantai.
Latar tempat cerita tersebut adalah....
A. sebuah goa
B. dalam hutan
C. dalam kerajaan
D. taman kerajaan
A
B
C
D
Dahulu kala, berdirilah sebuah kerajaan di Jawa Barat. Sayang sekali prabu d permaisurinya yang begitu bijaksana belum Juga dikaruniai buah hati. Setelah bertahun tahun menunggu, akhirnya berkat doa yang dipanjatkannya, sang permaisuri mengandung dan melahirkan seorang puteri yang cantik Puteri tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Karena ia puteri satu-satunya dan kelahirannya dulu begitu lama dinantikan, ja sangat dimanja. Pada hari ulang tahun sang puteri, prabu memberikan hadiah sebuah kalung. "Pakailah kalung ini, nak," kata ayahry Puteri hanya melirik kalung itu sekilas Prabu dan permaisuri membujuknya mau mengenakan kalung itu.
"Aku tidak mau," jawab puteri singkat. "Ayolah, nak," kata permaisuri, ia mengambil kalung itu hendak memakaikannya di leher puterinya. Namun, puteri menepis tangan permaisuri hingga kalung itu terbanting ke lantai. "Aku tak mau memakainyat Kalung itu jelek! Jelek!" jeritnya sambil lari ke kamarnya. Permaisuri terpana. Kalung warna-warni yang indah itu putus dan permatanya berserakan di lantai.
Watak tokoh puteri dalam cerita tersebut adalah....
A. malas
B. sombong
C. penyayang
D. arif dan bijaksana
A
B
C
D
Dita adalah anak yang jujur. Setiap bertemu atau melihat sesuatu yang menarik perhatiannya Dita selalu mengungkapkan apa saja yang ia pikirkan. Namun, perkataan Dita seringkali membuat orang lain tersinggung. Dita seringkali dinilai tidak sopan karena perkataannya itu. Dita pernah bertemu dengan seorang ibu yang sedang berbelanja di pasar. Ibu itu mengenakan pakaian dengan warna menyolok. Dita pun berkata, "Baju ibu cantik sekali. Warnanya juga cantik, sampai-sampai mata saya silau melihat ibu". Ibu tersebut mendengar perkataan Dita. Kemudian, ibu itu berjalan ke arah Dita dan menasihati Dita untuk menjaga perkataan. Dita pun menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada ibu itu.
Mengapa Dita sering dianggap tidak sopan oleh orang lain? A. Kejujuran Dita seringkali membuat orang lain tersinggung.
B. Perkataan Dita seringkali menjadi lelucon bagi orang lain. C. Kejujuran Dita membuat orang lain senang dan bangga. D. Dita sering mendapat pujian karena kejujurannya.
A
B
C
D
Dita adalah anak yang jujur. Setiap bertemu atau melihat sesuatu yang menarik perhatiannya Dita selalu mengungkapkan apa saja yang ia pikirkan. Namun, perkataan Dita seringkali membuat orang lain tersinggung. Dita seringkali dinilai tidak sopan karena perkataannya itu. Dita pernah bertemu dengan seorang ibu yang sedang berbelanja di pasar. Ibu itu mengenakan pakaian dengan vang menyolok. Dita pun berkata, "Baju ibu cantik sekali. Warnanya juga cantik, sampai-sampai mata saya silau melihat ibu". Ibu tersebut mendengar perkataan Dita. Kemudian, ibu itu berjalan ke arah Dita dan menasihati Dita untuk menjaga perkataan. Dita pun menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada ibu itu.
2. Watak tokoh Dita adalah....
A. santun
B. sopan
C. sabar
D. jujur
A
B
C
D
Dita adalah anak yang jujur. Setiap bertemu atau melihat sesuatu yang menarik perhatiannya Dita selalu mengungkapkan apa saja yang ia pikirkan. Namun, perkataan Dita seringkali membuat orang lain tersinggung. Dita seringkali dinilai tidak sopan karena perkataannya itu. Dita pernah bertemu dengan seorang ibu yang sedang berbelanja di pasar. Ibu itu mengenakan pakaian dengan vang menyolok. Dita pun berkata, "Baju ibu cantik sekali. Warnanya juga cantik, sampai-sampai mata saya silau melihat ibu". Ibu tersebut mendengar perkataan Dita. Kemudian, ibu itu berjalan ke arah Dita dan menasihati Dita untuk menjaga perkataan. Dita pun menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada ibu itu.
Latar tempat cerita tersebut adalah....
A. pasar
B. halte
C. sekolah
D. Terminal
A
B
C
D
Nurvi memiliki seorang adik laki-laki, Suatu bari hanva ada ia dan adiknya di ruman. bapak dan ibunya ke pasar untuk berjualan. Walaupun adiknya nakal, Nurvi selalu berusaha sabar menghadapinya. Saat itu, tersisa satu potong kue keju di kulkas Nurvi sudah mengambilnya terlebih dahulu dari dalam kulkas. Tiba-tiba adiknya merebut kue itu dari tangan Nuryi, Nurvi sangat kesal pada adiknya. la merebut kembali kue itu dari adiknya, Adiknya pun menangis, Nurvi tidak tega melihat adikinya menangis. Akhirnya, ia pun membagi kue keju itu dan memberikan setengahnya untuk adiknya.
Mengapa Nurvi memberikan setengah dari kuenya kepada adiknya?
A. Nurvi takut dengan adiknya.
B. Nurvi tidak tega melihat adiknya menangis.
C. Nurvi takut diadukan pada Bapak.
D. Nurvi menyayangi adiknya.
A
B
C
D
Nurvi memiliki seorang adik laki-laki, Suatu bari hanva ada ia dan adiknya di ruman. bapak dan ibunya ke pasar untuk berjualan. Walaupun adiknya nakal, Nurvi selalu berusaha sabar menghadapinya. Saat itu, tersisa satu potong kue keju di kulkas Nurvi sudah mengambilnya terlebih dahulu dari dalam kulkas. Tiba-tiba adiknya merebut kue itu dari tangan Nuryi, Nurvi sangat kesal pada adiknya. la merebut kembali kue itu dari adiknya, Adiknya pun menangis, Nurvi tidak tega melihat adikinya menangis. Akhirnya, ia pun membagi kue keju itu dan memberikan setengahnya untuk adiknya.
Watak tokoh Nurvi dalam kutipan cerita tersebut adalah.... A. pemarah dan tidak sayang adiknya
B. tidak bertanggungjawab
C. sabar dan penyayang
D. tidak mau mengalah
A
B
C
D
Nurvi memiliki seorang adik laki-laki, Suatu bari hanva ada ia dan adiknya di ruman. bapak dan ibunya ke pasar untuk berjualan. Walaupun adiknya nakal, Nurvi selalu berusaha sabar menghadapinya. Saat itu, tersisa satu potong kue keju di kulkas Nurvi sudah mengambilnya terlebih dahulu dari dalam kulkas. Tiba-tiba adiknya merebut kue itu dari tangan Nuryi, Nurvi sangat kesal pada adiknya. la merebut kembali kue itu dari adiknya, Adiknya pun menangis, Nurvi tidak tega melihat adikinya menangis. Akhirnya, ia pun membagi kue keju itu dan memberikan setengahnya untuk adiknya.
Amanat cerita tersebut adalah...
A. Sayangilah adikmu dengan sepenuh hati.
B. Jangan biarkan adikmu mengalahkanmu.
C. Bersabarlah saat adikmu tidak bisa diatur.
D. Jangan mudah marah di depan adik.
A
B
C
D
Nurvi memiliki seorang adik laki-laki, Suatu bari hanva ada ia dan adiknya di ruman. bapak dan ibunya ke pasar untuk berjualan. Walaupun adiknya nakal, Nurvi selalu berusaha sabar menghadapinya. Saat itu, tersisa satu potong kue keju di kulkas Nurvi sudah mengambilnya terlebih dahulu dari dalam kulkas. Tiba-tiba adiknya merebut kue itu dari tangan Nuryi, Nurvi sangat kesal pada adiknya. la merebut kembali kue itu dari adiknya, Adiknya pun menangis, Nurvi tidak tega melihat adikinya menangis. Akhirnya, ia pun membagi kue keju itu dan memberikan setengahnya untuk adiknya.
Latar cerita tersebut adalah....
A. kebun
B. rumah
C. sekolah
D. Tanaman
A
B
C
D
Seorang ayah memberikan sekantong paku kepada anaknya yang suka marah seraya berkata, "Palulah paku ini setiap kali engkau emosi dan amat marah!". Pada hari pertama saat si anak marah, ia memalu 37 paku pada tembok. Pada pekan berikutnya, si anak merasa lelah memalu paku banyak- banyak. la pun mulai menahan diri agar tidak marah dan memalu lagi. Jumlah paku yang dipalu setiap hari semakin berkurang. Dari peristiwa itu, si anak belajar mengendalikan emosi. la merasa tidak perlu menyia-nyiakan tenaga untuk melampiaskan amarah.
Bagaimana akhirnya si anak dapat mengendalikan emosinya?
A. Si anak merasa menyia-nyiakan tenaga hanya untuk marah.
B. Ayah datang menegur anaknya karena tembok rusak.
C. Si anak tidak memaku tembok karena pakunya habis.
D. Si anak terus memaku tembok.
A
B
C
D
Seorang ayah memberikan sekantong paku kepada anaknya yang suka marah seraya berkata, "Palulah paku ini setiap kali engkau emosi dan amat marah!". Pada hari pertama saat si anak marah, ia memalu 37 paku pada tembok. Pada pekan berikutnya, si anak merasa lelah memalu paku banyak- banyak. la pun mulai menahan diri agar tidak marah dan memalu lagi. Jumlah paku yang dipalu setiap hari semakin berkurang. Dari peristiwa itu, si anak belajar mengendalikan emosi. la merasa tidak perlu menyia-nyiakan tenaga untuk melampiaskan amarah.
Mengapa ayah memberikan sekantong paku kepada anaknya?
A. Untuk membetulkan tembok yang rusak
B. Si anak dapat melampiaskan emosinya
C. Mengajari anak untuk memaku tembok
D. Menghukum anaknya yang suka marah- marah
A
B
C
D
Seorang ayah memberikan sekantong paku kepada anaknya yang suka marah seraya berkata, "Palulah paku ini setiap kali engkau emosi dan amat marah!". Pada hari pertama saat si anak marah, ia memalu 37 paku pada tembok. Pada pekan berikutnya, si anak merasa lelah memalu paku banyak- banyak. la pun mulai menahan diri agar tidak marah dan memalu lagi. Jumlah paku yang dipalu setiap hari semakin berkurang. Dari peristiwa itu, si anak belajar mengendalikan emosi. la merasa tidak perlu menyia-nyiakan tenaga untuk melampiaskan amarah.
Sifat tokoh anak dalam kutipan cerita tersebut adalah....
A. sopan B. tenang C. pemarah D. Pembangkang
A
B
C
D
Seorang ayah memberikan sekantong paku kepada anaknya yang suka marah seraya berkata, "Palulah paku ini setiap kali engkau emosi dan amat marah!". Pada hari pertama saat si anak marah, ia memalu 37 paku pada tembok. Pada pekan berikutnya, si anak merasa lelah memalu paku banyak- banyak. la pun mulai menahan diri agar tidak marah dan memalu lagi. Jumlah paku yang dipalu setiap hari semakin berkurang. Dari peristiwa itu, si anak belajar mengendalikan emosi. la merasa tidak perlu menyia-nyiakan tenaga untuk melampiaskan amarah.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerita tersebut adalah ....
A. jangan suka marah kepada ayah
B. kita harus mengontrol diri dan emosi
C. jangan merusak tembok dengan paku
D. lampiaskan amarah dengan memaku tembok rumah
A
B
C
D
Seorang ayah memberikan sekantong paku kepada anaknya yang suka marah seraya berkata, "Palulah paku ini setiap kali engkau emosi dan amat marah!". Pada hari pertama saat si anak marah, ia memalu 37 paku pada tembok. Pada pekan berikutnya, si anak merasa lelah memalu paku banyak- banyak. la pun mulai menahan diri agar tidak marah dan memalu lagi. Jumlah paku yang dipalu setiap hari semakin berkurang. Dari peristiwa itu, si anak belajar mengendalikan emosi. la merasa tidak perlu menyia-nyiakan tenaga untuk melampiaskan amarah.
Latar tempat pada teks tersebut adalah....
A. rumah B. taman C. sekolah D. perpustakaan
A
B
C
D
Seorang ayah memberikan sekantong paku kepada anaknya yang suka marah seraya berkata, "Palulah paku ini setiap kali engkau emosi dan amat marah!". Pada hari pertama saat si anak marah, ia memalu 37 paku pada tembok. Pada pekan berikutnya, si anak merasa lelah memalu paku banyak- banyak. la pun mulai menahan diri agar tidak marah dan memalu lagi. Jumlah paku yang dipalu setiap hari semakin berkurang. Dari peristiwa itu, si anak belajar mengendalikan emosi. la merasa tidak perlu menyia-nyiakan tenaga untuk melampiaskan amarah.
Tokoh utama dalam cerita tersebut adalah....
A. si anak B. paman C. ayah D. ibu
A
B
C
D
